BENIH TARUHAN

BENIH TARUHAN
#Akibat Obat Pencahar


Perkataan Leka semalam tentunya membuat Susi tidak tenang.Dalam tidurnya pun merasa tidak tenang.


Dia mulai gelisah memikirkan jika Leka dan bahkan Hardi tahu tentang kejahatannya selama ini.


Dia tidak siap hidup miskin.Selama menikah dengan Hardi,apapun kemauan Susi selalu Hardi penuhi.


Rencana menguasai harta Hardi belum bisa dipastikan berhasil.Di tambah lagi Leka sudah di terima kembali oleh Hardi tanpa harus meminta pendapatnya terlebih dahulu.


Bahkan Susi mulai berfikir sejenak Leka tinggal di rumah itu,Hardi tidak mengalami sakit seperti dulu.


"Apa jangan-jangan Leka sudah curiga padaku." gumam Susi melirik kearah Hardi yang tertidur lelap.


"Aku harus menyelidikinya besok, jangan-jangan Yuni berbohong padaku." batin Susi berusaha untuk memejamkan matanya.


Pagi hari Susi terbangun lebih dulu di banding dengan penghuni lain.


Susi melangkah menuju ke arah dapur.Terlihat Yuni sedang sibuk dengan pekerjaan memasaknya.


"Yun,"panggil Susi dengan lirih di samping Yuni.


"Astaghfirullahal'adzim nyonya,bikin kaget saja." ucap Yuni dengan menepuk-nepuk dadanya dengan pelan karena merasa terkejut.


"Ssstttt,jangan berisik.Jujur sama saya..kamu masih memberikan makanan bapak vitamin yang saya kasih kan?" tanya Susi menatap Yuni dengan pandangan mengintimidasi.


"Owalah nyonya saya bohong sih,nih kalau nyonya nggak percaya. Ini obat yang nyonya kasih saya sudah taruh kantong saya."ucap Yuni dengan merogoh kantong celananya dan menunjukkan botol kecil yang persis dengan botol yang Susi kasih.


Susi mengambil botol itu dan langsung membuka botol itu dan menciumnya.


Tidak ada baunya,racun yang di berikan Susi selama ini memang tidak berbau dan berwarna bening seperti air mineral pada umumnya.


"Kenapa nyonya,apa ada yang salah?" tanya Yuni.


"Nggak ada ,ya sudah..kamu harus ingat kalau kamu harus meneteskan vitamin ini pada minuman atau makanan untuk bapak. Kalau perlu kamu juga teteskan untuk makanan atau minuman punya Leka." ucap Susi


Yuni melotot mendengar perintah dari Susi namun,dengan cepat dia mengubah ekspresi wajahnya.


"Ngerti kan apa yang saya perintahkan!" ucap Susi dengan tatapan tajam nya.


"Em_ngerti nyonya,baiklah saya akan memberikan vitamin ini pada minuman non Leka sesuai keinginan nyonya." ucap Yuni


"Bagus,ya sudah teruskan pekerjaan kamu." ucap Susi dan dengan cepat dia melangkah pergi dari dapur.


Melihat sosok Susi yang sudah meninggalkan area dapur Yuni merasa lega karena menurut Yuni benar-benar suasana barusan membuat dirinya spot jantung.


"Huftt..!" Yuni menghembuskan nafas lega.


...----------------...


Di kamar Leka,dia sudah bersiap untuk berangkat memulai paginya dengan berkunjung ke kantor papanya.


Dengan paduan blus berwarna putih tulang bawahan celana bahan berwarna hitam dengan high heels dengan tinggi 7cm.


Sebelum mempersiapkan diri untuk pergi ke kantor dengan sang papa,Leka sudah mengurus keperluan buat si kembar.


"Pagi semua..!" seru Leka saat mendekat ke arah meja makan.


Di sana sudah berkumpul dengan duduk di kursi merek masing-masing.


"Wahhh,bunda cantik banget." ucap Aura dengan senyuman manisnya.


"Terimakasih sayang,kamu juga cantik." ucap Leka memuji putrinya.


"Aku kan memang anak bunda,jadi cantik ..hehehehe." ucap Aura dengan bergelak tertawa.


"Cucu kakek memang cantik,bunda juga cantik kalian mirip dengan eyang putri." ucap Hardi dengan senyuman penuh arti.


Mendengar ucapan suaminya Susi yang sedari tadi hanya fokus dengan sarapannya tiba-tiba menghentikan gerakan tangannya dan langsung menatap suaminya.


