
Nico duduk di sofa ruang tamu dan seperti nya memang ini momment yang paling membuat Nico ketar ketir.
Hardi menatap tajam kearah Nico.Lalu Nico berinisiatif untuk mendekat pada Hardi dan menyapanya.
"Selamat malam Om,saya Nico." ucap Nico dengan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Hardi.
Namun,tak disangka Hardi akan melakukan hal yang tidak pernah mereka duga.
Bugh 💢
"Itu untuk sakit hati ku karena ulahmu merenggut masa depan anak ku !!"
Pukulan keras mendarat di wajah Nico.Tubuh Nico terhuyung dan Hardi dengan cepat meraih kerah kemeja pria yang sudah menyia-nyiakan putrinya.
"Papa !!" teriak Leka terkejut dengan reaksi papanya.
Bugh💢
Lagi-lagi Hardi melayangkan satu pukulan pada wajah Nico sampai sedikit keluar dar*h dari sudut bibirnya.
"Itu untuk anak dan cucu ku yang selama ini menderita karena ulah mu bajin*an !!" teriak Hardi menatap nyalang laki-laki yang tidak bertanggung jawab itu.
Dua pukulan mendarat mulus di wajah Nico namun,tak sedikit pun Nico membalas.Dia berfikir memang pantas dia menerima amukan dari papa dari Leka.
Bagaimana pun sikap Hardi pada Leka dulu karena terpengaruh emosi dan juga terlanjur kecewa pada putrinya itu.
"Papa,cukup pah !!" teriak Leka meringis melihat perlakuan papanya dan menghalangi papanya untuk melakukan lebih dari itu.
"Leka,biar...
"Nic,bukan masalah antara kamu sama papa ,disini ada anak-anak.Aku nggak mau mereka melihat kakeknya bertindak kasar sama Daddy mereka." ungkap Leka memberikan alasan mengapa Leka harus segera menghentikan aksi papanya.
"Kamu belain baj*ngan ini ?!" seloroh Hardi menunjuk ke arah Nico.
"Papa,Leka bukan bela Nico.Papa ,inget ada anak-anak Leka yang tidak mungkin melihat papanya di kasari kakeknya."ucap Leka.
"Obati dia ," ucap Hardi dengan nada dingin.
Leka menghela nafas lega dan langsung menatap wajah papa dan Nico bergantian.
Leka pun langsung mengambil P3K untuk mengobati memar di wajah Nico.
Dengan telaten Leka mengobati lebam di wajah Nico.Sedangkan Hardi menatap sinis ke arah Nico.
"Daddy !!" seru Aura yang tiba-tiba turun dari lantai dua.
"Au_Aura..,sini sayang..!!" ucap Nico dengan sedikit tergagap karena mendapat tatapan tajam dari papa Hardi.
Aura melangkah mendekat Nico di susul oleh Elang di belakangnya.
"Muka Daddy kenapa,kok gitu?" tanya Aura yang melihat wajah Nico sedikit lebam.
"Nggak papa, Daddy...
"Pasti daddy punya salah besar sampai mukanya jelek gitu ."serobot Elang dengan memasang wajah datarnya.
Hardi menahan tawanya saat sang cucu mengatakan muka Nico jelek,sedangkan Nico hanya mengerucutkan bibirnya mendengar ejekan putranya.
"Daddy kalian memang punya salah sama kakek juga sama bunda kamu jadinya ,mukanya berubah menjadi jelek seperti itu.." timpal Hardi ikut mengejek Nico.
"Papa..!!" seru Leka memeberikan kode pada papanya supaya tidak meneruskan.
"Siapa suruh jadi pecunda*g.Elang,,jangan sekali-kali kamu ikuti sifat Daddy kamu yang nggak gantle,kamu harus jadi laki-laki yang punya tanggung jawab bukan laki-laki yang punya mental krupuk ,Plempem !!"
Ucapan Hardi membuat Leka melotot tak percaya dengan kelakuan papanya dan sementara Nico hanya diam menerima ledekan papa Leka yang dia anggap sebagai luapan kekecewaan terhadap sikap dirinya saat dulu.
