
"Terry, sayang apa yang harus aku lakukan agar kamu mau memaafkan aku"ujar Arthurro.
"lepaskan ikatan ini, hanya itu"ujar Terry, yang kini melepaskan cincin pernikahan nya.
"tidak sayang, kamu bisa minta yang lain tapi aku mohon jangan pernah lakukan itu"ujar Arthurro, yang langsung memasang kan cincin itu kembali.
"aku ingin pulang dan untuk sementara waktu jangan pernah temui aku"ucap Terry.
"baiklah, sayang aku akan mengantarmu pulang, tapi aku mohon jangan pernah minta aku menjauh dari mu"ujar Arthurro.
"terserah, saat ini aku hanya butuh waktu untuk sendiri"ujar Terry.
Arthurro, pun memeluk tubuh istrinya dan mencium bibir nya dengan sangat lembut dia berharap Terry, akan berubah pikiran, tapi Arthurro, salah Terry, bahkan tidak merespon ciuman itu.
Arthurro, pun melepaskan nya, dan dia pergi untuk mengganti baju dan setelah itu dia merraih kunci mobilnya, dan membawa Terry, pergi untuk mengantar nya kembali ke rumah nya, Arthurro, hanya bisa menatap wajah Terry, yang kini melihat kearah jendela, sepanjang perjalanan Terry, bahkan tidak bicara sedikit pun.
sesampainya di depan rumah Terry, hendak turun namun pintu mobil masih terkunci.
"buka pintu nya"ucap Terry.
"tidak, sebelum kita bicara"ucap Arthurro.
"apa yang harus kita bicarakan lagi, semua sudah selesai"ujar Terry.
"apa maksudnya dengan selesai??"tanya Arthurro.
"kita sudah sepakat untuk sementara waktu kita akan berpisah"ucap Terry.
"aku mengijinkan mu kembali, tapi tidak untuk berpisah, aku akan tinggal bersama dengan mu di mana pun itu"ucap Arthurro tegas.
"Arthurro, aku"ucapan Terry, terhenti saat Arthurro, membawanya ke dalam pelukan nya.
"sayang, apa kamu tidak pernah mencintai ku, apa cinta ku tak berharga di mata mu??"ucap Arthurro.
"Arthurro, aku tidak harus menjawab apa pun, kamu tau sendiri jawaban nya, dan di antara kita masih ada yang lain, dan bahkan mungkin aku yang berada di antara cinta kalian,itu kenyataan nya, mulai saat ini aku membebaskan mu, memilih di antara kami, aku sudah siap jika suatu saat nanti kamu kembali pada nya.
"Terry, aku tidak ingin mendengar itu,titik!!!""tekan Arthurro.
"mau tidak mau, kamu pasti harus menerima kenyataan itu, dan aku saja tidak pernah melarang mu untuk menikah dengan nya saat itu, saat aku tahu kepergian mu dengan alasan pekerjaan, karena aku sangat sadar diri aku tidak punya hak untuk melarang mu"ucap Terry, yang langsung menghujam jantung Arthurro.
"kita, akan kembali ke Mension"ucap Arthurro, yang langsung menghidupkan mesin mobil nya kembali.
"stop, Arthurro, aku muak dengan semua ini, jika kamu kembali membawa ku pulang itu artinya kamu sudah ingin berpisah dengan ku"ucap Terry, dan Arthurro langsung mengerem mobil nya saat itu juga.
"buka pintu nya"pinta Terry, tegas.
Arthurro, pun langsung membuka pintu mobil nya dan Terry, langsung keluar, mereka berdua masuk ke dalam rumah tersebut yang sudah nampak sangat rap dan bersih.
