
Sampai di kantor, Leka berjalan di samping sang papa.
Hardi pun langsung menggandeng tangan putrinya masuk ke dalam Lobby kantor.
Semua mata tertuju pada anak dan bapak itu. Mereka melihat penuh tanda tanya sosok wanita cantik di samping Hardi.
Leka memang tak pernah datang ke kantor itu.Para karyawan pun lebih mengenal Karina sebagai putri dari Hardi.
"Selamat pagi tuan Hardi,nona Leka." sapa Bagas asisten Hardi.
"Pagi om Bagas.."
"Pagi Gas,semua sudah disiapkan?" tanya Hardi dengan menggandeng tangan Leka kearah lift di susul Bagas di samping mereka.
"Sudah siap tuan. Jam delapan tepat semuanya berkumpul di aula." ucap Bagas pada tuannya.
"Baik, terimakasih Gas.Buat kamu Le,siapkan diri kamu untuk papa kenalkan paa semua staf." ucap Hardi.
"Baik pa." jawab Leka
Jam delapan pas,Hardi dan membawa Leka ke aula kantor dan di ikuti oleh Bagas dan sekretaris nya.
Terdengar suara bisik bisik para karyawan terdengar sampai telinga Leka.
"Siapa dia.Baru kali ini tuan Hardi bawa perempuan itu ke kantor ."
"Jangan-jangan tuan Hardi selingkuh.Dan dia anak selingkuhannya."
"Wahh..kayaknya ada berita besar nih."
Ehemmm..
Deheman Hardi membuat para karyawan yang tadinya berbisik-bisik pun menghentikan kegiatan ghibah mereka.
"Selamat pagi semuanya. Terimakasih atas perhatiannya dan kehadiran semuanya. Kalian pasti bertanya-tanya ada apa saya mengumpulkan kalian di sini,di aula ini.Saya memberikan pengumuman penting untuk kalian semua.
Perkenalkan perempuan di samping saya,dia adalah putri satu-satunya dari pernikahan saya yang pertama dengan Jihan pendiri perusahaan ini.Dia adalah buah hati kami Leka Ayu Nugraha.
Mulai hari ini Leka akan bergabung dengan perusahaan kita sebagai COO ( Chief Operating Officer)."ungkap Hardi pada semua karyawan nya.
Semuanya tentu terkejut dengan ucapan Hardi.Karena memang identitas Leka tidak di sebar luaskan pada khalayak.
"Selamat pagi semuanya.Saya Leka Ayu Nugraha anak kandung Tuan Hardi Nugraha dengan Nyonya Jihan mulai hari ini akan aktif bergabung dengan kalian semua di perusahaan ini saya ingin semua berjalan lancar dan kita akan berkerja sama dalam memajukan perusahaan ini. Terimakasih." ucap Leka dengan nada tegas dan juga terlihat aura kepemimpinan yang kentara dari wajahnya.
Banyak orang yang berspekulasi tentang status Susi dan juga Karina.Karena selama ini banyak karyawan yang bekerja d perusahaan Hardi tahu jika istri dari Hardi adalah Susi dan Karina yang selalu dia tampilkan di khalayak ramai sebagai putrinya sang pewaris perusahaan Hardi.
...****************...
"Sia*an !" umpat Susi setelah membaca pesan dari seseorang.
Pesan itu memperlihatkan sebuah video pendek saat Hardi mengenalkan Leka pada para karyawan nya.
"Kenapa dia harus jadi COO,bukannya dia hanya lulusan SMA.Kurang aja* aku sudah kecolongan !" umpat Susi lagi.
Susi meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.Namun, panggilannya tak diangkat oleh orang tersebut.
Susi mengumpat habis orang yang dia ingin sekali hubungi.Namun,sialnya lagi ponsel orang itu tak kunjung di angkat.
"Aku kira Hardi akan memberikan jabatan yang rendah pada anaknya itu.Karena memang dia hanya lulusan SMA.Ini nggak bisa di biarkan.Aku harus bicara dengan Hardi.Kalau Leka terjun langsung untuk operasional pastinya segala sesuatu yang berkaitan dengan operasional akan menjadi tanggung jawab nya dan juga semua atas persetujuannya."gumam Susi dengan terus mondar mandir dan otak jahatnya pun mulai berkerja.
