BENIH TARUHAN

BENIH TARUHAN
Positif Hamil


"Bagaimana keadaan menantu saya dok?" tanya Marina pada dokter yang baru saja selesai memeriksa Leka.


Saat Leka jatuh tak sadarkan diri Marina langsung membawa Leka ke Rumah Sakit karena melihat wajah Leka yang terlihat sangat pucat membuat khawatir hati Marina.


"Tenang bu, menantu ibu Alhamdulillah keadaannya tak mengkhawatirkan. Hanya perlu istirahat dan juga tidak boleh stress karena ada kemungkinan nyonya Leka sedang mengandung." terang sang dokter.


Keterangan dokter tersebut membuat Marina terkejut dan sekaligus bahagia.


"Apa benar dok,menantu saya hamil?" tanya Marina yang serasa tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


" Menurut pemeriksaan kami begitu bu, dari tanda-tandanya mengarah ke sana.Untuk lebih jelasnya nanti ada dokter obgyn yang akan memeriksa keadaan nyonya Leka lebih jelas." ungkap sang dokter.


"Terimakasih dok,apa saya sekarang bisa melihat menantu saya dok?" tanya Marina.


"Untuk nyonya Leka perlu istirahat sehari dua hari di Rumah Sakit. Untuk itu, mohon pihak keluarga mengurus kepindahan nyonya Leka ke ruang rawat.Setelah nyonya Leka di pindah nanti ibu bisa melihat nyonya Leka di ruangan rawatnya."terang sang dokter.


"Baik dok, sekali lagi saya ucapkan terimakasih." ucap Marina.


"Tak perlu seperti itu bu,semua yang saya lakukan sudah jadi tanggung jawab saya. Baiklah,kalau begitu saya undur diri..mari bu.."


Dokter itu pun melangkah meninggalkan di mana Marina masih berdiri.


Rasanya bahagia begitu mendengar penuturan sang dokter barusan. Kemungkin menantunya sedang berbadan dua.


Marina segera mengurus keperluan Leka. Untuk urusan Nico dan anak-anaknya sudah di serahkan pada sang suami.


Karena saat Marina membawa Leka ke Rumah Sakit dia sempat memberikan kabar pada Gilang. Awalnya Marina ingin langsung memberitahu Nico namun, ponselnya tidak aktif. Tanpa menghubungi asistennya atau yang berkaitan dengan Nico, Marina memilih untuk membicarakan tentang menantunya pada sang suami.


Gilang bilang jika Nico dan team nya sedang ada pertemuan penting dan selama keadaan Leka bisa di handle Gilang meminta Marina menghandle nya .


Sementara si kembar di urus oleh Art kepercayaannya di bantu mang Udin untuk menjemput si kembar di sekolah.


Setelah selesai membereskan administrasi dan keperluan lainnya,saat ini Leka sudah berada di ruang rawatnya dan sedang di periksa oleh dokter obgyn sesuai dengan diagnosa awal.


Setelah selesai melakukan pemeriksaan dokter pun akhirnya menyampaikan kabar baik untuk Leka dan keluarga.


"Selamat nyonya Leka ,anda positif hamil.Kandungan anda saat ini sudah masuk Minggu ke 8." jelas dokter kandungan itu.


"Alhamdulillah,selamat sayang. Mama sudah duga kalau kamu sedang hamil. Maafin suami kamu yang emang nggak peka yaa.." ucap mama Marina merasa bahagia dengan kepastian kabar menggembirakan itu.


"Ada keluhan lainnya nyonya?" tanya sang dokter.


"Tidak ada dokter, terimakasih." jawab Leka dengan senyum mengembang.


...----------------...


Brakkk 💢


Pintu kamar perawatan Leka pun tiba-tiba gaduh dengan kedatangan segerombolan orang yang tentunya khawatir dengan keadaan Leka saat ini


"Astaghfirullahal'adzim,kalian !!" pekik Marina saat melihat Suami dan juga besannya serta anak cucunya menerobos masuk dengan begitu bar-bar.


"Bunda !!" seru dua anak kembar yang sudah berlari menuju brankar dimana Leka yang sedang terbaring disana.