Terry, langsung berjalan menuju kamar nya, dan masuk ke dalam kamar mandi saat ini waktu sudah pukul empat pagi, dan Terry, berendam dalam bathtub nya saat ini, sementara Arthurro, hanya menatap kearah pintu kamar mandi.
rasa lelahnya Terry, saat ini hingga mengakibatkan tertidur pulas di dalam bathtub, Arthurro , membuka pintu kamar mandi tersebut, dia langsung membangunkan istrinya itu dan membantunya untuk membilas tubuh nya hingga bersih dan langsung memasang kan bathroob ke tubuh Terry.
setelah membantu Terry, mengeringkan rambut nya, Arthurro, langsung membawa Terry, ke atas ranjang empuk nya, dan mereka pun tertidur sambil berpelukan, sebenarnya Arthurro,lah yang memeluk Terry, namun Terry, tidak ingin protes karena menurut nya, percuma saja.
mereka masih tertidur pulas padahal saat ini waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, saat sinar matahari masuk dari celah gorden, Terry mengerejap kan mata nya, dan perlahan membuka mata nya, dia memandang ke depan ternyata Arthurro, sedang duduk di sofa, seperti nya dia sedang sibuk dengan laptop nya saat ini hingga tidak menyadari Terry, sudah bangun.
Terry, bangkit dari ranjang nya, dan menuju kamar mandi.
"jangan dulu mandi sayang, kamu cuci muka saja setelah itu kita sarapan"ucap Arthurro, yang kini menunjuk ke arah meja kecil ternyata di sana sudah tersedia sarapan pagi untuk mereka.
"Baiklah"jawab Terry singkat.
setelah mencuci muka dan gosok Gigi, di keluar dari kamar mandi nya dan wajah nya sudah terlihat fresh, walaupun masih sedikit sembab karena menangis.
"ayo kita sarapan sayang, setelah itu temani aku tidur"ucap Arthurro.
"heum"ucap Terry.
mereka pun makan sarapan nya nasi goreng, dan segelas susu, hangat yang kini masuk kedalam perut keduanya.
setelah itu Arthurro, langsung bangkit dan membawa Terry duduk bersandar di kepala ranjang nya, dan mendekapnya, Arthurro , mengelus istrinya dengan Sayang, tapi Terry, hanya diam bahkan tidak merasa kan hal apapun, mungkin saat ini dia sudah mati rasa.
"sayang, boleh aku minta sesuatu"ujar Arthurro.
"apa??"jawab Terry.
"bisakah kamu, ikut bersama dengan ku, kemanapun aku pergi"ucap Arthurro.
"tidak Arthurro, semua tidak semudah itu, istri mu bukan cuma aku"ujar Terry.
"Terry, sayang berapa"ucapan Arthurro terhenti saat Terry, langsung bangkit berdiri.
"cukup Arthurro, dan jawaban nya aku tidak bisa"ucap Terry.
Arthurro, memandang punggung Terry , yang kini membelakangi nya.
"sayang aku mohon"ucap Arthurro.
"tidak"ucap Terry tegas.
"baiklah, jika itu keputusan mu, tapi kamu harus janji satu hal padaku, jangan pernah lakukan hal bodoh seperti kemarin jika kamu melihat berita tentang kami berdua"ucapan Arthurro langsung menyakiti hati Terry.
"kamu bebas melakukan apa pun dengan nya, dia istri kesayangan mu dan keluarga mu, aku tidak punya hak untuk melarang nya"ucap Terry yang kini langsung pergi ke luar kamar nya.
Arthurro, langsung menyusul nya, Terry kini pergi menuju kamar kedua orang tua nya, dia langsung menutup pintu kamar tersebut, dan mengunci nya sebelum Arthurro,sempat masuk .
"Terry, sayang buka pintu nya, kita harus bicara"ucap Arthurro, yang terus mengetuk pintu sementara itu Terry,kini tengah berendam di bathtub milik almarhum Bunda nya, yang masih sangat terawat bersih.
"sayang please, jangan seperti ini, buka pintu nya"ujar Arthurro.
sementara yang di panggil tidak mendengar suara apapun, saat ini karena dia masih sibuk dengan ritual mandi nya saat ini sementara itu Arthurro, mengacak rambut nya prustasi.
setelah hampir satu jam Terry, pun keluar dari kamar tersebut dan sudah berpakaian rapi, dia menggunakan dress selutut berwarna putih dan memiliki pita di bagian perut nya.
