
Sesuai dengan rencana awal Leka dan si kembar sudah bersiap untuk ke kantor sang papa untuk makan siang bersama.
"Mau kemana kalian?" tanya Susi dengan nada tak suka melihat Leka dan anak-anaknya akan pergi.
"Kenapa,mau ikut.Aku mau ke kantor polisi..apa tante mau ikut ,sekalian buat laporan biar tante bisa alumni di sana." ucap Leka dengan senyum miring.
"Kurang aj*r ,kamu nggak akan bisa buat saya masuk penjara.Karena saya yakin papa kamu akan membela saya , seperti dulu waktu kamu di usir dari rumah ini."ucap Susi dengan nada mengejek.
"Saya akan buktikan jika saya Leka Nugraha akan membuat kamu dan anak kamu membayar semua penderitaan saya selama bertahun-tahun lalu.Saya kasih tahu kamu,kalau Leka yang ada di hadapan anda saat ini ,bukan Leka hadis bod*h yang dulu hanya diam jika di tindas oleh kalian ,BENALU !!"
Bisikan Leka membuat Susi meradang,apalagi dengan Leka mengatakan jika dia 'BENALU' yang artinya itu sebuah penghinaan buat Susi.
"KAMU !!" satu tangan yang melayang hampir mengenai pipi mulus Leka namun,dengan cepat Leka menangkapnya dan mencengkram nya dengan erat sampai Susi mengerang arena sakit di pergelangan tangannya.
"Aisssttt..sa_sakit ,LEPAS !! LEPAS bocah kurang aja* !!" teriak Susi mengumpati Leka.
Sementara dua bocah yang melihat kejadian itu hanya diam memperhatikan apa yang bundanya lakukan.Mereka memang bukan pertama kalinya melihat tindakan Leka saat ini.Karena sebelumnya mereka sudah melihat saat Leka mendapat perlakuan kurang baik dari orang-orang dan Leka tak pernah takut akan bahaya yang mungkin akan mengancamnya nanti.
Tapi,demi harga diri dan demi kedua buah hatinya dia tidak pernah peduli dengan keselamatan nya.
Leka menghempaskan tangan Susi dengan kasar sampai akhirnya tubuh Susi yang tidak siap akan tindakan Leka yang tiba-tiba membuat tubuhnya pun terhempas ke lantai dan jatuh dengan posisi duduk.
"Aaaghhhh.." erang Susi "Anak tak tahu diri awas saja kamu,akan aku balas kamu !!' ancam Susi menunjuk ke arah Leka dengan mata merah padam karena marah.
"Itu satu peringatan buat anda tante,kalau tante masih mengusik ku dan juga berusaha mencelakai keluarga Nugraha.. siap-siap sajalah jika jeruji besi akan menunggumu..!!" ucap Leka langsung meninggalkan Susi yang menatap nyalang kearah Leka.
...****************...
Tiga puluh menit mereka sampai di kantor papa Hardi. Sebuah perusahaan bergerak di bidang F&B milik keluarga Nugraha PT Nugraha Makmur.
Leka menggandeng tangan putrinya dan sebelah Aura ada Elang yang terlihat dingin dan wajah yang datar.
Leka masuk ke dalam lobby kantor dan banyak para karyawan yang sudah mulai akan beristirahat untuk makan siang.
"Nona Leka..!!" panggil seseorang yang tak lain adalah asisten dari sang papa yaitu Bagas.
"Om Bagas,papa ada?" tanya Leka pada Bagas yang kebetulan baru kembali dari meeting.
"Ada non,baru naik keatas habis meeting." ujar Bagas.
Akhirnya mereka memutuskan untuk ke ruangan Hardi bersama.
Tok tok tok
"Masuk.." teriak Hardi dari dalam ruangannya.
Ceklek..
Pintu ruangan Hardi terbuka dan kedua anak kembar itu pun langsung menyerobot masuk ke dalam ruangan sang kakek.
"Kakek !!" teriak dua bocah yang begitu menggemaskan.
