
Messi, yang saat ini sudah menyiapkan barang dagangan nya, yang semakin hari semakin bertambah, dia membuka kafe sederhana di halaman rumah nya yang lumayan luas, dan para pengunjung begitu antusias, bahkan warga desa lain pun, banyak yang berdatangan, hingga Messi, menambah tinga orang pegawai nya untuk membantu melayani pelanggan, dan Bu Mariam, membantu dia memasak menu yang di pesan sesuai yang tertera di daftar menu tersebut.
usaha nya, membuahkan hasil, saat ini bahkan dia tidak menyadari di dalam perut nya terdapat bayi kembar, anak Daniel.
sementara itu Daniel,sibuk bekerja dan bekerja, hingga pergi pagi pulang dini hari, Juli, merasakan perubahan besar dari diri suaminya, ketika pagi menjelang, Daniel, berlari masuk kedalam kamar mandi, dia merasakan mual-mual dan memuntahkan isi perutnya, yang bahkan belum di isi, Juli yang langsung mengikuti nya dia membantu Daniel, memberikan air hangat untuk suaminya itu.
"sayang kamu kenapa, apa kamu sakit ??"ujar Juli.
"tidak tau sayang, rasanya aneh sudah satu Minggu ini aku merasakan mual-mual"ujar Daniel.
"kamu pasti kecapean, karena sudah beberapa bulan ini, kamu terlalu sibuk bekerja"ujar Juli.
"perusahaan, sedang menjalankan proyek pembangunan hotel, dan itu butuh perhatian ekstra, aku tidak tau sampai kapan anak-anak akan bertahan dengan hobi nya itu, dan mulai membantu menjalankan perusahaan, semua itu untuk mereka"ucap Daniel.
"mereka sudah terlalu sibuk dengan perusahaan yang mereka bangun sayang, biarlah mungkin, suatu hari nanti mereka akan membantu mu di perusahaan"ujar Juli,sambil mengelus punggung suaminya dengan lembut.
"iya, tapi sampai kapan, apa menungu ku sampai mati baru ingat dengan ku"ujar Daniel.
"hus... jangan bicara sembarangan, kamu itu belum setua itu sayang kamu masih sangat gagah"ujar Juli, memberikan semangat.
"aku tau itu"ujar Daniel, sambil berjalan menuju ranjang, Daniel, hari ini libur, dari aktivitas kantor nya, dan dia sedang berada di dalam kamar bersama dengan Juli, mereka menghabiskan waktu pagi dengan bercinta, walaupun pikiran Daniel, masih selalu terbayang dengan istri muda nya yang tak kunjung di temukan, seperti hilang di telan bumi.
setelah Juli, terlelap Daniel, pun membersihkan diri dan berganti pakaian,lalu masuk ke dalam ruang baca, dia memeriksa laporan dari anak buah nya yang ditugaskan untuk, mencari keberadaan istrinya itu, namun nihil.
enam bulan berlalu semenjak itu,kini Messi, tengah hamil tua, setelah beberapa bulan yang lalu, dia memeriksa kondisi tubuh nya, perutnya, yang terasa seperti ada kehidupan di dalam nya, Messi, dinyatakan hamil dan anak nya kembar, Messi, hanya bisa pasrah dan bersyukur, mungkin Tuhan, begitu menyayangi nya, agar dia tidak kesepian, kedepan nya, Messi berdo'a, semoga kelak ia diberi waktu untuk membesarkan kedua nya, dukungan dari Mariam, dan Teguh, dan juga beberapa tetangga yang mengetahui Messi, sudah menikah dari buku nikah yang ia bawa sebelum pulang kampung dan cincin pernikahan yang menyelamatkan nya dari fitnah.
