
Hari dimana Leka dan juga Nico pergi ke Maldives untuk honeymoon pun tiba.
Hardi memang sengaja untuk tidak memberitahu tentang Susi dan Karina.Sepulang bulan madu mingkin Hardi akan memberitahukan Leka tentang semuanya.Saat ini biarlah dia dan orang-orang yang sudah dia percaya mengumpulkan data kejahatan Susi lebih banyak lagi.
Perjalanan yang panjang di tempuh oleh pengantin baru itu.Penerbangan dari Indonesia yang berawal dari Bandara Soekarno Hatta Internasional Airport menuju Maldives mendarat dengan selamat di Bandara Velena Internasional Airport sekitar delapan belas jam.Sungguh perjalanan yang melelahkan bukan?
Namun,sampai destinasi yang mereka kunjungi tentu terbayarkan dengan pemanangan yang begitu mengesankan.
Mereka berjalan menuju tempat dimana mereka akan tinggal untuk tiga hari kedepan.
Rasanya Leka awalnya berat untuk berpisah dengan kedua anak kembarnya.Namun,dengan Marina meyakinkan jika anak-anak nya akan baik-baik saja dan juga melihat suaminya begitu menginginkan berlibur dengan segala kesibukannya selama ini.
Menurut Marina baru saat ini Nico bersemangat untuk berlibur.Padahal setiap tahun,mama dan papanya mengajaknya berlibur namun,Nico memilih untuk tetap bekerja.
Teman-teman nya pun tak jarang mengajak Nico untuk sekedar healing sejenak dengan rutinitas sehari-hari berhadapan dengan dokumen-dokumen yang menumpuk di meja kantornya.Namun,selalu di tolak mentah-mentah oleh Nico.
Baru kali ini juga Nico meminta pada orang-orang nya untuk tidak mengganggu privasinya.
"Kenapa sayang,nggak suka sama pemandangan nya atau kamu teringat anak-anak?" tanya Nico yang sedari tadi menggenggam erat tangan Leka.
"Ah ng_nggak mas,cuma aku sedikit kangen sama anak-anak.Maaf ya..soalnya aku belum pernah terpisah dengan si kembar." ucap Leka dengan wajah yang terlihat merasa bersalah.
"Nggak papa sayang,mas pastinya mengerti banget sama apa yang kamu rasakan.Sabar yaa..cuma tiga hari,nanti kita akan hubungi mereka.Kita istirahat dulu yaa?'
" Iya mas,ini kamar kita dimana?" tanya Leka saat mereka melangkah lumayan jauh menyusuri perairan menuju kamar hotel mereka.
"Sebentar lagi sampai kok." jawab Nico dengan beralih merangkul pinggang Leka.
...----------------...
"Silahkan tuan,nyonya.Ini kamar kalian.Semoga kalian puas dengan pelayanan dari pihak kami." ucap tour guide yang tadi mengantarkan mereka ke kamar di resort yang ada di atas perairan yang begitu jernih dan juga mengagumkan.
"Terimakasih." ucao Nico pada tour guide tersebut.
"Sama -sama.Selamat beristirahat,kami siap melayani anda selama kalian disini.Saya permisi."pamit sang tour guide.
Setelah tour guide itu pergi ,kedua pengantin baru itupun melangkah masuk kedalam kamar hotel mereka.
Kesan pertama yang Leka rasakan saat masuk ke dalam kamar resort adalah suasana yang nyaman dan pemandangan memanjakan matanya dengan pemandangan perairan tenang.
Leka melangkah menuju dimana kopernya berada .Dia mulai merapihkan dan memasukkan di dalam walk in closet.Supaya rapih dan juga mudah nantinya.
Nico yang melihat Leka sedang sibuk menata pakaian mereka akhirnya Nico memilih untuk melanjutkan langkahnya ke arah jendela kamarnya.
Dengan perlahan tangan Nico membuka jendela kamar itu dan terasa hembusan angin yang menyejukkan dengan pemandangan yang begitu indah dan menawan.Nico duduk di sofa yang ada di dekat jendela.Tak lama Leka keluar dari walk in closet dan tak lama suara bel pintu berbunyi.
