
" Mama kamu ada di penjara." ucap Hardi.
Deg
Mendengar penuturan Hardi tentunya Karina terkejut dan merasa tak percaya dengan apa yang dia dengar barusan.İbunya di penjara.
"Apa !! mama di penjara,kok bisa ?!"
Karina melotot mendengar ucapan Hardi.
"Kenapa nggak bisa,tentu saja bisa dan sangat bisa.Apalagi dengan bukti kejahatan nyokap Lo yang dengan sengaja merencanakan membun*h gue dan bersekutu dengan ayah kandung lo." ungkap Leka yang sudah muak dengan semua kepura-puraan Karina dan mamanya.
"Hahh,apa maksudnya Lo nuduh nyokap mau bun*h Lo ! pah,pasti semua ini fitnah pah,nggak mungkin mama ngelakuin semua itu.Mama wanita yang baik." ucap Karina masih berusaha membela sang mama.
Hardi mendengar perkataan anak sambungnya itu tentu saja tersenyum miring.
Hahahaha..
Tawa Leka menggema di ruang keluarga membuat Karina dan yang lain memandang Leka.
"Kenapa lo ketawa,lo mau jatuhin nama baik nyokap gue.Lo punya dendam apa sih sama nyokap sampe lo tega buat ngarang cerita kayak gini !"
Karina masih saja bersikap layaknya seorang yang sedang teraniaya.
"Stop deh main dramanya,sudah basi akting lo. Dengerin gue ,buka kuping lo baik-baik.Gue nggak pernah fitnah nyokap lo yang di anggap baik itu.Gue nggak pernah ngelakuin yang lo tiduhin tadi.Semua yang terjadi pada nyokap lo itu,ada sebab dan akibat.Sedari dulu gue coba mengalah dan selalu mengalah bahkan mungkin kalah sama lo serta nyokap lo yang pinter memanipulasi keadaan.Tapi,gue yang sekarang bukan gue yang dulu.Semua yang terjadi itu pun tak lain karena bokap gue yang sudah nggak percaya sama nyokap lo." ungkap Leka dengan nada santai.
"Papa,apa benar papa yang ngelakuin semua ini.Pah,apa papa nggak inget gimana jadinya mama nggak nikah sama papa.Siapa yang ngerawat Leka dulu kalau bukan mama.Mama juga selalu perhatian sama papa.Jadi nggak mungkin mama lakuin semua yang di tuduhkan sama anak sia*an itu !!" ucap Karina dengan nada yang meniggi.
"Tutup mulut kamu !! " bentak Hardi yang sudah muak mendengar perkataan demi perkataan yang Karina ucapkan.
Karena yang mendengar Hardi membentaknya pun terkejut. Dia pun langsung di buat diam tanpa bisa berkata-kata lagi.
"Anak saya tetaplah anak yang baik.Sudahlah,saya lelah dengan kepura-puraan. Selama ini saya sudah memiliki banyak bukti kalau kalian sudah berlaku tidak adil dengan anak kandung saya sendiri.Semua fasilitas yang saya berikan pada kalian nyatanya anak kandung saya tidak pernah merasakannya.Kalian terlalu serakah !"ungkap Hardi dengan nada yang tak kalah tinggi.
"Mama kamu tak ingat jika dia tidak menikah dengan saya mungkin keadaan hidup saya akanlebih baik dari sekarang.Beruntung istri pertama saya memutuskan untuk meminta saya melakukan vasektomi dan tak lama dia meninggal.Saya bersyukur jika saya tidak pernah berfikir untuk melakukan operasi untuk mengembalikan seperti semula.Saya bersyukur tidak punya keturunan dari mama kamu.Kalau ada mungkin akan lebih buruk dari semua yang terjadi sekarang.Mama kamu itu,adalah perempuan yang benar-benar jahat.Dia sudah membu*uh istri saya dan dia sudah membuat anak saya menderita bertahun-tahun,dia juga mempengaruhi saya supaya mengusir darah aging saya sendiri dan fatal nya dia mencoba membu*uh putri saya dengan berkomplot dengan mantan suaminya yang tak lain adalah papa kandung kamu."
