
kini Fero tengah menikmati waktu nya bersama dengan istri nya , di balkon kamar nya.
Fero, berniat meminta izin untuk menengok sang ibu yang sedang sakit keras saat ini pada Siena.
"sayang, aku boleh tidak menengok mommy ke Kanada dia saat ini sedang sakit keras, aku tidak tega mendengar nya sementara aku hidup bahagia bersama dengan mu di sini, mommy di sana terbaring sakit" ucap Fero lembut.
"kenapa tidak bilang dari awal sayang tau begitu kita jenguk bareng-bareng membawa kedua anak kita kesana siapa tahu bisa menjadi obat untuk mommy Nanti nya" ucap Siena.
"ide bagus "ucap Fero sambil mencium Siena.
"baik lah sekarang aku akan siap-siap sayang" ucap Siena sambil turun ke bawah.
sesampainya di bawah, Siena meminta pengasuh anak nya untuk bersiap dan menyiapkan pakaian dan segala keperluan nya karena Siena ingin tinggal untuk beberapa waktu di sana sementara Jimi kini sedang pergi memancing bersama kawan nya di laut.
"kak,Dan.. Bunda akan kekanada bersama dengan Daddy dan juga Sherly dan Ferdinand,kakak hati-hati di rumah ya jangan pulang larut dari kantor kasihan Juli sendiri di rumah" ucap Siena menasehati Daniel.
"Bunda tenang saja Dan.. akan menjaga Juli dengan baik ia kan sayang" ucap Daniel sambil meminta jawaban Juli.
"iya mommy" ucap Juli.
Siena pun bergegas ke kamar nya lagi saat ini ia menyiapkan, beberapa barang yang di butuhkan nanti selain baju nya dan Fero, Siena sangat antusias karena ini adalah kali pertama nya bertemu kembali setelah tiga puluh tahun lalu, saat Bunda nya masih ada di dunia ini.
setelah selesai mereka semua pun berkumpul Sheryl yang kini di pegang oleh Fero dan Ferdinand dengan Siena.
ini kali pertama nya mereka akan sibuk mengurus anak mereka hanya berdua.
Siena dan Fero pun sudah berangkat menggunakan jet pribadi nya, saat ini terbang menuju Kanada.
sementara itu di rumah Daniel sedang asik bercumbu mesra dengan Juli yang kini duduk di pangkuan nya saat ini,Juli sedikit mendesah karena tangan nakal Daniel masuk kedalam kaos yang di gunakan Juli meraba dan meremas buah dada milik Juli dan Daniel kini tengah mengulum nya, entah setan dari mana yang merasuki mereka hingga mereka bisa melakukan setengah dari hal intim itu.
"sayang, sudah berhenti nanti kita ke balasan, bahaya, sebaiknya kita pergi nonton saja ya ucap Juli yang menghentikan tangan Daniel yang akan masuk kedalam rok yang kini di kenakan nya.
"baiklah sayang maaf kan aku aku terbawa suasana, saat ini rasanya aku ingin segera menikah dengan mu tapi, kamu belum bisa"ucap Daniel.
"ayo kita ke KUA, saat ini juga lagian nunggu lama juga tetap ujung nya menikah" ucap Juli mereka juga langsung bersiap mereka akan mendapatkan pernikahan mereka saat ini juga tanpa di dampingi orang tua mereka hanya Digo yang menjadi saksi pernikahan mereka yang terjadi saat ini juga rencananya Daniel ingin melakukan resepsi nanti setelah semua berkumpul.
dan saat ini adalah malam yang paling di tunggu-tunggu oleh kedua nya Juli dan Daniel pergi ke sebuah resort di pulau itu, dan mereka melakukan bulan madu nya di sana tidak perlu waktu lama dekorasi kamar pengantin baru pun sudah jadi secantik dan seindah mungkin.
