
"Sayang,ini buat kalian." ucap mama Marina menyerahkan sebuah amplop pada Leka.
Leka mengambil amplop itu dari tangan ibu mertuanya.
"Apa ini mah ?" tanya Leka
"Bukalah,semoga kalian suka." ucap Marina.
Leka pun membuka amplop tersebut dan menilik isi dari amplop tersebut.
"Mama,ini nggak salah? mah,ini berlebihan." ucap Leka setelah melihat isi dari amplop tersebut.
"Nggak berlebihan dong sayang, pergilah kalian bulan madu,biar anak-anak serahkan sama mama juga papa." ujar mama Marina.
"Mama yakin bisa handle si kembar?" tanya Nico melihat sekilas ke arah dua bayi pandanya.
"Yakin lah,kapan lagi kita akan bersama mereka.Kalau mereka sudah sekolah pastinya akan sulit untuk mengajak mereka sekedar jalan-jalan."sahut papa Gilang.
"Jalan-jalan,siapa yang mau jalan-jalan opa?" tanya Aura yang tiba-tiba antusias dengan bahasan sang opa.
"Aura mau jalan-jalan,tapi..sama Oma sama Opa,bunda sama daddy ada misi rahasia.Mau?" tanya mama Marina.
"Mau mau !!"sahut kedua bocah kembar itu antusias.
Melihat tingkah kedua anaknya Leka dan Nico hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Tuh lihat, urusan anak-anak kalian sudah selesai.Tinggal persiapan kalian.Besok kalian berangkat." ucap mama Marina.
"Mama, yakin nih..bisa handle si kembar?"tanya Leka memastikan.
"Sudahlah jangan terlalu di pikirkan.Mama juga seorang ibu,mereka pasti akan senang dengan kita.Tugas kalian hanya satu,tambah cucu mama.Kalau bisa kembar tiga." ucap Mama Marina dengan wajah penuh bahagia.
"Astaghfirullahal'adzim, dikira Leka kucing mah..asal brojolin tiga." protes Nico.
"Buktinya bibit premium milik kamu sudah bisa menghasilkan anak kembar, lucu-lucu lagi." ucap mama Marina dengan hebohnya.
Leka yang mendengar ucapan ibu mertuanya hanya tertunduk malu.
"Mama jangan gitu dong,memanglah nggak bisa di pungkiri bibit premium ku tokcer."ucap Nico dengan bangganya.
Leka hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar ke absurd-an suaminya.
"Permisi non,den.Ada teman-teman nya datang." ucap salah satu ART rumah.
"Suruh mereka masuk bi."ucap Nico dan beranjak dari tempat duduknya.
"Mau ngapain mereka,awas saja kalau sampai mereka buat onar lagi.Sudah cukup dari SMA sampai kemarin mereka buat onar hidup kamu sama Leka." ucap mama Marina geram dengan tingkah sahabat sang putra.
"Biar Nico yang urus mah,kamu mau ikut yang ?" tanya Nico pada Leka.
"Kamu temuin saja dulu,aku buatkan minum buat mereka." ucap Leka.
"Kalau itu biar bibi saja.Kamu nggak perlu repot-repot juga yang."
"Nggak apa-apa,santai saja.Aku kan sedang santai." ucap Leka dan berjalan menuju kearah dapur.
Nico pun melangkah ke arah ruang tamu sedang kedua orang tua Nico sedang asyik bermain dengan si kembar.Mereka memang memanfaatkan waktu untuk melakukan apapun bersama si kembar.Berpikir jika nantinya mereka tak setiap hari bertemu dengan si kembar.Karena pastinya setelah selesai bulan madu nanti Nico pasti akan membawa anak istrinya itu pindah kerumah mereka sendiri.
...----------------...
"Pah,kamu hari ini ada jadwal golf nggak ?" tanya Susi saat mereka sudah menyelesaikan sarapannya.
"Kenapa memangnya?" tanya Hardi mengalihkan pandangannya pada Susi.
"Pergilah,saya juga sudah ada janji sama teman lama saya." ucap Hardi yang sudah kembali fokus dengan tab nya.
