BENIH TARUHAN

BENIH TARUHAN
Penangkapan Susi


Tok tok tok


Suara ketukan pintu terdengar.Segara dengan cepat Yuni membuka pintu rumah tuannya.


"Maaf tuan di luar ada tamu." ucap Yuni yang kembali ke tempat dimana keluarga tuannya berkumpul.


"Tamu siapa Yun,kamu jangan sembarangan masukin orang ke dalam rumah."ucap Susi dengan wajah yang terlihat gelisah.


"Sudahlah,buat apa kamu marahin Yuni..dia hanya menjalankan tugas dia sebagai ART." ucap Hardi dengan melangkah menuju ruang depan disusul oleh Leka dan juga Nico di belakangnya.


Sementara Susi mendengar ada tamu sedikit cemas dengan kondisi saat ini.Apalagi mendengar penuturan anak tirinya ada polisi tak jauh dari rumahnya.


"Selamat pagi pak Hardi,maaf jika kami mengganggu pagi anda." ucap sang tamu yang datang dengan seragam keberannya.


"Selamat pagi pak,tidak masalah bagi saya.Silahkan duduk ,ada yang bisa kami bantu pak?" tanya Hardi tenang.


"Maaf pak,disini kami mendapatkan surat tugas untuk menjemput nyonya Susi untuk di mintai keterangan mengenai pak Aris yang menjadi tersangka sebuah kasus." ucap salah satu polisi di hadapan Hardi.


"Ke_kenapa saya harus di bawa-bawa.Saya nggak ada kaitannya dengan dia pak.Dia hanya bekas suami saya." ucap Susi dengan wajah yang terlihat sangat tegang.


"Tapi maaf bu,surat penjemputan ini adalah sah.Silahkan anda lihat." ucap polisi itu dengan menyerahkan sebuah amplop pada Susi.


"Pah,mama nggak salah pah.Mama nggak mau di bawa mereka.Mama nggak..


"Jika kamu nggak salah,tenanglah.Silahkan pak,bawa istri saya." ucap Hardi tanpa mau di bantah.


"Pah,mama nggak mau pah !" teriak Susi saat Hardi yang memilih untuk masuk ke dalam kamarnya.


Sementara Leka dan Nico saling pandang dengan apa yang di lakukan sang papa pada istrinya itu .


"Ikuti saja tante, buktikan jika tante benar-benar tidak berbuat salah atau pun sekedar berkonspirasi untuk melakukan kejahatan pada seseorang." ucap Leka dengan nada sinis.


"Apa maksud kamu,hahh?! saya nggak mau pak polisi,saya nggak salah !!" tolak Susi dengan sedikit meronta saat dirinya di giring keluar dari rumah milik Hardi.


Susi di bawa paksa ke mobil polisi dan di bawa pergi ke kantor polisi.


Setelah memastikan Susi menghilang di bawa polisi,kini Leka dan Nico kembali masuk kedalam rumah.


Terlihat Hardi yang keluar dari kamar sudah rapih menggunakan pakaian kerjanya.


"Papa mau kemana?" tanya Leka melihat sang papa yang sudah terlihat rapih.


"Papa akan ke kantor Wira sayang." ucap Hardi dengan senyuman tipisnya.


"Kenapa papa harus kesana, bukannya biasanya Om Wira yang akan kesini?" tanya Leka.


"Papa mau ke makam mama kamu juga sayang.." ucap Hardi


"Baiklah,tapi..janji sama Leka papa harus baik-baik saja." ucap Leka dengan wajah cemas.


"Tenanglah nak,papa akan selalu baik-baik saja selama kamu ada di dekat papa.Oh iya,kalian kapan mau menginap disini?" tanya Hardi.


Nico dan Leka saling melempar pandang dan tersenyum tipis.


"Baiklah,kalian harus membawa cucu kembar papa kemari.Papa sudah rindu dengan mereka." ucap Hardi.


Leka dan Nico pun mengangguk mengiyakan permintaan sang papa.Akhirnya mereka sama-sama keluar dari rumah Hardi dengan tujuan masing-masing.


...****************...


"Kamu kenapa sayang,dari tadi diem saja ?" tanya Nico sesaat setelah mereka ada di dalam perjalanan ke rumah orang tua Nico.