Juli kini tengah membersihkan diri di kamar mandi, dan mereka telah selesai membersihkan diri mereka kini, Daniel membawa Juli keatas kasur,ia merebahkan nya di sana kasus empuk yang di taburi bunga-bunga mawar yang sangat cantik saat ini.
Daniel mulai menciumi bibir Juli saat ini perlahan tapi pasti seluruh tubuh juli, dan Juli, mendesah di bawah Kungkungan Daniel yang kini tengah meraba seluruh tubuh Juli, yang seksi dan saat mulus itu .
"sayang kamu seksi sekali"bisik Daniel yang kini mulai turun ke bagian bawah.
"sayang aku takut" ucap Juli sambil meremas sprei.
"jangan takut menurut yang pernah aku baca sakit nya hanya di awal saja" ucap Daniel sambil menatap Juli meyakinkan nya Daniel kembali melanjutkan aktivitas nya bersama dengan Juli, jeritan dan lenguhan,kini terdengar di seluruh ruangan kamar mereka Juli menangis sambil mencengkram erat bahu Daniel, Daniel tidak berhenti melanjutkan aktivitas nya Akhirnya malam pertama pun telah usai di akhiri tangisan Juli.
mereka kini terkapar lemah darah dan sisa percintaan mereka membuktikan kesucian Juli kini telah menjadi hak millik Daniel, tidak ada yang bisa menggangu gugat.
mereka telah sah di mata hukum dan agama jadi mereka berdua sudah bisa melakukan kapan pun dan dimana mereka mau.
Daniel, saat ini tengah makan malam berdua setelah, melewatkan malam pertama dengan Juli istrinya itu.
Juli hanya mengaduk aduk makanan nya saat ini, juga dia masih merasa kesal dengan rasa sakit yang di deritanya kini.
"sayang kenapa tidak di makan kamu tidak suka biar aku ganti ya sayang" ucap Daniel.
"kak,,, sakit hiks..hiks hiks.. aku takut kenapa-apa saat ini.
" Hey.. sayang dengar kan aku, itu hanya sementara ko nanti setelah itu kamu tidak akan merasa sakit lagi, yang ada bakalan minta terus nantinya" ujar Daniel sambil tersenyum.
"kak, kamu bohong kan bukti nya, masih sangat perih kapan sembuh nya" tanya Juli yang kesal lalu bergegas berdiri dan saat dia mau melangkah dia teriak tiba-tiba kesakitan.
"AW..... sakit hiks hiks hiks, kenapa sesakit ini" Juli menangis.
"sayang jalan nya pelan-pelan, kalau gitu ya sakit mau kemana sih, kenapa gak bilang kan bisa aku gendong Sayang"ucap Daniel lembut.
"aku mau tidur saja hiks hiks hiks" tangis Juli belum berhenti juga.
"maafkan aku yank... gara-gara aku kamu menderita saat ini, tapi ini memang proses nya harus seperti itu,kalau tidak kapan ada orang punya anak"ucap Daniel sambil menggendong istrinya ala bridal style, menuju ke arah ranjang.
"aku suapin makan di sini saja ya sayang aku janji gak besok sebelum sembuh rasa sakit nya aku gak bakalan minta itu"kata Daniel.
"tapi sayang,kalo nanti sakit lagi gimana?" ujar Juli.
"tidak akan sayang kan sakit nya hanya sekali" kata Daniel,sambil mengelus puncak kepala Juli.
setelah dua hari berada di resort... Daniel saat ini telah kembali ke Mension,Jimi juga sudah ada di sana dan saat ini Jimi tengah menyidang sang cucu yang ketahuan menikah tanpa memberitahu nya, saat ini bahkan semua tidak ia beritahukan,Jimi jadi teringat dengan Adnan yang dulu menikahi Siena diam-diam persis seperti itu hanya saja ini lebih ekstrim lagi, tidak ada pesta juga tidak ada satu pun keluar yang mendampingi mereka.
