
setelah hari yang selama ini di tunggu-tunggu kini telah tiba, Sinan kini tengah berada di ruang persalinan, saat ini di temani Kenan Sinan sedang mengelus-elus bagian belakang tubuh Sinan yang saat ini tengah merasakan mulas yang sangat hebat, sementara Sinan hanya sibuk melapalkan do'a di sela rasa sakit nya itu.
kini dokter kembali memeriksa kondisi Sinan dan dokter mengatakan Sinan sudah pembukaan lengkap dan ia langsung di pindah ke atas ranjang khusus untuk bersalin, saat ini kenan tak henti nya mencium pipi dan Pucak kepala istrinya memberikan rasa aman.
"Hanny, kamu harus kuat kita berjuang sama-sama untuk buah hati kita"ucap Kenan.
"iya sayang, aku akan berusaha"ucap Sinan.
"nyonya sudah saatnya tolong ikuti instruksi dari saya sekarang anda tarik nafas buang nafas,tarik nafas lagi tahan dorong"ucapan dokter,di ikuti oleh Sinan tidak sampai lima menit dia terus-menerus mengikuti instruksi dokter akhirnya,kini bayi pertama lahir dengan berat 3,5 kg dengan panjang 50 cm kini di beri nama Arthur... dan tidak sampai dua menit putra kedua nya pun kini menyusul dengan ukuran yang sama pula dia di beri nama Arthurro ... Kenan langsung menciumi seluruh wajah Sinan terakhir berakhir di bibir.
terbayar sudah rasa sakit yang di alami Sinan pasca melahirkan, dengan dua jagoan yang sangat tampan perpaduan Sinan dan juga Kenan.
"Hanny, terimakasih banyak kamu sudah bersedia menjadi ibu dari anak-anakku dan kamu masih berjuang untuk cinta kita, aku sangat bahagia rasanya aku laki-laki paling beruntung di dunia ini bisa memiliki kalian bertiga, muachh muachh.
Sinan pun tersenyum setelah dokter menjahit bagian daerah V nya kini Sinan sudah di pindah keruang rawat inap VVIP Sementara kedua bayi mereka menyusul setelah dua jam di ruang khusus perawatan bayi,atas permintaan Kenan bayi nya kini di bawa di satukan dengan Sinan.
"wah,Ken..cucu mommy begitu tampan, muachh sayang semoga kalian panjang umur dan di limpahkan kebahagiaan dan juga kebaikan Amin"ucap ibu mertua Sinan saat ini sambil menggendong cucunya itu bergantian.
sementara itu di Indonesia Jimi begitu bahagia mendengar kabar cucunya sudah melahirkan dengan selamat dan foto bayi kembar itu terpangpang nya di ponsel Jimi.
ada rasa kecewa juga di hati Jimi pasalnya, dia ingin menemani detik-detik cucu kesayangan nya itu malahirkan tapi sayang dia tidak berada di sana.
Fero, yang tau mertua nya sedih dia pun mengambil cuti untuk menjenguk putri kesayangan nya itu ke Paris dan dia bahkan menyiapkan kado spesial saat ini untuk kedua cucunya itu.
Fero, begitu antusias karena dia sangat menyayangi Sinan dan Daniel semejak mereka kecil terutama Sinan yang selalu manja pada nya, setiap saat saat dia berada di sisi nya.
Fero tidak lupa mengajak Adnan karena biar bagaimanapun Adnan juga kakek nya dan ayah biologis Sinan.
tapi ada satu kesedihan saat ini bagi Adnan dia tidak bisa menjenguk putri nya karena beralasan kondisi nya kurang sehat tapi yang sebenarnya bukan kondisi tubuh tapi batin bagaimana tidak istri nya itu mengancam diri nya agar tidak pergi ke Paris saat ini.
hidup Adan sedari dulu penuh dengan tekanan sebenarnya dia sudah muak, namun dia mencoba bertahan untuk rumah tangga nya itu saat ini.
semua orang maklum tapi Jimi mulai jengah dia menelpon Adnan dia marah dengan terang-terangan Jimi meminta untuk memutuskan hubungan dengan kedua cucunya itu jika memang Adnan tidak bisa mengambil sikap tegas.
