Aku Bukan Istri Mandul

Aku Bukan Istri Mandul
Sebuah Rencana


Maaf ya semua. Kemarin saya sempat sakit jadi berhenti updatenya. Semoga saya bisa boom update dalam beberapa hari ini.


Selamat membaca!


Panggilan telepon dari Anjani dengan cepat dimatikan oleh Dion. Pria itu tak ingin momen romantisnya dengan sang istri terganggu karena kehadiran wanita yang di masa lalu hanya menorehkan luka mendalam dalam hatinya.


"Kenapa Anjani menghubungiku ya?" tanya Dion penuh pertanyaan. Ada raut tidak suka yang jelas terlihat di wajahnya. Membuat Maharani mulai membaca bila suaminya saat ini tengah memikirkan sesuatu.


"Mas, kamu kenapa? Siapa yang menghubungimu tadi?" tanya wanita itu melihat ekspresi wajah suaminya yang tampak berbeda.


Walaupun merasa tidak enak menjawabnya. Namun, Dion tidak mungkin menutupinya dari Maharani. Ia lebih memilih untuk jujur dan tak menutupi semuanya. "Ini sayang dari Anjani, entah ada apa wanita itu menghubungiku."


"Kenapa enggak dijawab, Mas? Siapa tahu itu penting!" Maharani masih coba berpikir positif menanggapinya.


"Sudah, tidak apa-apa. Lagipula aku memang tidak pernah menjawab teleponnya, walau dia menghubungiku berkali-kali sekalipun," jawab Dion yang terlihat begitu enggan membahas Anjani pada istrinya.


Maharani pun tak melanjutkan pertanyaannya. Alasannya, karena Maharani tak ingin merusak momen istimewa yang tengah terjadi saat ini.


"Ya sudah, Mas. Sekarang ayo kita pesan dulu makanannya!"


Perkataan Maharani seketika membuat Dion menepuk dahinya dengan keras karena ia melupakan hal tersebut. "Oh ya, aku sampai lupa kalau kita belum memesan apa pun." Tanpa membuang waktu lagi, Dion langsung memanggil seorang pelayan yang sejak tadi memang tengah menunggu intruksi darinya.


"Sebenarnya ada apa ya wanita itu menghubungi Mas Dion? Apa ada sesuatu yang penting? Ya Allah, kenapa perasaanku jadi berubah tidak enak seperti ini ya?" batin Maharani sambil memegangi kalung pemberian Dion dengan begitu erat.


Ada harapan besar yang kini dipanjatkannya bersama doa di dalam hatinya. Doa agar Tuhan senantiasa menjaga pernikahannya dengan Dion dari segala ujian. Terutama ujian dari orang ketiga yang bisa saja merusak keharmonisan hubungannya dengan Dion.


🌺🌺🌺


Berbeda dengan situasi yang tengah terjadi di atas roof top, Anjani tampak kesal karena lagi dan lagi Dion tak menjawab panggilan telepon darinya. Namun, kali ini Anjani tak menerima begitu saja perlakuan Dion yang masih acuh padanya. Ia mulai memikirkan sebuah rencana agar dirinya bisa kembali dekat dengan Dion. Rencana yang seketika terbesit di saat ia bertemu secara tidak sengaja dengan pria yang sejak dulu memang begitu dicintainya. Sayangnya, perjodohan yang sudah diatur oleh orang tuanya. Membuat Anjani harus rela melepas Dion, walau ia sebenarnya tahu jika keputusan yang diambilnya pasti akan sangat melukai pria itu. Namun, Anjani tetap menerima perjodohan tersebut demi menyelamatkan perusahaan sang ayah yang sedang berada diambang kebangkrutan.


"Sekarang setelah Mas Faisal meninggal, sudah tidak ada lagi yang bisa menghalangiku untuk kembali dekat denganmu, Mas. Tidak keluargaku atau juga istrimu," batin Anjani dengan senyum menyeringai penuh rencana.


...🌺🌺🌺...


Bersambung ✍️


Berikan komentar positif kalian. Terima kasih banyak ya karena sudah setia menunggu update kelanjutan Maharani. Follow Instagram Author : ekapradita_87


Baca juga karya saya yang lain : Wanita Penghangat Ranjang.