
Satu episode lagi, tunggu malam ini ya!
Selamat membaca!
Satu jam sudah berlalu, tak banyak yang bisa Dion lakukan di dalam mobil selain fokus mengemudi dan sesekali melihat layar ponselnya ketika Anjani memanggil. Saat ini, mobil yang dikendarainya sudah memasuki sebuah perumahan yang berada di Pakuan Hills. Perumahan tersebut berada di wilayah Cipaku, tidak terlalu jauh dari Lippo Plaza Ekalokasari.
"Sekarang bagaimana ini? Apa Rani sudah membaca pesanku? Jika belum, perasaannya pasti begitu hancur saat mendengarku menjatuhkan talak. Maafkan aku ya, Ran. Semoga kamu tahu dari pesanku itu jika aku terpaksa melakukannya. Aku tidak punya pilihan lain karena Anjani mengancamku. Bahkan dia ingin mendengarku menceraikanmu secara langsung." Dion masih merasa resah karena terus memikirkan keadaan Maharani saat ini.
Di tengah kegundahan hatinya, tiba-tiba suara panggilan dari Anjani membuyarkan semua pikirannya. "Dion, kamu belok kanan ya! Nah, rumah sebelah kiri, baris ke dua. Kamu lihat kan ada aku di samping mobil merah." Anjani yang sejak tadi sudah menunggu Dion di depan rumah tampak melambaikan tangan memanggil pria itu.
"Ya Allah, aku mohon gagalkan rencana Anjani. Lindungilah pernikahanku dan istriku. Saat ini, aku tidak bisa melakukan apa-apa selain menuruti keinginan Anjani. Aku takut jika aku menolaknya, wanita itu bisa menyuruh anak buahnya untuk membunuh ibuku," batin Dion menghela napasnya dengan kasar.
Pria itu bahkan tak bisa melaporkan sendiri tindakan Anjani ke pihak berwajib karena wanita itu begitu pintar dengan meminta Dion untuk tidak mematikan sambungan video call-nya sepanjang perjalanan sampai tiba ditujuan.
"Sepertinya hanya ada satu cara, aku harus menggunakan kekerasan untuk memaksa Anjani memberitahu di mana dia menyekap ibuku," batin Dion terbesit sebuah ide dalam pikirannya.
Setelah memberhentikan mobilnya tepat di depan rumah mewah Anjani, pria itu pun keluar dari mobil sambil melihat sekelilingnya. Namun, di saat Dion hendak meringkus kedua tangan Anjani, tiba-tiba dua orang berpakaian preman mendekat seolah melindungi wanita itu. Membuat Dion seketika mengurungkan niatnya karena ia tidak mungkin melakukan hal tersebut. Sebenarnya Dion bukan tidak bisa melawan kedua preman itu, tapi keberadaan mereka bisa membahayakan nyawa Dini yang saat ini masih menjadi tawanan anak buah Anjani di Jakarta.
"Sekarang bagaimana ini? Aku tidak bisa melakukan apa-apa," batin Dion yang sudah kehabisan akal dan hanya bisa menuruti keinginan Anjani.
"Ayo Dion, sekarang kita masuk ke dalam!" titah Anjani sambil melangkah masuk lebih dulu, meninggalkan Dion yang masih tak menyangka jika ia harus menikahi mantan kekasihnya yang dulu pernah membuatnya terluka.
Apa tidak ada lagi yang bisa aku lakukan? Mungkin aku bisa mengulur waktu dengan pura-pura ke toilet," batin Dion mencari alasan agar bisa mengulur waktu. Walaupun ia sendiri tidak tahu apa akan ada yang datang untuk menghentikan rencana Anjani saat ini.
Setelah berada di dalam rumah, Dion mulai dapat melihat beberapa orang sudah menunggu kedatangannya.
"Anjani sudah benar-benar gila. Dia sampai menyiapkan semua ini hanya untuk menikah denganku," gumam Dion kembali sambil terus memerhatikan seorang pria yang dari penampilannya terlihat seperti penghulu. Selain itu, tampak dua orang pria paruh baya dengan batik yang dikenakannya. Benar-benar membuat Dion semakin geram atas rencana Anjani.
Anjani kini mulai menempati salah satu dari dua kursi kosong yang berada di seberang penghulu. "Ayo Dion, sini duduk!" titah Anjani kepada Dion yang masih ragu untuk duduk di samping wanita itu.
"Anjani, apa aku boleh ke toilet dulu? Aku sudah menahannya selama di perjalanan tadi. Nanti aku takut tidak fokus saat mengucapkan ijab qobul," tutur Dion coba meyakinkan Anjani dengan aktingnya saat ini.
Anjani tampak berpikir sebelum menjawab pertanyaan Dion. Sampai akhirnya, wanita itu pun memerintahkan kepada salah satu anak buahnya untuk mengambil ponsel milik Dion agar tidak dibawanya ke dalam toilet.
"Ya Allah, aku mohon! Berikan aku pertolongan agar bisa menyelamatkan pernikahanku dan juga ibuku," batin Dion yang mulai melangkah menuju toilet setelah Anjani memberitahu di mana letak ruangan itu berada.
...🌺🌺🌺...
Bersambung ✍️
Berikan komentar positif kalian.Terima kasih atas dukungannya sejauh ini. Follow Instagram Author : ekapradita_87