
Hari-hari Leka kini di hiasi dengan kebahagiaan.Memaafkan adalah cara dia untuk berdamai dengan masalalu.Namun,dia tetap berusaha waspada dengan segala gangguan dari pihak luar.Terutama mereka yang menginginkan posisinya menjadi istri dari Nicolas Pradipta pewaris tahta kerajaan bisnis keluarga Pradipta.
Bukannya dia wanita lemah,dia membayangkan untuk membuat Nico lebih merasakan penyesalannya sedalam-dalamnya namun,disisi lain dia tidak bisa egois untuk dirinya sendiri.Kedua anaknya perlu pengakuan secara hukum walaupun secara nasab anak nya berada padanya.
Dia bukan perempuan religi namun, dia hanya Hamba yang banyak dosa dan berusaha memperbaiki masa depannya dan meninggalkan masalalu yang kelam.
Masalalu yang ternoda bisa jadi bahan evaluasi untuk dirinya memperbaiki diri dan mendidik anak-anaknya menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan juga menghormati wanita.
"Sayang,kamu sudah siap?" tanya Nico yang menghampiri sang istri tercinta untuk melihat persiapan tempat acara mereka akan di gelar.
"Siap,anak -anak mana?" tanyanya.
"Nyusul sama mama juga papa.Nanti papa Hardi juga akan nyusul." ujar Nico.
"Hemm.." jawab Leka dengan wajah sendu.
"Lho kok kamu jadi sedih gitu,kenapa hemm?" tanya Nico yang melihat wajah istrinya tiba-tiba sendu.
"Nggak papa,hanya inget ibu saja.It's okey." ujar Leka dengan senyuman terpaksa ke arah suaminya.
"Sini.." ucap Nico dan memeluk tubuh istrinya dengan erat dan mencium pucuk kepala istrinya dengan sayang.
"Aku yakin pasti ibu lihat kita bahagia pasti dia akan bahagia sayang.Janga sedih lagi,nanti kalau kamu sedih ibu pasti juga nggak tenang." ujar Nico dengan mengusap punggung Leka dengan lembut.
Leka mengangguk dan buru-buru menyeka air matanya yang sempat jatuh tadi.
Leka dan juga Nico akhirnya berangkat ke hotel di mana acara mereka akan di gelar.
Tak butuh waktu lama dan hanya menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit mereka sampai di hotel salah satu milik DIPTA Group.
"Selamat siang tuan Nico,nona selamat datang silahkan kita lewat sini.." ucap salah satu orang kepercayaan mama Marina.
"Persiapan sudah 90% tuan ,namun..tuan dan nona masih bisa mengubah sedikit yang di rasa tidak sepakat dengan kalian kami akan secepatnya akan menggantinya."sambungnya.
Mereka masuk ke dalam sebuah ballroom hotel yang terlihat luas dan juga mewah.
Terlihat sekali dekorasi megah terlihat dari awal masuk ruangan itu.
"Bagaimana tuan,nona ,apa ada yang perlu ditambahkan?" tanya wanita bernama Eli.
"Gimana yang, apa kamu ada ide lain buat nambah dekorasi?" tanya Nico.
"Sepertinya nggak perlu deh,saya lihat sudah oke.Kita tinggal lihat menu cateringnya saja." jawab Leka.
"Iya boleh nona,nyonya Marina kebetulan kemarin sudah memilih hidangan apa saja yang akan di ikut sertakan dalam acara ini.Tinggal review saja nona." terang Eli.
"Baiklah,kita tunggu mama sama papa dan yang lain dulu." ujar Nico.
Eli mengangguk paham dan segera memerintahkan bagian Catring untuk menyiapkan semuanya.
Kebetulan Catring untuk acara tersebut di handle oleh pihak hotel sendiri jadi semua di intruksikan oleh Marina secara langsung.
Marina sangat antusias untuk mengadakan acara sang putra dengan mengenalkan si kembar pada khalayak umum.
Dia tak main-main untuk menggelontorkan dana yang fantastis.Walaupun Leka meminta untuk mengadakan acara sesederhana mungkin namun,dengan kekeh Marina ngotot untuk memberikan yang terbaik untuk anak dan menantunya.
"Nico,Leka.." panggil seseorang yang ternyata orang tua Nico dengan duaanak kembarnya.
"Daddy,bunda !!" seru kedua bocah kembar itu dan langsung memeluk orang tua mereka.
"Maaf jalanan lumayan macet.Papa kamu belum datang sayang?" tanya mama Marina pada Leka.
"Belum mah,tadi chatt aku papa lagi di jalan." jawab Leka.
