
Sore hari saatnya Leka pulang dan Nico yang sudah berjanji untuk menjemputnya pun akhirnya dia dengan sabar untuk menunggu suaminya di lobby kantor.Menunggu lumayan lama membuat Leka bisa dan akhirnya memutuskan untuk membeli donat do salah satu gerai ternama di seberang kantornya.
Saat Leka melangkah menyebrang jalan yang lumayan lengang tiba-tiba ada mobil yang melaju begitu kencang dan seperti sengaja untuk menabrak Leka.
Brakk 💢
"Awwssttt ," ringis Leka saat tangannya menahan bobot tubuhnya karena dorongan seseorang.
"Nona tidak apa-apa,maaf kelalaian kami nona." ucap seorang Laki-laki dengan tubuh kekar dan stelan jas hitam yang sedang meminta maaf pada Leka dengan wajah yang menahan sakit.
"Sa_saya nggak papa,bukan salah mas juga kok.Mas baik-baik saja? pasti kamu terluka yaa,maaf kalau merepotkan."ucap Leka dengan memindai sang penyelamat dirinya dari bahaya.
"Saya tidak apa-apa non,sudah jadi tugas saya menjaga non Leka,maaf kelalaian saya sampai non terluka." ucap laki-laki itu.
Leka mengernyitkan dahinya mendengar penuturan laki-laki yang menunduk hormat padanya.
Sementara di sekeliling mereka sudah banyak orang yang mencoba membantu mereka untuk berdiri.
"Leka , Astaghfirullahal'adzim nak..,"ucap Hardi yang terkejut dengan apa yang dia lihat saat ini.
Hardi yang baru saja keluar dari kantornya melihat di seberang kantornya banyak orang yang berkerumun.Salah satu satpam di lobby bilang sempat melihat anaknya menyebrang jalan namun,satpam itu juga masih ragu jika orang yang hampir ketabrak itu anak bos nya sendiri.
"Papa !" ucap Leka dan mendekati sang papa.
Dengan cepat Hardi pun langsung menyambut anaknya dalam pelukannya.Hardi pun tak lupa meneliti keadaan Leka yang terlihat kacau.
"Kita ke Rumah Sakit ya nak.." ucap Hardi membimbing sang putri namun, baru dua langkah mereka di kejutkan oleh kedatangan Nico.
"Papa,Leka!" seru Nico berlari mendekat ke arah istrinya juga papa mertuanya.
"Mas.."
"Nico."
Ucap keduanya hampir bersamaan.
Nico menyalami tangan mertuanya dan memeluk istrinya.
Dia sudah mendapatkan laporan tentang insiden tersebut dari anak buahnya yang lain.
Sementara laki-laki yang menyelamatkan Leka sudah langsung di bawa anak buah Nico ke Rumah Sakit.
"Ayo kita ke Rumah Sakit.Kita harus melakukan medical cek up
" ucap Nico langsung meraih tubuh istrinya dan menggendong nya dengan cara bridal style.
"Aaaa..mas !!" pekik Leka yang terkejut dengan tindakan suaminya itu yang tiba-tiba menggendong dirinya.
Dengan reflek Leka pun mengalungkan kedua tangannya ke leher Nico karena takut jatuh.
"Cepat bawa Leka ke rumah sakit,papa akan menyusul kalian.Papa akan membereskan urusan disini." ucap Hardi pada anak dan menantunya.
Nico dan Leka saling pandang dan mengangguk mengiyakan ucapan Hardi.
"Tapi papa harus hati-hati.Anggota Nico akan membantu papa. ucap Nico dengan nada serius.
"Kalian juga hati-hati."balas Hardi.
...----------------...
Anak buah Nico bekeria dengan sungguh -sunngguh.Hardi hanya bertugas mengantar di kontrol room.
Semua terlihat serius dengan apa yang ada di hadapan mereka.
"Mobil di ketahui adalah mobil rentalan dan tempatnya ada di perbatasan Jakarta Bogor." ucap salah satu laki-laki anak buah Nico.
