
Leka hanya bisa pasrah dengan keputusan sang suami yang memilih untuk tidur di kamar lain.
Walaupun rasa bersalah karena sudah membuyarkan rencana suaminya.
Memanglah tidak ada salahnya mereka quality time berdua saja.Apalagi hanya tiga hari.Selebihnya pasti Leka akan banyak waktu bersama dua bocah kembarnya itu.
Pagi harinya karena Leka tak bisa tidur semalaman karena rasa bersalahnya pada sang suami dan dia baru bisa tidur sehabis subuh tadi.
Saat mama Marina masuk ke resort yang di tempati Leka dan Nico,mama Marina dengan jelas melihat wajah Leka yang terlihat pucat.
" Sayang, nak...bangun sayang.." ucap mama Marina membangunkan Leka dengan perlahan.
Mata yang tertutup mulai membuka perlahan.Leka memindai sekeliling kamarnya dan teringat si kembar.
"Mama,si kembar kemana mah? maaf,Leka kesiangan." ucap Leka tak enak hati.
"Tenanglah,papa sudah bawa anak-anak ke resort mama,kamu kelihatan pucat sih,kamu sakit? terus,Nico mana ? "
Leka berusaha duduk bersandar di headboad tempat tidur dengan merenggangkan badannya.
"Mas Nico tidur di kamar sebelah ma,semalam si kembar nggak bisa diem tidurnya." jawab Leka memberikan alasan pada sang ibu mertuanya.
Marina menghela nafasnya dalam.Dia tahu sang menantu berbohong karena jelas terlihat mata sembab menantunya dengan kantung mata yang terlihat menghitam.
"Lebih baik kamu istirahat,ini mama bawa makanan untuk kamu dan juga ada obat sakit kepala kalau kamu mau." tawar Marina.
" Leka belum lapar mah, Leka hanya butuh waktu tidur sebentar.Leka kurang tidur jadinya rasanya nggak enak badannya."
"Baiklah,kamu jangan khawatir soal anak-anak biar papa sama mama yang handle.Kamu hanya perlu istirahat yang cukup.Mama keluar ya,mau cek papa sama anak-anak." ucap Marina dan mengecup kening menantunya dan tersenyum lembut
"Terimakasih mah, maaf lagi-lagi merepotkan mama sama papa." ucap Leka tak enak hati.
"Apaan sih,slow saja Leka.Mereka cucu-cucu kami.Kamu perlu berehat biar nggak lama-lama sakitnya.Mama keluar ya .." pamit Marina melangkah ke luar kamar.
...----------------...
"Nico,kamu baru bangun?" tanya Marina yang baru keluar dari kamar Leka dan melihat Nico yang sedang ada di dapur.
"Loh,mama.Kenapa mama disini?" tanya Nico melihat kearah pintu kamar Leka.
"Mama cek kalian.Sama sekalian cek anak-anak.Papa ngajak naik speedboat buat keliling pulau.Jadi mama ke kamar kalian.Tapi, malah lihat Leka yang nggak enak badan." terang Marina
"Nggak enak badan ?" tanya Nico membeo.
"Iya,mungkin kurang tidur.Maafin mama sama papa yah,kami sudah buat kacau acara honeymoon kamu." ucap mama Marina pada sang putra.
Bagaimanapun mama Marina pernah merasakan bagaimana rasanya pengantin baru jadi,maklum jika Nico terasa terganggu dengan kedatangan mereka.
"Nggak masalah mah, lagi pula lebih seru kan..anggap saja sebagai liburan keluarga kan.." ucap Nico dengan senyum tersungging di bibirnya.
"Sekarang kamu temani istri kamu, untuk anak-anak biar mama sama papa yang handle.Jadi,kamu jangan khawatir."
"Okelah mah,titip anak-anak.Aku cek Leka dulu." ucap Nico.
"Kalau bisa,turunkan ego kamu.Bagaimanapun Leka sudah terbiasa dengan kedua anaknya.Meraka tak pernah pisah lama.Jadi,kamu harus lebih mengerti."
Lalu mama Marina pun keluar dari resort sang putra dah menemui sauami dan cucu-cucunya.
...----------------...
