
Pesta pernikahan Leka dan Nico di lakukan secara sederhana itu pun sudah selesai.Para sahabat dan saudara dari kedua mempelai pun sudah berangsur pergi.
"Nak,papa pulang dulu yah.." ucap Hardi pada putrinya.
"Papa nggak nginep sini saja?" tanya Nico menawari sang mertua.
"Nanti kapan-kapan lah,papa harap kamu bisa memegang janjimu pada papa Nic,papa serahkan anak papa ini sama kamu.Sayangi,cintai dan juga bimbing dia jangan hanya karena tanggung jawab kamu dengan si kembar.Kamu juga nak,mulailah menata hidup baru dengan Nico.Ikhlaskan masalalu yang buruk dan rajut masa depan yang lebih baik." ungkap Hardi pada anak dan menantunya.
"Insyaallah Nico akan selalu jaga Leka pah,papa nggak perlu khawatir."ucap Nico
Mertua dan menantu itupun saling berpelukan dan Hardi pun beralih pada sang putri.
"Papa harus hati-hati sama Tante Susi,aku nggak mau mereka mencelakakan papa lagi." ucap Leka memeluk erat sang papa.
"Soal itu kamu jangan khawatir,kamu lupakan dulu soal itu dan fokus dengan pernikahan kamu sayang.." ucap Hardi .
"Leka nggak akan tinggal diam pah,aku nggak mau kalau mereka mengambil yang bukan hak mereka." ucap Leka.
"Nanti kita bahas lagi Le, Insyaallah aman.Ada bi Yuni kan..dia akan selalu berusaha untuk menjadi mata-mata papa di rumah.Kamu tenang saja." Leka pun mengangguk mengiyakan ucapan papanya.
Tentu Leka tahu jika Yuni berpihak padanya.Leka berharap semoga Yuni tidak mengkhianati kepercayaan nya.
...----------------...
"Bunda,kita tidur sama Oma juga Opa ya..malam bunda,Daddy.." ucap Aura dan di ikuti oleh Elang.
Dua anak panda itu meninggalkan kamar dimana kamar itu adalah kamar Nico di rumah keluarga Pradipta.
"Malam sayang,jangan nakal-nakal sama opa sama Oma yah.." ucap Leka dengan memberikan kecupan untuk kedua anaknya.
"Oke bun," jawab keduanya kompak.
Mereka pun akhirnya benar-benar sudah meninggalkan area kamar Nico.
Sepeninggal kedua anaknya Leka fokus dengan drinya yang sedang membersihkan wajahnya.
Tak lama terdengar suara pintu kamar mandi terbuka.
Ceklek..
Pintu kamar terbuka dan menampakkan sosok Nico yang keluar dari kamar mandi dengan hanya berlutan handuk sedang di bagian pinggangnya dan di bagian dadanya di biarkan terbuka.
Sementara tangan kanannya sibuk mengeringkan rambut basahnya dengan handuk kecil.
Leka menatap Nico dan untuk beberapa saat terpaku dengan penampakan sang suami.Sosok dengan tinggi badan ideal dan dengan dada lebar juga memperlihatkan perut yang kotak-kotak.Pokoknya rasanya pelukable.
"Le..Le,Leka !" panggil Nico dengan nada yang terdengar sedikit meninggi.
"Eh.. iya?"tanya Leka dengan mata membulat dan terlihat bingung.
"Mas ngomong apa tadi?"tanya Leka lagi.
"Kamu terpesona sama suami mu yang tampan ini yah,sampai aku panggil berkali-kali malah asik lihatin tubuh ku ini.Sayang,jangankan melihatnya pegang juga boleh.Bahkan rasain juga dengan senang hati aku kasih." goda Nico mencolek dagu Leka dengan kerlingan mata genit nya.
Mendengar godaan Nico membuat wajah Leka mendadak terasa panas dan merah tomat karena memang merasa malu dengan ucapan suaminya itu.
Malu karena sudah kepergok sedang mengagumi sosok suaminya yang sedang dalam keadaan setengah telan*ang.
Leka pun dengan gerak cepat dia melarikan diri ke dalam kamar mandi.
