BENIH TARUHAN

BENIH TARUHAN
Bercerai


"Susi,saya rasa Rumah Tangga kita tidak akan berjalan dengan baik.Apalagi dengan banyak bukti yang saya dapatkan dari dulu sampai kemarin.Saya sudah tahu semua kejahatan kamu Susi,dari apa yang kamu lakukan pada istri saya Jihan sampai kamu bisa membuat saya menikahi kamu.Semua benar-benar tak bisa saya terorir." ungkap Hardi dengan nada dingin.


"Ng-nggak mas,aku minta maaf atas semua kesalahanku mas.Aku mencintai kamu.Sangat mencintai mu..hiks hiks.." ucap Susi dengan tangisan yang sudah pecah .


Bukannya iba atau bahkan sekedar kasihan pada Susi namun,Hardi hanya bisa tersenyum miring melihat drama istrinya saat ini.


"Kamu tidak perlu membuat drama ini Susi,saya sudah mengajukan permohonan cerai di pengadilan agama barusan."ucap Hardi dengan nada serius.


Duarr💢


Mendengar ucapan Hardi serasa dirinya tersambar petir di siang bolong dan tak ada angin tak ada hujan Hardi sudah bertindak jauh dengan segera menceraikan Susi.


Rasanya Hardi pun tak ingin berlama-lama berurusan dengan wanita yang begitu kejam yang tega membuat istrinya sampai sekarat dan meninggal,percobaan pembun*Han padanya dengan jalan seperti Jihan dulu dan penggelapan dana perusahaan yang melibatkan orang yang Susi masukkan di perusahaan dan yang terakhir mencoba memb*Nuh putri kandungnya dengan jalan menabraknya.


"Ng_nggak mas,aku nggak mau cerai dengan mu,aku mohon mas..jangan ceraikan aku.Hanya kamu yang aku dan Karina punya mas..hiks hiks.." ucap Susi menangis memohon pada Hardi supaya jangan menceraikan dirinya.


"Yang jelas dua minggu dari dari sekarang sidang perceraiannya."ucap Hardi dengan nada datar.


"Mas,tolong pertimbangkan keputusan kamu.Kita bisa mulai dari awal lagi.Aku minga maaf dengan semua kesalahanku mas,apa yang harus aku lakukan supaya kamu memaafkan aku?" tanya Susi yang terlihat sangat frustasi.


"Nggak akan ada yang bisa kamu lakukan Susi.Karena yang aku inginkan hanya satu yaitu kembalikan Jihan padaku.Kembalikan ibu dari anakku yang telah kau renggut nyawanya.Apa kau bisa? pasti tidak kan,jadi terimalah apa yang seharusnya kamu terima." terang Hardi.


Rasanya begitu sakit apa yang di katakan Hardi padanya.Bagaimana pun awalnya,Susi pastinya sudah terbiasa dengan kehadiran Hardi dan juga pastinya ada rasa sayang pada suaminya itu.Dia pun memikirkan nasib anak satu-satunya.


"Mas,jangan begitu..bagaimana nanti nasib aku sama Karina?"


"Soal kamu pastinya saya tidak bisa membatu kamu.Karena banyak tuntutan yang saya layangkan untuk kamu.Baik pidana ataupun perdata.Kalau Karina ,saya akan bawa Karina pada saudara kamu ataupun saudara Aris.Karena memang saya tidak bisa menerima anak kamu itu.Apalagi anak dan menantu saya akan tinggal bersama saya." ungkap Hardi.


"Menantu,menantu apa maksudnya mas?" tanya Susi heran dengan sebutan menantu yang Hardi ucapkan barusan.


"Iya,Leka dan Nico sudah menikah resmi dan setelah masalah ini selesai kemungkinan kami akan mengadakan pesta untuk mereka."ungkap Hardi.


Susi pastinya terkejut dengan kabar yang baru saja dia dengar.


"Aku sedang kesusahan gini,anak kamu sempat-sempatnya menikah sama orang yang sudah membuat dirinya hamil?!"


Hardi mendengar ucapan Susi merasa tersinggung.Hardi menatap tajam kearah Susi.


