
Di tempat dimana si bayik panda berada.Keseruan dua bocah cilik itu terlihat jelas di wajah mereka.
Bermain di pinggir pantai dengan pengawasan Oma dan opanya kedua anak kembar itu seperti lupa akan orang tuanya dan juga tanpa rasa bosan untuk berlama-lama di pinggir pantai.
Terlihat Aura yang sibuk dengan membuat istana pasir di bantu oleh Elang.Kedua anak yang begitu pengertian.
"Anak-anak, sudah dulu yaa mainnya,sekarang kalian mandi,sudah sore."ucap mami Marina pada kedua cucunya.
"Yaahh..masih seru Oma.." protes Aura.
"Kalian bisa main lagi besok.Kita harus mandi,makan malam.Kita juga belum tahu kabar bunda sama Daddy kalian."ucap Marina.
" Ah iya Daddy sama bunda apa sudah sampai Oma?".
"Sepertinya sudah,tapi.. pasti mereka sedang istirahat."jawab mami Marina.
" Walaupun aku ragu sama otak mes*m anak ku itu, pastinya dia akan mengurung menantuku di kamar dan bahkan mungkin anak nakal itu pasti akan melarang menantuku pake baju,Hadeuh...gen mu terlalu kuat tuan Gilang." batina Marina mengigat kejadian di mana Marina dan suaminya masih pengantin baru.
"Daddy itu curang ,dia pasti senang nggak ada kita disana." ucap Elang dengan lesu
"Memangnya Abang nggak seneng sekarang jalan-jalan sama Oma juga Opa?" tanya Marina
"Suka Oma,kita suka kok. İya nggan dek?"
"İya suka Oma,cuma kalau sama Daddy sama bunda pasti jalan-jalan kita lebih seru."ujar Aura.
"Oke..opa sama Oma tahu,kita akan pindah liburan tapi, janji jangan rewel.Opa jamin kita akan lebih seru liburan nya." ucap Opa Gilang dengan memberikan senyuman penuh arti.
Melihat tingkah suaminya Marina yakin jika suaminya punya rencana.
Terlihat Gilang menghubungi seseorang dan terlihat serius.
...----------------...
"Morning sayang.." ucap Nico saat terbangun dari tidurnya.
Cup
Nico mengecup kening sang istri dengan lembut.Terlihat Leka yang masih enggan untuk membuka matanya.
"Sayangg.." panggil Nico
"Hemm."
"Kok hemm aja jawabnya,nggak ada ucapan selamat pagi sayang gitu,atau kasih morning kiss gitu,jangan pelit sama suami dek.." ucap Nico dan menarik sedikit jagu Leka sehingga wajah istrinya benar-benar tepat di hadapannya.
Nico pun akhirnya mengecup bibir Leka,bahkan bukan hanya mengecup tapi juga melu*atnya.Terlihat tak ada respon dari Leka,dia terlihat pasrah.
"Sayanggg.."panggil Nico lagi setelah puas untuk bermain di bi*ir manis Leka dengan durasi yang lumayan lama.Terlihat bibir Leka yang sedikit bengkak karena ulah Nico.
"Olahraga yuk.." ajak Nico
"Kita cari keringat pagi-pagi gini kayaknya Cihuiy nih dek.." ucap Nico lagi.
"Aku nggak bawa baju olahraga mas,nggak usah lah..kan kita kesini mau males-malesan.Lagian nggak ada si kembar,jadi nggak seru." ucap Leka.
Mendengar jawaban istrinya Nico hanya bisa tepuk jidat.Benar-benar istrinya salah mengartikan apa maksud dari kata-kata Nico tadi.
Nico malas untuk menerangkan apa yang di maksud olehnya jadi, tanpa susah payah buat menerangkan tentang apa maksudnya tadi,dia langsung membopong tubuh Leka ala bridal style membawanya ke atas tempat tidur yang semalam menjadi saksi bisu kegiatan ninaninu mereka semalam dan berakhir di sofa.
