
"Ma_mas,aku mau mandi dulu.Rasanya badan aku lengket banget." ucap Leka dengan sedikit gugup karena setelah ini pastinya bisa Leka pastikan suaminya itu akan meminta jatahnya.
"Kenapa gugup gitu,jangan bilang kamu masih malu sama aku yang,kamu mau mandi.Baiklah kita mandi berdua gimana?" goda Nico pada sang istri.
"Hah,ng_nggak aku mandi sendiri saja." ucap Leka yang berhasil melepaskan diri dari rengkuhan Nico.
Leka berlari menuju kamar mandi dan langsung menutup pintu kamar mandi dengan sedikit kencang.
Melihat tingkah istrinya itu tentunya membuat Nico tertawa di buatnya.
Padahal bukan pertama kalinya mereka melakukannya tapi, kenapa Leka selalu merasa malu jika membahas soal keintiman mereka.
Di dalam kamar mandi Leka bersandar di balik pintu dengan memegang dadanya yang merasakan debaran jantung yang berdetak begitu cepat.
"Astaghfirullah..kenapa jantungku berdebar kencang gini yah, padahal waktu aku pacaran sama Nico nggak gini-gini amat.Aku sama dia pun sebelumnya sudah pernah melakukan nya.Tapi,kenapa malam ini rasanya seperti beda yah..astaga benar-benar Nico buat aku bingung." gumam Leka pusing memikirkan dirinya sendiri.
Leka pun langsung menuju bathtube untuk berendam di sana guna merilaks kan tubuhnya.
Setelah beberapa lama dia berendam dia pun akhirnya menyesuaikan ritualnya malam ini.Leka keluar dari kamar mandi dengan masih menggunakan handuk kimononya.
Ceklek.
Saat membuka pintu kamar mandi terlihat Nico yang sedang sibuk dengan tab nya duduk di sofa.
"Sudah selesai sayang?" tanya Nico saat mendengar suara pintu terbuka Nico langsung mengalihkan pandangannya ke arah Leka.
"I_iya,mas mandi gih..airnya shadh aku siapkan." ucap Leka.
Nico tersenyum manis mendengar penuturan sang istri.Dia pun meletakkan tab nya di atas nakas dan melangkah mendekati sang istri.
Leka hanya bisa diam dan melihat gerak gerik sang suami yang semakin mengikis jarak antara mereka berdua.
"Terimakasih,tunggu sebentar yaa.." ucap Nico dengan mengusap pipi Leka.
Untuk sesaat Leka memejamkan matanya saat sapuan tangan besar Nico mengusap pipinya.Leka mendengar penuturan Nico pun membuka matanya tepat di depan wajah Nico yang sedang tersenyum lebar.Nico mengecup kening istrinya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
"Apa dia bilang tadi, tunggu sebentar.. astaga Leka,itu artinya malam ini kamu nggak bisa selamat." gumam Leka mengatakan itu pada dirinya sendiri.
Leka melangkah mendekati kopernya dan membuka nya dia mengambil sebuah baju berwarna merah menyala dengan warna yang begitu kontras dengan warna kulitnya yang putih bersih.
Dengan memantapkan hati Leka pun menggunakan pakaian yang sebelumnya ibu mertuanya sudah siapkan untuk dirinya.
Setelah melakukan ritual menggunakan wewangian seperti malam-malam sebelumnya dia pun akhirnya duduk di pinggir tempat tidur menunggu suaminya menyelesaikan mandinya.
Ceklek
Saat pintu kamar mandi terbuka menampakkan sosok Nico yang keluar dari kamar mandi dengan tampilan hanya menggunakan handuk yang dia lilit di pinggang dengan bertelanj*ng dada.Sementara dirinya sedang sibuk menggosok rambut nya yang basah dengan handuk kecil.
"Saa...
Nico susah payah menelan silvanya dengan mata yang terus fokus memandang objek yang ada di hadapannya itu.
