BENIH TARUHAN

BENIH TARUHAN
#Terbongkar


Setelah selesai melakukan acara makan malam kedua keluarga, akhirnya di dengan dadakan menjadi acara lamaran yang tidak di rencanakan sama sekali.


Mengingat keputusan kedua keluarga akhirnya di putuskan demi status yang jelas untuk anak-anak Leka dan Nico dan juga untuk Nico mempertanggungjawabkan perbuatannya di masa lalu,mereka akhirnya bersepakat untuk menikahkan Nico dan Leka secepatnya.


Leka pun tak bisa menolak lagi setelah papa nya memberikan ultimatum dan juga sudah membawa-bawa nama si kembar dan ibunya.


"Kalian pulang dulu,papa ada sedikit urusan sebentar.Kamu jaga anak-anak kamu dengan baik." ucap Hardi pada Leka.


"Papa nggak papa sendirian,tapi..papa harus ingat..papa harus kasih tahu Leka." ucap Leka pada sang papa.


Karena memang Leka tahu tentang pertemuan Hardi yang akan bertemu dengan Bagas.Tentang apa yang menjadi rahasia ketiganya.


"Tenang saja,papa akan baik-baik saja.Kamu awasi gerak-gerik tante Susi juga Karina." ucap Hardi.


"Baik pah,Leka pulang duluan." pamit Leka pada sang papa dan akhirnya Leka melangkah keluar dari restaurant tersebut.


Sementara di mobil Susi dengan kesal menunggu Hardi dan Leka yang masih di dalam restaurant yang belum juga keluar sejak tadi.


"Papa ngapain sih mah,lama banget ."omel Karina merasa jenuh menunggu.


"Entahlah,lagian ngapain juga si Leka juga belum keluar.Anak nya saja sudah di sini.Menyebalkan." ucap Susi melirik ke arah spion melihat si kembar yang anteng di duduk di belakang.


"Nah,itu dia si Leka.Lho,kok papa nggak bareng dia.Papa kemana mah?" tanya Karina yang melihat Leka berjalan keluar dari restaurant tersebut dan berjalan mendekati mobil mereka.


"Lha iya,kemana papa." ucap Susi dengan menatap bingung sekeliling.


Brakk..


Leka menutup pintu mobil dengan sedikit keras.


"Papa mana,kok cuma kamu yang balik." ucap Susi mengedarkan pandangannya ke arah sekeliling.


"Papa masih ada urusan di dalam.Kita balik duluan,kalian tenang saja..ada Om Bagas yang nanti nganterin papa balik." ucap Leka.


Akhirnya Leka mulai menghidupkan mesin mobilnya dan meninggalkan area restaurant itu.


Leka berharap jika benar adanya kejahatan yang di rencanakan oleh Susi dan Karina tidak membuat papanya terlalu kecewa.


...----------------...


"Selamat malam tuan." ucap Bagas saat Hardi masuk dalam satu ruangan yang ada di restaurant yang sama sesaat lalu dia mengadakan makan malam dengan keluarga Pradipta.


"Duduklah.." ucap Hardi pada dua orang yang tak lain adalah Bagas dan juga adalah orang yang di tugaskan oleh Bagas untuk memeriksa cairan yang ada di botol kecil yang di berikan oleh Leka.


"Bagaimana,apa sudah ada hasilnya?" tanya Hardi lagi dengan nada yang terdengar dingin.


"Sudah.Ini semua hasilnya sudah saya taruh di amplop ini."ucap Orang suruhan itu dengan menyerahkan sebuah amplop coklat pada Hardi.


Hardi pun menerima amplop itu dan segera membukanya.Terlihat hasil laboratorium tentang obat itu.


"Kamu bisa jelaskan secara singkat.Kalau disini tertera dalam bahasa medis jadi saya kurang paham." ucap Hardi.


"Baik tuan.Jadi,hasil pemeriksaan tentang cairan itu adalah salah satu cairan yang mengandung racun yang tidak berbau dan juga efeknya tidak akan menimbulkan kecurigaan.Racun itu akan bekerja efektif untuk beberapa bulan pemberian." ungkap orang tersebut.


"Kurang aj*r.Rupanya dia mau main-main dengan ku,Susi benar-benar membuat aku tersiksa beberapa bulan ini.Lihat saja,apa yang akan kulakukan untuk membalas semua perlakuan licikmu Susi.." gumam Hardi merasa selama ini dia sudah di bodo*i oleh Susi.


