
"Tapi, saat ini kita belum menikah"ujar Jessica mencoba membujuk Ferdinand.
"setelah ini kita akan segera menikah"ujar Ferdinand, yang kini melanjutkan aktivitas nya.
"aku mohon, jangan , aku hanya ingin setelah menikah"ucap Jessica.
Ferdinand pun menarik nafas kasar, dia langsung duduk di sofa ruang itu.
"Jess, aku tanya sekarang apa mau mu"ujar Ferdinand.
"beri aku waktu sampai saat itu tiba aku akan tetap tinggal di Jerman, setelah urusan mu selesai aku akan segera kembali ke sisi mu"ujar Jessica.
"satu tahun, aku hanya bisa memberikan waktu satu tahun jika lebih dari itu, berarti kamu sudah menginginkan kematian ku"ujar Ferdinand.
"tapi, Ferdinand,satu tahun itu terlalu singkat, aku pasti belum bisa kembali"ujar Jessica.
"satu tahun atau tidak sama sekali"ujjar Ferdinand, tegas.
"Ferdinand, jangan egois, semua itu demi kebaikan rumah tangga mu dengan"ucapan Jessica terhenti.
"sudah cukup Jessica, jika kau ingin aku mati, tidak perlu menunggu selama itu, saat ini pun kau bisa langsung menyaksikan nya"ujar Ferdinand, yang kembali hendak mengambil pistol.
"cukup Ferdinand, baik'lah aku ikuti mau mu, sekarang aku harus segera pergi"ujar Jessica, dan saat itu Ferdinand langsung memeluk dan mencium bibir Jessica begitu lembut dan penuh cinta, rasanya Ferdinand, ingin sekali,menglakukan itu agar Jessica, tidak pernah pergi dari nya, tapi Ferdinand, harus mengalah demi cinta nya.
"baiklah ayo kita berangkat ujar Ferdinand, setelah meninggal kan jejak kepemilikan. di leher Jessica.
mereka pun pergi menuju bandara saat ini di perjalanan, Ferdinand, menggenggam tangan Jessica dan mengecup nya berkali-kali,sambil sesekali melirik kearah Jessica.
"aku sangat mencintaimu sayang, ingat jangan macam-macam,di sana aku akan mengawasi mu"ujar Ferdinand.
"heumm, lakukan apapun yang kamu mau"ujar Jessica, yang hanya bisa pasrah.
mereka pun sampai di bandara, dan setelah cek in Jessica menunggu sebentar, Ferdinand memeluk nya dengan erat saat ini dia sangat takut kehilangan wanita yang sangat di cintai nya itu, dia pun kembali mencium bibir Jessica begitu lembut dan saat ini Jessica membalas nya mereka pun bercumbu sedikit lebih lama, dan langsung saling berpelukan.
"aku mencintai mu"ucap Jessica lirih
"aku lebih mencintai mu, aku harap kamu bisa menepati janji"ujar Ferdinand.
Jessica pun mengangguk, dan lagi-lagi Ferdinand, memangut bibir Jessica seakan enggan untuk melepaskan nya.
"aku akan menyusul mu kesana setelah urusan ku selesai, saat itu kita akan langsung menikah dengan atau tanpa restu mereka"ujar Ferdinand.
lagi-lagi Jessica hanya bisa pasrah, dia tidak ingin Ferdinand, melakukan hal bodoh.
keberangkatan Jessica pun tiba, saat ini dia langsung memeluk Ferdinand.
"jangan pergi"ujar Ferdinand lirih, dilihatnya Ferdinand saat ini berurai air mata entah kenapa Ferdinand, saat ini tidak rela Jessica pergi.
"hanya,satu tahun kok, aku janji akan selalu menghubungi mu"ujar Jessica,sambil melepaskan pelukannya tapi Ferdinand menahan nya lagi dan lagi.
"fer... aku harus segera pergi, ingat jangan berbuat hal bodoh lagi"ujar Jessica.