Terry berjalan menuju pintu kamar nya di lihat nya suaminya kini tengah duduk menunggu nya dan Arthurro, hanya memandangi Terry, dari atas sampai bawah istrinya itu begitu cantik saat ini dan tidak biasa nya Terry, menggunakan dress .
🌹💖💖💖🌹
setelah menggunakan makeup natural nya kini dia mengambil tas miliknya dan hendak pergi, namun Arthurro, mencegah nya.
"bisakah kamu tetap tinggal, setidaknya hingga Minggu depan, saat aku kembali ke Paris"ucap Arthurro lirih.
"aku punya pekerjaan yang harus aku selesaikan"ucap Terry,datar .
"please, apa kamu tega membiarkan aku sendiri di sini"ucap Arthurro lagi.
"kamu bisa istirahat, sementara aku bekerja, dan itu akan lebih baik"ucap Terry.
"aku ikut dengan mu"ucap Arthurro.
"aku tidak perduli, sekali pun aku sakit dan mati, karena orang yang sangat kucintai pun tidak pernah perduli pada ku lagi"ucap Arthurro, yang kini langsung mengambil kunci.
"aku tidak jadi pergi"ucap Terry yang kini duduk di sofa kamar nya itu.
"kenapa, apa semua karena aku"ucap Arthurro,
"Arthur, aku mohon jangan berdebat aku lelah dan tidak punya tenaga lagi, istirahat lah aku tidak akan pergi kemana pun"ucap Terry.
Arthurro, pun langsung pergi menuju ranjang nya, dan Terry, mengikuti nya dan duduk bersandar di kepala ranjang, sementara itu Arthurro, menyandarkan kepalanya di pangkuan Terry.
"sayang tolong elus kepala ku"pinta Arthurro.
Terry, pun langsung melakukan apa yang di pinta Arthurro, perlahan Arthurro pun terlelap di pangkuan Terry.
saat ini Terry, memandangi wajah Arthurro, yang begitu sempurna Arthurro, adalah pria yang sangat tampan dan penuh kasih sayang, hanya satu kekurangan nya, pria itu sedikit egois dan tidak ingin menerima penolakan, Arthurro, yang sangat di cintai nya kini dia memiliki wanita lain di dalam hidup nya, itulah kenapa Terry, berusaha untuk melepaskan diri dari nya .
Terry, hanya bisa memendam rasa sakit nya itu sendiri tanpa siapapun yang tahu dia masih bertahan, dan mencoba menguatkan hati nya saat ini, dia berharap semoga kelak bahagia itu akan datang, dan kalau pun tidak dia hanya ingin hidup sendiri setelah itu.
Arthurro, tidur dengan pulas di pangkuan Terry saat ini dia bahkan tidak bergerak sama sekali dalam tidurnya, hanya dengkuran halus yang terdengar oleh Terry.
sampai tiga jam lamanya, Arthurro, tidur dan saat dia bangun, Terry, pun tertidur sambil bersandar di kepala ranjang tersebut, Arthurro langsung membetulkan posisi tidur Terry, yang mungkin baru beberapa menit saking lelahnya.
"sayang maafkan aku, aku tidak tau kalau aku bisa tidur senyenyak itu setelah sekian lama, kamu adalah segalanya bagi ku"ucap Arthurro,di akhiri kecupan mesra.
setelah itu Arthurro, pun tertidur pulas kembali sambil memeluk erat tubuh Terry, saat itu mereka tidur hingga sore hari dan itu artinya mereka melewatkan waktu makan siang mereka.
setelah keduanya bangun Arthurro, langsung mengecup mesra bibir Terry, dan ******* nya lebih dalam lagi, mereka pun akhirnya berciuman di sore hari yang di guyur hujan deras itu,dua orang insan tengah melakukan aktivitas ranjang nya, hingga petang hari.
"sayang, ayo mandi sebentar lagi kita akan makan malam"ucap Arthurro.
"aku masih sangat lemas, kamu duluan saja"jawab Terry.
