
"Nicolas !!"
Panggilan seseorang yang begitu keras membuat orang-orang yang ada di sana pun menoleh pada sumber suara.
Nicolas melihat sosok wanita itu merasa begitu terkejut dan pandangannya beralih ke deretan para sahabatnya.
"Katrina..!" panggil Marina dan menariknya dengan sedikit kasar.
Sementara gadis yang tengah di tarik Marina sedikit terseok mengimbangi tarikan Marina.
"Tante,tante..stop tante..tante Marina stop..sakit..!" ucap gadis bernama Karina itu.
Marina pun melepaskan cengkraman tangannya dari lengan gadis itu.
"Apa maksudmu tiba-tiba datang kesini,hemm?!" sentak Marina dengan sorot mata yang tajam.
"Kenapa tante jadi begini,tante kan tahu kalau aku sama kak Nico..
"Stop !!" bentak Marina membuat Katrina terdiam.
"Jangan kamu pikir akan mengacaukan acara Nico dengan Leka.Saya tidak akan pernah bisa membiarkan wanita seperti kamu,masih disekitar anak dan menantu saya !" ucap Marina dengan tegas.
.
.
"Wahh..lihat bang,Oma keren juga hadapi virus yang mau bikin bunda sama Daddy marahan lagi." ucap Aura pada Elang yang sedang bersembunyi di balik tembok.
"Kita harus pantau,jagan sampe virus itu masuk dalam keluarga kita." ucap Elang mengacungkan kelingkingnya ke arah sang adik.
Aurora pun mengaitkan kelingking nya ke kelingking Elang.Mereka tersenyum smirk.
.
.
"Tante kenapa harus sejahat ini sama Katrina.Apa salah Katrina sama tante.Apa sih..hebatnya menantu tante itu,aku dan Nico sudah kenal lama dan kita sudah melalui semuanya berdua." ucap Katrina tak tahu diri.
"Hahahaha...apa tadi kamu bilang,kamu sudah lama kenal dengan Nico.Tapi,kamu kenapa tidak tahu siapa yang ada di samping Nico.Dia gadis yang masih ada di hati anak saya.Dari dulu sampai saat ini hingga Nico mati !" ucap Marina dengan menggebu - gebu.
Katrina mendengar penuturan Marina pun melotot tak percaya.
"Tante oplas jangan pernah berpikir Daddy kami akan tergoda dengan tubuh triplek tante, bunda kami itu spesial.Buktinya dia bisa menghasilkan kita berdua secara bersamaan..!"
Tiba-tiba dua bocah yang sempat bersembunyi di balik tembok pun muncul dan memberikan kata-kata yang membuat Katrina tercengang.Marina pun tak bisa berkata apa-apa mendengar penuturan cucu-cucu nya itu.
"Betul apa kata abang,jadi Tante enyah dari sini.Sebelum kami bikin perkedel !" ancam Aura dengan berkacak pinggang di hadapan Katrina.
Mendengar ucapan bocah perempuan itu pun Katrina tertawa terbahak-bahak. Karena tidak akan mungkin kedua anak kecil itu bisa mengalahkan dirinya secara fisik mereka masih kecil dan kalah dengan perawakan dirinya.
"Eh bocah,kalian ini bikin lawak yaa.. hahaha..mana mungkin badan sekecil kalian melawan saya, ada-ada saja." ucap Katrina mengejek.
Mendengar ocehan Katrina membuat Aura meradang .Dengan secepat kilat dia melangkah dan menginjak kaki Katrina dengan keras.
"Aaaaa...anak kurang aj*r !!" teriak Katrina karena merasa sakit karena injakan Aura.
Mendengar teriakan Katrina membuat Aura dan Elang langsung berlindung di balik tubuh Marina.
"Sini kalian,saya akan memberikan pelajaran buat kalian ,anak sia*an!!" umpat Katrina berusaha untuk meraih tubuh Aura di balik tubuh Marina.
Plak💢
Tamparan keras dari Marina mendarat di pipi mulus Katrina.Tamparan itu membuat Katrina terdiam dan terpaku di depan Marina.