"Kebiasaan dua orang itu selalu saja tak on time ." gerutu Marina.
"Maksudnya mereka siapa mah?" tanya Leka
Marina menatap wajah menantunya dan menghela nafas dalam.Saat akan menjawab pertanyaan sang menantu tiba-tiba ada seseorang datang di tengah mereka.
"Sorry aku telat..!" ucap nya dengan sedikit kencang.
"Tante Rena?" tanya Nico dengan menatap heran,kenapa Renata di tempat ini.
"Heii..Nic,Leka,apa kabar sayang." sapa Rena dan memeluk pasangan itu tak lupa Rena juga menyapa anak-anak Leka dan Nico.
Sambutan si kembar terlihat baik.Tak seperti biasanya jika dengan orang lain yang terlihat acuh,namun..mereka gampang mencair saat berbicara dengan Renata.Seperti mereka bicara dengan Marina.
"Siang semu...!!' seru Hardi yang baru datang namun,seruannya terhenti saat matanya menatap objek yang ada di samping putrinya.
"Papa, akhirnya papa dateng.." ujar Leka dengan menghambur memeluk tubuh sang papa.
"Maafin papa datang telat yah," ujar Hardi dengan mengelus kepala sang putri dengan sayang.
"Sudah kali pelukannya yang,kamu sudah punya suami." protes Nico dengan wajah masamnya melerai pelukan istrinya juga papa mertuanya.
"Menantu lucknat,bucin si bucin tapi,nggak cemburu juga sama mertuanya sendiri.."ucap Hardi dengan memeluk tubuh menantunya.
"Makanya papa nikah lagi saja,biar ada yang di sayang-sayang."goda Nico.
"Wahhh..tambah ngaco kamu yah.." semprot Hardi.
"Kalau kali ini aku setuju sama Nico Har, mendingan kamu cari istri yang bisa setiap saat kamu sayang-sayang.," ucap Gilang turut mengoda sahabat plus besannya itu.
"Semprul kamu Lang.." umpat Hardi menanggapi ucapan sahabatnya itu.
Sementara di antara mereka ada seseorang yang sedari tadi diam dan hanya bisa menyimak obrolan keluarga itu.Tak menyangka jika dia akan bertemu dengan seorang pria yang dulu pernah mengisi hatinya.
Dia adalah Renata.Sahabat baik Marina di jaman SMA sampai kuliah.Mereka bersahabat dengan baik.Tiga gadis cantik di masanya yang menjadi primadona para pemuda yang mengagumi kecantikan mereka.
Marina,Jihan dan juga Renata adalah tiga sahabat yang tak dapat di pisahkan.Renata dan juga Marina dengan background keluarga kaya sedangkan Jihan dengan background keluarga yang sederhana namun tidak kekurangan.
Di masa muda mereka Marina berpacaran dengan Gilang Pradipta dan Hardi yang berpacaran dengan Renata karena memang Jihan yang tak mau pacaran di masa sekolah dan kuliah.
Mereka selalu saja melibatkan Jihan dengan urusan percintaan mereka.Sampai suatu hari Hardi yang sedang berencana untuk memberikan kejutan pada Renata meminta Jihan untuk menemani Hardi ke tempat di mana Renata menjalani pemotretan.
Karena saat dulu Renata sudah menjadi seorang model dan Jihan yang tak pernah merasa keberatan jika menolong Hardi akhirnya dia pun menyanggupinya untuk membuat kejutan untuk Renata.
Hardi yang sedang ingin memberikan kejutan jika dia ingin melamar pujaan hatinya dengan bantuan Jihan namun,sayang di saat Hardi dan Jihan ke studio foto yang biasa digunakan untuk pemotretan oleh Renata.Jihan dan Hardi di kejutkan dengan melihat Renata bersama pria lain dan lebih tepatnya melihat Renata sedang berci*man dengan pria yang tak lain adalah rival Hardi.
Sedari situlah Hardi dan Renata putus.Keluarga Hardi yanv tadinya kaya tiba-tiba saja bangkrut dan orang tuanya meninggal dunia tak lama saat kebangkrutannya dan saat itulah hanya ada Jihan yang setia mendampingi Hardi sampai mereka sama-sama cinta dan menikah.Jihan membantu Hardi bangkit.
Hardi yang sangat mencintai Jihan meminta semua harta yang dia punya diatas namakan Jihan dan saat ini Hardi bertemu dengan wanita yanv sudah menorehkan luka dalam di masa lalunya.
Bersambung
Maaf para readers,semalam ketiduran jadi panding up nyaðŸ¤