"Mas ,mau ngapain?" tanya Leka saat melihat suaminya meletakkan dirinya di atas tempat tidur.
"Mau ngapain,mau ronde kedua lah..basoka aku sudah siap di ledakkan yang.."ucap Nico dengan suara serak serak beceknya.
"Lahhh..masih pagi bukannya ngajakin jalan-jalan lihat pemandangan bagus,ehhh..malah minta jatah lagi." protes Leka melihat suaminya yang tak ada kata lelah untuk urusan ninaninu.
" Ayolah sayang,jalan-jalan nya nanti siangan saja.Lagian kalau pagi-pagi gini juga masih sepi di luar nggak ada orang,masih pada ngamar.Mumpung nggak ada bayi panda mas harus memanfaatkan waktu untuk berdua ." rayu Nico supaya mau menuruti kemauannya.
Akhirnya Leka pun pasrah dengan ikhlas melayani kemauan suaminya.Dengan perasaan senang tiada ganti Nico pun begitu bersemangat untuk kembali mengarungi samudra cinta dengan sang istri.
"Sayang,kata orang kalau posisi kamu di atas itu lebih emmm..deh, katanya lebih menan*ang mau coba nggak,kata nya lebih enak dari pada di bawah." bisik Nico setelah mendapatkan pel*pasan untuk kesekian kalinya. Dengan posisi yang masih sama-sama tereng*h-en*ah setelah sekitar 40menitan Nico berhasil menabur benih premium miliknya ke dalam rahim hangat Leka.Sedang Leka yang tadinya ngantuk berat dia malah selalu terpancing dengan aksi Nico yang selalu membuat dirinya lupa dan beberapa kali membuat Leka mendapatkan pele*asan.
Mendengar ucapan Nico yang absurd Leka langsung melotot mendengar perkataan suaminya itu.Rasanya moodnya langsung terjun bebas.
"Kata siapa?" tanya Leka dengan wajah tak bersahabat.
Melihat ekspresi Leka yang berubah,Nico langsung gelagapan mendengar pertanyaan istrinya itu.
"Ayo kata siapa,kata pacar-pacar mas di LN , kata-kata cewek-cewek di Club' malam, kata-kata lon*e yang mas booking?"
Nico masih diam dia harus menjawab apa,apalagi melihat istrinya yang sudah berkaca-kaca.
Niat hati nggak berniat untuk mengatakan hal yang aneh-aneh,tapi pikiran dan fantasi liar seorang Nico membuat mulutnya yang nggak ada remnya itu pun akhirnya ke cebur ke got alhasil membuat Leka kesal.
"Bukan begitu maksudku sayang,kamu salah paham.Mas cuma..cuma mau..cuma gimana jadinya mau jelasinnya susah,yang jelas maksudnya mas nggak kayak yang ada di otak kamu." ucap Nico nggak tahu lagi harus menjelaskan tentang apa yang sebenarnya dia maksud.
"Apa coba?' tanya Leka dengan masih menatap wajah Nico dengan garang.
Nico memegang bahu istrinya dan membawa tubuh Leka untuk kepelukannya.Sempat ada penolakan namun,Nico tetap berusaha memeluk tubuh istrinya itu, walaupun beberapa kali kena pukul Leka.
"Mas nggak pu*s sama aku,lalu mas lebih suka bule-bule yang ngejar-ngejar mas kan? ayo ngaku !!" Leka pun menekan suaminya dengan pertanyaan yang sebenarnya terlintas dipikirannya saja.Apalagi dia mengingat jika suaminya itu seperti magnet bagi para wanita.Pergaulan di luar negeri pun sudah jadi rahasia umum jika disana bisa terpengaruh dengan se* bebas.
"Bukan begitu maksud mas sayang,nggak ada bule juga seperti yang kamu pikirkan.Mas disana juga fokus sama kuliah,nggak ada pacaran dan juga kecan sana sini." ucap Nico meyakinkan.
"Kenapa juga ini mulut nggak bisa direm, dol kali nih mulut." batin Nico dengan memukul pelan bibirnya.
Bersambung