Aku Bukan Istri Mandul

Aku Bukan Istri Mandul
Rahasia Anjani


Selamat membaca!


Pagi yang tampak ramai dengan lalu lalang kendaraan. Di antara deretan mobil yang tengah berjajar rapi di lampu merah, terdapat mobil Anjani yang juga berada di sana. Saat itu, Anjani yang akan pergi ke salah satu aset rumahnya di daerah Bogor, dibuat terkejut saat seorang wanita tiba-tiba mengetuk kaca mobilnya dengan keras. Seorang wanita yang mengingatkannya pada dosa masa lalunya. Dosa yang pastinya tidak akan pernah bisa dilupakannya. Bagaimana tidak, karena kesalahannya itulah Anjani sampai harus mengandung dan melahirkan seorang anak perempuan secara diam-diam. Namun, karena tidak ingin masa depannya hancur sebagai seorang dokter, Anjani terpaksa memberikan bayi tersebut kepada seorang wanita yang saat ini tengah berdiri tepat di samping mobilnya.


"Kamu," ucap Anjani masih tak menyangka bila ia akan bertemu kembali dengan wanita itu setelah 8 tahun terakhir kalinya mereka bertemu.


"Mba, masih ingat sama saya?" tanya wanita bernama Erma. Usianya saat ini sekitar 55 tahun. Seorang janda yang memang biasa mencari nafkah di lampu lalu lintas dengan mengharapkan belas kasihan para pemilik kendaraan yang melintas di jalan tersebut.


Tak ingin kenangan buruk yang terjadi di masa lalunya kembali mengusik hidupnya. Anjani pun menginjak dalam gas pada mobilnya sesaat setelah lampu lintas berubah menjadi hijau. Sebuah tanda bahwa setiap pengendara harus kembali melajukan kendaraannya.


"Ya Tuhan, kenapa aku harus bertemu dengan wanita itu lagi ya? Tapi kenapa dia bisa ada di daerah ini?" tanya Anjani yang seketika kembali mengingat akan kenangan 8 tahun lalu. Kenangan saat ia menjadi sugar baby dari dosennya di kampus hingga membuatnya hamil.


Di saat pikiran wanita itu kembali tertarik pada ingatan kelam di masa lalunya, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Anjani pun langsung mengenakan wireless pada daun telinganya dan menjawab panggilan telepon tersebut yang berasal dari pria suruhannya.


"Bagaimana? Apa kamu sudah berada di sana?" tanya Anjani yang langsung to the point pada rencananya.


"Aku sudah sejak tadi ada di sini. Begitu wanita keluar dari rumah, aku akan menculiknya. Kau tenang saja!"


"Baiklah, kabari aku jika kau sudah berhasil menculiknya!" titah Anjani kepada pria suruhannya yang bernama Edo.


Setelah memutuskan sambungan teleponnya, Anjani tampak menyeringai penuh kemenangan. Ia merasa yakin bila rencananya akan menuai keberhasilan. "Sebentar lagi kamu pasti akan menuruti semua keinginanku, Dion."


...🌺🌺🌺...


Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam lamanya, kini Maharani dan Dion sudah terlihat memasuki area lobi klinik. Mereka hanya pergi berdua dan tak membawa serta Anindya untuk ikut. Walaupun Maharani sempat mengajaknya. Namun, gadis kecil itu lebih memilih untuk tetap tinggal di rumah.


"Mas, aku kok jadi deg-degan begini ya. Aku takut hasilnya nanti akan membuatmu kecewa, Mas," ucap Maharani yang masih tak yakin dengan kehamilannya.


"Jangan bicara seperti itu, sayang! Kamu harus yakin! Kalau kamu ragu seperti ini, nanti apa kita inginkan malah tidak akan terjadi? Kamu harus ingat, mind of the power. Jadi berpikirlah selalu positif ya!" Dion coba menasehati istrinya yang seketika merasa bersalah atas apa yang telah dikatakannya.


"Maafkan aku ya, Mas. Kamu memang benar, aku itu enggak boleh pesimis. Demi kebahagiaan kita, pokoknya aku harus yakin jika saat ini aku sedang mengandung," jawab Maharani yang mulai tersenyum sambil terus melangkah mengikuti Dion menuju ruangannya.


"Ya Allah, selama ini aku selalu bersabar dalam menghadapi setiap ujian dari-Mu. Bahkan di saat aku di vonis mandul pun aku tetap percaya jika akan ada hikmah di balik semua ujian itu. Sekarang aku mohon pada-Mu! Kabulkan harapan ini demi kebahagiaanku dan juga suamiku," batin Maharani terus berdoa dengan penuh kesungguhan.


...🌺🌺🌺...


Bersambung ✍️


Follow Instagram Author : ekapradita_87