"Lacak nomer plat mobil." ucap orang yang lain yang juga anak buah Nico.
Di sisi lain Leka sedang di periksa dokter dan demgan terpaksa harus melakukan serangkaian pemeriksaan yang di suruh oleh Nico.
"Mas,nggak perlu juga aku madical cek up.Aku nggak papa loh..aku cuma lecet saja.Lebih baik mas,kita lihat anak buah mas dan berikan perawatan yang baik buat dia.lngat mas,dia sudah selamatkan nyawa aku." ucap Leka membuat Nico membuang nafas kasar.
Haaahhh
Helaan nafas Nico terdengar dan dia memandang istrinya dengan pandangan yang entah.
"Kamu tahu betapa khawatirnya aku setelah mendengar anak buahku kamu hampir tertabrak.Apa kamu tahu betapa aku merasa bersalah karena yang menolong kamu itu bukan aku,suami mu ini kayak nggak berguna.Soal anak buah mas,kamu nggak perlu khawatir semua sudah beres. Semua rangkaian pemeriksaan dia jalani juga seperti kamu.Aku bukan pria kejam atau bos yang nggak punya hati." ungkap Nico panjang lebar.
Saat Leka akan mengucapkan sesuatu, dia urungkan setelah mendengar ponsel suaminya berbunyi dan langsung Nico menerima panggilan itu dengan posisi menjauh dari Leka bahkan Nico keluar dari kamar perawatan yang di tempati Leka.
Walaupun Leka menganggap dirinya hanya lecet-lecet saja, namun tidak dengan Nico.Dia merasa gagal menjadi suami yang melindungi istrinya.
Di tempat di mana papa Hardi dan juga anak buah Nico yang mencari informasi tentang siapa yang tega menabrak Leka pun ada titik terang.
"lni orang niat banget sih buat melakukan tindakan kriminal macam ini." oceh salah satu anak buah Nico.
"Kenapa memangnya?" tanya Hardi menimpali ucapan pria itu.
"Maaf tuan, sepertinya semua yang terjadi sudah dia rencanakan.Dia mengincar nyonya Leka."ucap orang Nico.
"Kanapa kamu bisa mengasumsikan seperti itu?" tanya Hardi.
"Dia mengganti plat mobil tersebut dengan plat palsu tuan.Dia pun sengaja menyewa mobil di tempat yang jauh dari tempat kejadian." ungkap salah satu orang anak buah Nico.
"lnformasi apalagi yang kalian dapatkan soal semua yang berkaitan dengan kejadian ini?" tanya Hardi tambah penasaran.
"Keterangan sementara dari rental mobil itu,yang menyewa mobil bernama Nur Jaman." jawab orang Nico.
"Nur Jaman.." gumam Hardi mengingat ingat barang kali dia pernah kenal dengan orang yang bernama Nur Jaman itu.
"Gambar yang tertangkap di CCTV si pengemudi mobil itu menggunakan masker dan hoodie hitam yang menyamarkan identitasnya."
Semua yang ada di ruangan itu pun melihat rekaman yang menangkap visual orang yang ada di dalam mobil tersebut namun,tidak ada yang mengenali sosok itu.Lagi pula gambar nya pun terlihat kurang jelas.
"Siapa dia,apa hubungannya dengan musuh-musuh tuan Hardi atau pula ada hubungannya dengan musuh tuan Nico."ucap anak buah Nico.
"Bisa jadi diantara musuh-musuh bisnis kami.Kalau begitu kalian patau terus dan informasi sekecil apapun beri tahu saya atau tuan Nico.Saya ke Rumah Sakit dulu lihat perkembangan Leka." ucap Hardi.
Mereka semua pun mengangguk dengan apa yang di katakan Hardi adalah sebuah perintah. Bukan lagi hanya Nico tuan mereka saat ini tambah Hardi menjadi tuan mereka.
Bersambung