BENIH TARUHAN

BENIH TARUHAN
#Jujur


"Sebenarnya Nico mempunyai anak." ucap Nico.


Kedua orang tua Nico membelalakkan matanya mendengar ucapan putranya yang singkat dan serasa ambigu bagi mereka.


"Nico,apa makaud kamu ?!" sentak papa Gilang melihat Nico dengan marah.


"Jelaskan Nico,apa yang terjadi sebenarnya !!" ucap Marina dengan mengelus lengan suaminya supaya lebih tenang.


"Maafin Nico mah,pah..Nico pasti membuat kalian kecewa.Sebenarnya Nico sudah mempunyai anak ma,pa,usianya lima tahun.Nico sudah menjadi orang breng*ek dan pecund*ng.Nico...sudah mengha*ili mantan pacar Nico waktu kami SMA." ungkap Nico dengan menundukkan kepalanya penuh penyesalan.


"Nico !!"


Nico langsung menatap wajah kedua orang tuanya yang terlihat penuh dengan kekecewaan.


Akhirnya Nico mulai menceritakan kebandelannya yang tidak di ketahui kedua orang tuanya.Perkara taruhan pun tak terlewatkan oleh Nico karena dari taruhan itu Nico sudah melakukan hal yang menghancurkan masa depan Leka kekasihnya.


Bugh...💢


Bugh 💢


Dua pukulan yang keras di layangkan Gilang pada anaknya.Rasa kecewa karena anaknya sudah menjadi pecund*ng selama bertahun-tahun,itu yang membuat Gilang marah.


"Papa ,cukup !!" teriak Marina menghentikan aksi suaminya yang memuku* keras anaknya.


"Kenapa kau begitu pengecut Hahh?!!" bentak Gilang pada putranya.


"Nico ,waktu itu tidak pernah berpikir kalau Nico benar-benar sayang dan cinta sama Leka pah,Nico sadar..jika Nico sudah cinta sama Leka saat dia sudah pergi." ucap Nico dengan menunduk penuh sesal.


"Kenapa kamu tega sekali dengan cucu mama Nic, bagaimana gadis itu hidup dengan anakmu.Apa dia hidup dengan baik selama ini.Apa kmu nggak pernah berfikir saat kamu melakukan kesenangan anak mu apa bisa merasakan bahagia.Kamu suka makan enak ,apa anakmu juga merasakan makanan enak. Mama nggak habis pikir begitu kuatnya gadis itu untuk mempertahankan anakmu..mama merasa salah nak...hiks hiks.."


Marina menangis mengingat bagaimana repotnya saat hamil , melahirkan bahkan mengurus anak yang masih bayi.


"Maafin Nico mah,maafin Nico sudah buat mama kecewa sama Nico.Tapi,Nico ingin sekali menebus kesalahan yang Nico perbuat di masa lalu.Nico ingin membahagiakan anak-anak Nico juga membahagiakan Leka." ungkap Nico serius.


"Anak-anak , maksud kamu..apa kamu mengham*li gadis lebih dari satu?!" bentak Marina pada putranya.


"Ng_nggak mah,Nico cuma sama Leka doang.. maksud Nico anak nya Nico kembar mah.." jelas Nico.


"Hahh ..Kembar?!!" ucap kedua orang tuanya terkejut dengan kenyataan jika mereka sudah punya cucu kembar.


"Lalu bagaimana rencana kamu ,apa kamu akan mengambil mereka dari ibunya.Kamu jangan gil* Nico...papa nggak akan setuju jika kamu memisahkan anak-anak kamu dengan ibunya ." ucap Gilang dengan lantang.


"Papa,bukan maksud Nico mau misahin mereka.Nico mau menikahi Leka..karena Nico sadar jika Nico sudah jatuh cinta sama Leka pah.Tapi, masalah nya sekarang..Leka salah paham dengan Nico yang kemarin sempat bertemu dengan Vallen dan dia melihat kalau Vallen memeluk Nico di ruang kerja Nico pah ." ungkap Nico dengan wajah melas.


"Lalu sekarang cucu-cucu mama sama menantu mama dimana?" tanya Marina.


"Dia pergi ,setahu Nico dia kembali kerumah orang tuanya.Orang suruhan Nico bilang kalau Leka datang ke rumah papanya setelah mendengar papanya sakit." ucap Nico.


