Akhirnya Aku Memilih Pergi

Akhirnya Aku Memilih Pergi
Apa yang Terjadi?


Dulu, Kavita memang berfikir seperti itu sebelum hatinya benar-benar merasa tercabik-cabik oleh perlakuan Adrian yang sudah sangat keterlaluan. Semenjak kejadian yang mengakibatkan nya mengalami pendarahan hebat, membuatnya bertekad untuk tidak akan pernah lagi mengenal lelaki yang bernama Adrian Saputra Wijaya.


Kilasan bayangan beberapa bulan yang lalu dalam benak Kavita buyar saat mendengar sebuah suara tembakan. Sontak saja semua orang yang ada disana merasa panik. Kavita mendekap sangat buah hati semakin erat dengan mata yang berkaca-kaca.


"Apa yang terjadi di luar sana, Div? Papa, Mama, Vero... Valdi? Apa mereka baik-baik aja? "


"Tenang, Vit. Semuanya pasti baik-baik aja, " ucap Nadiva yang berusaha menenangkan sahabatnya walau hatinya sendiripun juga merasa takut dan khawatir, ia tak yakin akan hal itu, apakah diluar sana memang baik-baik saja keadaannya ataukah tidak.


"Tapi itu tadi suara tembakan, Div! Gue yakin kalau itu suara tembakan, nggak mungkin gua salah denger, " tangis Kavita mulai pecah.


Pikirannya mulai berjalan kemana saja memikirkan hal-hal yang terburuk yang mungkin terjadi pada keluarga yang sangat di sayangi olehnya.


"Kavita! Aku tau kamu ada di dalam! Aku mau ketemu sama kamu, Vit! " sebuah teriakan berasal dari suara lelaki yang dulu pernah di pujanya menggema di rumah Valdi tersebut.


Deg


Deg


Deg


Sebuah suara yang pernah memenuhi ruang hatinya yang berbunga-bunga kala itu. Suara yang dulu terdengar sangat merdu saat memanggil namanya. Suara yang dulu selalu ia rindukan, ia dambakan. Tetapi kini menjadi suara yang terdengar menakutkan di telinganya.


"Enggak! Enggak! Jangan ambil anakku! Jangan ambil anakku! " gumam Kavita ketakutan.


Tiba-tiba saja Kavita seperti orang yang sedang berhadapan dengan makhluk supranatural, ia ketakutan tanpa sebab. Baru saja mendengar suaranya, sudah membuat Kavita setakut itu, bagaimana kalau sampai bertemu?


"Enggak, Vit. Nggak ada yang mau ngambil anak kamu! Kamu tenanglah, " Diva mendekap tubuh Kavita yang masih memeluk erat baby Kava.


"Ya Tuhan... sebenarnya apa yang terjadi sama Kavita? Kenapa dia bisa sampai ketakutan seperti ini hanya dengan mendengar suara Adrian saja? Apa sebegitu besarnya luka yang lelaki torehkan sampai membuat Kavita kayak gini, " hati Nadiva turut sakit melihat sahabat nya yang menangis tergugu karena ketakutan itu. Ia jadi merasa khawatir.


Memang pada saat kejadian dimana Kavita mengalami kendaraan hebat krang lebih dia bulan yang lalu, saat itu Adrian baru saja pergi dari rumahnya dan menyetir sendiri mobilnya dengan kecepatan tinggi, padahal mobilnya baru saja keluar dari gerbang rumah.


Waktu itu Diva dan Vero baru saja tiba di rumah Adrian dan Vita untuk mempersiapkan keperluan acara tujuh bulanan baby yang di kandung oleh Kavita. Tetapi yang mereka temukan justru hal yang mengerikan.


Kavita tengah menangis tersedu dengan darah yang mengalir deras di area bawahnya hingga ke lantai halaman. Wanita itu memanggil-manggil nama dengan kencang yang lama kelamaan hanya gumaman, kamudian Kavita menutup mata dan tak sadarkan diri hingga dua bulan lamanya.


"Mas Adrian! Jangan pergi! Aku juga membutuhkan kamu! "


"Mas! Jangan tinggalin aku! "


"Mas Adrian, "


Hanya kalimat dan nama itulah yang terucap dari bibir Kavita sebelum menutup mata dalam jangka waktu yang lama.


Maka dari itu, Nadiva atau siapapun belum pernah ada yang benar-benar mengetahui apa yang terjadi anatara Adrian dan Kavita selama ini. Yang mereka tau adalah, Adrian sudah sangat keterlaluan dengan meninggalkan Kavita dalam keadaan yang tidak baik. Untung saja waktu itu Valdi bergerak cepat hingga nyawa Kavita dan bayinya masih bisa diselamatkan, meski keadaan keduanya sangatlah buruk dan kritis.


Cuma Kavita dan Adrian sendiri lah yang tau semua kebenaran dan cerita yang sesungguhnya, tapi tidak mungkin juga bagi Nadiva dan yang lainnya membujuk Kavita untuk bercerita, sedangkan keadaan nya baru saja membaik beberapa minggu kebelakang ini. Lagipula papa Indrawan juga baru saja sembuh dari sakit jantung yang menyerangnya.


Betapa beruntungnya ada dokter Valdi yang terus merawat Kavita dan baby Kava hingga bisa se-sehat sekarang ini. Lalu, setelah keadaan mereka berdua membaik, Adrian datang begitu saja untuk membawa mereka? Jangan harap.


"Kavita! Aku mohon... beri aku kesempatan untuk ketemu sama kamu dan anak kita, "


"Enggak!"