"Maksud papa siapa ?" tanya Susi dengan wajah kurang suka.


Susi pun akhirnya memilih diam.Dia harus menahan emosinya karena kejahatannya akan terbongkar.


Susi melihat Leka dan Hardi bergantian.Dia tersenyum tipis melihat dua orang targetnya yang sedang menikmati minuman yang dia yakini sudah Yuni campur dengan racikan racun yang bisa membun*h mereka.


Namun, tiba-tiba perutnya merasakan sakit yang teramat sangat dan rasanya dia ingin segera ke toilet.


Prettt...💢


Sungguh tak disangka ternyata yang susah payah menahan diri untuk tidak mengeluarkan nya namun,sialnya dia tak bisa menahan gejolak dalam perutnya.


"Iiihhh..nenek jorok !!" pekik Aura dengan menutup hidungnya.


"Nenek sakit perut.?"


"Mah.."


"Tante,kenapa ceroboh sekali."


Ucapan mereka tak Susi dengarkan.Dia langsung beranjak dari tempat duduknya dan berlari ke kamar mandi.


Mereka pun hanya bisa melongo melihat tingkah Susi.Sementara Karina melihat mamanya yang tiba-tiba mules pun merasa khawatir.


"Siapa suruh dia main-main dengan ku.Dia belum tahu siapa lawan nya.Tidak semudah itu Fulgoso.." batin Leka menatap Susi yang sudah bolak balik ke kamar mandi.


Flashback On.


Setelah selesai mengatakan sesuatu ke telinga Susi,Leka pun berpikir jika dia tak akan bisa berhenti mengganggu hidupnya dan juga ayahnya.


Dia juga selalu waspada dengan segala sifat licik Susi.


Setelah beberapa saat menunggu Susi masuk kedalam kamarnya,Leka keluar kembali dari kamarnya dengan perlahan .


Leka menuju paviliun yang ada di belakang rumahnya.Pavilliun tempat istirahat untuk Yuni dan juga pak Parman suami Yuni yang merupakan supir papanya.


Tok tok tok


Leka mengetuk kamar Yuni dan tak lama pintu itu terbuka.


"Lho non Leka,tumben non kesini.Ada yang bisa bibu bantu?" tanya Yuni menatap wajah anak majikannya itu.


"Lebih baik aku masuk dulu bik,ini hal penting.Leka takut ada yang mendengar." ucap Leka memberikan alasan.


Leka pun akhirnya masuk ke dalam paviliun dan duduk bersama Yuni dan juga Parman.


"Ada perlu apa non malam-malam kesini,apa ada yang penting sampai non Leka repot-repot ke paviliun."ucap Yuni merasa kalau Leka memerlukan bantuannya.


Leka pun merogoh saku baju tidurnya dan mengeluarkan botol yang sama persis dengan botol yang pernah Yuni beriman kepadanya.


"Bik,ini botol yang sama dengan botol yang pernah bibi serahkan ke Leka kan," ucap Leka memastikan.


"Iya non,ini sama persis dengan botol yang pernah saya kasih ke non Leka."jawab Bik Yuni.


"Baiklah bik, botol yang pernah bibi berikan ke saya sudah jadi barang bukti.Cairan yang ada di dalam botol yang bibi serahkan pada saya,itu berisi racun.," ungkap Leka membuat bi Yuni syok dan menutup mulutnya.


"Racun non,ya Allah..maaf non, benar-benar saya nggak tahu kalau yang ada di botol itu sebuah racun.Tapi, kalau bapak di racun kenapa bapak masih bisa bekerja dengan baik.Apa sebenarnya terjadi?" tanya bik Yuni pemasaran.


Akhirnya Leka menceritakan tentang racun yang selama ini Bik Yuni anggap vitamin ternyata racun dan setelah menjelaskan tentang mengenai racun itu,Leka pun mengeluarkan plastik kecil dari sakunya dan menyerahkan bungkusan itu pada Yuni.


"Ini apa non?" tanya Yuni memegang plastik yang baru saja dia dapatkan dari Leka.


"Tambah serbuk itu ke minuman tante Susi.Aku ingin bermain-main dengannya." ucap Leka pada Yuni.


Yuni yang sudah tahu kejahatan Susi akhirnya menyetujui permintaan Leka yang memberikan serbuk itu setengah ke teh yang di tujukan pada Yuni.


Bersambung