"maaf,kek.. saat itu Daniel takut ke balasan, jadi Daniel memutuskan untuk menikah saja, dan itu sudah terjadi" ucap Daniel.
"ya, sudah sekarang semua sudah terjadi yang penting saat ini persiapan pesta pernikahan kalian dengan secepat mungkin agar publik tidak salah paham" ucap Jimi.
🌹💖💖💖🌹
setelah satu bulan lamanya semua keluarga saat ini tengah berkumpul untuk merayakan pesta pernikahan Daniel dan Juli.
Inez Sanjaya, Adrian Sanjaya, Agnes Sanjaya, dan Adnan sanjaya.saat ini mereka sudah hadir di Mension Jimi.
sementara itu Natalia, sudah sibuk sedari Minggu lalu ia membantu persiapan wedding organizer yang di jalan kan oleh sahabat Natalia itu sendiri.
Siena, dan Fero sudah menyiapkan beberapa Gaun yang di rancang oleh Siena dan Sinan satu bulan sebelum nya.anak dan Bunda nya itu berkolaborasi hingga menghasilkan gaun yang sangat indah dan elegan.
semua orang kini tengah sibuk mendandani diri mereka masing-masing, karena pesta sebentar lagi akan di mulai sementara Sinan dan Siena yang telah siap sedari tadi ia langsung membantu mua untuk memakai kan gaun yang di penuhi mutiara di setiap sulaman nya gaun yang lumayan berat bagaimana tidak mutiara seberat Lima kilo terpasang di baju yang harganya mencapai milyaran itu,Jimi Fero dan Adnan, ya mereka sengaja patungan untuk pernikahan sang pewaris tahta, Daniel Sanjaya putra Hendrik itulah nama kepanjangan dari Daniel kini setelah seluruh keluarga menetapkan nama keturunan mereka.
pesta pun sudah di mulai,kini Adnan dan Fero juga Jimi dan Adrian,, mengawal Daniel untuk mengantarkan nya ke pelaminan.
sementara Siena Sinan Natalia dan Agnes juga Inez, beserta sherly mengiringi Juli, dan Sherly ta,kalah cantik dengan Sinan berjalan di depan juli.
sesampainya di pelaminan semua keluarga berkumpul untuk berfoto terlebih dahulu sementara para tamu sudah membeludak ingin segera melihat pasangan yang paling sempurna di tahun ini, dan mereka sangat penasaran, dengan pernikahan megah yang di gadang-gadang, menghabiskan dana triliunan, Ok lah ya untuk ukuran sultan secara dia mewarisi tiga perusahaan sekaligus, karena Fero masih punya Ferdinand untuk perusahaan besar nya kelak, bukan tidak ingin mewariskan nya pada Daniel tapi Daniel sudah cukup terbebani dengan ketiga perusahaan dari keluarga nya yang lain.
yaitu Jimi dan Adrian Sanjaya juga Adnan.
Daniel mengurus itu semua yang di bantu oleh tiga asisten pribadi nya, yang sangat handal. dalam satu Minggu Daniel harus bolak balik ke tiga perusahaan sekaligus, makanya dia jadwal nya sangat padat, tapi berkat asisten yang handal mereka bisa meringankan pekerjaan Daniel.
Daniel mengurus perusahaan Sanjaya hanya sampai keturunan Sanjaya yang lain nya dewasa seperti Agnes yang sudah memiliki anak laki-laki nya, Agnes juga ikut andil mengurus perusahaan, karena ia tau keponakan nya itu sangat lah sibuk apa lagi kerajaan bisnis Jimi yang sepenuhnya di wariskan kepada nya sangat lah besar,anak berusia dua puluh tiga tahun itu sudah mampu mengurus kerajaan bisnis keluarga nya,di karena kan ada sosok Jimi yang selalu, memberikan dukungan moral dan juga ilmu berbisnis yang sangat penting dalam menjalankan perusahaan.