"kemarilah aku bantu ke sana "ucap Arthurro, yang langsung mengangkat tubuh Terry, saat itu juga membawa nya ke dalam kamar mandi dan mendudukkan tubuh Terry,di samping bathtub dan langsung mengisi air hangat kedalam nya tak lupa juga sabun aroma terapi, Arthurro yang langsung membantu Terry, masuk ke dalam nya.
"sayang sini aku bantu menggosok punggung mu" ucap Arthurro.
"tidak usah aku bisa sendiri"ucap Terry, menolak jujur saja dia masih sangat malu, dengan perlakuan Arthurro, saat ini padanya, walaupun Arthurro , sudah berkali-kali, melakukan penyatuan dengan nya.
"biar cepat bersih sayang ku "ucap Arthurro.
"aku tidak mau"ucap Terry, yang langsung melakukan itu sendiri.
Arthurro hanya tersenyum dia mengerti istrinya seorang yang keras kepala, setelah mereka mandi bersama kini Arthurro, membantu mengeringkan rambut istri nya itu, dan Terry, hanya bisa pasrah dia enggan untuk membantah karena itu akan sia-sia saja.
"sayang, kenapa kartu itu tidak pernah kamu gunakan"ucap Arthurro, sangat hati-hati, dia tidak ingin membuat Terry,marah.
"aku belum membutuhkan nya"ucap Terry singkat.
"kenapa heumm... apa itu kurang??"ucap Arthurro, yang langsung terpancing.
"Arthurro, aku belum membutuhkan nya"ujar Terry.
"Terry, boleh aku bertanya satu hal"ucap Arthurro lirih.
"tanyakan saja"ucap Terry.
"Apa ??kamu mencintai ku"ucap Arthurro.
"pertanyaan apa itu"ucap Terry,pelan.
"aku tidak butuh pertanyaan balik aku butuh jawaban"ucap Arthurro.
"tapi pertanyaan itu "ucapan Terry, menggantung saat Arthurro mengangkat tangan menandakan bahwa dia sudah cukup mendapat kan jawaban.
"aku tau kamu tidak pernah mencintai ku,maka dari itu kamu tidak pernah mau menerima apapun pemberian ku"ucap Arthurro, yang kini menjauh dari Terry, dia langsung bergegas menuju balkon.
"Arthurro, aku"sudah lah Terry, mungkin hanya aku yang bodoh yang selama ini pura-pura tidak mengerti dengan perasaan mu, yang sebenarnya, aku egois sudah memaksakan kehendak ku padamu, tapi setidaknya, kamu bisa menghargai rasa cinta ini tapi aku salah"ujar Arthurro.
"Arthurro, kamu salah paham, aku tidak menggunakan itu, karena aku tidak punya kebutuhan berlebihan,uang ku masih cukup untuk sekedar mengisi perut dan menabung sebagian"ujar Terry, yang kini menggenggam tangan Arthurro, yang sedang sangat bersedih.
"mau sampai kapan, heuhhhhh, aku sangat mencintaimu dan aku bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan mu, dan kamu tidak pernah menghargai itu"ucap Arthurro,sambil berurai air mata.
"Arthurro, aku tidak menggunakan nya, karena aku tidak ingin kamu terlalu lelah bekerja untuk ku sudah cukup dengan biyaya hidup istri mu yang sebentar lagi akan melahirkan itu, dia lebih membutuhkan itu"ucap Terry.
"stop!!! Terry stop jangan pernah bahas tentang dia saat kita sedang berdua,uangku tidak akan pernah habis walaupun kalian berdua terus menggunakan nya, aku masih sanggup menghidupi kalian berdua"ucap Arthurro.
kini Terry, yang banjir air mata, ternyata Arthurro, sudah menyimpan wanita itu dalam hati nya, saat ini atau mungkin sedari dulu dan dialah perusak hubungan mereka berdua, Terry merosot di atas lantai, tubuhnya bergetar hebat, dan tangis nya pecah dalam diam, ternyata sesakit ini, hidup di antara dua hati, Terry menundukkan kepalanya di atas lutut nya.
