BENIH TARUHAN

BENIH TARUHAN
Penangkapan Aris


Hardi dan juga Nico berkerjasama mengumpulkan bukti-bukti kejahatan Susi dan juga Aris mantan suami Susi.


Sementara Leka yang sudah di perbolehkan masuk kerja pun dengan bantuan orang kepercayaan Hardi dan tak lupa Sri yang selalu di jadikan mata-mata yang pura-pura bod*h di depan Fandi semakin memperlancar renacana Leka dan team untuk mengusut kecurangan yang di lakukan Fandi selama ini.


Siang itu polisi bergerak cepat ke tempat dimana Aris tinggal.Di rumah kontrakan yang ada di daerah pinggir kota yang terlihat sangat sederhana.


Polisi berhasil membekuk Aris dan membawanya ke kantor polisi untuk di mintai keterangan.


Aris pun terpaksa harus jujur dengan apa yang sebenarnya terjadi.


Aris menceritakan kronologi dan motif apa yang melatarbelakangi kecelakaan Leka hari itu.


"Saya minta maaf ,saya juga terpaksa melakukan hal itu karena di bawah ancaman mantan istri saya." ungkapnya pada pihak kepolisian yang mengintrogasinya di ruang interogasi.


"Anda pasti tahu kan jika yang anda lakukan termasuk dalam kelompok tindakan kriminal.Bahkan dengan anda mencelakakan seseorang itu ada pasalnya.Sama saja anda di sini sama seperti percobaan pembu*uhan.Hukumannya tidak ringa lagi." ucap anggota polisi mengintrogasinya.


Aris masih terdiam mendengar ucapan petugas polisi itu.Aris seperti berpikir sesuatu.Aris tak ingin menjadi tameng kejahatan Susi kali ini.


Dia pun tak ingin hanya dia yang di masukkan ke dalam penjara.Dia igin Susipun menerima ganjaran yang setimpal dengan apa yang di lakukannya selama ini.


"Semua ini adalah rencana dari mantan istri saya Susi.Dia menjanjikan untuk memberikan imbalan pada saya setelah berhasil menguasai harta suaminya.Karena ahli waris yang dia tahu adalah anak kandung suaminya dia menginginkan saya menyingkirkan anak Hardi supaya tidak ada lagi yang bisa menghalangi niatanya itu ." ungkap Aris denga lancar jaya.


Hardi yang berada di ruangan yang bersebelahan dengan ruang interogasi pastinya sangat jelas mendengar penuturan Aris tadi.


Hardi mengepalkan tangannya menahan emosinya yang seakan sampai ubun-ubun.


"Lihat saja Susi apa yang bisa aku lakukan untuk membalas semua yang kau lakukan pada keluarga ku.Bod*hnya aku sudah menikahi wanita licik seperti kau Susi." batin Hardi merasa geram dengan kenyataan yang terjadi pada hidupnya.


Akhirnya Aris pun mendekam di penjara karena semua yang di katakannya adalah sebuah keterangan yang jelas melanggar hukum.


Aris sudah di masukkan di penjara,kini tinggal menunggu tersangka lain menyusulnya ke jeruji besi.


Polisi pun masih menggali keterangan beberapa saksi ditempat kejadian yang mengakibatkan Leka hampir tertabrak oleh Aris.


Hardi sudah tak bisa memaafkan apa yang di lakukan Susi selama ini.Karena rasa irinya menjadikan dia manusia jahat yang melenyapkan nyawa orang lain.


Hardi pulang kerumahnya setelah semua urusan di kantor polisi selesai.Dia menyerahkan beberapa bukti kejahatan Susi dan termasuk dalam kasus yang lain.


Hardi menginjakkan kakinya di rumah miliknya dengan wajah biasa dan seolah tak terjadi apa-apa.Dia terlihat begitu natural memerankan karakternya seperti orang bod*h yang tak tahu apa-apa.


"Mas,kamu sudah pulang?" tanya Susi yang menyambut kedatangan sang suami.


"Pah,Karina mau minta ijin untuk menginap di rumah teman.Bolehkan?" tanya Karina dengan sikap manjanya.


