BENIH TARUHAN

BENIH TARUHAN
Pesta pernikahan Leka dan Nico


"Sayang..kamu pasti capek,mau ke kamar duluan."tawar Nico.


"Nanti saja mas,nggak enak juga kalau aku kekamar duluan." jawab Leka.


"Nggak enak karena nggak ada aku yaa..?" goda Nico membuat Leka tersenyum malu.


Melihat tingkah istrinya yang masih malu-malu jika membahas soal kamar membuat Nico gemas di buatnya.


"Apaan sih mas, ngawur !" ucap Leka memukul pelan lengan suaminya.


" Nggak usah malu-malu gitu yang,kota udah nikah.Wajar kalau kita sayang-sayangan kan?"


"Tapi,nggak perlu juga di bahas disini mas.Kalau ada yang dengar kan malu akunya." ucap Leka.


"Iya sayang,kamu bikin gemes aja deh.." goda Nico mencolek dagu Leka dengan gemas.


"Ya elah pengantin baru, bisa-bisa nya pamer kemesraan disini !"


Ucapan Wulan berhasil membuat Leka dan Nico langsung mengalihkan pandangan mereka ke barisan para sahabat mereka untuk memberikan kata selamat.


"Apaan sih Wulwul.." ucap Leka meledek sahabatnya Wulan.


"Yeee..dasar si Lele,nggak pengertian banget sih? Lo harusnya tahu kalau sahabat kamu ini masih jomblo.Nih lihat di belakang aku,deretan kaum jojoba akut pastinya ngiler liat kemesraan kalian." cerocos Wulan berhasil membuat beberapa sahabat Nico melotot mendengar perkataan Wulan yang pastinya membuat mereka terkesan mengenaskan.


Nico dan Leka menahan tawa mereka mendengarkan penuturan Wulan.Benar juga adanya sahabat keduanya adalah deretan para jomblo abadi .


"Kenapa Lo nggak sama James Lan?"


Perkataan Nico sontak membuat Wulan dan James saling pandang dan sedetik kemudian sama-sama buang muka.


"Sorry gue nggak mau cowok arogan macam bang Jaja yee.." ujar Wulan berhasil membuat James meradang.


"Siapa juga yang mau sama cewek bar bar model sem*ak kayak Lo hah?!!" pekik James dengan senyuman mengejek.


"Eeehhh..siapa juga yang mau sama lo orang raja tega,raja nyebelin,raja jah*nam !" ucap Wulan membuat James makin meradang.


"Sudah-sudah ini acara gue,masih banyak tamu jangan buat malu kita juga kali." ucap Nico menengahi pertengkaran sahabatnya dengan Wulan.


"Benar tuh,ayok James..kita ucapin selamat buat Nico sama Leka.Habis itu kita turun.Kamu juga Wulan jangan buat kacau acara Nico sama Leka." ucap Dino menyeret James untuk segera pergi dari pelaminan.


"Selamat ya Nic,Le atas pernikahan kalian semoga rumah tangga kalian sakinah mawadah warahmah." ucap Dino lagi.


"Thanks bro." ucap Nico dan berpelukan dengan sahabatnya itu.


"Gue disini bukan hanya ngasih selamat buat kalian tapi, sekaligus gue mau minta maaf soal kejadian dulu yang buat Leka jadi korbannya." ucap James dengan tulus.


"Sudahlah jangan di ungkit lagi.Gue juga salah,bukan sepenuhnya salah lo juga." ucap Nico.


"Leka gue..


"Kalau mau bahas yang dulu -dulu kayaknya nggak perlu.Semua sudah terjadi dan nggak bisa di rubah lagi.Sekarang ya sekarang, kehidupan pun terus berjalan.Aku harap kamu bisa dapat pendamping hidup secepatnya.Kalian semua juga,mulailah menata hidup kalian.Masa,Nico saja sudah punya anak dua kalian masih betah jadi jomblo."


Ucapan Leka yang sedang menggoda sahabat suaminya pun sontak membuat cair suasana saat ini.


Setelah drama drama yang mereka buat akhirnya para sahabat dari Leka dan Nico pun turun dari atas pelaminan.


"Nico ,Leka selamat ya..buat kalian semoga rumah tangga kalian sakinah mawadah warahmah.."ucap Renata mengucapkan selamat pada Nico dan Leka.


"Aminn.." ucap Leka dan Nico hampir bersamaan.