Adnan pun langsung memutuskan untuk pergi bersama dengan mereka saat ini karena bagi nya hubungan anak dan ayah lebih penting dari istri, yang tidak bisa di andalkan.
di Paris saat ini, Sinan tengah sibuk menyusui kedua bayi nya secara bergantian karena, saat ini kedua nya menangis minta ASI.
Kenan sudah menyarankan untuk memberikan susu formula namun Sinan menolak di karena kan, dia ingin hubungan nya dengan anak nya lebih dekat, terbukti saat ini sekencang nya tangis dari mereka bila sudah di pangkuan Sinan Arthur, maupun Arthurro, langsung anteng dan tersenyum walau mereka baru berusia satu Minggu.
"darling,,,, kenapa mereka begitu manja dengan mu, padahal aku adalah ayah nya orang tua nya juga tapi dia hanya bisa diam ketika di pangkuan mu"protes Kenan.
"karena, dia tau Daddy nya bakal sering ninggalin mereka untuk urusan bisnis jadi percuma saja dia manja pada mu kalau hanya akan kecewa"ucap Sinan asal sebenarnya bukan bayi nya yang protes tapi dia sendiri.
"ini beneran curhatan mereka atau mommy nya, perasaan mereka belum bisa bicara deh"ucap Kenan,sambil menatap ke arah Sinan, dan itu membuat Sinan terkekeh geli.
"hemm, mommy kalian mulai nakal dia menggoda, Daddy bagaimana mana ini Arthur, dan Arthurro Daddy sangat teraniaya hiks hiks hiks hiks"ucap Kenan pura-pura teraniaya.
"hahahaha, Ken... jangan pasang muka seperti itu, mereka tidak akan pernah percaya lagian kedua putra ku itu sangat cerdas"ucap Sinan.
"putra kita sayang"ucap Kenan protes.
"kamu lihat saja mereka lebih anteng di pelukan ku jadi mereka adalah putra ku"ucap Sinan.
"Hanny, jangan buat aku kesal Ok... jika kamu tidak ingin aku memakan mu sekarang untuk mengingat kan bagaimana proses pembuatan mereka"ucap Kenan, sedikit kesal karena istrinya selalu melemah kan nya di hadapan kedua putra nya itu.
"hehehe, kamu marah, Arthur lihat wajah Daddy mu kalau sedang marah apa masih tampan atau tidak"ucap Sinan sengaja menggoda Kenan.
"aku sudah habis kesabaran Hanny, kamu letaknya kembali mereka di dalam boks aku akan menghukum mu"ucap Kenan menyeringai.
"ampun Daddy jangan macam-macam aku baru saja melahirkan dan masih ada darah nya"ucap Sinan.
"kenapa emangnya dengan darah dulu juga kamu berdarah pas malam pertama kita"ucap Kenan tidak mau kalah.
"Daddy kamu tidak boleh menyentuh ku selama empat puluh hari"ucap Sinan.
"ya ampun darling, lama kali"ucap Kenan protes.
"Daddy,itu untuk masa penyembuhan rahim ku pasca melahirkan"ucap Sinan.
"sayang, kamu masih merasa kan sakit ya"ucap Kenan.
mereka masih berdebat manis kali ini hingga mereka tidak sadar rombongan keluarga dari Indonesia telah datang dengan membawa setumpuk kado buat kedua cucunya itu.
"hemm... kalian bahkan tidak menyambut kami, saat ini saking sibuknya nya hingga tidak sadar kalau kita datang, ucap Jimi.
