BENIH TARUHAN

BENIH TARUHAN
Resmi Cerai


Hardi melihat respon Leka yang terlihat terkejut.


"Apa kamu nggak setuju dengan apa yang papa lakukan pada Susi?"tanya Hardi.


"Entahlah,Leka tahu jika papa juga pasti sudah mempertimbangkan semuanya dengan baik.Tapi,apa tidak terlalu kejam pah?"


Hardi menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan perlahan.


"Susah sayang,sudah papa coba untuk mengikhlaskan apa yang terjadi di hidup papa.Tapi, mengingat kembali jika tahu dia yang menjadi pangkal kehancuran dan juga karena dia kita kehilangan ibu kamu." ucap Hardi dengan wajah sendu.


Hardi mengingat kembali senyuman manis Jihan dan juga kebaikan yang selalu Jihan lakukan untuk banyak orang.


"Apa Karina sudah tahu pah,lalu apa yang akan papa lakukan pada Karina?" tanya Leka.


Dia penasaran dengan apa yang akan papanya lakukan pada anak dari istri papa nya itu.


"Nanti juga kamu tahu nak,sekarang cepat selesaikan sarapan kalian nanti telat lagi." ujar Hardi dengan mengalihkan pembicaraan.


Sedangkan Karina yang baru saja bangun dari tidurnya pun langsung melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Dua puluh menit diapun selesai dan memoles wajahnya dengaj make up andalannya.Setelah dirasa cukup, diapun melangkah keluar dari kamarnya dan turun ke lantai bawah.


"Bibi,masak apa?" tanya Karina pada Yuni yang sedang ada di dapur.


"Eh non,maaf saya belum masak makan siang.Karena tadi bapak bilang tidak usah masak hari ini soalnya pada makan di luar." ucap Yuni dengan santai.


"Terus nggak ada makanan dong.." ucap Karina dengan wajah malasnya.


"Cuma ada nasi goreng tadi non,tapi..masih enak kok.Itupun kalau non Karina mau." ujar Yuni menawarkan nasi goreng tadi pagi pada Karina.


"Nggak apa-apa deh,masih banyak nggak bi? kalau masih banyak bibi taruh di tempat bekal yah." perintah Karina.


"Mau non bawa ke kampus non,nasgornya?" tanya Yuni yang heran karena seumur -umur dirinya mengenal Karina baru kali ini dia mau membawa bekal ke kampus.


"Aku mau jenguk mama di kantor polisi.Mudah-mudahan bisa pulang." ujar Karina.


Yuni tidak merespon apapun yang Karina ucapkan.Dia segera menyiapkan makanan yang akan di bawa Karina ke kantor polisi.Walaupun hari sudah menunjukkan pukul sebelas siang sah-sah saja jika bawa nasi goreng ke kantor polisi.


Setelah semuanya siap,Karina membawa kotak makan yang sudah di siapkan Yuni menuju ke kantor polisi.


Tiga puluh menit Karina sampai di kantor polisi.Setelah melakukan konfirmasi pada petugas akhirnya saat ini Karina sedang duduk di bangku ruang tunggu penjara.


Saat ini sebenarnya dirinya tak baik-baik saja.Namun,tidak ada yang bisa dia lakukan untuk membebaskan mamanya dari kantor polisi.


Tak butuh waktu lama,sosok Susi dengan baju tahanan muncul dan pandangannya tertuju pada siapa yang menjenguk dirinya.


"Ka-Karina..nak.."ucap Susi langsung berlari kecil dan memeluk putrinya.


"Hiks..hiks kamu datang sayang,mama khawatir sama kamu.Apa kamu baik-baik saja? Leka sama papanya nggak berbuat aneh-aneh kan sama kamu?" tanya Susi memberondong dengan banyak pertanyaan pada sang putri.


"Mah..mamah,mamah tenang.Kita duduk dulu." ucap Karina membimbing mamanya untuk duduk di bangku dan Karina duduk di seberangnya.


