BENIH TARUHAN

BENIH TARUHAN
#Curiga


"Dokter pengganti Dimas ,kebetulan Dimas sedang melanjutkan program spesialis nya.Memang nya kenapa sayang,kenapa kamu tanya hal begini.Apa ada sesuatu yang papa tidak tahu?" tanya Hardi bertubi-tubi merasa semakin penasaran.


"Tadi,waktu aku masak..bi Yuni memberikan ini ke aku." ucap Leka dengan menundukkan botol kecil yang dia bawa dari rumah lalu dia letakkan keatas meja.


"Apa itu,apa kamu mencurigai sesuatu?" tanya Hardi mengambil botol yang di letakkan Leka barusan.


"Menurut pengakuan bik Yuni waktu itu dia diminta oleh tante Susi untuk memberikan beberapa tetes cairan ini yang di bilang vitamin."ungkap Leka.


"Apa kamu mencurigai sesuatu tentang obat ini?" tanya Hardi.


"Entahlah,Leka nggak tau kenapa hati Leka nggak tau kenapa seperti nya ada sesuatu tentang barang ini. Menurut bik Yuni dia melakukan hal itu sudah lumayan lama dan botol ini masih baru masih bersegel saat aku menciumnya tidak ada bau.Tapi,aku ingin om Bagas bantu aku buat periksa botol ini ,kalau memang aman di konsumsi bisa tahu apa kegunaan nya."ucap Leka mengatakan hal tersebut dengan melirik sang papa.


"Bagaimana pak,apa harus dilakukan supaya semuanya jelas." ucap Bagas.


"Lakukan,aku ingin kamu hati-hati.Tolong kamu juga harus memeriksa dengan orang yang benar-benar di percaya." ujar Hardi.


"Baik Pak,akan saya bawa ke tempat teman saya.Kalau begitu ,saya pergi sekarang." ucap Bagas beranjak dari tempat duduknya.


"Hemmm... hati-hati." ucap Hardi pada sang asisten.


"Baik pak,saya permisi." ucap Bagas dan langsung pergi meninggalkan ruangan Hardi.


...****************...


"Lho papa pulang sama Leka ,dari mana memangnya?" tanya Susi saat Hardi dan Leka serta anak-anaknya pulang.


"Dari kantor,tadi siang Leka sama anak-anak kekantor makan siang sama papa." ucap Hardi dengan menyerahkan jas dan tas kerjanya pada Yuni.


"Makan siang,di kantor..?!" tanya Susi seolah tak percaya.


"Ya iyalah tante,lagian kalau di restaurant juga nggak masalah kan,papa punya uang buat beli.Nggak ngurangin uang belanja tante juga kok.." ucap Leka menatap jengah pada Susi.


"Sudahlah,papa mau istirahat..Leka,kamu istirahat nanti malam jangan lupa untuk pecund*ng itu datang ke sini."ucap Hardi pada Leka langsung diangguki Leka dan Hardi melangkah ke arah kamarnya.


Leka pun akhirnya juga berlalu begitu saja naik ke atas langsung ke kamarnya.


Susi yang melihat Hardi dan Leka pergi ke kamar mereka masing-masing langsung melangkah ke arah dapur.Disana ada Yuni yang biasa membuatkan minum untuk Hardi setelah sampai rumah.


Tanpa basa-basi Susi menarik Yuni ke ke halaman belakang.Yuni yang terlihat bingung hanya mengikuti langkah majikannya itu.


"Ada apa nyonya,kanapa nyonya bawa saya kesini?" tanya Yuni yang masih bingung dengan maksud sang nyonya.


"Yuni,jujur sama saya..kamu tadi masak,apa kamu memeberikan vitamin bapak seperti biasanya?" tanya Susi dengan menatap Yuni tajam.


"Saya kasih nyonya,memangnya kenapa nyonya?" tanya Yuni lagi.


"Nggak papa,cuma saya memastikan saja.Apa kamu lupa atau tidak,soalnya bapak tadi makan siang dengan Leka di kantor.Beneran kan kamu taro vitamin bapak?" tanya Susi mencecar Yuni.


"Beneran nyonya,soalnya tadi untung saja non Leka nyuruh saya terusin masak sayur buat bapak..jadian saya kasih seperti biasa." ujar Yuni dengan yakin.


