BENIH TARUHAN

BENIH TARUHAN
Mantap Bercerai


Mendengar penuturan sahabatnya itu pun sontak membuat Wira terkejut.Karena memang dia tahu tentang apa yang di lakukan Susi selama ini.Wira pun sudah di perintahkan oleh Hardi untuk melaporkan kejahatan Susi selama ini tanpa rasa ragu.


"Lo yakin sama keputusan ini?" tanya Wira memastikan.


"Gue kalau ngomong sama Lo itu,bukan perkara main-main Wira.Gue sudah pikir masak-masak."jawab Hardi dengan mantap.


" Lalu gimana nasib Karina nantinya,setelah ini..dia sendiri.Dia punya orangtua kandung yang dua duanya di penjara." ucap Wira.


"ltu resiko yang harus di tanggung oleh anak mereka.Kalau mereka sanggup melakukan kejahatan selama ini sama gue,kenapa mereka nggak mikirin nasib anak mereka seandainya hal kayak gini terjadi."


Wira hanya bisa membuang nafas kasar dan tak tahu lagi harus mengatakan apa dengan Hardi saat ini.


Apalagi status Karina yang tak punya hubungan apapun dengan keluarga Hardi dan di tambah umur Karina yang sudah bukan remaja lagi.ltu pastinya akan sangat sulit. untuk Karina masuk ke dalam kehidupan keluarga Hardi.


"Setidaknya lo kasih dia sedekah lah,karena dia akan hidup sendiri.lbarat kata Lo kasih modal buat dia hidup beberapa bulan.Setelah itu,Lo nggak ada sangkut pautnya sama sekali dengan anak itu." ujar Wira


"Dari awal nikah pun,gue nggak punya kewajiban yang harus memberikan yang pada anak itu,tapi ..karena kebod*Han gue..dia hidup enak beberapa tahun ini.Nyatanua anak gue yang menderita." ucap Hardi geram mengingat bagaimana dia tahu jika selama ini anak kandungnya tak di berikan penghidupan yang seharusnya.


"Oke,gue yakin Lo sudah memikirkan semuanya dengan baik.Lalu soal gugatan perceraian yang akan Lo daftarkan sepertinya lo sudah siapin berkas-berkas yang di perlukan."ucap Wira mengalihkan pembicaraan mereka dan mulai membahas tentang perceraian dan juga tuntutan yang akan Hardi layangkan untuk Susi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Assalamualaikum." ucap keempat tamu yang baru saja sampai di depan pintu kediaman keluarga Nugraha.


" Wa'alaikumsalam,eehh..non Leka,den Nico,si kembar..silahkan masuk." ucap Yuni menyambut kedatangan anak majikannya dengan perasaan senang.


"Bibi,di mana opa ?"tanya Aura yang masuk dalam rumah itu dengan tingkahnya melompat -lompat tak jelas.


"Opa belum pulang sayang,nanti sebentar lagi juga pulang.Non Aura mau bibi buatin jus? den Elang mau juga nggak?" tanya Yuni pada si kembar.


"Aku jus jeruk ya bi." uca Aura.


"Aku jus mangga bi, terimakasih." ucap Elang tak lupa mengucapkan terimakasih.


"Sama-sama den,bibi tinggal dulu buatin pesanan Aden Elang sama non Aura.Non,den saya kedapur dulu.Kalau perlu apa-apa panggil saya non." ucap Yuni


"İya bi,santai saja." jawab Leka.


Tanpa sungkan lagi si kembar pun langsung menyalakan TV dan menonton tontonan kesukaan mereka.


Sementara Leka dan Nico duduk di sofa dengan Nico berbaring dan kepalanya dia letakkan di atas pangkuan sang istri.


"Mah,mamah..ma..


Teriakan Karina yang terdengar lantang membuat keempat orang yang sedang asyik dengan kegiatan mereka langsung mengarahkan pandangan mereka ke sumber suara.


"Kalian ngapain disini?" tanya Karina dengan nada sinis


Pertanyaan itu pun tak ayal di diamkan oleh mereka dan tak ada yang menjawab dan membuat Karina kesal.


"Kalian punya kuping nggak sih,JAWAB !!" bentak Karina.