Messi, bahkan hanya duduk santai dan sesekali, membantu para pelayan kafe nya, karena tugas berbelanja masih Teguh, dan calon istri nya yang bertugas membeli bahan baku tersebut, dia hanya perlu mencatat apa saja yang dibutuhkan, saat ini.
saat dia sedang menikmati makan siang nya bersama dengan karyawan lain nya, tiba-tiba, beberapa orang berjas hitam datang, entah dari mana, yang pasti mereka masuk kedalam kafe tersebut dan memesan menu yang ada di daftar tersebut.
tanpa curiga, Messi, melayani mereka, dengan perut buncitnya, saat ini, karena para karyawan sedang menikmati makan siang mereka.
setelah menghilangkan menu yang mereka minta,selain kopi dan kudapan lain nya, saat ini Messi, kembali duduk di kursi nya.
mereka pun asik mencicipi makanan tersebut, tanpa Messi, sadari, seseorang sedang mengambil gambar nya, melalui rekaman video dan foto, dan mengirimkan semua nya kepada bos nya.
setelah selesai makan mereka berlaku dari kafe, tersebut bahkan memberikan tips yang lumayan besar, pada Messi, yang di anggap nya sebagai pelayan kafe, bukan pemilik tempat tersebut.
sementara itu yang menerima laporan saat ini dia tengah berada di dalam ruangan kerja nya, dia begitu bahagia, dan berkali-kali, menyeka air matanya,saking terharunya sudah menemukan wanita yang selama ini dia rindukan, dan menurut penyelidikan, Messi,kini tengah mengandung anak kembar, dan usia kehamilan nya, sudah delapan bulan,itu terhitung sebelum dia pergi dari sisinya.
"sayang tunggu aku aku akan menjemputmu"ujar Daniel.
Daniel, langsung bergegas menuju rumah dia bahkan bersiap untuk pergi, dengan alasan pekerjaan pada Juli, Daniel, berangkat dengan menggunakan, helikopter, saat ini karena hanya itu kendaraan yang cepat dan tepat untuk menemui istri muda nya itu.
Messi, hendak menutup kafe,dibantu oleh teguh, sesaat dia menghentikan kegiatan nya itu, setelah seseorang beberapa orang berjas hitam tadi menghampiri nya.
"nyonya, bisakah tunggu, sebetar kami ingin kembali mengisi perut"ujar mereka beralasan.
"tapi tuan,kami sudah ingin tutup"ucap Messi.
"ayolah nyonya, saya akan bayar menu makanan dua kali lipat"ucap mereka.
"baiklah"ucap Messi.
calon istri Teguh, pun membantu mereka berdua menyiapkan kopi dan nasi goreng sifood pesanan mereka saat ini, setelah selesai Messi duduk di meja sebelah, tiba-tiba suara seseorang yang selama ini ia rindukan terdengar dari depan pintu masuk.
"sayang, benarkah ini kamu"ucap Daniel, yang kini mematung di tempatnya.
"mas Daniel"ucap Messi, yang langsung berderai air mata.
Daniel, langsung berlari menghampiri Messi, yang menatap nya,sambil menangis, Daniel, memeluk erat tubuh wanita Tersebut, dia pun ikut menangis betapa tidak, selama tujuh bulan ini, dia teramat merindukan Messi, nya yang pergi tanpa pamit.
sementara itu teguh, masih menatap heran, pada pria, tampan dan gagah yang kini tengah, memeluk Messi, perbedaan usia mereka tidak tampak bahkan Daniel, masih terlihat sangat awet muda.
"Messi, sayang aku sangat mencintaimu, kenapa kamu pergi tanpa pamit, bahkan tidak meninggalkan pesan sedikit pun untuk ku, aku sangat merindukan mu,I Miss you so much"ucap Daniel, sambil mencium seluruh wajah cantik Messi.
"aku hanya tidak ingin merusak hubungan kalian berdua"ujar Messi, lirih.
"Teguh, aku kerumah terlebih dahulu, kamu bisa sendiri kan tutup kafe nya"ujar Messi, sambil berjalan menghampiri meja, dan mengambil tasnya.