"Lalu,apa yang kamu akan lakukan sekarang?" tanya Gilang.


"Nico ingin meluruskan kesalahpahaman Nico dengan Leka dan nanti Nico akan segera melamar Leka untuk kita menikah." ungkap Nico.


"Cepat selesaikan,kalau kamu perlu bantuan papa katakan.Lalu kapan kamu akan pertemuan papa sama mamamu dengan anak-anak mu?" tanya Gilang lagi.


"Secepatnya pah,mah..doakan semoga semuanya lancar." mohon Nico pada orang tuanya.


"Aamin .."


.


.


...****************...


Keesokan harinya di sebuah Mall di Jakarta.Leka membawa si kembar berjalan-jalan untuk membuat mereka senang.


"Kita mau kemana bun,aku ingin sama Daddy.." ucap Aura dengan wajah sedih.


"Sayang,Daddy sedang sibuk..sabar yaa..nanti kita ketemu daddy." bujuk Leka pada putrinya.


Dengan terpaksa kedua anak itu pun akhirnya bermain di tempat permainan dengan riang.Melupakan sejenak tentang daddy nya .


Setelah lelah bermain mereka menginginkan untuk membeli mainan yang mereka inginkan.


Jadilah mereka ada di sini,di toko mainan yang lengkap.Kedua anaknya sampai kalap melihat banyaknya mainan yang selama ini mereka inginkan.


Leka pun membebaskan anaknya untuk membelinya.Karena memang selama ini dia tak semua yang mereka mau Leka kabulkan.Untuk menjaga mood mereka akhirnya Leka kabulkan keinginan anaknya.


Brugghhh...💢


"Awwwstt..."ringis Aura yang terjatuh karena menabrak seseorang.


"Astaghfirullahal'adzim,sini sayang. .maaf ya kalau...Loh ,Aurora kami disini??"


Wanita paruh baya yang tak sengaja bertabrakan dengan Aura ternyata adalah Marina mama dari Nico.


"Oma,Aura sama bunda sama Abang juga..kenapa Oma disini?" tanya Aura polos.


"Mama...!!" panggil Leka pada sosok Marina.


"Masyaallah,mama mimpi apa ketemu kalian...Elang, sini Oma pengen banget meluk kamu .." ucap Marina melihat sosok Elang yang terlihat dingin.


"Oma ,dimana Opa..?" tanya Elang melihat sekeliling tempat mereka.


"Opa tadi ke toilet,sekarang kita makan dulu baru nanti kita teruskan shopping gimana,Leka mau yaaa..?"


"Ayo bun,Aura sudah lapar.." ucap Aura dengan mengelus perut nya.


"Baiklah,ayo kita makan dulu sambil nunggu opa." ucap Leka akhirnya menyetujui permintaan Marina.


Mereka menuju restaurant mewah dan mereka duduk di satu meja di dalam ruangan VIP.Marina sengaja memesan tempat private supaya anak-anak Leka lebih nyaman.


Mereka memesan makanan yang akan mereka santap dan tak lama makanan pun datang.


Ceklek...


Pintu ruangan itu terbuka dan menampakkan sosok Gilang membuat dua kembar pun bersorak gembira melihat Opa yang sudah dia sayangi semenjak mereka bertemu.


"Opaaa !!" teriak kedua bocah itu dan berlari menuju Gilang dan dengan senang hati Gilang menyambut mereka.


Marina dan Gilang sudah terlanjur sayang dengan si kembar.Walaupun mereka tahu kalau mereka sudah punya cucu mereka tetap menyayangi anak-anak Leka.


Mereka pun mulai menikmati makanan yang tersaji di meja mereka.Terdengar celotehan Aura yang membuat suasana ramai.


Ceklek...


Pintu ruangan itu kembali terbuka dan menampakkan sosok pria yang sudah dua kembar itu rindukan.


"Maaf saya terlam_bat ...


"Daddy !!" seru kedua bocah kembar itu setelah melihat sosok ayah yang begitu mereka rindukan.


"Daddy?" gumam kedua orang tua Nico mendengar panggilan dua anak kembar yang kini sudah berpelukan dengan Nico.


Terlihat Nico mencium* wajah bocah itu dan memeluk tubuh mereka erat.Sementara wajah Leka yang kini terlihat pucat dan tak baik-baik saja.


Bersambung