
Hari-hari Nico kini di sibukkan dengan pekerjaannya dan sekaligus di sibukkan dengan memenuhi keinginan nyidam sang istri.
Sudah delapan bulan semenjak kehamilan Leka menjadikan Nico suami siaga.Dia bertekad untuk menebus kesalahannya dulu.
Semenjak hamil Leka hanya mau makan masakan suaminya.Entah mengapa calon anaknya itu begitu ingin di manjakan oleh Daddy nya.
Walaupun lelah setelah bekerja Nico selalu memenuhi kemauan sang istri. Untuk si kembar pun menjadi posesif pada Leka.
Apalagi Elang yang begitu terlihat dewasa di umurnya yang sudah menginjak 7 tahun.
Papa Hardi pun masih betah menyendiri semenjak setahun lalu bercerai dengan Susi.
Sementara Renata pun mulai menerima kenyataan jika Hardi tak akan pernah bisa seakrab dulu. Namun, mereka pun suka kumpul jika Marina dan Gilang mengundang mereka.
Semenjak hamil Leka di boyong suaminya untuk tinggal di rumah keluarganya.
Apalagi si kembar pun masih bisa di urus oleh sang Oma.Karena di kehamilan kali ini Leka begitu di manjakan oleh keluarganya.
Bak sosialita Leka hanya bisa terima beres.
" Sayang,aku bawakan cemilan buat kamu."ucap Nico dengan membawa keripik kentang kesukaan istrinya.
"Terimakasih mas.." ucap Leka.
"Oh iya, Ricard tadi telpon aku.Dia ngundang kita untuk ke nikahannya." ucap Nico dengan mendudukkan dirinya di sebelah sang istri.
"Ricard mau nikah,sama siapa?" tanya Leka terkejut dengan berita mantan bosnya yang akan menikah.
"Siapa lagi kalau bukan Yana sayang." jawab Nico santai.
"Hahh,kok bisa?" tanya Leka heran.
"Ya bisa lah, semenjak pulang dari Amerika dulu,mereka semakin dekat dan mereka putuskan untuk menikah." ungkap Nico.
Leka tersenyum tipis mendengar perkataan sang suami.Dia bahagia mendengar kabar yang dia dengar barusan.
"Mau berita heboh lagi nggak?" tanya Nico dengan menaik turunkan alisnya.
"Aisssttt..mas nih,bikin aku penasaran saja. Berita apa?"
"Tapi janji jangan kaget dan jangan juga marah."
"Lho,apa hubungannya sama aku kaget sama marah.Jangan bilang kamu mau nikah lagi. Jangan harap aku kasih ijin yah.."
"Mana ada aku mau nikah lagi. Punya istri kamu saja aku sudah bersyukur sayanggg..." ucap Nico dengan mencolek dagu Leka.
"Tapi kan aku gembr*t mas." ucap Leka dengan melirik sang suami.
"Mana ada,aku lihat kamu sekarang malah tambah sexy tau,apalagi kalau sudah di kamar bikin si adek susah tidur yang.." bisik Nico dengan kerlingan mata genit nya.
"Gombal !" seru Leka dengan tersenyum miring mendengar gombalan sang suami.
"Serius yang, kamu dulu gini nggak yang waktu hamil si kembar?"
Leka berpikir sejenak dan mengangguk mengiyakan perkataan sang suami.
" Bahkan mungkin lebih dari sekarang yang, soalnya perut aku lebih besar dari sekarang." ungkap Leka.
"Pasti kamu dulu sangat kesulitan yang, kalau aku ingat masa-masa itu rasanya ingin aku putar kembali saat kamu bilang kamu hamil dan aku ingin langsung menikahi kamu.Tapi, aku yang begitu pengecut dan buat kamu menderita beberapa tahun." ungkap Nico.
"Sudahlah nggak perlu di bahas lagi.Lagi pula sekarang kamu jadi suami siaga ku saat ini." ucap Leka membelai pipi sang suami.
"Oh iya kamu tahu,James melamar Wulan untuk jadi istrinya." ucap Nico membuat Leka melotot mendengar perkataan sang suami.