"Mama oke?" tanya Karina lagi setelah mereka sama-sama duduk berhadapan.


"A-apa,mama cerai dengan papa Hardi? kenapa mah,kenapa papa Hardi bisa berbuat seperti itu?"


"Entahlah,mama juga nggak tahu." ucap Susi bohong.


"Pasti ini karena anak itu.Leka,selalu saja buat aku kesal mah.Apalagi saat ini dia dan anaknya ada di rumah dan yang buat aku marah,kenapa dia harus menikah diam-diam dengan pujaan hati aku si Nico.Kesel tahu..!" terang Susi merasa terkejut mendengar kabar Leka yang sudah menikah dengan Nico.


"Mama juga sebenarnya nggak mau cerai dari papa Hardi.Dia pria bertanggung jawab.Nggak kayak papa kamu,hanya bisanya nyusahin dan makin gil*."ujar Susi dengan wajah yang terlihat kesal dengan mantan suaminya itu.


"Mama,jangan ngomong gitu.Dia papa kandung aku.Dia melakukan semuanya itu demi aku dan mama.Kenapa mama selalu salahin papa,mama juga salah.Mama bukannya setia menemani papa yang terpuruk,malah minta cerai dan menjerat papa Hardi untuk di jadikan suami.Mama egois !!"


Bukan pembelaan yang di dapat Susi dari putrinya,ternyata malah Karina kesal dengan kelakuam Susi.


Tanpa harus berlama-lama berurusan dengan mamanya Karina pun memilih untuk pergi dari kantor polisi.


Susi yang memanggil Karina untuk berbicara lagi pada putrinya ,malah Karina tidak menghiraukannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dua minggu berlalu begitu cepat.Proses perceraian Hardi dan Susi berjalan dengan lancar.Seminggu kemuadian pun akhirnya Hardi mengantongi bukti perceraiannya dengan Susi.


Karina pun tak bisa bicara apa-apa.Karena memang mamanya salah.Dia dengan wajah penuh rasa bersalah Karina pun meminta maaf pada Hardi dan juga Leka.Semua yang dia lakukan pun karena suruhan Susi.


Hardi memberikan sejumlah uang nafkah dan uang idah yang dia serahkan pada Karina sebagai anak dari Susi dan pemberikan rumah sederhana milik Hardi selama menikah dengan Susi.


Karina bersyukur dengan apa yang di berikan Hardi pada ibunya.Bagaimanapun ibunya sangat jelas bersalah namun,Hardi masih mau memberikan sedikit hartanya untuk ibunya yang dia serahkan pada Karina.


Kini Hardi sudah berada di ruang tunggu untuk menunggu Susi yang keluar dari sel tahanan.


"Mas Hardi, akhirnya kamu datang kesini." ucap Susi saat melihat orang yang mengunjungi dirinya adalah Hardi.


Hardi menghela nafas panjang saat melihat sosok mantan istrinya yang jauh dari kata modis dan juga penampilan yang biasa dia perlihatkan di depan umum sebagai sosialita.


"Aku nggak akan lama,aku kesini cuma mau kasih ini ke kamu."ujar Hardi dengan menyerahkan amplop coklat pada Susi.


"Apa ini mas,"ucap Susi meraih amplop tersebut dan membukanya.


Deg


Susi terpaku melihat apa yang dia pegang.


" l- ini..mas,nggak mungkin.Mas,ini bohong kan..a_aku nggak mau mas.Jangan lakukan ini mas hiks hiks hiks.."


Susi terus memohon untuk mendapatkan ampunan dari Hardi dan tak mau bercerai dari laki-laki yang sudah dia kecewakan.


"Maaf Susi,Susi Haryanti bin Abdul Aziz saya ceraikan engkau dengan talak satu."


Susi mematung mendengar kata talak yang sudah di ucapkan dari mulut Hardi.


Bersambung