
Hari yang di harapkan Nico dengan bermanja dan bercin*a dengan sang istri yang masih dalam fase pengantin baru kini terhempas begitu saja dengan kenyataan jika sang papa membuat kejutan untuk Nico. Papa Gilang sengaja mengajak cucu dan istrinya datang ke Maldives untuk membuat cucu nya bahagia sekaligus untuk mengerjai putranya. Dengan kedatangan kedua bayik pandanya honeymoon Nico dan Leka terganggu oleh dua bocil itu.
"Sayang ayolah,jangan marah sama aku dong,aku nggak bisa kalau kamu marah sama aku gini.Rasanya nggak enak kalau kamu masih monyok aja begitu Oke,aku minta maaf kalau sempat melarang kamu untuk membawa anak-anak tidur disini.." bujuk Nico pada Leka yang sedari tadi kesal dengan tingkah laku suaminya itu.
Ada saja cara Nico untuk membuat dua anaknya kesal dan menangis.
Leka yang sudah biasa tanpa kedua anaknya pun marah karena Nico selalu menjauhkan kedua anaknya padanya.
Saat makan malam misalnya.Kedua anaknya yang terbiasa dilayani oleh Leka mendadak Nico melarang Leka untuk terlalu fokus dengan dua bayik pandanya itu.
"Kamu tahu nggak mas,baru kali ini aku ngerasa kalau aku sudah mengabaikan mereka.Mereka belum terbiasa tanpa aku mas,ngerti kan apa maksud aku ?"
"Mas tahu kok, sebelum mas hadir di kehidupan kamu lagi cuma kamu yang mereka punya.Mas memang nggak boleh egois walaupun cuma sekali kali untuk berdua sama kamu.Mas kira waktu tiga hari ini cukup untuk kamu hanya milik mas,tapi..memang nggak bisa." ucap Nico yang terdengar lantang dan mulai terpancing emosi.
Brakkk 💢
"Astaghfirullahal'adzim" ucap Leka
Berkali kali dia ber Istighfar yang melihat tingkah suaminya yang mendengar marah padanya. Leka menatap nanar kepergian suaminya dalam keadaan marah padanya.
Nico melangkah keluar dari resort yang dia tempati.Dia melangkah santai menuju tempat di mana anak-anaknya berada.
Tepat di depan sebuah resort yang tak jauh dari resort yang dia tempati dia menghela nafas panjang dan mengutuk resort tersebut.
Tok tok tok
Nico mengetuk pintu resort dimana anak-anaknya berada bersama kedua orangtuanya.
Ceklek
Pintu resort dimana sang papa membuka pintu resort tersebut.
"Nico,ada apa Nic?"tanya papa Gilang dengan mengucek matanya yang masih dalam keadaan ngantuk.
"Aku mau ngambil anak-anak pah." ucap Nico dengan ketus.
Mendengar penuturan Nico sontak membuat papa Gilang melebarkan matanya.
"Hahaha..kayaknya bininya ngambek nih, niat hati pengen ninaninu sampe puas ternyata bikin bini ngambek.." ucap papa Gilang dengan bergelak tertawa melihat tampang putranya yang terlihat kesal.
"Semua gara-gara papa !" pekik Nico kesal.
Nico menerobos masuk dalam resort dan langsung melangkah masuk ke kamar tempat kedua anaknya tidur.
"Loh ..Nico,kamu ngapain disini?"tanya mama Marina melihat putranya berada di resort tempat dia menginap.
" Mau ambil si kembar mah." jawab Nico dan masuk ke dalam kamar dimana dua bocah terlelap tidur.
Nico langsung menggendong Elang dengan pelan dia angkat dari atas tempat tidur.
Sedangkan papa Gilang diminta untuk menggendong Aura.
"Gimana kalau mama sama papa saja yang pindah kamar,takutnya mereka kebangun nak.." tawar mama Marina pada Nico.