Hardi sejenak melihat Susi dan mengangguk mengiyakan permintaan Karina.Selama ini Hardi tahu jika Karina memang kasar dengan putrinya Leka namun,dia masih menunggu apa yang Karina lakukan di luar sana apa dia juga terlibat dalam urusan Susi dan ayah kandungnya atau tidak.


Hardi tanpa sepatah kata pun langsung melangkah ke arah kamarnya.Niatnya dia ingin membersihkan dirinya karena memang rasanya tubuhnya terasa lelah.


"Mah,papa kenapa ? nggak biasanya papa nggak ngajakin mama buat ke kamar." ucap Karina melihar Hardi yang terlihat berbeda .


"Entahlah,dari beberapa hari lalu papa kamu terlihat lebih menjaga jarak sama mama.Tapi,dia biasa saja sih..sudahlah kamu kalau mau pergi, sekarang pergilah.Papa sudah ijinkan kamu bukan? ingat,jaga diri kamu ." ucap Susi pada putrinya.


Walaupun sejahat apapun Susi dia tidak akan jahat pada anak kandungnya sendiri.Dia pun pastinya tak ingin terjadi apa-apa pada putri semata wajahnya.


Walaupun dulu dia menikah dengan Hardi dengan terpaksa tanpa cinta dan hanya demi harta namun, disisi lain dia ingin mendapatkan keturunan dari pernikahannya dengan Hardi namun,Tuhan tidak pernah mengijinkan dia mengandung anak dari Hardi.


...****************...


Pagi hari Leka dan juga Nico sengaja kerumah Hardi.Namun,saat mobilnya akan masuk ke halaman rumah dia melihat tak jauh dari rumahnya terlihat mobil polisi yang berhenti di dekat rumah itu.


Leka dan Nico turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah yang kebetulan pintu depan terbuka bertepatan Hardi yang keluar dari dalam rumah.


Hardi terlihat masih dengan baju santainya.Leka dan Nico saling pandang.Tumben papanya jam segini belum rapih dengan setelan baju kantornya.


"Papa,ayo sarapan !" seru Susi dari dalam dan melangkah menuju tempat dimana Leka ,Nico dan Hardi berdiri tak jauh dari pintu depan.


"Loh,Leka ,Nico..kalian kesini pagi-pagi.Terus Leka mana si kembar?" tanya Susi dengan wajah yang terlihat biasa saja.


"Si kembar sama Oma juga Opa nya." jawab Leka singkat.


"Hahh, maksudnya?" tanya Susi dengan wajah bingung


"Sudahlah ayo masuk,ayo..kalian juga masuk dan sarapan sama papa sekalian." ucap Hardi mengalihkan pembicaraan mereka.


"Iya pah,tapi..kenapa di depan rumah kita tadi aku lihat ada mobil polisi?"


Pertanyaan Leka sontak membuat Hardi dan juga Susi kembali berhenti dan terlihat Susi mendengar penuturan wajahnya berubah menjadi memucat.


"Kenapa bisa,maksudnya..ngapain mobil polisi di depan rumah.Nanti kamu coba tegur pah,kayak buronan saja kayak mau di grebek." ucap Susi dengan mengusai hatinya yang sudah mulai resah.


Apalagi dari kemarin Aris tak bisa di hubungi dan tak ada kabar sedikitpun mengenai mantan suaminya itu.Niat Susi setelah Hardi berangkat ke kantor dia akan menemui Aris di kontrakannya.


Namun,sampai jam yang biasanya Hardi sudah berangkat ke kantor nyatanya Hardi masih santai saja di rumah dan di tambah lagi kehadiran Leka dan Nico ke rumah mereka pagi-pagi.


Susi merasa khawatir jika polisi pastinya sudah menyelidiki kasus penabrakan Leka dan mengusut tuntas kasus itu.Susi tahu, Hardi tak akan melepaskan masalah ini dengan begitu saja dan apalagi semua ini ada hubungannya dengan Leka anak kesayangannya.


Bersambung