
Orang yang tak lain adalah Manager Keuangan bernama Fandi itu mendengar ucapan Leka langsung bernafas lega karena kemungkinan besar memang atasan barunya itu tidak mendengarkan apapun yang dia bahas di telpon dengan seseorang yang tak lain adalah Susi.
Fandi pun meninggalkan pantry untuk ke ruangannya.
Sementara Leka memastikan Fandi sudah tak ada di sekitar lokasi mereka berada akhirnya Leka menarik tangan OG bernama Sri ke dalam pantry.
"Mba Sri ,maaf mungkin mba bingung kenapa saya bohong soal tadi.Saya yakin mba Sri orang yang jujur.Maka dari itu saya mohon jangan pernah mengatakan apapun tentang apa yang terjadi tadi.Saya disini untuk melihat kinerja orang-orang yang ada di sekitar papa saya.Siapa yang jujur dan siapa yang menjadi pengkhianat.Saya yakin mba Sri salah satu orang yang jujur."ucap Leka panjang lebar.
"Eh..iya bu, maaf..kalau mungkin tadi saya lancang sudah mengagetkan Bu Leka.Sekali lagi maafkan saya." ucap Sri meminta maaf akan kelancanganya yang membuat Leka sempat terkejut.
"Nggak papa mba,saya cuma ingin bantuan mba Sri,apa mba mau membantu saya dan papa saya?" tanya Leka dengan penuh harap.
"Apa yang harus saya lakukan bu,saya siap kalau buat bantu pak Hardi dan bu Leka.Karena bagi saya pak Hardi itu orang yang baik dan tidak semena-mena seperti atasan lainnya." ungkap Sri dengan wajah sendu.
"Maksudnya mba Sri gimana, semena-mena,siapa yang semena-mena di kantor saya mba?"tanya Leka dengan perasaan yang terkejut tentunya.
Ternyata di dalam perusahaannya ada sebagian pengkhianat dan juga mungkin orang-orang yang memanfaatkan jabatannya.
"Ah..ng_nggak bu,maaf saya salah ngomong." ucap Sri mulai merasa takut.
"Katakan pada saya juga papa saya.Apa yang mba Sri ketahui selama ini.Tenang saja, Insyaallah kami akan melindungi keselamatan keluarga mba Sri." ucap Leka meyakinkan.
"Tapi,kalau saya katakan disini..saya rasa tidak tepat bu.Saya takut ada yang dengar." bisik Sri membuat Leka pun mengangguk.
"Mba Sri,tolong pesankan nasi padang 10bungkus lima pake rendang dan limanya pake ayam pop.Nanti mba Sri bawa keruangan Pak Hardi sekalian sendok dan piringnya Sisakan tiga bungkus buat mba Sri bawa pulang.Sekalian nanti bawa es teh tujuh gelas keruangan pak Hardi.Ini uangnya."ucap Leka mengambil lima lembar seratus ribuan dari saku blazer nya.
"Ba_baik bu,saya permisi." ucap Sri dan berlalu dari hadapan Leka.
Leka menghirup udara banyak-banyaknya dengan menyalurkan kedalam paru-parunya.Rasanya baru sehari pun belum ada sehari dia bekerja namun,banyak fakta yang tak terduga.
Leka meninggalkan pantry dan menuju ruangan sang papa.Terlihat pesan dari Nico kalau dirinya dan anak-anaknya sudah ada di lobby kantor papa Hardi.
****************
"Bundaa !!" teriak dua anak kembar yang baru masuk dalam lobby kantor Hardi.
Leka yang sedang berjalan ke arah mereka pun langsung merentangkan kedua tangannya menyambut kedua anaknya.
"Emmmm..kesayangan bunda nih,"ucap Leka dengan memeluk kedua buah hatinya.
Cup
Cup
Leka mendaratkan kecupan di dua pipi anak kembarnya.
"Bunda, jangan cium - cium abang Abang dong,abang kan sudah besar !" protes Elang dengan menghapus jejak kecupan sang bunda.
"Kok gitu sih bang, walaupun Abang sudah besar,bunda maunya Abang kecil saja.Nanti yang ada Abang tinggalin bunda sendiri." ucap Leka dengan mengerucutkan bibirnya.