"Terimakasih tante sudah mau di repotkan sama kami.Kami nggak bisa balas apa-apa cuma kami berdoa buat tante agar di berikan kesehatan dan juga selalu sukses dunia akhirat..amin." ucap Leka.


"Jangan sungkan untuk minta bantuan tante jika perlu baju pesta.Sekali lagi selamat buat kalian.Tante pulang dulu yaa.." pamit Renata pada Nico dan Leka.


"Iya tan, hati-hati." ucap Nico


Renata menganggukkan kepalanya lalu dia melangkah mendekati Marina dan juga ada Gilang dan Hardi disana.


"Rin,aku pamit yaa..acara nya juga sudah mau selesai kan,selamat ya buat kamu.Punya mantu dan sudah punya cucu sementara aku..


"Buka hati kamu Ren,jangan pernah berfikir untuk mengharapkan apa yang tentunya kamu tahu jawabannya." ucap Marina


"Entahlah,biar tangan Allah yang menentukan.Aku hanya bisa menjalaninya saja.Mungkin sudah takdir atau bahkan mungkin itu sebuah karma buat aku."ucap Renata dengan wajah yang terlihat sendu.


Marina yang melihat perubahan sang sahabat pun akhirnya memeluk Renata dengan erat.Tak lama mereka mengurai pelukan mereka.


Renata menatap kearah Hardi yang menampilkan wajah datarnya.


"Selamat mas Har,aku juga mau minta maaf untuk semua kesalahanku di masalalu dan maafkan keluargaku juga." ucap Renata pada Hardi yang masih terlihat datar tanpa ekspresi sedikitpun.


"Terimakasih sudah membantu keluarga ku dan terutama anakku.Soal masalalu tak perlu di ungkit lagi.Semua sudah taksir Allah.Aku sangat bersyukur karena kejadian itu membuat aku dan Jihan menikah dan memiliki Leka buah cinta kami." ungkap Hardi.


Ada rasa sakit di hati Renata saat Hardi mengungkapkan jika dirinya dan Jihan saling mencintai.Walaupun memang sudah takdirnya namun,rasanya Renata ingin mengulang waktu dan tak akan pernah bersikap baik pada laki-laki yang memang sudah sengaja merusak hubungannya dengan Hardi saat itu.


Jihan,dia sangat baik dan benar benar baik dan tulus.Dia sangat iri dengan Jihan yang begitu Hardi cintai bahkan untuk menikah dengan wanita lain pun sepertinya Jihan sudah menjaga Hardi dan anaknya dari Susi yang notabene nya istri kedua dari Hardi.Dengan menyuruh Hardi untuk melakukan vasektomi dan Hardi menyetujuinya dan sampai Jihan meninggal dan menikah dengan Susi Hardi tak ada keinginan untuk melepas semuanya karena itu permintaan terakhir Jihan untuk menjaga dirinya dan putrinya.


"Aku rasa aku harus melakukan itu Har,aku nggak mau kamu benci sama aku terus-menerus.Walaupun kita nggak bisa sama-sama lagi seperti dulu,setidaknya kamu sudah nggak benci lagi sama aku." ucap Renata.


Hardi menghela nafas panjang dan menoleh pada sang putri dan menantunya yang ternyata ada diantara mereka.


"Nico bawa Leka ke kamar kalian untuk istirahat." ucap Hardi pada sang menantu.


"Baik pah," jawab Nico dan menggandeng tangan Leka untuk menuju kamar mereka.


Sementara si kembar sudah di serahkan penjagaannya pada Fitri dan juga Candra.


Sampai dalam kamar Nico dan Leka masih sama-sama terdiam.


"Sayang,kamu kenapa hemm?" tanya Nico saat mereka sudah ada di dalam kamar mereka.


Leka terperanjat kala tangan kekar Nico melingkar di pinggannya.


"Ah mas,kamu bikin kaget saja." ucap nya


"Kamu melamun,apa yang kamu pikirkan? Soal papa Hardi sama tante Rena kah? Jangan terlalu di pikirkan soal mereka.Kita tahu mereka sudah lebih dari pada dewasa,mereka pasti tahu apa yang harus mereka lakukan."ucap Nico dengan menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Leka membuat Leka tak tahan untuk mendes*h karena ulah Nico.


Bersambung


Maaf buat para readers kalau jarang update.Kadang kalau lagi ngetik suka ngantuk bahkan lebih tepatnya ketiduran 🤭 maaf yaa🙏