"sayang, maafkan aku"ucap Arthurro yang baru menyadari ucapan nya, yang telah menyebut istri mudanya tadi.
"kamu tidak salah Arthurro, segera ceraikan aku saat ini juga, aku sudah tidak tahan terjebak dalam cinta kalian, maaf kan aku jika selama ini aku telah merusak hubungan di antara kalian, aku pamit pergi"ucap Terry,sambil mencoba bangkit tapi bahkan kakinya sendiri pun sudah tidak mampu menahan beban hidup Terry, yang saat itu jatuh pingsan.
"sayang, maafkan aku aku mohon bangun lah, aku janji setelah wanita itu melahirkan anak ku, aku akan menceraikan nya"ucap Arthurro.
Arthurro, langsung membawa tubuh Terry,ke atas ranjang dia langsung memanggil dokter saat itu juga, dan dia langsung memeluk istrinya itu, wajah nya di benamkan di wajah Terry, dia menangis sesenggukan dia sangat takut kehilangan Terry, saat ini.
pelayan pun, datang mengantar dokter pribadi Arthurro, saat itu juga dia langsung memeriksa kondisi Terry, tapi dokter mengatakan bahwa Terry, baik-baik saja mungkin karena dia tengah hamil muda, dan itu biasa terjadi pada ibu muda yang sedikit lemah.
Arthurro, begitu, terkejut saat dia tau Terry,kini tengah mengandung, dengan usia kandungan delapan Minggu tepat hari ini yang Arthurro, takut kan adalah kondisi Terry, dan juga janin yang saat ini di kandung nya, karena Terry, sudah terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.
"dokter, bagaimana kondisi bayi nya, saat ini secara istri ku selama ini mengkonsumsi obat berlebih"tanya Arthurro.
"anda tidak perlu khawatir, nona Terry dan janin nya baik-baik saja, untuk lebih jelasnya silahkan periksa di rumah sakit "ucap dokter tersebut.
"baiklah dokter terimakasih"ucap Arthurro.
setelah Terry,sadar Arthurro, langsung mengecup puncak kepala istrinya itu maafkan aku sayang, mulai saat ini aku janji tidak akan membiarkan mu dan anak kita kesepian"ucap Arthurro, yang langsung membuat Terry, terbengong.
"apa?? apa aku tidak salah dengar"ucap Terry.
"tidak sayang, semua itu benar, di sini sudah ada buah cinta kita"ucap Arthurro.
tiba-tiba saja, Terry meraba perut nya yang masih rata, dan dia meneteskan air mata.
"aku tidak mau dia lahir, saat ini kasihan dia jika tau aku adalah perebut suami orang"ucap Terry, yang langsung bangkit namun tangan nya langsung di tarik kembali oleh Arthurro.
"apa yang kamu katakan, jangan coba-coba, melakukan hal bodoh, terhadap anak ku dan kamu harus tau kamu tidak pernah merebut ku dari siapapun dia yang hadir di dalam kebahagiaan kita, dan satu hal yang harus kamu tahu, tuhan menghadirkan dia untuk memperkuat cinta kita"ucap Arthurro.
"dan itu juga yang kini tengah terjadi di antara kalian, anak mu yang ada dalam kandungan nya juga untuk memperkuat cinta kalian"ucap Terry, yang menohok.
"cukup Terry, cukup apa perlu aku membutuhkan rasa cinta ku dengan kematian ku saat ini juga"ucap Arthurro, yang kini menatap Terry, tajam.
Terry, hanya terdiam dia menutup tubuh nya dengan selimut, lagi-lagi mereka melewatkan makan malam nya, Arthurro,kini menyendiri di balkon, sementara Terry, melamun di balik selimut.
Arthurro, sungguh sangat sulit saat ini Terry, tidak akan pernah bisa mengerti dengan posisi nya saat ini, dan selama Sharena,ada di antara mereka berdua rumah tangga nya tidak akan pernah tentram.