kiat-kiat khusus telah Jimi berikan pada, Daniel saat itu sedari kecil.
tak heran di usia yang sangat muda ini dia telah mampu memimpin tiga perusahaan sekaligus.
pesta yang di gelar selama dua hari dua malam berturut-turut itu kini telah usai Daniel dan Juli bisa tidur dengan tenang karena keinginan keluarga nya untuk itu semua sudah mereka wujudkan.
kini semua orang di pagi hari nya tengah berkumpul di Mension Jimi yang megah itu.
seluruh keluarga ada di ruangan santai mereka bercengkrama, dengan sangat santai membicarakan apa saja yang ada dalam pikiran mereka masing-masing sementara pengantin baru sedang asik menjelajahi mimpi nya, saat itu karena, semua orang tau mereka begitu kelelahan, saat ini.
Juli, mengerejap kan mata nya, saat ini karena ia merasa ingin ke kamar mandi,di lihat nya suaminya yang sangat tampan itu masih terlelap dengan dengkuran halus, Juli tiba-tiba ingin mencium bibir suaminya itu, bahkan sangat ingin.
perlahan tapi pasti Juli mencium bibir Daniel yang kini tengah berada di alam mimpinya.
"sayang kamu nakal deh.." saat ini Daniel membuka mata nya tiba-tiba karena merasakan ada seseorang yang tengah mencium nya.
"hmm... aku sangat menginginkan bibir mu itu suamiku"ucap Juli sambil tersenyum malu-malu.
"kemari lah mendekat sayang" pinta Daniel.
"sebentar aku mau ke toilet dulu Juli pun berlari karena sudah, tidak tahan lagi kebelet pipis.
setelah selesai dengan itu Juli langsung mencui wajah dan menggosok gigi, setelah selesai ia langsung mandi tidak lama Juli keluar dengan kimono mandi nya.
"sayang kamu sudah mandi, kenapa tidak menunggu ku hmm... aku ingin mandi bersama ah.. kamu itu jahat banget sih Sayang" ucap Daniel yang kini memeluk istrinya dari belakang.
" cepat mandi Sayang, aku sudah lapar pengen makan, setelah kamu mandi ayo buruan, setelah itu terserah deh mau ngapain juga yang pasti aku sangat lapar saat ini" ujar Juli.
"baik lah sayang tunggu sebentar Ok, tidak lama ko aku akan segera kembali" kata Daniel sambil, bergegas masuk kedalam kamar mandi.
tak sampai 10 menit Daniel sudah kembali dengan lilitan handuk di pinggang dan Juli sulit menelan Saliva nya, karena melihat tubuh suaminya yang sangat seksi dengan otot perut yang sangat menggemaskan, dia memiliki roti sobek yang sangat indah di pandang mata.
Daniel yang saat ini tengah menggodok rambut nya menggunakan handuk kecil untuk mengeringkan rambut nya melihat kearah istrinya itu, yang sedari tadi menatap nya tanpa berkedip.
"kamu suka sayang kemari lah kau boleh mendekat, dan meraba nya" ucap Daniel menggoda istri nya itu.
"buruan pakai baju mu yang aku gak tahan lapar banget,tuh baju nya sudah aku siapkan" Juli menunjuk ke arah ranjang yang sudah sangat rapih saat ini.
"baik lah sayang ku aku pakai baju dulu" ucap Daniel yang kini melepaskan handuk nya begitu saja di depan juli Juli menutup wajahnya sambil berteriak.
"sayang,,,, apa-apa an kamu aku malu tau" ujar Juli sambil tetap menutup wajahnya itu.
"kenapa malu sayang kamu sudah pernah lihat semua nya satu bulan yang lalu, dan saat ini aku sudah mengunakan bokser sedari tadi makanya aku lepas handuk nya,kamu itu ngegemesin deh Hanny.