Ceklek 💢
Pintu kamar terbuka dan perlahan Nico melangkah masuk kedalam kamar dan melihat Leka yang tertidur di atas tempat tidur dengan selimut tebal menutupi tubuhnya sampai leher.
Nico tak mau mengacaukan tidur Leka.Karena belum mandi pagi akhirmya Nico melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
Nico mengguyur tubuhnya dengan air dingin.Rasnya tubuhnya merasa segar ketika air yang mengalir membasahi tubuhnya dari ujung kepala sampai ujung kaki.Nico membersihkan dirinya selama dua puluh menit dan mengeringkan rambutnya yang basah.
Setelah setengah kering Nico keluar dari kamar mandi dan betapa kagetnya saat dirinya keluar dari kamar mandi melihat sosok istrinya yang duduk diatas tempat tidur dengan pakaian dinasnya yang bahkan belum pernah dia lihat sebelumnya.
"Sa_sayang.." panggil Nico dengan tergagap.
Rasanya tenggorokannya tiba-tiba merasa kering sampai sampai susah sekali buat menelan silvanya.
"Hemm.."jawab Leka dengan mengalihkan pandangannya pada sang suami yang masih diam membatu di depan pintu kamar madi dengan masih menggunakan selembar handuk terlilit di pinggangnya.
Leka kemudian turun dari kamar mandi dan melangkah perlahan ke arah suaminya yang sudah terlihat pandangannya begitu penuh damba.
"Ka_kata mama kamu sakit,pusing atau masuk angin?" tanya Nico dengan tergagap karena jarak antara dirinya dengan sang istri sudah sangat dekat.
Demi Tuhan Nico merasa dirinya sedang di permainkan oelh sang istri karena saat ini di hadapannya Leka terlihat berbeda.Leka yang terlihat sangat menggoda dan membuatnya semakin frustasi.
"Aku nggak bisa tidur semalaman,karena mikirin suami aku yanb marah sampai harus tidur terpisah.Mau nyusul kamu kekamar semalam nggak akan mungkin.Karena kamu sedang marah sama aku."terang Leka dengan suara yang begitu mendayu di telinga Nico .
Nico sudah tak sanggup lagi menahan hasratnya saat ini.
Dengan gerakan cepat tangannya menarik pinggang istrinya dengan sedikit menghentakkannya sehingga tubuh Leka menabrak tubuh kekarnya.
Tanpa disangka Nico sebelumnya,tangan Leka tiba-tiba sudah menarik handuk yang melilit pinggang suaminya dan membuat handuk itu terjatuh di lantai begitu saja.
Seringai tipis terbit di bibir Leka membuat Nico menggertakkan giginya dan rahangnya semakin mengeras.
Jari-jari lentik Leka membuat garis-garis abstrak di perut kotak-kotak Nico.Tanpa disangka tangan Leka yang satunya pun menyalami striker yang akan membobol gawang surganya.
"Aaaagghhhh.." erang Nico mendapat perlakuan yang sungguh membuat tubuhnya bereaksi dengan hebat.
Terlihat begitu tegak monas yang terpampang nyata yang siap untuk melakukan pendakian dan penelusuran ke lembah surga milik Leka.
"Mas,lihat tongkat kamu sudah siap diajak berkelana.Mau mulai atau aku yang mulai?"pertanyaan yang membuat Nico semakin menelan silvanya dan terlihat jakunnya yang naik turun.
"Ke_kenapa kamu jadi gini sayang, perasaan aku baru ninggalin kamu semalam,kenapa kamus sekarang jadi berubah gini?" tanya Nico yang masih menimati **** *** dari sang istri .
"Kenapa,nggak suka sama apa yang aku lakukan?aku kira senang dengan aku begini,aku nggak mungkin monoton dong,yang ada nanti bibit pelakor nyamber kamu dari aku." ucap Leka dengan memanyunkan bibirnya.
Melihat tingkah istrinya itu membuat Nico makin gemas dan tak perlu bersusah payah meminta istrinya sudah menawarinya.Sungguh nikmat mana yang engkau dustakan.
Dengan segera Nico menyantap hidangan pembuka ,hidangan utama dan hidangan penutup dengan perasaan bahagia dan bahkan Leka dengan senang hati untuk melayaninya sampai suaminya dan dirinya kelelahan.
Bersambung