"aku tidak akan melakukan itu, jika kamu menurut"jawab Ferdinand,sambil kembali memeluk Jessica.
"aku pergi dulu, muachh jaga diri baik-baik"ucap Jessica.
"kamu juga sayang"ujar Ferdinand yang mengecup bibir Jessica , sangat singkat.
Jessica pun pergi, menghilang dari pandangan Ferdinand, saat ini setelah bording pas dan Ferdinand terduduk lemas di kursi tunggu.
malam, semakin larut, saat ini bahkan sudah pukul satu pagi Ferdinand baru kembali dan shanty, menunggu nya dengan cemas, Ferdinand pulang dalam keadaan mabuk dia langsung memeluk shanty, yang di lihat nya sebagai Jessica,malam pertama mereka pun tidak terelakkan lagi, Ferdinand begitu frustasi saat sadar dia sudah menghianati cinta nya pada Jessica, walaupun itu sudah seharusnya di lakukan oleh pasangan yang sudah sah.
ke esokan pagi nya dia segera bangun dan membersihkan diri dari sisa percintaan nya,lain Ferdinand lain pula dengan Arthur, yang saat ini mendapat kabar bahwa, kekasih nya kecelakaan dan dibrawat di rumah sakit milik Daddy nya itu.
dia langsung bergegas menuju ke sana tanpa menghiraukan panggilan dari Jessi, yang saat ini minta di antar ke studio.
"biar kakak, saja yang mengantar mu, mungkin kak, Arthur , sedang ada urusan penting"ucap Arthurro, mengalah.
mereka pun berangkat saat di perjalanan Jessi bertanya, pada Arthurro, kenapa, Jessica pergi ke Jerman dengan terburu-buru.
Arthurro, hanya menjawab,"Jessica sudah dewasa, dia miliki keinginan nya sendiri"ucap Arthurro.
"heumm, apa bukan karena Om, Ferdinand menikah,secara yang aku tau mereka saling mencintai"ujar Jessi lagi.
"sudah lah,itu bukan urusan kita yang pasti mereka tidak akan pernah bisa bersama,biar bagaimanapun Om, Ferdinand adalah keluarga kita"ujar Arthurro.
Jessi pun mengangguk kan kepalanya, dia mengerti kenapa Jessica, menolak om nya saat di rumah sakit.
"Oya,kak, kapan kamu akan menikah, rasanya aku sudah sangat ingin menggendong keponakan ku"ujar Jessi, yang langsung membuat Arthurro, mengerem mendadak.
"pertanyaan macam apa itu, aku tidak akan menikah sebelum melihat kalian berdua bahagia"ujar Arthurro.
"ya ampun kak, kamu itu sudah dewasa dan sudah mapan mau nunggu apa lagi, wanita juga banyak yang ngantri kakak, tinggal pilih"ujar Jessi.
"Jessi, menikah itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, sayang kakak, tidak ingin mengalami kegagalan"ucap Arthurro.
"bagaimana kalau aku bantu kakak, mencari orang yang sangat serasi dengan kakak,di studio misalnya aku punya banyak model yang cantik"ujar Jessi.
"sayang,kakak tidak tertarik pada model,kakak hanya butuh wanita baik hati dan penurut, mungkin suatu saat nanti akan ada yang kakak nikahi tapi bukan wanita super sibuk kakak, hanya ingin hidup bahagia bersama dengan istri yang selalu ada saat kakak kembali dari kantor, menyambut kakak, dengan senyuman dan mengurus kakak, juga keponakan mu kelak"ujar Arthurro,sambil kembali melajukan mobilnya.
"heumm, semoga secepatnya ada wanita yang sangat kakak, ingin kan "ujar Jessi.
"kakak, heran jangan-jangan Jessi, sudah punya kekasih apa betul tebakan kakak"ujar Arthurro.
"hehehe,kakak tau aja tapi ini rahasia ya,antara kita aku tidak mau Daddy dan yang lain nya tau, kalau aku naksir asisten Daddy , yang baru itu"ujar Jessi.