"tenang saja aku bisa kok, dan aku akan langsung pergi mengantar dia"ujar teguh, yang menunjuk ke arah kekasih nya itu.
"baiklah"ujar Messi.
"ayo mas "ucap Messi.
dia berjalan di ikuti oleh Daniel, keluar dari kafe.
"tunggu, sayang di sini tidak ada kendaraan lain??"ucap Daniel, yang mengira tempat tinggal Messi, jauh.
"untuk apa, apa kamu ingin kembali malam ini??"ujar Messi.
"bukan itu maksud nya sayang, rumah mu pasti jauh"ujar Daniel.
"itu rumah ku"ucap Messi, menunjuk ke samping kafe.
"ya ampun sayang ini rumah mu!!"ucap Daniel, menatap tidak percaya, rumah yang sangat sederhana walaupun begitu terlihat nyaman, namun Daniel, tidak menginginkan istrinya itu hidup dalam kesederhanaan dia tidak ingin anak nya kelak kekurangan.
"kenapa mas, tidak ingin masuk"ujar Messi, sambil membuka pintu.
"bukan itu sayang, aku tak menyangka kalau kamu, tinggal di tempat ini selama tujuh bulan ini"ujar Daniel.
"aku tau sayang tapi kenapa mesti di sini??"ucap Daniel.
"kamu tidak tau, tapi ya sudahlah semua tidak perlu di bahas, sekarang kalau kamu Sudi untuk singgah di sini, silahkan kalau pun tidak, terserah karena hanya ini yang ku miliki saat ini"ujar Messi,sambil berjalan masuk ke dalam kamar nya,ia menyimpan tas nya di atas nakas, dan duduk di samping ranjang tua tersebut, walaupun dia sudah mengganti kasur lama nya dengan yang baru, Daniel, yang kini berdiri di depan pintu kamar, dia melihat istrinya sedang termenung.
"sayang kamu sedang apa??"ujar Daniel yang kini menghampiri istrinya itu.
"aku hanya bingung, aku tidak punya apa-apa untuk menyambut mu,di gubuk reyot ini"ujar Messi.
"aku tidak butuh semua itu, yang aku mau hanya kamu ikut kembali pulang dengan ku"ujar Daniel.
"tidak mas, aku sudah memutuskan untuk menghabiskan sisa hidup ku di sini, dengan kedua anak ku"ujar Messi.
"sayang mereka itu anak kita, mereka berhak untuk hidup bahagia bersama dengan ayah nya"ucap Daniel.
"tidak mas aku mohon, biarkan kami tinggal di sini,jauh dari keramaian kota, dan juga jauh dari pandangan miring orang lain, aku sudah putuskan untuk menyendiri, sambil membesarkan anak kita, bukan kah itu kesepakatan antara kamu dan istri mu itu??"ucap Messi lirih.
"Messi, aku tidak ingin perduli dengan semua itu, kita berhak untuk hidup bahagia, dengan anak kita"ucap Daniel.
"tapi ingat mas, istri mu, lebih berhak atas diri mu, aku sudah cukup berterimakasih kepada mu, untuk semua yang pernah kamu lakukan untuk ku dulu sekarang jangan Bebani hidup mu dengan adanya aku, berbahagia lah kembali dengan nya, jangan jadikan aku seperti wanita yang tidak memiliki hati, aku sudah cukup bahagia dengan mereka yang kamu berikan untuk ku, sekarang cerai kan aku,itu akan jauh lebih baik aku tidak ingin jadi perusak rumah tangga mu"ujar Messi, panjang lebar.
"tidak Messi, sampai kapan pun, tidak akan ada perpisahan di antara kita,ok kalau kamu ingin tetap tinggal di sini, tapi satu hal yang harus kamu ingat, selamanya, aku adalah suamimu ayah dari anak kita, dan aku tidak akan membiarkan mu hidup dalam kekurangan meski, kedepan nya aku tidak bisa terus berada di samping mu"ujar Daniel.