Namun,Hardi dapat menangkap ekspresi Susi dari ujung matanya yang melihat Susi terlihat senang dan tak akan bisa Susi lihat seringai laki-laki itu muncul dengan singkat.
"Okelah,papa hati-hati di jalan.Sebentar lagi mama akan pergi." ucap Susi.
"Pergilah." jawab Hardi singkat.
"Pergilah sejauh yang kamu mau,aku pun tak peduli dan jangan harap kamu akan menikmati harta yang harusnya jadi hak anakku Leka." batin Hardi dalam hati.
Hardi memanglah ingin pergi kerumah sang besan,dia ingin bertemu dengan anak dan cucunya.
Namun,sebelum itu dia akan menunggu seseorang yang akan datang menemui dirinya di rumah setelah Susi dan Karina pergi.
Setelah bersiap-siap terlihat Susi yang keluar dari kamarnya dan Karina turun dari lantai atas.
"Pah,kita berangkat dulu yaa."pamit Susi pada suaminya.
"Iya, hati-hati kalian."ucap Hardi pada anak dan ibu itu.
Tak menunggu lama mereka pergi menggunakan mobil yang di kemudikan sendiri oleh Karina.Mobil itu keluar dari halaman rumah Hardi.
"Ikuti mereka jangan sampai mereka menyadari jika mereka sedang di buntuti." ucap Hardi pada seseorang di balik sana. Setelah beberapa saat mobil Karina keluar dari gerbang rumah Hardi dia sudah tersambung dengan orang yang akan bertugas mengikuti kemanapun Susi dan Karina pergi.
Hardi menghela nafas panjang dan beranjak dari tempat duduknya dan melangkah ke depan rumah.
"Mang Tohir,orang yang sudah menunggu saya suruh masuk."ucap Hardi pada satpam yang bertugas menjaga rumahnya.
"Baik tuan."seru mang Tohir.
Tak lama Hardi menunggu orang yang dimaksud.
"Siang tuan,apakah bisa sekarang saya kerjakan?" tanya orang tersebut.
"Hemm..lakukan."jawab Hardi singkat.
Orang tersebutpun akhirnya langsung memulai aksinya.Dia mengambil alat-alatnya dari tas ransel yang dia bawa.Hardi dengan setia mengukur dia orang itu dan menunjukkan apa yang harus mereka lakukan.
...****************...
Sementara dua orang yang merupakan anak dan ibu itu pun akhirnya sampai di tempat tujuan mereka.Sebuah Mall dan mereka melangkah menuju sebuah food court.
"Maaf kami terlambat." ucap Susi yang sudah berdiri di sebelah dua orang yang menunggu mereka.
"Tidak masalah,duduklah." ucap laki-laki paruh baya yang duduk santai dengan secangkir kopi di hadapannya.
Susi dan Karina pun duduk di seberang mereka.Terlihat Susi dan Karina memesan beberapa menu.
"Jadi bagaimana perkembangannya?" tanya Susi pada laki-laki yang umurnya di bawah dari laki-laki sebelahnya.
"Hardi sudah mulai memberikan wewenang pada Leka untuk melakukan pemeriksaan pekerjaan ku sebelum lanjut ke dia untuk meminta ACC." ucap orang tersebut.
"Lalu,apa masalahnya? Leka hanya lulusan SMA,apa yang dia bisa buat.Dia mana tahu keuangan dan neraca saldo dan juga berhubungan dengan bisnis." cibir Susi.
"Tapi, jangan anggap remeh dia Susi.Kamu sudah melangkah sejauh ini pun harus tetap hati-hati.Banyak orang setia pada Hardi dan istrinya dulu." ucap pria paruh baya itu dengan menyesap nikotin di tangannya.
"Jihan,dia bahkan sudah mat*.Tapi,kenapa kalian takut dengan orang-orang yang ada diantara mereka dulu,sangat tidak masuk akal." ucap Susi dengan sudut bibir terangkat menampilkan senyum mengejek mengingat nama Jihan,ibu dari Leka dan istri pertama Hardi yang sudah meninggal.
Bersambung.