"oh,ya ampun Jessi, dia sudah berumur bahkan usia nya beda Lima tahun dengan mu"ucap Arthurro ,kaget mendengar pengakuan adik bungsu nya itu.
"kakak, dia itu pria dewasa bukan pria tua, aku lebih suka dia dengan sikap nya yang seperti kulkas dua pintu itu"ujar Jessi, yang kini tersenyum sendiri.
"terserah kamu saja, tapi kakak, tidak mau mendengar mu terluka"ujar Arthurro.
"siap,kakak terimakasih atas dukungan nya, aku sayang kakak"ujar Jessi,sambil mencium pipi kakak nya itu.
"apa pun untuk mu,kakak akan selalu mendukung mu,selagi kamu bahagia"ujar Arthurro, dan tidak terasa kini mereka pun sudah sampai di studio, Jessi melanjutkan perusahaan, milik Mommy nya itu, dia tidak ingin melanjutkan kuliah seperti kakak kembarnya Jessica.
Arthurro, pun langsung melajukkan mobilnya,menuju kantor pusat,milik Daddy nya itu, setelah Arthur , memberikan kabar untuk menggantikan posisi nya, memimpin rapat hari ini karena dia masih menemani kekasih nya di rumah sakit saat ini.
🌹💖💖💖🌹
sementara itu setelah meeting, selesai, asisten pribadi Arthurro, mengabarkan bahwa, perusahaan milik nya di Jakarta memiliki masalah serius, saat ini dia pun mau tidak mau harus segera terbang ke Indonesia, sebelum itu dia pulang ke Mension, dan berbicara pada Kenan,selaku Ayah, dan pemilik perusahaan, sekalian bersiap untuk pergi.
setelah selesai menyiapkan barang bawaan nya yang hanya satu koper besar, karena di Indonesia juga sudah tersedia apapun yang di butuhkan, tepat di mension milik Daddy nya itu.
Kenan, pun menyarankan Arthurro, menetap di sana, sampai perusahaan nya kembali stabil.
Arthurro, pun terbang ke Indonesia menggunakan jet, pribadi nya saat ini dia hanya bisa berharap, semua akan secepatnya selesai dia tidak ingin jauh dari keluarga nya saat ini Arthurro,memang pria yang sedikit manja pada ibunya.
perjalanan panjang pun dia lewati dengan tidur dan bekerja dengan setumpuk berkas yang asisten nya berikan saat itu, hingga akhirnya dia sampai, di Indonesia tepat tengah malam, Arthurro, langsung di jemput oleh asisten pribadi nya saat ini.
sampai lah Arthurro,di mension dia langsung membersihkan diri dan langsung istirahat setelah nya.
"ada apa ini "ujar Arthurro, yang menggunakan bahasa Indonesia, dia memang Pasih, dengan bahasa tempat kelahiran ibunya itu.
"tolong saya tuan, mereka ingin menjambret, tas saya"ujar wanita itu yang melihat ke sembarang arah Arthurro , sedikit heran.
"jangan ikut campur atau wanita buta ini kami habisin"ucap preman tersebut, Arthurro langsung memberi isyarat, kepada orang nya untuk membereskan preman tersebut.
"aku tidak akan ikut campur jika, kalian meninggal kan wanita ini"ujar Arthurro, yang langsung menghajar preman itu agar melepaskan wanita buta tersebut.
setelah lepas mereka pun langsung di ringkus oleh bodyguard, Arthurro, gadis itu begitu gemetar ketakutan saat ini meski dia tidak bisa melihat kejadian itu.
"ikut saya ke mobil"ucap Arthurro, dan langsung menuntun gadis malang tersebut.
"tapi tuan bagaimana dengan dagangan saya"ucap gadis itu.
"biar orang ku yang mengurus nya, seperti nya, tempat ini tidak aman lagi untuk mu berjualan"ujar Arthurro, yang langsung membantunya masuk, kedalam mobilnya, dan memasangkan sabuk pengaman di tubuh gadis itu.