"Apa yang di lakukan anak saya bukan urusanmu.Dia tak ada sangkut pautnya dengan urusanmu.Asal kamu tahu pernikahan itu sudah di laksanakan hampir sebulan dan kami baru mengadakan resepsi kecil-kecilan di kediaman keluarga Nico." terang Hardi.


Susi menangis pilu dengan apa yang terjadi pada dirinya saat ini.Menyesal pun tidak ada gunanya.Dia tahu jika Hardi adalah orang yang akan mengambil keputusan dengan sangat hati-hati dan pastinya dia sudah mempertimbangkan semuanya.


"Perceraian kita sedang dalam proses dan saya tidak akan pernah mengubah apa yang saya lakukan.Kamu jangan khawatir tentang nafkah untuk kamu menjalani masa idah akan saya serahkan pada Karina untuk menjadi modal hidup untuk dirinya.


Susi tak bisa bicara apapun dan hanya bisa menangis.Menangisi nasibnya yang harus di ceraikan suaminya dan juga hidup nya saat ini jauh dari putrinya.Nama baik nya pun hancur seketika.


Tak mau berlama-lama di sana akhirnya Hardi pun pamit untuk segera pergi dari sana.


...----------------...


Setelah mengunjungi Susi, akhirnya Hardi memutuskan untuk pulang kerumahnya.Dia akan mengatakan semuanya pada sang putri.Keputusannya harus dia sampaikan pada Leka.


Saat Hardi masuk ke dalam rumah bertepatan dengan Leka yang baru saja turun dari lantai dua dimana kamarnya berada.


"Papa,tumben banget sudah pulang? sudah selesai urusan papa sama om Wira?" tanya Leka dengan menghampiri sang papa dan mencium tangan papanya dengan takzim.


"Alhamdulillah sudah, anak-anak sana suami kamu mana?" tanya Hardi yang mencari keberadaan menantu dan juga si kembar.


"Mereka sedang keluar bentar,Aura minta ketaman jadi Nico antar lah." jawab Leka mendudukkan dirinya di sofa ruang keluarga.


"Kenapa kamu nggak ikut?" tanya Hardi yang juga ikut duduk di dekat putrinya.


"Leka punya niat buat makan malam buat kita.Makanya Leka nggak ikut.Papa mau kopi atau teh?" tawar Leka.


"Kopi boleh nak,tapi..papa bebersih dulu deh,baru nanti papa ke taman samping." ujar Hardi.


"Oke pah," jawab Leka tersenyum manis pada papanya.


Hardi yang sudah lama tidak melihat senyuman putrinya itu pun merasa senang saat ini melihat senyuman itu kembali.Hardi beranjak dari tempat duduknya dan


melangkah menuju kamarnya untuk membersihkan diri.


Sepeninggal papanya Leka pun beranjak dari tempat duduknya dan melangkah menuju dapur.


Setelah tiga puluh menit Hardi muncul melewati dapur guna ke samping rumah mereka.


"Papa ke gazebo dulu deh pah,nanti aku antar ke sana." ujar Leka saat melihat sosok papanya yang melintas di dekatnya.


Hardi pun mengacungkan jempolnya tanda setuju.Dia ingin sedikit berbincang dengan putrinya.Karena memang moment itu sudah tak pernah lagi dia lakukan semenjak dia menikah dengan Susi.


"Kopinya pah,sama pisang goreng hangatnya." ucap Leka meletakkan nampan yang berisi makanan dan minuman yang dia bawa.


"Wahhh..cocok nih sore-sore gini ngopi sambil makan pisang goreng."seru Hardi melihat makanan yang di bawa sang putri.


"Papa,tadi papa habis ketemu sama tante Susi yah?" tanya Leka.


Hardi menghela nafas dalam dan meletakkan cangkir kopinya ke atas nampan kembali.


"Iya,papa juga sudah bilang sama dia kalau papa sudah mengajukan permohonan cerai ke pengadilan agama."jawab Hardi


Perkataan Hardi tentu saja membuat Leka kaget.Leka heran kenapa papanya cepat sekali mengambil keputusan untuk segera bercerai dengan Susi.


Bersambung