"Sepertinya dia tidak sendiri untuk melakukan kejahatannya tuan." ucap Bagas membuat Hardi menatap asistennya itu dengan mengernyitkan dahinya.


"Benar juga.Kita harus selidiki siapa yang sudah berani untuk bermain-main dengan ku.Beruntung waktu menikah dengan Jihan dulu aku memberikan tujuh puluh persen kekayaan yang aku punya hanya untuk Leka." ungkap Hardi.


"Kita harus lebih hati-hati juga tuan.Pastinya Susi akan segera curiga dengan keadaan tuan yang sebulan terakhir ini baik-baik saja.Padahal setahu dia,tuan akan mengalami sakit yang tak kunjung sembuh." ucap Bagas.


Hardi mengangguk dan mengerti apa yang harus dia lakukan untuk mengecoh Susi dan Karina dan akan segera menangkap dalang dari kekacauan hidupnya.


Setelah selesai dengan urusannya Hardi di antar oleh Bagas untuk pulang ke rumahnya.


...****************...


Saat masuk kedalam rumah dia terkejut mendapati Leka yang masih duduk di sofa ruang tamu.


"Lho ,kamu belum tidur nak?" tanya Hardi pada putrinya.


"Belum pah,Leka nungguin papa.Aku penasaran sama hasil pemeriksaan soal...


"Pemerikasaan soal apa,mama kok nggak tahu kalau papa periksa.Papa periksa apa, papa baik-baik saja kan?" pertanyaan beruntun Susi membuat Hardi muak dengan kepura-puraan istri keduanya itu.


"Begitu hebat sandiwara kamu Sus,tapi..aku sudah nggak percaya sama kamu lagi setelah tahu bagaimana kamu berusaha membun*hku dengan racun yang kamu berikan selama ini." batin Hardi.


"Pah,papa..papa !" panggil Susi dengan suara yang lumayan keras.


"Eh,papa nggak apa-apa.Nggak usah khawatir mah." jawab Hardi pada Susi dengan berekspresi dengan senatural mungkin.


"Papa yakin,terus tadi apa yang mama dengar soal periksa.Memangnya papa periksa apa,sampai mama nggak tahu." ucap Susi menuntut.


"Tante,maaf jika tante salah paham.Maksud aku,tanya soal periksa itu soal pekerjaan.Kebetulan aku akan masuk ke perusahaan jadi,aku butuh asisten yang akan terjadi orang kepercayaan ku.Jadi,papa membantu aku untuk memeriksa kandidat asistenku." ungkap Leka.


Mendengar ucapan Leka membuat Susi membelalakkan matanya.


"APA ! kamu mau kerja di perusahaan,kenapa kamu kerja di perusahaan papa?" tanya Susi dengan wajah kagetnya.


"Lho,apa yang salah tante? Leka berhak untuk masuk ke Perusahaan milik ibu dan juga papa Leka sendiri,kenapa respon tante seperti itu?" tanya Leka dengan menyelidik.


"Ah..bu_bukan begitu,Tante cuma..cuma mikirin anak-anak kamu saja.Kalau kamu bekerja,gimana sama anak-anak kamu,gitu aja yang tante pikirkan."kilah Susi dengan senyum kikuk.


Leka tersenyum tipis mendengar alasan Susi." Tante nggak perlu khawatir,masih banyak cara kok buat Leka tetap berusaha menjadi ibu yang baik dan mereka juga nggak akan kekurangan kasih sayang dari Leka juga." jawab Leka dengan santai.


"Sudahlah,kamu nggak perlu khawatir dengan Leka juga anak-anak nya.Kamu harusnya khawatir dengan anakmu.Perhatikan pergaulannya,jangan sampai dia terjerumus dalam pergaulan bebas." ucap Hardi dan langsung melangkah pergi meninggalkan Susi dan Leka.


"Sudahlah tante, jangan lupa urusi urusan tante sendiri.Jangan pernah urusi urusan saya.Ingat,bangkai kalau di sembunyikan lama-lama pastinya akan bau juga." bisik Leka langsung melenggang pergi ke kamarnya.


Sementara Susi mendengar ucapan Leka mulai berpikir untuk mencari tahu apa arti dari kata-kata anak tirinya itu.


Bersambung