"Mental krupuk ,emang ada mental krupuk kek..?" tanya Elang yang penasaran.
"Ada,itu..Daddy kamu.Jangan pernah bersikap tidak baik pada wanita yang harus kamu lakukan adalah menjujung tinggi kehormatan wanita.Lain halnya kalau wanita itu jadi benalu di hidup kamu,bisa kamu basmi .." ucap Hardi menyindir Susi yang sedari tadi menguping di balik tembok pembatas ruang tengah.
"Sayang, daddy nggak apa-apa..kalian bisa kembali ke kamar kalian dulu,Daddy mau ngomong penting sama kakek."ujar Nico pada dua buah hatinya.
"Mau minta maaf sama Kakek ya dad?" tanya Aura dengan polos.
"I_iya ,bolehkan ..Aura sama Elang ke kamar dulu."ujar Nico pada dua bocah Kesayangan nya.
Mereka berdua pun mengangguk mengiyakan permintaan daddy nya.
Tak perlu menunggu di perintahkan lagi kedua bocah itu pun meninggalkan ruang tamu sesuai dengan perintah Daddy nya.
Setelah kedua anak itu pergi,Nico pun mulai menata kata-kata dalam hati untuk di utarakan pada Hardi.
"Om,saya ingin meminta maaf pada om atas apa yang saya perbuat di masa lalu pada putri kesayangan om Leka.
Saya mengaku salah karena semua yang saya lakukan awalnya niatnya memang salah.Saya sangat menyesali perbuatan dan keputusan saya waktu dulu.Saya yang masih SMA mendengar kabar jika Leka hamil karena kejadian dimana kami menjadi korban dari keisengan sahabat-sahabat saya.Saya ingin menebus semua yang terjadi di masa lalu walaupun saya akui tidak akan dapat mengubah apapun di masa lalu.Tapi, saya ingin memulai dengan lembaran baru dengan Leka juga anak-anak."ungkap Nico dengan wajah serius dan juga perasaan yang sungguh tak menentu.Rasanya kali ini salah satu momment yang paling menyita otak dan pikirannya.
"Anak saya sudah menderita selama ini ,apa kamu tahu akan hal itu?saya kecewa dengan anak saya namun,saya lebih kecewa dengan kamu sebagai seorang laki-laki dan sebagai seorang ayah.Jika enam tahun lalu kamu datang kesini mungkin anak saya tidak akan pernah dihina oleh orang dan cucu saya tidak akan pernah di bilang anak har*m ,kamu tahu..itu hal yang paling menyakitkan hati saya.Kalian yang buat salah..kenapa dua anak tak berdosa itu mendapat imbasnya,apa kalian pikir ..mereka tak menderita selama ini,mereka tak pernah mengatakan apapun karena mereka kasihan dengan bundanya.Apa yang akan kalian katakan pada mereka soal kalian?!"
"Om,berikan saya buktikan bahwa saya akan memperlakukan putri om dengan baik dan memberikan kasih sayang pada anak kami sepenuhnya.Saya yakin,om tahu akan kebutuhan mereka bukan sekedar materi yang akan membahagiakan mereka namun,kasih sayang seorang ayah dan ibu nya yang membuat mereka tambah bahagia.Saya tahu selama ini mereka bahagia dengan limpahan kasih sayang orang-orang di sekitar Leka tapi, tidak sepenuhnya mereka bahagia tanpa pengakuan secara hukum. Saya daddynya saya berkewajiban untuk membuat mereka bahagia bersama kedua orang tuanya."
Mendengar ucapan Nico membuat Hardi menatap nyalang ke arah Nico.
"Kamu buktikan bahwa kamu serius dengan ucapan mu,jangan pernah kecewakan putri saya.Tapi, sebelum itu..sebaiknya kalian berpikir dulu,apa yang akan kalian putuskan." ucap Hardi dan langsung meninggalkan tempat itu.
Bersambung