
Nico mulai melonggarkan pelukannya.Tatapan keduanya sama-sama saling memberi getaran aneh yang menjalar di hati mereka.
Nico mendekatkan wajahnya di depan Leka.Dia langsung menyambar bib*r ranum milik Leka.
Tangan Nico beralih ke tengkuk Leka dan menekannya membuat ciu*an mereka semakin dalam.
Keduanya saling menyalurkan kerinduan yang mendalam.Walaupun mereka baru sekali melakukan nya,itupun dalam waktu yang lama enam tahun lalu tepatnya.
"Mass..!"desa*an Leka terdengar indah saat bib*r Nico mulai merayap di leher jenjang Leka.
Kulit putih bersih kini menjadi lahan Nico.Tak ragu untuk memberika stempel kepemilikan di leher Leka.
Bukan hanya satu tapi,lumayan banyak.
Nico kembali menc*u* bibir Leka bahkan saling berbelit lid*h dari mode pelan sampai saat ini dalam mode menuntut.Melihat Leka yang sudah kewalahan bernafas Nico pun melepaskan belitannya dan kembali menyusuri leher jenjang nan putih itu.Perlahan tapi pasti sampailah petualangan Nico di bawah gunung yang begitu menggemaskan bagi Nico.
Apalagi ukurannya yang sangat berbeda dengan waktu dia bermain di sana enam tahun lalu.Mungkin karena memang Leka sudah melalui fase melahirkan dua bayi panda dan dua buah melon yang menampung asupan makanan buat dia bayik pandanya waktu kecil.
Terlihat Nico layaknya bapak bayi panda yang ke hausan di padang pasir.
Suasana kamar itu terasa panas mereka sungguh sangat bersemangat untuk kembali mereguk ke*ikmat*n malam panjang seperti enam tahun lalu.Bahkan kali ini mereka begitu lepas.
Nico merengkuh tubuh sang istri dan menggendongnya bak koala dan Leka melingkarkan tangannya di leher Nico sementara bibi* mereka masih terpaut.
Nico menurunkan tubuh Leka di tempat tidur yang akan menjadi tempat peraduan dua insan yang merindu.
Keduanya benar-benar sama-sama rindu.Rindu dengan sentu*an.Mereka sama-sama ingin saling menyentuh seperti dulu untuk pertama kalinya mereka melakukannya.
Tangan Nico begitu lincah dan gesit membuka satu persatu kancing baju istrinya dan juga meloloskan kain penutup yang menghalangi pemandangan indah di depannya.Sementara dirinya memanglah sudah siap untuk tempur.
Nico kembali menyerang Leka dan memberikan sent*Han yang membuat Leka terbuai dalam kungkunga Nico.
Malam ini adalah awal baru buat mereka berdua. Awalnya Leka masih ragu bahkan takut untuk melakukan hal yang sudah lama dia tak pernah lakukan.Namun,dengan pendekatan Nico membuat hatinya luluh dan memantapkan hati untuk memberikan hak suaminya atas dirinya.
Mumpung ada kesempatan untuk berdua,Nico memanfaatkan kesempatan itu untuk mengekspor gaya bercocok tanam dengan berbagai macam gaya dan permainan.Di sudut kamar dan berbagai properti seperti sofa ,meja rias pun tak luput jadi tempat menanam benih bibit premium milik Nico.
Ladang yang lama tak terjamah pun seolah menjadi candu bagi Nico.Apalagi dengan usahanya yang lumayan keras untuk masuk ke lahan yang enam tahun dia tinggalkan ternyata membuat dirinya sedikit frustasi karena jalan yang mengarah ke lahannya begitu sempit dan butuh waktu untuk membuka akses kembali.
"Terimakasih,sayang !" ucap Nico setelah mengakhiri pertempuran mereka.
Nico mengecup kening istrinya dengan lembut.Dia menatap wajah polos tanpa make up itu dengan tatapan penuh cinta.
Leka hanya bisa membalas ucapan suaminya dengan senyuman manisnya.Rasanya bibirnya kelu saat ingin mengucapkan kata-kata.
.
.