"kakek , Daddy ayah mommy Sherly Ferdinand kak Daniel mana"ucap nya celingukan mencari sang kakak.
"dia sedang sibuk mengurus perusahaan milik ayah karena ayah kemari tapi Daniel berjanji setelah kita pulang dia akan datang"ucap Adn
"owh aku kangen kalian"ucap Sinan
mereka pun bercengkrama setelah semua istirahat di pagi hari mereka pun sarapan bersama Adnan sesekali mengelus punggung Sinan yang duduk di sebelah nya .
"ayah senang kini cucu ayah bertambah jadi empat semoga kalian selalu bahagia maaf jika ayah jarang mengunjungi mu"ucap adnan.
"tidak apa-apa ayah aku maklum ko"ucap Sinan mereka pun akhirnya melanjutkan sarapan.
setelah selesai semua orang berkumpul di ruang keluarga Sinan duduk sambil menyusui Arthurro yang kini tengah merajuk karena telah untuk minum asi.
bayi mereka seperti orang dewasa yang tau merajuk atau sekedar protes semua nya begitu menggemaskan.
"sayang Daddy mau gendong Arthur apa bisa kamu bantu bawa kan dia ke mari"ucap Fero pada Sinan.
"bentar ya Daddy, dia pasti bakal nangis jika setelah Arthurro menyusu dia harus langsung dapat giliran"jawab Sinan yang baru selesai menyusui Arthurro.
"hemm, kamu bener sayang dia menangis kalo begitu Arthurro saja"ucap Fero.
"ini Daddy dia bakal tidur setelah, setelah ini "ucap Sinan.
Fero pun menggendong bayi mungil itu sampai dia terlelap di pangkuan nya.
"owh lucu nya cucuku ini"ucap Fero Adnan yang melihat itu pun tersenyum.
"ayah mau gendong juga,ini Arthur sudah selesai minum asi"ucap Sinan.
"boleh Sayang ayah sangat rindu menggendong mereka"ucap adnan.
Siena pun menatap ke arah mereka berdua yang sedang memangku bayi di pangkuan nya, mereka adalah orang-orang yang berarti dalam hidup Sien... selama ini.
"maaf kan aku mas Adnan,andai saja dulu aku bertahan mungkin sekarang kamu tidak akan semenderita ini, tapi takdir berkata lain ingatan lama ku kembali, dan cinta pertama ku kembali, aku juga mencintaimu tapi takdir ingin kita berpisah, semoga hidup mu kedepan nya akan lebih baik, dan semoga kamu menemukan bahagia mu"batin Siena.
Siena diam-diam memalingkan wajahnya, saat Air mata, nya menetes tidak tertahankan, Siena begitu rapuh jika mengingat pria pertama yang jadi jodoh nya, saat itu Adnan yang mendekati nya tanpa mberikan jeda untuk berpikir tapi setelah nya iya di kalahkan oleh ke egoisan kedua orang tua nya, saat itu.
sementara itu, setelah Siena langsung pergi ke kamar mandi karena air mata nya belum bisa di hentikan, perasaan itu selalu berhasil menggoyahkan pertanyaan karena, Adnan juga tidak pernah bisa melupakan dirinya, mereka terikat oleh hubungan darah antara kedua putra-putri nya.
"momm..." ucap Sherly yang kini menyusul ibu nya.
"kenapa sayang mommy baru saja mencuci muka, mommy hanya merasa tidak nyaman, kamu mau apa hemm"ucap Sinan mendekat dan mengelus rambut putri nya.
"aku mau jalan,ke menara Eiffel boleh"ucap Sherly.
"tentu saja boleh kau boleh kesana tapi jangan ajak Ferdinand, dia akan merepotkan mu"ucap Siena.
"aku kan perginya sama mommy dan Daddy jadi Ferdinand juga pasti ikut"ucap Sherly lagi.
"mommy,mau bantu kakak di sini sayang kamu ajak Daddy saja sama kakek biar seru"ucap Siena.