"Aku kepikiran papa.Apa yang sudah di lakukan wanita itu pasti sangat melukai hati papa.Dia sudah tidak bisa di maafkan mas.Apalagi dia dengan sengaja merencanakan untuk menghilangkan nyawa ibu." ucap Leka dengan mengusap air matanya yang sudah jatuh ke pipinya.


Mendengar ucapan sang Istri Nico pun menepikan mobilnya di pinggir jalan.


Dia membuka seatbelt nya dan duduk dengan posisi miring memandang sang istri yang yang sedang menangis tersedu-sedu.


Nico pun meraih bahu istrinya dan memeluk tubuh istrinya itu.


"Kita akan melihat sejauh mana papa bertindak.Menurutku,papa nggak akan mungkin diam saja.Dia pasti akan mengambil keputusan yang terbaik." ucap Nico.


"Aku tahu papa pasti kecewa dengan tante Susi.Sakit,rasanya jika kepercayaan kita yang kita beri dengan setulus hati tapi,hanya di manfaatkan oleh orang itu.hiks..hiks.."


"Husstttt..sabar sayang,jangan nangis lagi nanti mata kamu sembab.Kita mau ketemu sama si bayi panda.Kalau mereka lihat kamu yang sedih, pastinya mereka akan menuduhku menyakiti kamu."ucap Nico dengan mengelus kepala sang Istri.


Leka pun berusaha untuk mengendalikan dirinya untuk tidak berlarut-larut menyesali dirinya dan segera menghapus air matanya segera membenahi penampilannya supaya lebih baik lagi.


Setelah dirasa cukup,mereka pun kembali melanjutkan perjalanan mereka ke rumah orangtua Nico.


Sedangkan Hardi yang ada di depan pusara istri pertamanya,dia mulai mengaburkan bunga dan menungakan air ke pusara itu.Meletakkan bunga anggrek bulan diatas pusara dengan pot kecil.


"Assalamualaikum sayang,maafkan mas baru datang ke sini.Kamu pasti kecewa padaku.Apalagi dengan kenyataan sekarang ,kamu tahu ternyata dia jahat Jihan,dia bahkan memisahkan kita.Aku kira dia bisa memberikan cinta dan kasih sayang yang tulus pada putri kita,namun..semua salah.Dia menyiksa Leka dan hanya memanfaatkan kebaikan kita.Hiks..hiks..maafkan aku yang sudah lama tidak menemui mu,namun...asal kau tahu,aku selalu mencintai kamu dulu,kini sampai nanti aku menyusul mu." ucap Hardi dengan mengelus nisan bertahtakan nama mendiang istrinya.


Hardi menangis dan menumpahkan segala gundahnya yang terasa menyesakkan dada.Hanya ada penyesalan dan kekecewaan di dalam hatinya saat ini.


Kurang lebih satu jam Hardi di makam Jihan.Membersihkan makam dari daun-daun yang jatuh dari pohon di sekeliling makam istrinya itu dan berdoa disana.Setelah puas menumpahkan segala keluh kesahnya Hardi kembali melanjutkan perjalanan nya ke arah kantor pengacaranya.


Tak butuh waktu lama Hardi pun sampai di kantor pengacara keluarganya dan langsung di persilahkan untuk masuk.Karena memang Hardi sudah janji temu dengan Wira pengacara keluarganya.


"Siang Wir.." sapa Hardi saat masuk ke dalam ruangan pengacara yang juga teman nya.


"Eh Har,Lo udah dateng..masuk." ucap Wira menyambut kedatangan kliennya sekaligus teman nya itu.


"Sorry gue langsung masuk,kata sekretaris lo suruh langsung masuk saja." ucap Hardi dengan gaya bahasa yang terlihat santai.


"İya memang sengaja.Gimana-gimana nih..kata lo ada hal penting haruslo bicarain." ucap Wira mulai membuka omongan tentang tujuan sahabatnya itu kekantornya.


"Gue mau lo urus perceraian gue sama Susi." ucap Hardi dengan santai.


Mendengar penuturan sahabatnya itu pun sontak membuat Wira terkejut.Karena memang dia tahu tentang apa yang di lakukan Susi selama ini.Wira pun sudah di perintahkan oleh Hardi untuk melaporkan kejahatan Susi selama ini tanpa rasa ragu.


Bersambung