"Baiklah, awas kalau kamu lupa..saya pecat kamu !!" ancam Susi dan langsung pergi.


"Main pecat-pecatin aja,saya kerja disini juga karena Pak Hardi..bukan dia juga yang gaji,tapi..kok aneh yaa..tadi non Leka bilang suruh bilang kalau aku tetap kasih itu vitamin.Tapi, nyonya kenapa kelihatan khawatir kalau aku sampai lupa,kayak ada yang nggak beres ..tapi,apapun itu..bukan urusan ku .Urusan ku sekarang anter minuman buat pak Hardi.Astaga,sampe lali to.. gara-gara nyonya Susi ada-ada saja." sepanjang langkah menuju dapur Yuni menggerutu mengumpat Susi.


.


.


.


"Bunda,beneran Daddy mau ke sini?" tanya Aura yang sedang ganti baju setelah selesai mandi.


"Horreeee Daddy Dateng,Aura sudah kangen sama Daddy Bun.." ucap Aura membuat Leka tersenyum tipis mendengar ucapan putrinya.


"Daddy sama Oma juga Opa bun?" kini giliran Elang yang terlihat sibuk dengan permainan rubik nya menanyakan Oma dan opa nya.


" Nggak nak,Daddy kemari mau ketemu sama kakek." ucap Leka.


"Kenapa sih,Daddy nggak tinggal sama kita.Kenapa rumah Daddy sama bunda pisah?"


Leka menghela nafas panjang.Mendengar pertanyaan putrinya,dia harus memilah dan memilih bahasa yang tepat untuk menjelaskannya.


"Sayang,bunda sama Daddy nggak bisa satu rumah.Karena memang nggak bisa,bunda dan Daddy itu orang tua kalian tapi,kita bukan suami istri." ucap Leka mencoba menerangkan.


"Aura pusing denger bunda jelasin nya,kenapa bunda sama Daddy bukan suami istri?" tanya Aura.


"Kita kan belum nikah,jadi bukan suami istri dan nggak bisa satu rumah." terang Leka mencoba menjelaskan lagi.


"Aura nggak ngerti,yang jelas Aura mau Daddy sama bunda satu rumah.Biar Aura nggak menahan rindu sama Daddy juga bunda." ungkap Aura..


"Aura bisa nggak kamu nggak usah bawel,kalau orang dewasa punya keputusan pastinya itu memang yang terbaik.Kita kan masih kecil,kalau mereka ngomong belum tentu bisa masuk di otak kita.Yang harus kamu ingat bunda sama Daddy sayang sama kita." ungkap Elang mencoba untuk membuat adiknya tak banyak bertanya.


Elang tahu jika bundanya tak nyaman dengan pertanyaan-pertanyaan Aura tadi.Apalagi Elang tahu kalau Daddynya pernah berbuat salah dan membuat bundanya marah.


.


.


Jam delapan malam sebuah mobil masuk ke halaman rumah keluarga Nugraha.


Sesaat mobil berhenti di depan rumah itu dan seorang Laki-laki dengan pakaian maskulin keluar dari dalam mobil.


Nico ,orang itu adalah Nico yang memang menyanggupi permintaan papa Leka untuk datang ke rumah mereka.


"Assalamualaikum.." ucap Nico saat pintu rumah itu terbuka menampakkan bik Yuni menyambut kedatangan Nico.


"Wa'alaikumsalam..tamunya non Leka ya tuan?" tanya Yuni pada sosok yang mempesona itu.


"I_iya saya Nico Daddy si kembar.." ucap Nico dengan santainya.


"Da_daddy,papanya si kembar..?!"


Yuni terkejut mendengar pengakuan Nico yang mengatakan bahwa dia ayah dari anak nona mudanya.


"Siapa bi?" tanya Leka yang muncul dari dalam rumah.


"Eh non,ini Daddy nya si kembar dateng." ucap Yuni pada Leka.


Leka melotot dan menatap Nico dengan tajam.


"Bibi,tolong buatin minuman buat tamunya sama papa yaa.." ucap Leka.


"Baik non.." jawab Yuni berlalu ke dapur.


Setelah Yuni berlalu Leka mengajak Nico masuk ke dalam rumah.


Tepat saat Nico dan Leka masuk kedalam, Hardi melangkah menuju ruang tamu dan melihat laki-laki yang merusak masa depan putrinya.


Bersambung