
"Ada apa ini sebenarnya,kenapa mereka memanggil kamu....,"
Mama Marina menutup mulutnya setelah sesaat menyadari sesuatu yang tak pernah dia duga.
"Jangan bilang mereka anak kamu Nico !!" lanjut Marina menatap tajam Nico.
"I_iya ma,mereka anak-anak Nico dan Leka.Tapi,kenapa mama sama papa bersama mereka?" tanya Nico yang heran dengan keberadaan orang tuanya bersama Leka dan juga si kembar.
"Mungkin sudah takdir Allah,kita di pertemukan dengan mereka saat di Malang.Mama sama papa sudah jatuh cinta dengan mereka saat bertemu di salah satu restaurant.Kami juga sudah menganggap mereka cucu kami,ternyata Allah maha baik. Keinginan kita di kabulkan ternyata mereka memang memiliki darah Pradipta.Leka,maaf...mama dan papa tidak tahu tentang kejadian enam tahun lalu.Karena ke breng*ekan anak ini...kamu sudah melalui proses yang pastinya sulit enam tahun ini." ungkap Marina menggenggam tangan Leka erat.
"Kita tahu bahwa keberadaan si kembar karena kecerobohan Nico dan kamu menjadi korban nya.Tapi, mama dan papa nggak ingin Nico menjadi pecund*ng seperti dulu.Nico harus menikahi kamu supaya anak-anak kalian pun mempunyai orang tua yang lengkap." ungkap Gilang menatap Leka dan Nico sepintas.
"Tapi,maaf pah,ma,Leka tidak mau kalau Nico bertanggung jawab karena terpaksa.Aku menginginkan dia benar-benar bertanggung jawab dari dalam hatinya."ucap Leka menunduk.
"Lee..sedari kemarin aku bilang semua yang ku katakan benar.Aku ingin kita menikah ,hidup bersama dengan anak-anak.Kamu salah paham soal Vallen..dia hanya klien ku dan memang dia sempat satu kampus dengan ku duku.Nggak ada yang lebih." jelas Nico.
"Bunda,jangan marah terus sama Daddy,kasihan Daddy.Aku mau juga ngerasain tidur dengan Daddy dan ingin seperti teman-teman ku juga.Aku nggak mau lagi di katain nggak punya ayah,aku nggak mau di sebut anak har*m.." ucap Aura dengan tiba-tiba.
Rasanya hati Leka terluka saat mendengar ungkapan putri nya.Apakah dia egois kalau tidak menerima Nico untuk bertanggung jawab.Leka tak mau pernikahan nya gagal dan anak-anak nya yang menjadi korbannya.
...****************...
Pertemuan Leka dengan orang tua Nico membuat Leka semalaman tak bisa tidur.Palagi mengingat Nico yang akan datang ke rumahnya untuk bertemu dengan sang papa.
"Leka,kamu kenapa ?" tanya sang papa yang melihat Leka yang gelisah.
"Ah..pah,nggak apa-apa.Papa nggak ke kantor?" tanya Leka sedikit terkejut dengan kehadiran sang papa di sampingnya.
"Kenapa kamu seperti banyak pikiran,coba cerita sama papa.Barang kali papa bisa kasih solusi atau setidaknya kamu nggak memendamnya dalam hati."ucap Hardi pada putrinya itu.
Leka menghela nafas panjang.Menatap manik mata papanya.Perasaan bersalah karena kejadian di masalalu kembali hadir.
"Pah,se_seandainya laki-laki yang maksud aku, seandainya papa dari si kembar ingin bertemu dengan papa apa papa mau meluangkan waktu?" tanya Leka sedikit ragu.
Hardi mendengar perkataan putrinya sontak rahangnya mengeras menahan emosi.Rasanya dia tak terima jika putrinya yang baik menjadi bahan taruhan dan menjadikan dia hamil diluar nikah.
"Suruh dia datang ke sini,kalau dia bukan laki-laki Cemen." ucap Hardi dengan nada datar.