Kedua anak kembar itu pun dengan cepat memeluk bundanya dengan bersamaan.


"Bunda kenapa sakit,Aura kan nggak nakal lagi..hiks hiks hiks.." ucap Aura dengan wajah yang sudah basah dengan air mata.


"Ssssstttt..sayang,bunda nggak apa-apa. Bunda cuma kecapean saja kok.." ucap Leka dengan mecium pucuk kepala kedua anaknya.


"Beneran bunda cuma cape, aku nggak mau bunda sakit-sakit begini. Aku sama Aura khawatir."ucap Elang yang entah kenapa dia bisa semelow sang adik.


"Abang sama kakak nggak boleh nangis dong,bunda nggak apa-apa.." ujar Leka dengan membiasakan memanggil Aura dengan sebutan kakak.


"Sayang,maafin aku yah..aku nggak bisa jagain kamu." ujar Nico yang sudah ada diantara anak dan istrinya.


"Mas, maaf yaa..buat kamu cemas. Aku nggak apa-apa,aku cuma perlu istirahat beberapa hari aja. Nggak ada yang perlu di khawatir kan." ucap Leka mengelus lengan suaminya supaya lebih baik.


"Benar..kata Leka Nic,kamu nggak perlu khawatir. Yang perlu kamu ingat, kamu mulai saat ini harus jadi suami siaga. Karena istri kamu sedang mengandung." ungkap Marina mengatakan bahwa Leka saat ini sedang mengandung.


Mendengar penuturan Marina sontak semua para lelaki dewasa dan dua bocil kembar itu pun saling pandang.


"Kamu nggak bohong kan Mir,Leka sedang mengandung. Berarti kita akan dapat cucu lagi. Masyaallah.. terimakasih ya Allah,selamat Leka ,Nico,kalian di percaya kembali untuk mendapatkan momongan kembali.ucap Hardi dengan cepat menyeka air matanya yang tiba-tiba jatuh kepipinya.


"Papa.." ucap Leka lirih.


Hardi pun mendekat ke arah Leka dan memeluk tubuh sang putri.Hardi menciumi wajah Leka dengan sayang.


"Rasanya nggak percaya kalau kamu kembali hamil. Maafin papa untuk yang sudah berlalu sayang.."ucap Hardi penuh sesal.


"Sudahlah pah,nggak perlu di ungkit. Saat ini semua sudah berlalu dan aku ingin jangan pernah kembali mengingat masa di mana kita di buat sakit." ungkap Leka dan diangguki oleh Hardi.


"Kenapa semua orang ikut-ikutan peluk peluk bunda sih?" tanya Aura yang posesif.


"Sayang,kalian akan punya adik baru.Kalian suka nggak?" tanya Nico pada kedua anak nya.


"Adik,Aura punya adik dad, seperti teman Aura di sekolah?" tanya Aura dengan binar bahagia di mtanya.


"Benar dad,kita mau punya adik?" tanya Elang serasa tak percaya.


"Benar boy, kalian senang tidak punya adik?" tanya Nico.


Kedua anak kembar itupun mengangguk mengiyakan perkataan sang Daddy.


"Yeyyy...kita punya adik Opa ,Oma..!!" seru Aura menghampiri opa dan Omanya yan sudah berkumpul di sofa.


"Terimakasih sayang,maafin aku yang lagi -lagi nggak peka dengan keadaan kamu." ucap Nico pada Leka yang duduk bersandar diatas brangkar.


"Nggak papa mas,nggak perlu khawatir.Aku tahu kamu kan memang belum pernah merasakan moment ini."ucap Leka menatap wajah Nico sendu.


"Maafin aku sayang,pasti kamu menjalani semuanya dengan begitu berat.Apalagi saat kehamilan si kembar. Maaf..." ucap Nico dengan penuh sesal mengingat kembali apa yang pernah dia lakukan pada kehamilan pertama Leka yang saat itu masih sangat muda dan juga sikapnya yang begitu pengecut.


Nico merasa sangat bersalah pada kedua anaknya.Saat-saat terberat Leka Nico tak ada di sisih wanita yang sudah berhasil melahirkan sikembar.


Bersambung