"Entahlah,sejak kapan James suka sama Wulan juga aku nggak tahu yang,tapi..yang jelas kita doakan mereka yang baik-baik." ucap Nico di tanggapi dengan anggukan oleh Leka.
...****************...
Hari bahagia Ricard dan Yana pun tiba, kandungan Leka pun sudah menginjak usia sembilan bulan.
Tinggal menunggu waktu beberapa hari untuk melakukan persalinan.
Kali ini Leka dan Nico membuat kesepakatan untuk tidak melihat jenis kelamin calon anak mereka.Biarkan menjadi kejutan untuk mereka dan keluarga.
Dengan perut besarnya Leka berjalan dengan di dampingi suaminya.Nico sangat posesif menjaga sang istri.Selama kehamilan Leka,Nico menjadi pribadi yang begitu lemah lembut dan terkesan hangat.
Tak ada tatapan mengintimidasi atau dingin serta terkesan diktator.Yang ada hanya ramah dan lebih peduli dengan para karyawannya juga orang terdekatnya.
"Selamat Rich ,Yana semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah." ucap Nico saat ada di hadapan kedua mempelai.
"Terimakasih pak bos,kami tidak menyangka jika bos sudi ke acara kami." ucap Ricard.
"Jangan sungkan,kalian juga jadi bagian dari cerita di kehidupan istri saya sebelum kita di pertemukan kembali."ucap Nico.
"Selamat ya bos Ricard,Yana,aku nggak nyangka kalau kalian akan jadi suami istri.Rukun-rukun buat kalian." ucap Leka memberikan selamat pada kedua mempelai.
Terlihat dari kejauhan ada seseorang yang melihat kehadiran Leka dengan perut membuncit membuat dadanya merasa sesak.Rasanya dia tak terima dengan apa yang ada di depan matanya.
"Kau begitu bahagia,tapi aku..kau hancurkan hatiku Leka." gumamnya dengan mengepalkan tangannya.
Rasa kecewa yang begitu besar lagi-lagi membuat dirinya merasa dunia tak adil untuk dirinya.
Terlihat Leka dan Nico telah selesai memberikan selamat pada pengantin dan mereka melangkah ke sebuah meja yang sudah terlihat keluarga Leka dan Nico berkumpul disana.
"Leka.."panggil seseorang.
Mendengar namanya di panggil pun Leka menoleh.Terlihat Leka terkejut dengan kehadiran orang tersebut.
"Lu_Lukman,hai..apa kabar?" tanya Leka dengan senyum canggung menghiasi bibirnya.
"Kamu masih tanya soal kabar ku Le,apa kamu masih peduli dengan ku?" tanya Lukman dengan wajah sendu.
"Apa maksud kamu Man,pasti aku peduli dengan orang baik seperti kamu." ucap Leka.
Sementara itu Nico hanya diam tidak ikut menimpali ucapan Lukman yang terdengar aneh di telinganya.
"Kalau kamu peduli dengan aku,kenapa kamu todak peduli dengan perasaan aku Leka? Aku nggak nyangka kalau kamu tega buat aku begini." ucap Lukman semakin ngawur.
"Heii bro,apa maksud kamu..hahh?!!" sentak Nico yang meradang mendengar ucapan Lukman barusan.
Mendengar pertanyaan Nico membuat Lukman tersenyum miring.Apalagi melihat gelagat Nico yang sudah terlihat emosi.
"Maksud aku,kamu tanya maksud ku ,hemm? Kamu orang yang sudah buat aku kehilangan Leka.Kamu buat semua impian kami hancur seketika.Kamu membuat aku dan Leka berpisah !!" ucap Lukman dengan nada tinggi.
"Lukman ,jangan keterlaluan kamu !!" sentak Leka memandang nyalang ke arah Lukman.
"Kamu bahkan tidak pernah berkata kasar dan jangan kan berkata kasar,membentak pun nggak pernah Leka,tapi..semenjak kamu bertemu dia yang lebih dari aku,kamu berubah.Apa ini sifat aslimu, hahh?!" sentak Lukman
Plak
Plak..
Bersambung