Hardi beranjak dari tempatnya duduk dan menekuk lutut nya dengan melebarkan kedua tangannya menyambut kedatangan dua cucu kembarnya.
Dengan senang hati kedua anak kembar itu masuk dalam pelukan kakeknya.
"Wahhh...kejutan buat kakek kalian datang kesini." ujar Hardi dengan senyuman bahagia.
"Iya kek,kita tadi dianjak bunda ke sini buat kejutan kakek..." papar Elang antusias.
"Hemmmm..kakek seneng banget kalau kalian mau main ke sini,ini tempat kerja kakek." terang Hardi.
"Kita mau makan siang sama kakek,bunda sudah bawa makan buaanyaaaakkk sekali makanan kesukaan kita." ucap Aura dengan wajah cerianya.
"Oh yahhh...baiklah kita makan siang sama-sama !!" seru Hardi mengajak kedua cucunya mendekati Leka yang terlihat sedang menyiapkan makanan untuk mereka santap siang.
"Ayo pa, anak-anak kita makan,om Bagas sekalian makan siang disini saja. Kebetulan aku masak banyak nih.." ucap Leka mangajak mereka makan siang bersama.
Mereka pun berkumpul di sofa ruang kerja Hardi.Leka membawa makanan kesukaan sang papa juga anak-anak nya.
"Hemmmm...ini kamu beli dimana sayang," ujar Hardi menikmati makanan yang di bawa putrinya.
"Kakek..kakek salah,ini masakan bunda ," ujar Aura yang sedang mengunyah.
" Benarkah,sejak kapan kamu bisa masak seenak ini sayang...?" tanya Hardi menatap sekilas putrinya.
Dalam hati Hardi begitu bangga dengan kemampuan putrinya.Sungguh rasanya hatinya sakit saat mengingat kembali perlakuannya pada sang putri enam tahun lalu.
"Sejak aku hidup dengan bik Tun pah,bibi mengajarkan Leka banyak hal.Sekarang beliau tinggal istirahat karena beliau sudah sepuh juga." jawab Leka mengingat ART keluarga Nugraha yang rela keluar dari pekerjaan nya demi menjaga nona mudanya berkat wasiat terakhir mendiang istri Hardi.
"Bik Tun dan Mang Udin,papa sangat berhutang Budi pada mereka.Sebagai orang tua papa saat itu menjadi orang tua yang egois dan tak mau mendengarkan alasan kamu.Papa minta maaf untuk enam tahun yang kamu lalui tanpa papa nak..." ujar Hardi dengan mata berkaca-kaca.
"Kakek jangan nangis,kita baik-baik saja kok.." ujar Aura yang entah dia mengerti apa yang kakek dan bundanya bicarakan namun,melihat sang kakek ikatan batinnya terlalu kuat.
"Kakek nggak nangis sedih sayang,kakek bahagia karena kalian sudah pulang ke rumah kakek." ucap Hardi membelai lembut rambut Aura.
"Om Bagas, setelah kita makan siang..Leka mau bicara sama Om juga sama papa hal penting.Jadwal meeting papa setelah makan siang ada tidak?"
Bagas menatap Hardi sekilas dan beralih ke Leka."Baiklah, kebetulan scedule untuk bapak setelah makan siang kosong nona." ujar Bagas menyanggupi permintaan nona mudanya.
Setelah selesai makan siang,si kembar bermain di kamar tempat istirahat Hardi di dalam ruangannya.Sementara Hardi,Leka dan Bagas kini sudah duduk bertiga untuk membicarakan hal penting yang akan di utarakan Leka pada keduanya.
"Ada apa sayang,hal penting apa sampai kamu tidak bisa menunggu sampai papa pulang?" tanya Hardi penasaran.
"Papa ,waktu papa sakit..siapa yang memeriksa papa?" tanya Leka dengan mode serius.
"Dokter pengganti Dimas ,kebetulan Dimas sedang melanjutkan program spesialis nya.Memang nya kenapa sayang,kenapa kamu tanya hal begini.Apa ada sesuatu yang papa tidak tahu?" tanya Hardi bertubi-tubi merasa semakin penasaran.
Bersambung