"Marina !!" pekik seseorang yang tiba-tiba datang dan memekik karena melihat kejadian barusan.
" Milani.." gumam Marina saat melihat sosok sahabatnya itu muncul.
"Kamu keterlaluan Marina,kenapa kamu menampar anak ku.Apa salahnya ?!" tanya Milani dengan wajah yang terlihat sangat marah.
"Dia mencoba memprovokasi ku.Aku nggak mau kehadiran dia merusak pernikahan anakku dengan anak Jihan."ungkap Marina.
"Jihan, maksudnya?" tanya Milani malah lebih tertarik dengan nama Jihan dari pada melihat keadaan putrinya.
"Istri Nico adalah anak Jihan.Aku tahu mungkin aku terlalu kasar dengan anakmu,tapi..kamu pun tahu anakmu senekad apa jika dia sudah tak suka." ucap Marina pada sahabatnya itu.
Milani menatap putrinya dengan tatapan mata yang tajam.
"Jadi, kamu minta mami sama papi untuk kita pulang ke Indonesia cuma karena Nico yang akan menikah,benar Katrin?!" desak Milani pada putrinya.
" Mami,mami tahukan kalau aku cinta sama kak Nico dan kak Nico sayang sama aku.Kemarin aku dengar dari kak James kalau kak Nico mau nikah.Ini perjuangan terakhir ku mam,tapi..tante Marina tadi langsung menarik tangan aku untuk pergi dari acara pernikahan kak Nico." ungkap Katrina membuat semua orang merasa kesal dengan tingkah Katrina .
"Dari dulu sampai kapan pun aku nggak pernah cinta sama kamu Katrin,aku menganggap kamu hanya sebagai adik." ucapan seseorang yaitu Nico dari dalam dengan tangan kanannya menggenggam tangan Leka.
"Kak Nico.." gumam Katrina saat melihat sosok Nico dengan menggenggam tangan seorang wanita.
"Kakak kenapa ngelakuin ini sama aku, padahal kakak tahu kalau kita mau dijodohkan."ucap Katrina membuat Leka menatap Nico.
Semua orang yang mendengar penuturan Katrina sontak terkejut.
"Katrina,jangan keterlaluan kamu." seru Marina dengan menunjuk wajah Katrina.
"Marina ,maafkan aku.Aku pikir kalau kamu nggak akan bertemu dengan anak Jihan.Makanya aku bilang kalau kita akan menjodohkan anak-anak kita."ungkap Milani tak enak hati.
"Mil,aku pun nggak tahu kalau takdir dan janjiku pada Jihan Allah ijabah.Ternyata anakku dan anak Jihan sudah lama berteman dan malah mereka sempat pacaran di bangku SMA.Maaf ,jika diamku membuat kamu salah paham." ucap Marina pada sahabatnya itu.
"Jadi, tidak ada perjodohan aku sama kak Nico mam,terus aku??"
"Lebih baik tante cari ubur-ubur di laut aja." ucap Aura dengan songongnya.
"Hahaha..itu mah bang Ocit Aura.." timpal Elang bergelak mendengar ucapan adiknya itu.
"Siapa bang Ocit,saya nggak kenal " ucap Katrina dengan pandangan kesal pada kedua bocah itu.
"Aduh..Munaroh belagak nggak kenal sama bang Ocit ,nohh..orangnya deket sama daddy panda !" ucap Elang dengan menunjuk ke arah James.
James yang merasa dirinya ditunjuk oleh bocah laki-laki yang tidak lain adalah anak dari sahabatnya Nico pun menunjuk dirinya sendiri.
"Aku?" gumamnya menunjuk dirinya.
"Anak gue nyomblangin Lo sama Katrina alias Markonah .. hahaha.." ledek Nico pada sahabatnya itu.
Sebenarnya Nico kesal dengan James.Kenapa sahabatnya yang satu itu selalu melibatkan dirinya dengan masalah.Dari masalah taruhan untuk memacari Leka di jaman sekolah,memberikan obat perangsan* dan betapa bod*hnya Nico sampai Leka hamil dan sempat menyuruh Leka untuk melenyapkan dua bayi panda yang menggemaskan di hadapannya itu.
Bersambung