BENIH TARUHAN

BENIH TARUHAN
Melahirkan


Suara tamparan keras terdengar jelas.Banyak pasang mata melihat ke jadian yang tak terduga itu.


Termasuk Leka dengan menutup mulutnya dia tidak percaya dengan apa yang di lakukan seseorang yang tak pernah dia duga bersifat kasar seperti itu.


"Jangan pernah menghina sahabatku dengan mulut kotor mu itu Lukman !!"ucap orang itu dengan menunjuk kan jarinya di depan wajah Lukman.


"Kau !! Apa hakmu menyuruh ku untuk membuat sahabat mu sadar Ran,kamu tahu kalau aku begitu mencintainya dari dulu bahkan mungkin dari dia datang ke sini dan sebelum melahirkan si kembar.Aku begitu mencintai dirinya.Tapi,dengan semua yang aku lakukan untuk dirinya dia tidak pernah menganggap aku Ran,aku melakukan semuanya karena aku mencintai dirinya." ungkap Lukman dengan wajah yang terlihat merah padam dan melihat nyalang orang yang ada di depannya itu.


"Ranti,"gumam Leka melihat sahabatnya yang selalu pasang badan untuk dirinya.


" Kamu bukan mencintai dia Lukman,yang kamu rasakan hanya obsesi semata.Kalau kamu benar-benar mencintai dia,pastinya kamu bisa merelakan dan mengikhlaskan Leka untuk bahagia." ucap Ranti menatap wajah Lukman dengan sendu.


"Lukman ,aku tahu kamu begitu baik padaku.Kamu juga terlihat sayang pada si kembar.Tapi,maaf..aku tidak pernah mencintaimu.Aku menganggap kamu sebagai sahabat terbaikku.Sebagai kakakku,yang selalu melindungi ku dengan si kembar setelah bang Cakra.Kamu selama ini salah paham,aku tidak mau persahabatan kita hancur cuma karena hal semacam ini." ucap Leka dengan mata berkaca-kaca.


" Apa karena dia lebih kaya Le?" tanya Lukman dengan senyum miring.


"Tidak.Dia lebih berhak atas si kembar.Dia adalah ayah biologis si kembar dan calon anak yang ada dalam kandungan ku ini. Lukman,kamu orang baik.Aku hanya seorang wanita yang kotor.Masih banyak perempuan yang lebih baik dari pada aku.Sekarang aku sudah bahagia dengan kehidupan ku sekarang." ucap Leka dengan panjang lebar.


Lukman mendengar penuturan Leka barusan tersenyum miring.


"Kamu yakin bahagia Leka? " tanya Lukman memastikan.


"Lo ini jenis manusia apa sih,nggak paham-paham juga kalau Leka sekarang sudah bahagia.Jadi,jangan pernah mimpi kalau lo akan menjadi orang ketiga diantara kami." ucap Nico akhirnya angkat bicara.


"Hahaha..bro,lo nggak yakin sama perasaan Leka ? Lo kayaknya takut kalau gue sampai nekat buat nunggu jandanya Leka.."ucap Lukman dengan seringai liciknya.


Mendengar ucapan Lukman yang terdengar kurang pantas pastinya Nico langsung bertindak.


"Bre*gsek Lo !!" bentak Nico dan langsung menghadiahi bogeman pada wajah Lukman.


Bugh


Bugh


"Mass Nico !!


"Nico !!


Seruan orang-orang yang ada di tempat itu memanggil Nico dan sementara Leka sangat terkejut melihat Nico yang sudah terlihat emosi.


Terlihat Hardi, Cakra dan juga Gilang melerai Nico yang sedang membabi buta menghajar Lukman.


"Sssttt aa..mass,perutku !!" rintih Leka dengan memegang perut besarnya.


"Leka !!" seru mbok Tun dan juga Marina terkejut mendengar Leka yang tiba-tiba kesakitan.


Sementara si kembar sudah di amankan oleh Fitri untuk pergi dari tempat itu.


"Nico ,Leka sepertinya akan melahirkan !!" seru Marina yang sudah memapah tubuh Leka untuk duduk di salah satu bangku.