"Sa_sayang,kamu nggak biasanya tampil begini." ucap Nico dengan tergagap melihat penampilan istrinya yang malam ini terlihat berbeda sehingga dirinya begitu syok di buatnya.
"Ke_kenapa,mas nggak suka sama penampilan aku malam ini?" tanya Leka dengan wajah yang terlihat sedih.
Nico mendapatkan pertanyaan seperti itu sontak membuat dirinya gelagapan.
"Ah..bu_bukan be_begitu yang,mas suka.Bahkan sangat suka." ucap Nico dan dengan cepat menghampiri sang istri yang masih memasang wajah sedih.
Nico menarik tangan sang istri sehingga Leka yang sedang duduk pun akhirnya berdiri berhadapan dengan Nico dengan jarak yang begitu dekat.Bahkan sangat dekat sampai -sampai hembusan nafas mereka pun terasa di kulit wajah mereka.
"Kamu begitu menggoda ku malam ini sayang,jangan salahkan aku jika nantinya aku nggak tahan dengan godaan kamu ini." bisik Nico tepat di depan kuping Leka.
Tangan Nico pun merengkuh pinggang ramping Leka dan semakin merapatkan tubuh mereka berdua.Dengan reflek Leka pun mengalungkan tangannya di leher Nico.
"Malam ini sampai seterusnya aku sudah jadi milikmu mas,kapan pun kamu mau Insyaallah aku tidak akan menolak.Dengan catatan jangan pernah bermain hati dengan wanita mana pun selain aku." ucap Leka dengan suara yang begitu mendayu membuat kesan sexy.
"Aku janji,hanya ada nama kamu di hatiku sayang." ucap Nico terdengar begitu manis.
"Aku nggak butuh janji manis kamu mas, buktikan jika kamu benar-benar hanya aku wanita yang ada di hati kamu." ucap Leka dengan mengusap pipi Nico sampai jemari lentik Leka pun bermain di rahang tegas sang suaminya dan sampai jemari itu menari nari di dia atas dada bidang Nico dengan membentuk garis-garis abstrak yang sudah membuat darah Nico melonjak naik.
Leka begitu berani menggoda sang suami.Terlihat jakun Nico naik turun menahan rasa yang begitu menggebu di tubuhnya.
Sampai di mana dia sudah tak tahan melihat bibir menggoda milim Leka.
Dia menyambar bibir dengan gemas dan membuat Leka sedikit tersentak karena mendapatkan serangan mendadak dari Nico.
Keduanya sama-sama terbuai dalam cum*uan mereka.Saling berbelit dan menyes*p pun langsung begitu lama dan intens.
Terlihat Leka yang sudah hampir kehabisan nafas akhirnya Nico melepaskan kegiatan panas itu sesaat untuk memberika waktu beberapa detik Leka mengatur nafasnya dan langsung kembali melancarkan aksinya.
Breeeettttt..
Leka melotot melihat tindakan suaminya yang merobek paksa pakaian yang di pakainya saat ini yang punya harga puluhan juta untuk membeli kain tipis nan minim yang di sebut pakaian haram itu.
Nico sedikit mendorong tubuh Leka untuk tubuh Leka mendekat ke arah tanjang.Lalu dengan perlahan tubuh Leka pun terbaring di atas tempat tidur sementara Nico ada di atasnya yang sedang mengungkung.
Sementara dua-duanya sudah dalam keadaan setengah telan*a*g.Bibir Nico mulai turun keleher dan menyusuri lembah menuju puncak gunung yang semakin hari semakin membuat Nico tergila-gila.
Malam semakin larut dua insan yang bukan lagi pengantin baru namun,dengan kelakuan seperti pengantin baru menikmati manisnya madu cinta dan sama-sama memberikan kenyamanan dan kepua*an bagi pasangan mereka.
Tubuh Nico ambruk di samping Leka setelah menanam benih premium di rahim basah Leka.Dia pun berdoa semoga cepat tumbuh bibit kecambah yang akan menyemai rahim hangat Leka.
Bersambung