"Jadi alasan kamu ambil si kembar karena Leka marah sama kamu gitu?" tanya mama Marina
"Hemmm.."jawab Nico singkat.
Mama Marina mendengar jawaban putranya hanya bisa geleng-geleng kepala.
Pasti ada yang tak kena dengan ucapan atau tingkah Nico yang membuat Leka tak sedap hati.
Beberapa kali Nico memanggil Leka dan akhirnya Leka muncul juga.Niat hati ingin menanyakan kenapa si kembar di bawa ke resort mereka namun,saat melihat raut wajah Nico yang tak sedap di pandang pun akhirnya Leka tak berani menanyakan apapun atau sekedar komentar sedikitpun atas apa yang di lakukan suaminya itu.
Setelah membaringkan tubuh kedua bocah kembar itu ,papa Gilang langsung pamit untuk kembali ke resort yang dia tinggali.
Serasa honeymoon kali ini bukan buat Nico dan Leka namun papa Gilang dan mama Marina yang malah asyik- asyikan di kamar berduaan.
...----------------...
Sepeninggal papa Gilang,suasana kamar Leka dan Nico terasa hening dan sepi.Nico mengambil baju ganti dari walk in closet dan melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Leka hanya bisa diam dan cuma bisa memadang punggung suaminya yang menghilang di balik pintu kamar mandi.
Tak lama kemudian Nico keluar dari kamar mandi dengan penampilan yang lebih segar.
"Mas,besok sudah punya rencana kemana?" tanya Leka saat melihat Nico yang berjalan kearah pintu kamar dengan ponsel di tangannya.
"Entahlah,kita lihat saja besok." jawab Nico singkat dan lantas membuka pintu kamar mereka.
"Terus mas mau kemana lagi,sudah malam mas,angin di luar juga dingin banget.Kalau kamu kayak gitu nanti masuk angin."ujar Leka mencoba berbicara dengan suaminya.
"Nggak perlu khawatir,aku di depan kok." ucap Nico dan benar-benar keluar dari kamar itu.
Leka turun dari tempat tidur dan melangkah menyusul suaminya.
Keluar kamar dia mencari Nico.Terlihat Nico yang sedang merebahkan tubuhnya di sofa ruang depan.
"Mas,kenapa tiduran disini? kenapa nggak di kamar?"tanya Leka yang berdiri di samping sofa yang di tiduri Nico.
"Di kamar sempit,nanti aku tidur di kamar lain kok."jawab Nico dengan ketus.
" Mas marah sama aku?'tanya Leka dengan suara yang sudah terdengar bergetar dan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Nggak.." jawab Nico datar.
"Aku nggak marah sama kamu kok,kalau aku marah pasti kamu nggak akan denger suara aku yang pelan begini.Aku nggak teriak-teriak kan,bentak kamu juga nggak,pukul kamu juga nggak kok,bener kan?" tutur Nico dengan menatap sekilas kearah istrinya dan melihat Leka yang menggelengkan kepalanya.
"Lalu kenapa mas harus keluar kamar dan niat buat tidur di kamar lain?" tanya Leka dengan cepat dia menghapus air matanya yang hampir jatuh menetes.
"Nggak papa,cuma ingin kamu tidak beranggapan jika aku egois.Kamu kan memang terbiasa tidur dengan si kembar.Bahkan tidur dengan suami kamu sendiri saja kayaknya keberatan banget,mas nggak boleh egois.Mulai sekarang mas harus belajar lebih ngertiin kamu juga anak-anak.Bukan kalian yang harus mengerti mas." ucap Nico sontak langsung berdiri dan melangkah menuju kamar lainnya.
Melihat suaminya pergi meninggalkan dirinya dan masuk kekamar lainnya, membuat Leka terduduk di sofa dan lurih sudah akhirnya airmatanya yang sejak tadi dia tahan.Leka pun membekap mulutnya dengan kedua tangannya supaya tangisnya tak sampai terdengar.
Bersambung