"maaf, untuk sementara kamu ikut dengan saya, karena saat ini saya sedang di tunggu di kantor, nanti setelah urusan selesai aku akan mengantarmu pulang"ujar Arthurro.
"aku tidak ingin merepotkan Anda, sebaiknya saya turun di sini saja biar saya pulang sendiri"ujar gadis itu.
"tidak aku takut mereka mencari keberadaan mu saat ini menurut lah aku bukan orang jahat"ucap Arthurro.
"aku tau itu tuan mana ada orang jahat berbuat baik seperti mu"ujar gadis itu.
Arthurro, pun tersenyum, dia terus melajukkan mobilnya hingga sampai kantor,di dia pun membantu gadis itu turun dengan sangat hati-hati, dia menuntun nya, membawanya masuk di ikuti asisten nya, semua staf kantor sudah berada di sana menyambut nya Arthurro, hanya tersenyum pada mereka, dia adalah bos yang sangat ramah.
setelah sampai di ruangan nya, dia langsung membawa gadis itu duduk di sofa empuk yang ada di ruangan nya.
"tunggu lah di sini jika kau lapar sebentar lagi akan ada asisten ku membantu segala keperluan mu"ujar Arthurro, dan dia bergegas menuju ruang meeting.
setelah lima belas menit menunggu gadis tersebut di kejutkan kedatangan asiten Arthurro, yang membawakan makanan untuk nya, bahkan pria muda itu dengan telaten mengarah kan semua di hadapan gadis buta itu.
dia pun tidak ingin menyia-nyiakan kebaikan Arthurro, saat ini walau pun mereka baru bertemu beberapa saat yang lalu dia tau Arthurro, orang yang sangat baik.
hampir tiga jam gadis itu menunggu di ruang Arthurro, saat ini bahkan dia sangat merasa ngantuk, hingga, akhirnya tertidur pulas di sofa panjang yang sedari tadi di tempati oleh nya.
Arthurro, langsung masuk ke dalam ruangan tersebut, dia melihat gadis itu tertidur, saat ini, Arthurro tidak tega membangunkan nya, padahal saat ini dia sudah ingin pergi makan siang, yang sudah terlewat dua jam yang lalu.
Arthurro, pun memutuskan untuk memesan makanan nya lewat asisten pribadi nya itu.
sambil menunggu dia duduk di hadapan gadis itu memperhatikan wajah cantik alami yang terpangpang jelas di hadapan nya.
"aku tidak tau kamu siapa tapi , aku tidak tega melihat mu di tindas oleh mereka, aku juga punya dua adik perempuan, mungkin usia mereka tidak jauh dari mu"gumam Arthurro pelan.
tok...tok..
"masuk"ujar Arthurro.
asisten nya pun masuk dia membawa beberapa paper bag berisi makanan yang di pesan oleh nya tadi.
Arthurro, pun membuka nya di atas meja bekas gadis itu makan segera di bereskan oleh asisten nya itu Arthurro, dengan santai nya memakan, makanan nya itu.
sampai Arthurro, selesai makan, gadis itu baru terbangun ia merasa sangat malu karena tertidur di tempat orang lain.
"maaf, tadi aku ketiduran"ucap nya, matanya fokus ke depan padahal Arthurro,di samping nya.
"tidak masalah, aku juga baru selesai makan, apa kamu sudah makan"ujar Arthurro, bertanya padahal tadi jelas-jelas melihat bekas makanan nya.
"aku sudah makan, tadi maaf, karena belum tau posisi ruangan nya, aku tidak membereskan bekas makan ku"ujar gadis tersebut.
"tidak masalah, kamu tidak perlu repot-repot"ujar nya.
"Oya, aku akan mengantarmu pulang, bersiap lah"ujar Arthurro.
"tuan, apa di sini ada toilet aku ingin ke Toilet"ujar gadis tersebut.