"baiklah momm..."ucap Sherly.
Sherly pun kembali ke ruang keluarga, dia mengajak Jimi dan Fero ke menara Eiffel saat itu juga dan mau tidak mau mereka pun menuruti, Kenan juga menyuruh anak buahnya mengikuti mereka antisipasi Takut mereka kenapa-napa.
setelah mereka semua pergi kini tinggal Adnan dan Siena yang ada di sana mereka pun ngobrol bareng Kenan dan Sinan saat itu mereka tidak luput dari pembahasan mengenai kehidupan mereka dari situ Sinan mengerti ayah nya tidak mungkin hidup bahagia tanpa Bunda nya sampai kapan pun.
"sayang, kamu belum bobo siang ayo kita tidur mungpung Arthur dan Arthurro tidur"ucap Kenan Sinan pun menurut dia pamit pada kedua orang tua nya.
setelah mereka pergi,kini hanya tinggal mereka berdua tiba-tiba Adnan memeluk Siena, dia sangat merindukan wanita yang sangat di cintai nya itu.
"mas lepas jangan seperti ini, kamu sudah bukan suami ku lagi"ucap Siena.
"aku merindukan mu please, biarkan seperti ini sebentar saja, Sien aku sangat mencintaimu sampai kapan pun tidak akan pernah berubah, aku mohon jangan hentikan aku, sebentar saja Sayang"ucap Adnan, yang kini menangis di sambil memeluk Siena dari belakang air mata itu membasahi ceruk leher Siena dan Siena pun terdiam dia tidak tega melihat jika Adnan menangis seperti ini.
Adnan, sedang berada di lorong menuju taman belakang Mension tersebut dia berbicara berhadapan dengan Siena Adnan minta maaf pada Siena atas semua kesalahan nya di masa lalu, semua Adnan ungkapkan, saat ini, semua kendala yang terjadi di dalam hidup mereka dulu Adnan tidak bisa menahan derai air mata nya.
Ya... Adnan adalah korban dari keegoisan wanita, dia di kekang oleh ibunya dan istri pertama nya saat itu, itu lah kenapa Adnan tidak bisa mempertahankan pernikahan mereka, Adnan yang malang saat ini pun dia mendapatkan wanita yang lebih egois lagi dari cinta nya pada Siena.
"aku mungkin tak akan hidup lebih lama lagi, setelah ini aku hanya minta satu pada mu tolong ingat aku sebagai laki-laki yang sangat mencintaimu, dan aku titipkan mereka pada mu, aku bukan ayah yang baik, semoga di kehidupan mendatang kita bisa bersama kembali menjadi jodoh yang abadi"ucap Adnan
"jangan bicara seperti itu mas, kamu harus tetap hidup untuk mereka bukan nya kamu mencintai ku, buktikan mas,mas harus bertahan hidup, untuk ku dan mereka"ucap Siena.
"aku, sudah tidak sanggup lagi Sien, rasanya dunia ini begitu menentang keinginan ku untuk terus mencintai mu, aku doa kan semoga kehidupan kalian lebih bahagia, selama nya aku pamit"ucap Adnan yang kini langsung berjalan meninggalkan Siena.
"mas Adnan"teriak Siena ketika melihat Adnan terjatuh di lantai, dia langsung mengangkat kepala Adnan ke pangkuan nya sambil berteriak minta tolong.
"tolong... tolong...mas bangun mas jangan tinggalin aku,mas bangun hiks hiks hiks, bangun mas anak dan cucu kita sangat membutuhkan kita"teriak Siena menepuk pipi Adnan.
mereka pun datang menolong Adnan di bawa kerumah sakit Sinan menangis histeris dan, pingsan ketika melihat kondisi ayah nya yang tidak mungkin bisa tertolong lagi.
sesampainya di rumah sakit Dokter langsung menangani nya tapi sayang Adan koma.