Leka segera membukanya ternyata seorang pelayan yang mengantar makanan pembuka untuk pengunjung resort.
"Mas,makanan untuk kita sudah sampai.Kamu dari tadi belum makan kan,di pesawat juga kamu aku lihat cuma minum jus sama makan roti saja." ucap Leka dengan sedikit kencang serta menata makanan yang baru saja di antar oleh pelayan.
Mendengar suara Leka akhirnya Nico melangkah mendekati istrinya dan doa pun memeluk tubuh istrinya dari belakang.
"Mas.."ucap Leka lirih.
Nico meletakkan kepalanya di ceruk leher Leka dan membisikkan sesuatu membuat Leka merinding disko.
"Sebenarnya aku ingin memakan kamu dulu sayang." bisik Nico membuat bulu kuduk Leka meremang.
Leka dengan perlahan membalikkan tubuhnya menghadap sang suami dan kedua tangannya dia kalungkan di leher Nico.
"Kamu mau makan apa tadi,aku kurang dengar?' tanya Leka dengan tatapan mata yang terlihat menggoda.
"Aku ingin kamu sayang !" jawab Nico dan tanpa basi lagi Nico langsung saja membungkam bibir Leka dengan bibi*nya.
Walaupun Leka sedikit tersentak dengan serangan Nico namun,dengan cepat Leka menyambutnya dengan ulasan senyum di sela kegiatan saling membelit itu.
Leka memang harus terbiasa dengan tindakan Nico yang memang terbilang cukup membuat degub jantungnya serasa roller coaster.
Pagut*n demi pag*tan bı*Ir kedua insan yang sedang sibuk saling ******* itu semakin lama semakin panas.Keduanya sudah saling menginginkan lebih .
Nico sudah mulai menurunkan bibirnya yang sibuk menyusuri leher jenjang Leka.Meninggalkan jejak kepemilikan disana.
Penjelajahannya berlanjut ke dua buah melon yang begitu segar di pandang mata.Nico dengan semangat menikmati melon manis yang tak ada yang bisa menandingi milik Leka sang pujaan hatinya.
Cukup lama Nico menikmati melon yang begitu menggoda imannya.Sayang untuk di lewatkan dan juga sudah saatnya dia mengambil alih kepemilikan melon itu dari si bayi panda.
Mommiy panda hanya milik daddy panda.
"Ssstt..mas ," des*han Leka mulai terdengar intens di telinga Nico.
Membuat sore itu semakin terasa syahdu.Des**an Leka keluar begitu indah terasa di telinga Nico.Rasa nik*at yang dirasakan Leka membuat racauan nya makin sering terdengar.
Tangan Leka pun tak tinggal diam ,tangannya sudah ada di atas rambug Nico.Dia mencengkram rambut Nico saat dia menginginkan lebih.Bahkan Leka pun menekan kepala Nico supaya lebih dalam lagi untuk membuat semakin banyak kenikmat*n yang daerah tertentu itu.
Nico tak melepaskan kesempatan yang ada saat ini.Pelan tapi pasti,Nico menyerang titik-titik sensitif milik isterinya.
Private resort membawa keuntungan buat para pasangan pengantin baru untuk mengekspor rasa cinta mereka di bagai tempat di dalam resort itu tapa takut ada yang melihat atau mengganggu.
Susana tenang ,semilir angin perairan membuat suasana yang semakin panas tetap merasa sejuk karena hembusan angin yang masuk dari jendela kamar.
Nico mengekspor tempat di kamar itu dan bebas menentukan gaya mereka .
Des*h*n dan erang*n kenik*atan dari Leka membuat adrenalin Nico tertantang dan juga semakin membuat dirinya bersemangat untuk kegiatan yang membuat lelah namun di balut rasa bahagia.
"Aaaagghhhh ."
Ledakan cinta keduanya sama-sama meniti puncak dan saling memberikan bahagia di kedua manusia yang saat ini dua-duanya sama-sama terkapar di atas tempat tidur dengan jendela terbuka menampilkan sunset yang terlihat indah.
Bersambung