
Teriak-teriakan Susi meresahkan para penghuni lapas yang satusel dengan dia.
Karena itulah dengan banyaknya orang yang mengeluhkan kondisi Susi alhasil membuat kepala lapas dan juga kepolisian turut memerksakan kondisi kejiwaan Susi.
"Saya nggak gil*,saya masih waras.Kalian kenapa bawa dokter ini untuk periksa saya.Kalian mau membuat saya benar-benar gil*, hahh?!!" bentak Susi pada beberapa petugas lapas dan ada satu orang dokter spesialis kejiwaan dan juga psikolog.
"Kami nggak bilang kamu gil*,kami ingin anda berbagi pada kami.Semoga saja kami bisa bantu kamu untuk meringankan beban pikiran kamj saat ini." ucap sang dokter dengan nada bicara yang terdengar lembut.
"Aku nggak gil*,aku cuma ingin mas Hardi.Aku ingin mas Hardi kesini,aku nggak mau di hantui Jihan lagi..hiks hiks hiks.."ucap Susi dengan tangisan.
Memanglah Susi sudah lebih dari seminggu ini tidurnya tak dapat nyenyak.Ada saja mimpi bertemu dengan Jihan.Mata Susi terlihat sangat sayu dan juga ada lingkaran hitam di bawah matanya.
Makan pun dia tak tertelan karena tak biasa makan dengan makanan menu penjara yang terlihat tak buat dia selera makan.
"Baiklah,apa yang terjadi pada Jihan sampai kamu ketakutan walupun itu hanya mimpi?" tanya psikolog yang mulai melakukan terapi untuk Susi
"Dia....
"Dia kenapa,apa kamu pernah menyakiti dia ?"
"Pernah menyakiti?"gumam Susi
"Iya,apa pernah kamu melakukan sesuatu sampai kamu menyakiti dia?" tanya psikolog itu lagi.
"Aku sudah baut dia meninggal." jawab Susi dengan lirih.
"Astaghfirullahal'adzim,kenapa kemu melakukan itu ? apa dia pernah menyakiti kamu sebelumnya?" tanya lagi.
Susi menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Aku yang sudah iri dan serakah.Dia tidak pernah melakukan kejahatan apapun padaku,tapi..aku menyakitinya..hiks hiks.."
racau Susi dengan menggenggam tangan nya sendiri dengan sedikit meremas tangannya sendiri.
"Apa yang kamu lakukan pada Jihan?" tanya psikolog itu lagi.
Dengan sangat lancar Susi mengatakan semuanya membuat orang yang ada di sana terkejut dengan pengakuan Susi.Sadis ,wanita yang terlihat lemah ternyata seorang pemb*nuh berdarah dingin.
Semua pengakuan Susi sudah di rekam oleh mereka dan beberapa kasus yang memang menjerat Susi untuk memenjarakan dirinya lebih lama lagi.
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini sesuai dengan rencana kedua keluarga antara keluarga Pradipta dan Nugraha akan mengadakan acara resepsi pernikahan Nico dan Leka.
Tak lupa dua bayik panda yang terlihat semangat untuk melewati hari bahagia kedua orang tuanya.
"Selamat datang di butik kami.." sambut dua orang pramuniaga sebuah butik ternama.
"Bisa bertemu dengan tante Renata?" tanya Nico pada sang pramuniaga.
"Dengan tuan Nico?" tanya seseorang yang baru saja muncul di belakang Nico dan Leka.
"Iya." jawab Nico dengan singkat tanpa ekspresi.
"Silahkan ikut saya tuan,Bu Renata sudah menunggu." ucap perempuan yang ber name tag Sagita.
"Hmm.." jawab singkat Nico.
Sementara Leka dan dua bocah kembar masih diam tanpa kata dan juga tanpa merespon apapun.
Banyak pasang mata melihat keempat orang yang terlihat bak keluarga bahagia itu.
Tok tok tok
"Masuk.." ucap Renata dari dalam ruangannya.
Ceklek
"Assalamualaikum tante.." ucap Nico yang muncul di ambang pintu.
"Wa'alaikumsalam,Nico masuk..masuk." ucap Renata menyambut kedatangan Nico dengan perasaan bahagia.
"Apa kabar tan?" tanya Nico dengan menjabat tangan Renata dan mencium tangan itu dengan takzim.