"tentu mari aku antar"ujar Arthurro.
dia pun menuntun gadis itu menuju toilet, bahkan dia menunjukkan apa saja yang berada di sana setelah itu dia keluar menuju ruangan nya.
gadis itu pun bergegas buang air kecil, dan langsung membersihkan nya setelah selesai dia juga meraba wastafel untuk mencuci muka nya dia mengambil tissue untuk mengeringkan wajah nya, saat ini dan berjalan keluar setelah selesai, dia menutup pintu kamar mandi tersebut dan berjalan perlahan sambil meraba dinding, hingga ke ruangan Arthurro.
"kau sudah selesai"ujar Arthurro.
"sudah tuan terimakasih maaf sudah merepotkan Anda"ujar nya lagi.
"Tidak masalah, kamu tenang saja"ucap Arthurro lembut.
saat itu Arthurro, langsung menuntun nya untuk mengantar nya pulang .
"maaf, jika aku tidak sopan, menggenggam tangan mu, agar kau tidak malu saat orang lain melihat kau berjalan "ujar Arthurro.
"tuan, tenang saja, aku tidak malu dengan keadaan ku ini semua sudah suratan takdir ku, aku harus bisa melewati ini semua dengan baik"ujar gadis itu terlihat begitu tegar, dengan senyuman yang terpancar dari bibir nya.
sesampainya di mobil, Arthurro, langsung membantunya memasang sabuk pengaman.
"mobil tuan, pasti sangat mahal"ujar gadis tersebut.
"ah biasa saja"ujar Arthurro,merendah.
"aku tau aku bisa merasakan nya,dulu sebelum aku buta, aku sering bergonta-ganti mobil keluaran terbaru, meski itu hanya sebentar, sebelum aku mengalami kecelakaan"ujar gadis itu.
"maaf, boleh aku tanya sesuatu??"ujar Arthurro lagi.
"tentu saja tuan"jawab gadis itu.
"sejak kapan kamu mengalami kebutaan"ujar Arthurro, dengan sangat hati-hati.
"Lima, tahun yang lalu setelah ayah ku meninggal dunia, saat itu aku tinggal bersama ibu tiri ku dan dua anak perempuan nya, tepat nya saudara tiri ku"ujar gadis itu terlihat, kesedihan di wajah nya.
"maaf aku tidak bermaksud mengingat kan mu dengan masalalumu itu"ujar Arthurro.
"tidak masalah tuan aku percaya padamu kau bukan orang jahat"ujar gadis itu lagi.
"apa kamu sudah berusaha berobat,atau yang lainnya,agar kamu bisa melihat kembali"ujar Arthurro , lagi.
"aku tidak punya uang untuk itu, setelah kebutaan ku semua nya musnah, aku putus kuliah, semua harta peninggalan orang tua ku,di bawa pergi oleh ibu tiri ku, hanya tinggal rumah itu yang tersisa, itupun sudah di gadaikan, beruntung ada orang baik, yang meminjam kan aku uang untuk menebus rumah yang penuh kenangan Tersebut, dan aku bisa mencicil nya, hingga saat ini dan satu-satunya penghasilan ku adalah dengan menjual bunga itu"ujar gadis malang tersebut.
"jadi, sampai saat ini kamu masih berhutang, pada nya"ujar Arthurro.
"ya,hutangku masih sangat banyak, tapi beruntung orang itu dengan sabar memberikan waktu hingga aku mampu melunasi nya"ujar gadis itu lagi.
tidak terasa mobil pun sampai di sebuah rumah cukup mewah, saat ini hanya terlihat sedikit usang, mungkin karena tidak di rawat dengan baik tapi rumah tersebut masih sangat bersih , dan nyaman untuk di tempati.
"kita sudah sampai, apa kamu tinggal sendirian di sini"ujar Arthurro.
"tidak aku tinggal dengan pengasuh ku, tapi dia sudah sangat tua, dan sering sakit, mungkin sedang istirahat"ujarnya.