Tambah syok lah Karina mendengar penuturan Hardi barusan.Semua bukti kalau Susi melakukan kesalahan-kesalahan dari dulu sudah di kumpulkan dan bagaimana nasib ibunya nanti.
"Lalu,papa juga akan membiarkan mama di penjara.Pah, kasihanilah mama,Karina mohon pah..hiks hiks.."ucap Karina memohon pada Hardi untuk mengampuni mamanya.
"Tidak semudah itu Karina,mamamu sudah banyak melakukan kejahatan.Semua bukti sudah saya serahkan pada pihak pengacara saya.Sebagai pihak korban tentu saya akan menuntut mama kamu dengan hukuman yang berat."ucap Hardi dengan nada dingin.
Leka dan Nico disana hanya bisa diam dan mendengarkan ucapan Hardi.Lagipula Leka pun belum sepenuhnya tahu apa saja yang papa perbuat untuk membuat Susi jera.
"Papa,papa kenapa tega pah.Kalau mama di penjara gimana aku,aku masih butuh mama hiks hiks.." ucap Karina dengan tangis yang yang semakin menjadi.
Sedangkan Leka dan Nico pun akhirnya ikut beranjak dari tempat itu dan melangkah menuju kamar si kembar.
...----------------...
Pagi harinya Karina turun dari lantai dua melangkah menuju ruang makan.Disana sudah ada semuanya berkumpul.
"Pah,papa hari ini sibuk nggak?" tanya Karina pada Hardi.
"Lumayan,saya akan ke pengadilan agama untuk mendaftarkan permohonan cerai." ucap Hardi dengan nada datar.
Deg.
Leka ,Nico dan Karina tentu saja sangat terkejut dengan penuturan Hardi barusan.
"Pah,papa yakin?" tanya Leka pada sang papa.
"Pah,papa kenapa tega buat mama begini.Pah,mama lagi susah dan sebagai suami papa juga harus mendampingi mama kala susah.Mama juga belum tentu salah." ucap Karina masih saja terus membela sang mama.
"Hahhh..Karina Karina,lo itu bud*g atau gimana sih,semua bukti kejahatan nyokap lo itu sudah ada dan valid.Sudah pasti mama kamu terlibay dengan papa kandung lo yang berusaha mencelakakan diri gue dengan cara menabrak gue.Berutung,Nico menjaga gue di manapun berada jadi,semua usaha bokap lo gagal." ungkap Leka menatap Karina dengan sinis.
"Kalian berdua tidur di sini semalam ?" tanya Karina mengalihkan pembicaraan.
"lya,kenapa? apa ada yang melarang seseorang yang sudah menikah di larang buat satu kamar?" tanya Leka dengan senyum menyeringai.
"What's!!" teriak Karina dengan kencang.
Teriakan Karina tentu membuat dua bocah kembar yang awalnya acuh dengan pembahasan para orang dewasa pun akhirnya merasa kesal di buatnya.
Brakkk 💢
Elang tiba-tiba menggebrak meja dan menatap nyalang kearah Karina.
"Bisa nggak sih nggak slusah lebay,kita lagi makan.Kalau Tante mau teriak-teriak noh..pergi ke hutan.Kalau kejauhan mendingan keragunan teriak-teriak sama Uwak yang diatas pohon..uuaakk..uuuaakk.. ha-ha-ha.."
Mendengar penuturan Elang yang awalnya marah-marah dan akhirnya mengejek Kirana dengan mempraktikkan suara seperti orang hu*an.
"lllhhh..kamu nih anak kecil,emang aku mony*t !!" seru Kiran kesal dan menghentakkan kakinya langsung pergi meninggalkan tempat itu dan melangkah keluar dari rumah itu.
Melihat tingkah Elang yang memang random membuat Nico dan yang lain tertawa melihat aksi Elang yang ngeselin bin durjana.
Bersambung