"tidak mas, tolong aku tidak ingin apa pun, dari mu itu hak istri mu, jangan buat aku terus-terusan menjadi wanita pendosa aku janji meski tanpa uang mu aku akan menghidupi mereka dengan layak semampuku, aku akan berjuang untuk mereka berdua" ucap Messi.
"Messi,tatap aku sayang, tidakkah kamu mencintai ku, seperti aku sangat mencintaimu sedikit saja??"ucap Daniel, yang kini menatap sendu pada Messi.
"justru karena aku sangat mencintaimu, itulah kenapa aku tidak ingin merusak kebahagiaan mu mas aku terlalu mencintaimu,hiks hiks hiks"Air mata Messi,jatuh tak tertahankan.
"kalau memang kamu mencintai ku, aku mohon ikut pulang dengan ku, aku janji akan melindungi kalian bertiga, aku akan memberikan sebagian harta yang ku miliki untuk mu, dan anak kita"ucap Daniel.
tapi yang namanya Messi, tetap lah wanita, sederhana tidak sedikit pun tergiur dengan kemewahan,meski uang adalah hal yang penting tapi Messi , bukan wanita serakah, dia bisa berjuang memulai semua itu dari nol, selagi tubuh nya sehat dan mampu.
"pulang lah mas , maaf kan aku tidak bisa ikut dengan mu, jangan buat dia menunggu aku dan anak kita akan baik-baik saja disini"ucap Messi.
"kau mengusir ku sayang, bahkan setelah tujuh bulan itu bukan waktu yang mudah untuk ku berjuang mencari keberadaan mu"ucap Daniel.
"bukan begitu aku hanya tidak ingin kamu dapat masalah gara-gara pertemuan kita, dan satu lagi aku tau kamu tidak akan nyaman tinggal di sini, semua serba terbatas, dan tidak senyaman tempat"ucapan Messi, terhenti kala Daniel, mencium bibir Messi,penuh kerinduan, dan cinta di setiap ******* Messi, pun tidak munafik, dia merindukan sentuhan Daniel, yang dulu sering ia dapat kan, saat mereka belum resmi menikah, walaupun Messi , menganggap itu sebagai balas Budi.
kini ciuman itu, sudah turun ke bagian lain nya hingga mereka melewati malam itu dengan bercinta melepas rindu yang membuncah, hingga pagi menjelang mereka baru memejamkan mata nya dengan posisi saling berpelukan.
pagi ini Messi, sengaja meliburkan karyawannya, Messi bangun lebih awal dari Daniel, yang masih nyaman tertidur, saat ini, setelah mandi dan berganti pakaian, Messi memasak beberapa menu untuk sarapan dia dan suaminya itu, saat ini dia tidak menggunakan tungku, karena , sudah ada kompor bahkan dapur nya pun sudah jauh lebih baik dari yang dulu, sedikit demi sedikit Messi, merenovasi rumah tersebut, biarpun tidak sebesar hunian nya dulu saat bersama dengan Daniel.
setelah selesai memasak, dia menyajikan makanan tersebut di atas meja makan tersebut, dan langsung berjalan menuju kamar.
"mas bangun ini sudah hampir waktu makan siang, ayo sarapan dulu setelah itu kamu bisa bobo lagi"ucap Messi.
"heumm,bentar Juli, aku masih ngantuk"ucap nya, dengan mata masih terpejam.
Deg...
jantung Messi, terasa di hantam batu besar, Messi, pun melangkah pergi, sedikit gontai mana kala nama istri tua Daniel, yang sangat pria itu cinta Messi, mungkin terlalu terlena tanpa sadar bahwa yang benar-benar ada dalam hati suaminya hanya wanita itu, cinta pertama nya.