Melihat tingkah Leka yang sedang malu itu membuat Nico merasa gemas.Ternyata sosok Leka yang dia kenal dulu tidaklah mudah berubah.Wanita polos yang terbalut dalam cangkang keras untuk melindungi atau membentengi dirinya dari segala gempuran dari dunia luar yang begitu keras dan juga pastinya bahaya.
Apalagi dia sudah memiliki dua bayi panda yang menggemaskan dan juga aktif.
...----------------...
Dirumah Hardi malam hari itu mereka makan bersama seperti biasa tapi,saat ini tidak ada Leka dan dua bayi pandanya disana.
"Pah,kamu tadi pagi kemana sih..seharian nggak bisa di hubungi.Leka juga,kenapa kalian tiba-tiba menghilang?" tanya Susi dengan serentetan pertanyaan pada suaminya itu.
Hardi menghela nafas panjang dan meletakkan sendok dan garpu yang ada di tangannya di atas piring yang sudah kosong itu.
"Aku ada urusan penting.Kalau Leka,dia ijin ke aku buat menemui temannya yang baru pulang dari LN dan mereka menginap disana." terang Hardi dan mengambil gelas yang berisi air putih dan meminumnya hingga tandas.
"Kok aneh aja papa tadi berangkatnya pagi-pagi banget.Udah gitu,nggak bangunin aku juga.Kenapa,apa ada yang kamu sembunyikan dari aku pah?" tanya Susi dengan menatap suaminya dengan penuh selidik.
"Nggak ada yang aku sembunyikan dari kamu Susi,aku malah berfikir jika ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari aku.Suamimu.." ucap Hardi dan menekan kata suamimu seperti menegaskan bahwa posisi dirinya dan Hardi masih ada hubungan.
Sementara Karina hanya bisa menyimak apa yang jadi pembahasan kedua orang tuanya.Dia tak mau salah bicara.
...----------------...
"Sayang,aku tahu kamu belum tidur.." ucap Nico saat dia merebahkan tubuhnya di samping Leka.
Leka memang sebenarnya belum tidur.Dia merasa belum terbiasa dengan adanya seorang yang ada disampingnya kecuali dua bayi pandanya.
Dengan terpaksa Leka membuka matanya perlahan dan tepat di di hadapannya wajah tampan Nico yang terpampang nyata didepanya.
"Aaaaa..hpptttt," jerit Leka yang terkejut melihat Nico yang sudah ada di depannya.
"Ssssstttt..kenapa kamu teriak,nanti dikira aku ngapa-ngapain kamu sama dia bayi panda itu.Tamatlah riwayatku sayang.."ucap Nico membekap mulut Leka.
Leka melepaskan bekapan tangan Nico dan mendorong tubuh Nico kesamping.
"Kamu ngagetin aku tahu,aku..aku belum terbiasa tidur dengan orang lain kecuali sama si kembar." ujar Leka.
Nico mendekati sang istri dan menelusup ke bahu Leka dan membisikkan kata-kata yang membuat Leka merinding disko.
"Mulai malam ini kamu akan selalu di samping ku sayang,malam ini kita akan mulai lembaran baru.Aku dan kamu selamanya."ucap Nico dengan suara yang terdengar sangat lembut membuat tubuh Leka meremang.
"Mas,apa..apa kamu akan minta hak kamu malam ini?"tanya Leka dengan perasaan yang sangat tak karuhan.
"Kenapa,kamu belum siap untuk melakukan dengan ku?"tanya Nico
"Kalau memang kamu belum bisa melakukannya aku akan bersabar."ucap Nico lagi.
"Bu'_bukan begitu,cuma aku takut.."ucap Leka menatap lekat wajah suaminya.
Nico membawa Leka dalam pelukannya dan mengusap lembut punggung Leka,serta menghadiahi cium*n bertubi-tubi di kepala sang istri.Nico tahu,Leka sedang dalam keadaan yang membuat dirinya takut akan kegagalan.Nico berjanji pada dirinya sendiri untuk membahagiakan Leka dan anak-anaknya.
Bersambung