"Kalau Abang nggak mau di cium bunda lagi,biar bunda cium daddy saja Bun.." ucap Nico menghampiri ketiga orang yang dia sayangi.
"Itu sih maunya Daddy." ucap sikembar.
Hahahaha...
"Sudah-sudah ayo ke ruangan kakek,kita makan siang.Bunda sudah pesan nasi Padang buat kalian." ucap Leka menggandeng tangan kedua anaknya.
"Yeeehhh..nasi padang !!" seru kedua anak kembar itu.
Sementara Nico hanya mengernyitkan dahinya.Nasi Padang ,bagi Nico memang jarang sekali beli makanan yang ada di emperan atau makanan kelas menengah kebawah.
"Berusahalah untuk menjadi sederhana seperti anak-anak mu,oke bapak Nico..?!" bisik Leka dengan tersenyum miring.
Leka memang sengaja memilih untuk membeli nasi Padang untuk makan siang dia dan anak-anak.Dia pun memastikan jika papanya juga suka.
Ceklek
"Kakek !!" seru kedua bocah kembar itu saat menerobos masuk ke dalam ruangan Hardi.
"Heiii... cucu-cucu kakek sudah datang ,sini kakek mau peluk kalian dulu!"ucap Hardi dengan beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri kedua cucunya.
Mereka bertiga pun berpelukan.
"Siang pah .." sapa Nico pada Hardi.
dan menyalami tangan Hardi dan mencium tangannya dengan takzim.
"Siang,kamu yang jemput si kembar?" tanya Hardi pada Nico dengan nada datar.
"Iya pah,aku juga sudah janjian sama Leka kok." ujar Nico melirik kearah Leka yang sudah duduk di sofa bersama kedua anaknya.
"Iya pah,aku mau makan siang nasi padang sama si kembar juga sama papa disini.Nico pun setuju,makanya dia kesini sekalian jemput si kembar.
"Owwhhh baguslah,jangan lupa makanan Nusantara.Jangan kebanyakan makanan western."sindir Hardi pada Nico.
"I_iya pah ." jawab Nico dengan terbata.
Melihat tingkah Nico barusan membuat Leka tersenyum miring.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu ruangan Hardi lalu tak lama pintu itu pun terbuka.Tampak Bagas yang membantu Sri membawa nampan beberapa gelas es teh dan disusul Sri di belakang Bagas.
"Silahkan pak,bu..tuan." ucap Sri menghidangkan makanan untuk makan siang mereka.
"Mba Sri juga ikut makan disini.Om Bagas juga.Kita akan membahas sesuatu yang terjadi di kantor ini." ucap Leka dengan menata makanan itu untuk dua buah hatinya dengan cekatan.
"Ada apa Ka,apa ada yang nggak beres?" tanya Hardi yang terlihat sangat penasaran.
"Benar,ada yang nggak beres.Untuk mba Sri..Leka sengaja ingin mba Sri disini sebagai orang yang tentunya sudah tahu apa masalah yang ada di kantor ini yang belum di ketahui papa saya dan bahkan mungkin om Bagas ."ungkap Leka .
"Masalah apa Sri,apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Bagas.
"Bicaralah dengan jujur,saya nggak akan marah dan saya pastikan Keluarga kamu aman." ucap Hardi meyakinkan Sri.
"Baiklah pak,saya akan cerita soal yang saya tahu.Entah apa maksud dari perkataan orang-orang yang saya lihat berbuat tidak baik di kantor ini." ucap Sri
"Berbuat tidak baik, maksudnya?" tanya Hardi mulai merasa penasarannya semakin besar.
"Aku menemukan beberapa kejanggalan dalam pembukaan.Mungkin kalau tidak terlalu teliti semua itu tidak akan pernah yang tahu dan aku pun sudah mendapatkan kroscek dengan pihak bersangkutan." jelas Leka pada papanya.
"Benar kah itu nak,kamu bisa menemukan kecurangan soal apa?" tanya Hardi.
"Pembelian bahan baku pah, semua sudah terhubung dan hasilnya sangat mencengangkan.Mereka memanfaatkan nota kosong disini." ungkap Leka.
Hardi mendengar perkataan sang putri tentu saja dia terkejut.Karyawanya ada yang korupsi dan sudah berjalan lama namun,dia tak menyadari hal itu.
Bersambung