Mendengar seruan dari sang mama akhirnya Nico langsung berjalan mendekati sang istri.


"M_mas,sakit.." ucap Leka dengan menatap Nico dengan mata yang sudah terlihat berkaca-kaca.


"Cepat bawa istrimu ke Rumah Sakit Nic !" seru papa Gilang.


"l_iya pah."jawab Nico dengan perasaan yang tak karuan.


lni moment pertama kalinya Nico alami.Mendampingi Leka saat melahirkan.


Nico membopong tubuh Leka ke arah di mana papa Hardi sudah standby di mobil dan juga papa Gilang yang langsung ikut dengan mobil lainnya bersama mama Marina.Sementara mbok Tun pulang ke rumah untuk mengambil perlengkapan bayi yang kebetulan mbok Tun siapkan walaupun memang Leka seharusnya melahirkan di Jakarta.


"Ma_mass sa_kitt.." rintih Leka yang terlihat memegangi perutnya.


"Sabar sayang,tarik nafas dalam dalam perlahan hembuskan," ucap Nico dengan berusaha setenang mungkin walaupun sebenarnya dia sangat cemas dan merasa kasihan pada sang istri.


Leka pun melakukan apa yang di katakan sang suami.Walaupun pernah melahirkan namun,serasa berbeda dengan waktu melahirkan si kembar.


Mungkin benar kata orang jika seorang wanita melahirkan anak yang terlahir ber_nasabkan sang ibu ( anak hasil zi*a ) segala pahalanya di cabut.


Nico dengan perlahan mengusap perut sang istri dengan melafalkan doa dan sholawat untuk menenangkan diri dan hati nya juga sang istri.


Tak butuh waktu lama mobil yang di tumpangi Nico pun sampai di lobby Rumah Sakit.Papa Hardi lebih dulu turun untuk meminta bantuan ke petugas untuk membantu Leka dengan membaringkan tubuhnya di atas brangkar.


Leka pun di bawa ke ruang bersalin karena terlihat air ketubannya sudah keluar.


"Pembukaan hampir genap nyonya,suster tolong persiapkan semuanya." ucap sang dokter yang memeriksa keadaan Leka.


"Dokter bisa saya ikut mendampingi istri saya dok?" tanya Nico.


Nico bertekad untuk menemani sang istri saat semua proses kehamilan dan melahirkan Kali ini.


"Bisa tuan,tolong beri semangat dan doa untuk istri tuan untuk melewati proses ini." ucap sang dokter


Benar saja setelah beberapa lama kemudian dokter mengatakan jika pembukaan sudah lengkap akhirnya proses melahirkan berjalan begitu hari dan bahagia.


Dalam proses itu Nico selalu membisikkan kata-kata cinta dan selalu berdoa semoga anak yang terlahir dengan sehat dan sempurna.Leka begitu haru saat merasakan kehadiran suaminya saat ini.Lain dengan kelahiran si kembar yang hanya di dampingi oleh mbok Tun dan suaminya lah yang sibuk untuk mengurus segala sesuatunya.


Oek Oek Oek


Terdengar suara tangisan bayi yang begitu kencang dan melihat dan mendengar suara tangisan itu Nico dan Leka menangis haru.Berkali kali Nico mengucapkan terimakasih dan kata-kata cinta untuk sang istri.


"Alhamdulillah sudah lahir putri cantik dari nyonya dan tuan." ucap sang dokter dengan meletakkan tubuh mungil itu diatas tubuh sang ibu guna menjalani proses BDF ( menyusui secara langsung dari pay*dara ) tujuan nya untuk si bayi mempunyai bonding dengan sang ibu.


"Cantiknya putri bunda.." gumam Leka saat putri kecilnya begitu pintar untuk merespon dan langsung menemukan sumber asinya.


"Wahh..pintarnya putri daddy.Sisain buat Daddy yaa.." goda Nico membuat Leka melotot ke arah sang suami.


"Masssssttt.." ucap Leka dengan meringis karena di bawah sana baru saja selesai merapihkan jahitan pada jalan lahir yang sedikit robek karena Leka sempat tanpa sadar mengejan dan mengangkat panggulnya jadi ada sedikit robekan yang harus kena jahitan.


Bersambung