.
.
Drrrrrttt Drrrttt
📞Nico Calling.
"Nico ," gumam Leka saat melihat nama di layar ponselnya.
"Hemmm..ada apa?" tanya Leka saat mengangkat panggilan Nico.
"Astaga Leka,bisa manis dikit nggak sih sama aku." ucap Nico.
"Nggak usah drama Nico.Kamu ada apa hubungi aku?"
"Setelah jemput anak-anak sekolah,kamu bisa ke kantorku.Kita makan siang bareng." ucap Nico.
"Aku lupa kasih tahu kamu kalau mulai hari ini aku bekerja di perusahaan papa.Jadi,aku nggak bisa seenaknya saja Nic." ucap Leka.
"Bahkan kamu bekerja pun nggak ngomong sama aku Le, oke..gini aja,aku jemput anak-anak lalu ke kantor papa kamu,kita makan sama-sama do kantor papa kamu." ucap Nico.
'Tapi Nic...
"Nggak usah bantah,share lock sekolah si kembar.Sekarang !"perintah Nico
"Oke, tapi..memangnya kamu nggak sibuk?"
"Buat kedua anakku,aku sebisa mungkin akan menyempatkan waktu untuk mereka.Sampai nanti,bye.." ucap Nico menutup panggilannya.
Setelah selesai melakukan panggilan dengan Nico,Leka melanjutkan pekerjaannya.Dia sedang meneliti beberapa berkas dari Divisi Keuangan.
"Ya ampun sampai air minum habis,nggak berasa." gumam Leka saat melihat gelas minumnya kosong.
Akhirnya dia melangkah menuju ke pantry untuk sekalian membuat kopi untuk dirinya sendiri.
Kenapa nggak panggil OB,karena memang Leka sengaja ingin membuat minuman sendiri.Saat akan masuk ke ruang pantry tiba-tiba dia mendengar seseorang yang sedang sibuk dengan panggilan telepon.
"Tenang saja bos,saya pastikan anak itu nggak akan pernah berhasil membongkar soal dana itu.Apalagi kata bos tadi,dia hanya lulusan SMA.Mustahil dia tahu soal dokumen-dokumen penting itu.Apalagi pastinya anak itu adalah anak manja di bos besar saja."ungkap orang yang sedang sibuk dengan ponselnya itu.
"Siapa dia,apa yang dimaksud dia itu aku.Apa ini ada hubungannya dengan Susi.Aku harus lebih hati-hati dan aku harus waspada." gumam Leka.
Pluk..
Tiba-tiba dari belakang ada seseorang yang menepuk bahu Leka dan membuatnya kaget.
PRANG 💢
Gelas yang di pegang pun meluncur bebas terhempas ke lantai karena terkejut dengan tepukan seseorang.
"Ma_maaf bu, sa..
"Ssstttt..bantu saya bersihkan." ucap Leka dengan suara lirih.
"Ada apa ini !" bentak seseorang yang keluar dari pantry
Deg.
Orang tersebut melihat Leka yang ada disana pun mendadak pucat.
"Maaf pak buat bapak kaget.Saya tadi tidak sengaja tersandung kaki saya sendiri."ucap Leka memberikan alasan.
"Oh..i_iya bu, ibu dari tadi disini?" tanya dengan wajah yang masih terlihat cemas.
"Tidak,saya barusan baru datang.Kenapa pak,apa ada sesuatu yang penting?" tanya Leka seolah tidak terjadi apa-apa.
"Ah ti_tidak Bu Leka,hanya saja saya heran dengan ibu,kenapa harus susah payah ke pantry buat ambil minum sendiri,kan ada Cleaning Service."ucap orang tersebut.
"Nggak papa kok pak,saya juga kan belum pernah ke pantry jadi,saya putuskan buat ke pantry sendiri itung-itung buat mengenal lebih jauh kantor ini
" ucap Leka dengan wajah santai.
Sementara OB yang tadi sempat membuat Leka kaget masih diam dan mendengarkan perbincangan kedua atasannya.Walaupun dalam hatinya kenapa bos barunya itu harus berbohong.
Bersambung