Pagi menjelang.Dua bocah kembar yang sudah terlihat segar karena Oma mereka sudah memandikan mereka tadi.Saat ini mereka ada di ruang makan.
"Bunda sama Daddy mana sih Oma,kok nggak ada?" tanya Aura yang tak melihat kedua orangtuanya.
"Hari ini kalian sama Oma juga sama Opa yah,kita akan pergi ke taman bermain.Mau?!!"
"Daddy sama bunda ikut kan Oma?" tanya Elang.
"Kalau untuk hari ini hanya kita saja,nanti kalau bunda sama daddy sudah nggak sibuk kita pergi sama-sama."ucap mama Nico.
"Baiklah, kalau begitu.Semoga saja bunda sama daddy nanti nggak sibuk lagi kayak sekarang." ucap Elang pasrah.
Papa Gilang yang mendengar percakapan istri dan dua cucu kembarnya pun hanya bisa tersenyum.Beruntung si kembar tidak rewel menanyakan kedua orang tuanya.
"Bi,nanti bilang Nico sama Leka kalau kamu ajak anak-anak pergi yah,bibi siapkan saja makanan buat mereka.Mungkin sebentar lagi mereka turun." ucap mama Marina.
"Baik nyonya."ucap sang ART.
Mereka pun akhirnya pergi meninggalkan rumah besar itu dan mengajak kedua cucunya untuk bersenang-senang.
Dalam kamar Nico, Leka baru saja membuka matanya.Dia mengedarkan pandangannya dan dia melihat sosok laki-laki di sampingnya yang sudah sah menjadi suaminya.
Tangan Leka terulur untuk menyentuh wajah yang tampan.Alis tebal,bulu mata lentik dan hidung mancung adalah kelebihan yang dimiliki seorang Nicolas Pradipta.
"Kamu baru tahu ternyata suami kamu ganteng?"
Ucapan Nico sukses membuat Leka terkejut karena ternyata Nico sudah bangun sedari tadi.
"Astaghfirullah mass..!" pekik Leka memegangi dadanya yang berdebar.
Nico menyambar pinggang Leka dan sukses membuat Leka melotot melihat tindakan Nico.Tubuh mereka saling menempel di balik selimut tebal yang membungkus tubuh mereka.Bahkan wajah mereka sudah tidak berjarak.
"Good morning sayang.." ucapan manis Nico membuat Leka tersenyum.
"Morning,tapi..kayaknya kita sudah kesiangan mas.Bisa lepaskan aku,aku mau lihat anak-anak." ucap Leka dengan nada lembut.
"No !" tolak Nico
"Hari ini khusus kita berdua.Kamu nggak perlu repot-repot ngurusin anak-anak karena mereka sudah pergi sama mama sama papa.Jadi,tugas kamu hanya mengurus ku dengan adik kecilku yang menginginkan sarapan pagi yang spesial." ucap Nico lirih dengan senyum smirknya.
Leka melotot saat merasakan sesuatu yang bergerak di bawah sana.
"Massss !!"pekik Leka melotot setelah tangannya sukses menggenggam rudal kesayangan suaminya.
"Yess babyssss..." desis Nico dengan suara peraunya.
Tangan Nico pun tak tinggal diam dia menangkap dua melon kesayangannya yang terlihat segar jika di santap pagi-pagi.
Perlahan Nico mengungkung tubuh Leka dan akhirnya mereka mengulang kembali tahapan proses cocok tanam yang sudah tentu membuat keduanya selalu ketagihan dan ingin mengulang lagi,lagi dan lagi.
Terlihat Leka sudah mulai merasakan nyaman dengan Nico.Tak lagi ada rasa takut atau semacamnya.Dia mulai mengikuti permainan suaminya yang menurutnya sangat membuat dirinya gil* dibuatnya.
Kebahagiaan Leka dengan Nico begitu nyata terpancar dari wajah kedua pengantin baru itu.Kefuanya pun menjalani perannya sebagai orang tua dari si kembar yang begitu aktif dan menggemaskan.
Nico dan Leka bersyukur karena mereka kembali bersama dengan perasaan yang murni atas nama cinta.
Bersambung