Messi,kini duduk di halaman samping rumah dibawah pohon rindang, di kursi kayu yang sengaja di taruh semenjak dia kembali, Messi, menatap jauh ke sana entah lah, Air mata nya sangat sulit untuk ia bendung.
sementara itu Daniel, yang baru terjaga dari tidurnya, dia langsung mencari , keberadaan Messi,di setiap sudut rumah hingga panggilan alam , menghampiri nya, dia langsung mencari kamar mandi, dan saat dia masuk kedalam nya dia benar-benar, merasa prihatin dengan keadaan Messi.
setelah mandi dan membersihkan diri, Daniel, berganti pakaian, setelah itu dia kembali mencari Messi,di setiap sudut bahkan,ke halaman samping, dilihat nya, Messi, sedang duduk sendiri sambil sesekali menyeka air matanya.
"sayang, aku mencari mu, kemana-mana ternyata kamu disini"ujar Daniel,sambil menatap wajah Messi"hey... sayang ada apa kamu menangis, apa ada yang menyakiti mu"ucap Daniel.
"maaf mas, aku hanya sedang cari angin, dan tidak sengaja mata ku terkena debu"ucap Messi, sambil berjalan menuju rumah,di ikuti oleh Daniel, dia tau Messi, sedang berbohong.
"sayang, kamu tidak mau jujur?? pada ku"ucap Daniel.
"tentang apa, sudah lah, tidak ada yang perlu aku sembunyikan dari mu, makan lah kamu pasti laper, maafkan aku, hanya bisa membuat ini, untuk mu "ucap Messi, yang sibuk mengisi piring dengan menu masakan nya,lalu memberikan piring tersebut, pada Daniel.
"aku tidak bisa makan , sebelum kamu jujur"ucap Daniel.
"mas, aku tidak menyembunyikan apa pun, dari mu, apa setelah kamu berada jauh dari ku, kamu tidak pernah bisa percaya lagi pada ku"ucap Messi, namun dia tidak pernah mau menatap Daniel, dia menyiapkan makan tersebut ke dalam mulutnya, tanpa menoleh ke arah Daniel, yang masih menatap nya inten .
"mas, aku tau kamu tidak berselera dengan makanan kampung, tapi aku tidak bisa membuat masakan lain di sini jauh dari super market"ujar Messi, sambil terus menyuap kan makan tersebut kedalam mulutnya.
Daniel, pun mulai memakan makanan nya, dia tau Messi, adalah orang yang keras kepala, hingga mungkin Daniel, tidak akan pernah mendapatkan jawaban.
"Messi, aku tau kamu berbohong dan menutupi semuanya pada ku, tapi aku harap kamu mau berkata jujur"ucap Daniel.
setelah selesai makan Daniel, kembali bertanya.
"aku minta cerai mas"ucap Messi, sambil berjalan meninggalkan Daniel, dan langsung masuk ke dalam kamar.
"Messi, apa yang kamu katakan Messi, aku tidak mengerti apa yang terjadi dengan kita, aku sudah tegaskan kita tidak akan pernah berpisah"ucap Daniel.
"mas, aku mohon tinggalkan aku, sekarang juga, aku mohon jangan pernah temui aku lagi, aku tidak ingin rasa sakit ini semakin dalam, saat aku tau aku tidak pernah ada di hati mu, aku tidak pernah ada di sana, aku sadar aku bukan siapa-siapa bahkan aku bukan dia yang sempurna"ujar Messi, sambil menangis sesenggukan.
"Messi, apa yang kamu katakan, kamu salah jika kamu mengira bahwa kamu tidak ada di sini, aku bahkan sangat menderita selama tujuh bulan ini,siang malam aku tidak bisa tidur nyenyak karena memikirkan diri mu, apa itu bukan cinta??"ucap Daniel.
"tidak mas kamu hanya iba dan itu adalah rasa kasihan saja, hanya itu aku mohon,mas pergi lah tinggal kan aku sendiri, biarkan aku hidup sendiri seperti selama ini"ucap Messi, memohon.