"Alhamdulillah tante baik,ini istri kamu? lalu anak -anak gemesin ini siapa?" tanya Renata dengan serentetan pertanyaan.
"Iya tan,ini istri Nico kenalkan Leka istri Nico,sayang ini tante Rena sahabat mama dan dua anak-anak yang gemesin ini mereka akan kami." ungkap Nico.
Mendengar pengakuan Nico sontak membuat Renata terkejut.Memang Marina mama Nico hanya mengatakan jika Nico sudah menikah dan mempunyai anak,namun..tidak mengatakan jika anak-anak Nico sudah besar.
"Masyaallah,nama kalian siapa sayang?" tanya Renata pada dua bocah kembar itu.
"Haiii..Oma,aku Aurora ini Abang Elang." ucap Aura mengenalkan dirinya lebih dahulu dan menyebutkan namanya dan juga sang Abang.
"Owhhh..manisnya kamu sayang, umur kalian berapa?" tanya Rena lagi.
" Kami tahun ini enam tahun oma." ujar Aura mendominasi.
Aura yang tahu dengan kebiasaan Elang yang susah untuk bersosialisasi jadi dia sanagt paham jika tak mungkin Elang mau menjawab pertanyaan orang yang baru dia kenal.
"Maaf ya tan,sifat Elang memang sedikit susah untuk dekat dengan orang baru."ucap Leka yanb tak enak hati melihat ekspresi Elang yang terlihat datar-datar saja.
"Nggak masalah sayang,mungkin sudah turunan sama Daddy nya..hehehe.." ujar Rena yang paham karakter Elang seperti Nico.
"Tante bisa saja.Tan,Nico di suruh kemari sama mama buat fitting baju pengantin yang mama pesan." ucap Nico.
"Ah iya,Tante ada beberapa koleksi kalaupun kalian mau buat design sendiri nggak masalah, Insyaallah Tante akan buatkan untuk kalian.Nggak lupa sama duo yang menggemaskan ini.." ucap Rena dengan menunjuk pada dua kembar yang ada di samping kedua orang tuanya.
"Aura juga di bikinin baju kayak bunda Oma? kayak princess cantik ya Oma,Abang juga kayak prince." ucap Aura dengan wajah yang terlihat sangat gembira.
"Tentu dong sayang,sekarang Aura sama Abang ukur dulu ,baru nanti Oma buat gambarnya biar sama kayak punya bunda oke?"
"Oke,yeeyyy..Aura mau pake baju princess Daddy..!!" seru Aura meloncat loncat senang.
"Iya sayang.." jawab Nico dengan mengelus kepala sang putri.
" Huhhh..Kekanak-kanakan." ejek Elang.
"Biarin..wlee.." jawab Aura mendengar ejekan Elang.
Sementara Elang hanya bisa mendengus kesal melihat kelakuan adik kembarnya itu.
Acara fitting baju pengantin pun selesai.Renata membuat design baru untuk kedua pengantin dan dua bocah kembar itu.
Acara resepsi pernikahan Nico dan Leka akan di lakukan bulan depan.Lumayan singkat untuk persiapan acara megah itu.Namun,dengan sentuhan Marina waktu sebulan sangat cukup untuk membuat pesta pernikahan megah sang putra.
.
.
"Lekaaa...!!" panggil seseorang yang tak lain yaitu Wulan sahabat Leka.
"Heii Lan,sorry gue telat." ucap Leka lalu mendudukkan dirinya di depan Wulan.
"It's Okey,gue juga baru samapai.Lo mau pesan apa,mau makan ?" tanya Wulan menawari sahabatnya untuk pesan makanan.
"Minum aja deh,hot Coklat aja." ucao Leka.
Dengan cepat Wulan pun memesankan apa yanb di pesan sahabatnya itu.
"Gimana-gimana..persiapan acara lo sama Nico lancar kan? kalau perlu bantuan bilang saja." ucap Wulan menawarkan bantuan.
"Tenang saja,dengan setuhan tangan ibu mertua gue pastinya nggak akan gagal Lan,apalagi beliau mahir buat-buat event juga kan." ujar Leka mengakui kemahiran ibu mertuanya itu.
Wulan sangat senang melihat sahabatnya yang dulu merasakan kepahitan akan hidup saat ini sudah menemukan kebahagiaannya.
Bersambung