
Dengan Segala drama yang sudah terjadi selama acara pernikahan yang terbilang cukup tertutup itu,kini sudah tidak setegang suasana saat Katrina datang.Semua sudah clear,Katrina pun akhirnya memilih untuk tidak membuat kekacauan di hidup Nico.
Katrina teringat saat dirinya di tarik paksa oleh Nico setelah tahu jika perjodohan dirinya dan Nico tidak akan pernah terjadi.
"Jangan pernah berfikir untuk melakukan hal bod*h Rin,gue sayang sama Lo sebagai adek gue sendiri.Nggak akan berubah sampai kapanpun.Kalau kamu masih nekad,Lo tahu gue nggak pernah main-main dengan ucapan yang gue keluarkan."
Ucapan yang jelas sebuah peringatan keras untuk dirinya.Bukan sekedar ancaman semata atau gretak sambal saja.Nico akan konsisten jika menyangkut dengan anggota keluarga nya atau orang yang dia sayangi.
"Lo masih mikirin Nico?" tanya seseorang yang berdiri di samping Katrina.
"Lo sengaja buat gue di posisi ini,atau memang Lo ada niat terselubung ?" tanya Katrina tanpa dia pandang orang yang dia ajak bicara.
"Nggak ada niat apapun.Hanya saja, gue nggak mau Lo nyesel kalau nggak lihat moment ini." ucapnya dengan senyum sinis.
"Kenapa Lo ngelakuin hal kayak gini,kalau kak Nico salah paham soal apa yang Lo perbuat,yang ada Lo sama dia bisa selisih paham dan persahabatan kalian bisa bubar." ucap Katrina dengan menggebu gebu.
"Dari enam tahun lalu dia sudah nggak nganggep gue sahabat lagi.Apalagi setelah dia dengan bodohnya jatuh cinta sama Leka." balasnya.
"Kak James, sebenarnya ada dendam apa sih Lo sama Nico.Sampe Lo main belakang kayak gini, aku rasa selama ini dia begitu baik pada para sahabatnya."ungkap Katrina.
James mendengar ucapan Katrina pun tersenyum miring.Dia menghembuskan nafasnya dengan perlahan dan managap Katrina yang berdiri di samping nya.
"Memangnya Lo pengen tahu banget kenapa gue serasa pengkhianat?" tanya James dengan senyuman licik.
"Sakit Lo yah !" sentak Katrina.
"Lo memperalat gue buat kesenangan lo.Kenapa Lo nggak mikir gimana perasaan gue dan kedua orang tua gue. Lo bilang,kak Nico cinta sama gue makanya gue berani deketin.Nyatanya dia selalu menghindar saat gue tanya tentang hal yang menjurus tentang sebuah hubungan.Lalu kemaren Lo bilang kalau Nico di jebak buat nikah sama wanita yang nggak dia cintai.Makanya sekarang gue ada disini,dengan hasil mengancam orang tua gue,lo gil* !"
sarkas Katrina dengan telunjuk yang menunjuk ke arah James.
"Hahaha..tenanglah,gue cuma ingin lihat keseriusan Nico saja,santai." ucap James dengan nada santainya.
prok prok prok
Tepuk tangan yang terdengar dari ambang pintu membuat James dan Katrina terkejut.Apalagi saat mereka melihat ada Leka dan juga Nico serta para sahabatnya yang lain.
"Jadi semua yang terjadi dalam kekacauan hidup gue itu,ELO !!" ucap Nico santai namun saat mengatakan kata 'Elo' di berikan penekanan.
James tersenyum miring mendengar ucapan Nico dan tudingan jari telunjuk Nico yang tepat mengarah padanya.
"Bukan gue,tapi Lo sendiri.Karena sikap dan kesombongan Lo sendiri Nic.Gue muak dengan kesombongan Lo yang selalu ingin dianggap lebih dari kita-kita.Awalnya gue pengen lo malu dengan tantangan yang kita lakukan saat itu.Karena gue tahu Lo sangat gengsi dengan wanita cupu yang di sematkan pada diri Leka di jaman SMA."ucap James dengan seringai liciknya.
"Kau..
"James kenapa Lo tega sama gue.." ucap Leka lirih
"Sorry Le,gue tahu Lo cinta sama Nico dari waktu Nico tolongin Lo saat Lo nggak ada siapapun yang peduli dengan penderitaan Lo.Gue tahu,kehidupan Lo semenjak bokap lo nikah lagi.Hidup dengan ibu tiri dan saudara tiri yang begitu kejam.Gue sudah lama merhatiin Lo malah sejak kita baru masuk SMA tapi,pesona Nico terlalu kuat.Sampai Lo nggak pernah mandang kami apalagi gue.Leka, sorry..mungkin karena gue,kesalahan gue ,Lo jalani hari-hari Lo tanpa sosok yang bertanggung jawab atas kehamilan Lo waktu itu.Sorry..." ucap James memandang sendu sosok wanita yang membuat dia menjadi seorang antagonis dalam hidup Nico dan Leka.
"Kenapa Lo tega jebak gue sama Nico?" tanya Leka dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Jujur,gue ingin Lo nggak putus sama Nico.Karena dengan Lo sama Nico,gue bisa lihat senyuman yang tak pernah terbit di bibir Lo.Tapi,nyatanya pecund*ng itu lagi-lagi bikin gue kecewa.Dia terima tantangan gue lagi,dia putusin Lo di depan kita.Gue tahu Lo hancur,maafin gue..karena gue nggak bisa mencegah bokap Lo yang ngusir Lo,gue kalut..gue merasa bersalah sampe detik ini."ungkap James.
Sedangkan Leka pun sudah menangis di dalam pelukan Wulan sahabatnya.
"Brengs*k emang Lo !!" teriak Nico
Bugh
Bugh..
Nico memberikan dua bogeman pada James namun,dengan cepat sahabatnya yang lain menghentikan tindakan nya.
"Lepasin gue,lepasin..gue hajar dia.Anj**g !!" teriak Nico memberontak saat Nolan dan Bima melerai mereka.
"Sudah-sudah...kita sahabat bro,niat Jemes memanglah baik walaupun caranya salah.." ucap Nolan membuat Nico memandang wajah Nolan garang.
"Tapi,dia masih berniat jahat sama gue juga Leka.Dia sudah memperalat Katrina buat kekacauan di pernikahan gue !" ucap Nico dengan penuh kemarahan.
"Karena gue ingin lihat sejauh mana Lo rubah sifat dan juga rasa cinta yang Lo gaungin ke kita soal Leka.Gue nggak mau Lo menikahi Leka cuma karena Lo mau tanggung jawab sama batik panda Lo itu.Gue ingin pastikan,kalau Lo benar-benar akan melindungi dan menyayangi anak istri Lo bro.." ungkap James dengan santainya.
"Sial*n emang ya Lo !!"
Plak..💢
Satu tamparan keras di layangkan oleh Wulan ke pipi Jemes.
"Lo , bener-bener bikin kita semua naik darah tahu nggak sih,Lo kalau punya ide itu jangan terlalu ekstrim.Lo itu sudah bikin hidup Leka menderita bertahun-tahun.
Hidup si kembar tanpa ayahnya bertahun-tahun.Mikir Lo !!" teriak Wulan penuh emosi.
Wulan yang biasanya hanya cerewet di mulut,kini seperti malaikat pencabut nyawa bagi James.
Tidak tahu kenapa saat melihat Wulan begitu murka James jadi diam tak berani membantah sahabat dari Leka itu.
BERSAMBUNG