Leka sedikit lebih lega karena papanya sudah mengijinkan Nico datang kerumah . Walaupun memang ada ke khawatiran akan terjadi sesuatu jika Nico nekad datang ke rumah nya.Setidaknya sang papa akan memberikan satu pengajaran untuk Nico.
"Te_terimakasih pah.." ucap Leka dengan senyumannya.
"Haisstttt...dari tadi kamu manyun,banyak melamun karena laki-laki nggak guna itu ?!'
"Pahhhh ..."
Setelah perdebatan kemarin Susi dan Karina memang masih di rumah yang sama dengan Leka namun,keberadaan mereka serasa tak ada oleh ayah dan anak itu.
"Mas,apa kamu yakin mau menerima laki-laki yang sudah membuat Leka hamil ?"
Pertanyaan Susi membuat pergerakan Hardi berhenti.Lalu dengan wajah tak suka melihat istrinya dengan tatapan dingin.
"Jangan pernah campuri urusan ku dengan Leka Susi,urusi saja anak kamu itu.Kalau sampai benar..apa yang di katakan Leka tentang anak kamu itu.. siap-siaplah aku tidak segan-segan mengusir nya dari rumah anak ku!!'
Peringatan atau di kata ancaman yang di layangkan Hardi membuat Susi menelan silvanya dengan susah payah.Baru kali ini Susi melihat sosok Hardi yang terlihat menyeramkan.
"Karina...jangan sampai dia melakukan kesalahan ,awas saja dia benar-benar membuat aku malu. Anak tak berguna,kenapa dulu dia tak aku serahkan pada bajin*an itu saja."batin Susi setelah melihat suaminya berlalu diri kamar mereka.
"Leka anak sia*anak itu,kenapa harus kembali membuat rencana ku kacau saja." gumam Susi.
...****************...
"Aduh non,kenapa nggak bilang bibi kalau mau di buatin sesuatu?" tanya ART yang ada di kediaman Hardi.
"Eh..bi,nggak papa..aku sudah biasa siapin makanan buat si kembar.Lagi pula aku juga ingin masak buat papa." ucap Leka pada sang ART.
"Masakan bapak biasanya di kasih vitamin sama nyonya non.." ucap si ART.
"Vitamin," gumam Leka sedikit merasa janggal dengan ucapan si ART pada nya
"Bi,maksud bibi vitamin apa..soalnya Leka nggak pernah tahu papa konsumsi vitamin yang di masuk kan ke makanan.Bisa lihat nggak bik...vitamin apa ?" tanya Leka sedikit curiga.
"Sebentar non,saya ambil dulu.." ucap si ART lalu melangkah pergi.
Tak butuh waktu lama ART yang bernama Yuni kembali dan menyodorkan tangannya memberikan sebuah botol kecil yang dia katakan kalau itu vitamin makanan untuk Hardi.
Leka mencoba menciumnya namun,tak ada yang aneh pada cairan yang ada di botol tersebut.
"Bibi,dapet vitamin ini dari mana,apa dari dokter papa atau malah dari papa langsung?" tanya Leka penuh selidik.
"Bibi dapet dari nyonya Susi non,katanya itu vitamin dari dokternya bapak.Makanya bibi kalau masak sayur buat bapak bibi teteskan itu ke sayurnya bapak." jelas bik Yuni.
"Oke bi, terimakasih banyak..kalau nanti bibi di tanya tante Susi soal ini.. tolong bilang kalau bibi melakukanya seperti biasa.Kalau dia ngasih vitamin baru bibi terima saja,kasih tahu saya." ucap Leka yang memang sudah curiga dengan kesehatan papanya.
"Kita lihat saja,apa yang terjadi sama papa itu berasal dari apa yang kamu berikan pada papa.Jangan harap kamu selamat kali ini ibl*s betina." batin Leka meremas botol kecil yang ada di tangannya.
Setelah menyiapkan beberapa menu untuk makan siang ,Leka mengambil kotak makan dan berniat makan siang bersama di kantor sang papa dengan anak-anaknya.
Bersambung