"Lancang kamu !!" bentak Nico balik yang langsung beranjak dari posisi tidurnya.


"Abang,adek,ikut bibi dulu yaa.." ucap Leka saat bi Yuni membawa nampan dengan dua gelas jus diatasnya.


Mendengar perintah dari sang bunda si kembar pun akhirnya pergi bersama Yuni ke taman belakang dan duduk di gazebo.


"Lo boleh teriak-teriak depan gue.Tapi,jangan coba-coba Lo teriak di dekat anak-anak gue.Mereka nggak terbiasa dengar ucapan yang kasar." ucap Leka.


"Cih,belagak benar Lo.Gue cuma nanya kenapa kalian disini.Bukannya Lo dari kemarin pergi,kenapa Lo nggak sekalian pergi selamanya dari hidup gue sama nyokap gue !!"


"Jaga mulut lo ya,gue masih hargain Lo karena papa.Tapi, jangan harap Lo bisa jadi bagian keluarga Nugraha."ucap Leka dengan santai dan pandangan meremehkan.


"Sial*n Lo !" sentak Karina yang tiba-tiba maju dan mengangkat tangan kanannya siap menampar.


Namun,sebelum tangan itu menyentuh pipi Leka tiba-tiba sebuah suara yang terdengar lantang menghentikan aksi Karina.


"Hentikan !!" sentak seseorang yang tak lain adalah Hardi.


Hardi yang baru pulang dan saat dia masuk ke dalam rumah terdengar kegaduhan.


"Papa, akhirnya papa dateng juga.Aku nggak terima kalau aku di anggap sebagai anak yang tak di terima di keluarga Nugraha.Bagaimanapun,mama ku menikah dengan papa dan otomatis aku ikut keluarga istri mamaku."ungkap Karina tak tahu malu


"Memang kenyataannya memang begitu kan,kamu bukan anak saya." ucap Hardi dengan santai dan melangkah menuju sofa ruang keluarga dan duduk santai disana.


Sementara dua ekspresi wajah tiga orang yang terlihat berbeda.


Karina melotot mendengar ucapan Hardi sedangkan Leka yang awalnya terkejut langsung tertawa dan Nico mendengar ucapan mertuanya yang cukup menusuk hati merasa terkejut namun,sedetik kemudian dia tersenyum tipis menyadari sesuatu.


"Aduh..duh..duhh,niat hati ingin pembelaan.Namun,apa daya hanya figuran..cuaaax.. hahhaha.." ledek Leka dengan tertawa melihat puas dengan jawaban papanya tadi.


Mendengar ledekan Leka kontan membuat Karina geram.Dalam batinnya dia akan membalas dengan apa yang di lakukan Leka barusan.


" Sudahlah,kalian bersih-bersih.Kita kumpul lagi nanti makan malam.Ada yang mau papa bicarakan pada kalian." ucap Hardi dan beranjak dari tempat duduknya dan melangkah ke kamarnya.


Sementara Karina heran dengan keberadaan mamanya yang sedari dia datang tak menampakkan diri di depan mereka.Padahal obrolan mereka bukan dengan nada lirih namun,mereka kencang saat ngomong tapi, nggak ada sosok mamanya yang muncul untuk membelanya.


...----------------...


"Makan dengan tenang,setelah selesai makan kita keruang keluarga dan ada yang akan papa bahas.Karina,kamu mungkin cari mama kamu sedari tadi,nanti kamu akan tahu jawabannya atas pemikiran kamu."ucap Hardi dengan wajah dingin tak sehangat biasanya.


Karina yang merasa ada sesuatu terjadi,dia mulai gelisah dengan apa yang ada dalam otaknya itu.


Setelah selesai dengan acara makan malam mereka akhirnya duduk di ruang keluarga dan sementara si kembar di bawa Yuni ke dalam kamar mereka.


"Papa sekarang akan menjawab kebingungan Karina mengenai mama kamu Karina.." ucap Hardi dengan mode serius.


" Mama kamu ada di penjara." sambung Hardi.


Mendengar penuturan Hardi tentunya Karina terkejut dan merasa tak percaya dengan apa yang dia dengar barusan.İbunya di penjara.


Bersambung