
Arthurro, sangat kagum dengan suara Terry, yang semakin lama semakin enak di dengar, Arthurro, bahkan tidak bergeming dari tempatnya saat ini dia tersenyum memandang Terry, saat ini gadis,itu tidak hanya cantik tapi berbakat.
sampai saat Terry, selesai dan menerima bayaran, Terry,kaget Arthurro, masih berada di kafe, tersebut dan menunggui nya.
"tuan, kamu masih di sini"ujar Terry.
"Aku, menunggumu selesai bekerja, dan suaramu sangat merdu, hingga aku merasa ngantuk"ujar Arthurro.
"jangan meledek tuan"ujar Terry,sangat malu.
"Aku, sedang memujimu, bukan meledek "ucap Arthurro, yang langsung membuka pintu mobil untuk Terry.
"terimakasih"ucap Terry.
mereka pun melaju ke rumah Terry, saat ini, Arthurro, sesekali mencuri-curi pandang terhadap Terry.
sesampainya di rumah, Arthurro, langsung masuk tanpa izin, dan Terry, pun tidak mempermasalahkan hal itu, dia pun menyimpan tas selempang nya, dan duduk di hadapan Arthurro.
"tuan, maaf kan aku , lagi-lagi aku membuat mu repot"ujar Terry.
"aku senang, bisa membantu mu, oya, Terry, aku ingin menawarkan pekerjaan padamu, apa kamu bersedia menjadi koki, pribadi ku, aku akan membayar mu sesuai keinginan mu"ujar Arthurro.
"tapi tuan,saya, tidak pandai memasak"ujar Terry,merendah .
"jangan bohong, aku tadi menyukai masakan mu, bagaimana jika setiap kali jam makan siang, aku minta kamu memasak untuk ku dan di antar ke kantor ku, aku janji akan memberikan bayaran yang setimpal"ujar Arthurro.
"baiklah tuan"ujar Terry, menyetujui nya.
"satu lagi, jangan panggil aku tuan, karena aku tidak suka, panggil aku dengan nama ku "ujar Arthurro.
"baiklah,tu eh Arthurro"ujar Terry.
"itu lebih bagus, dan biasakan"ucap Arthurro.
Terry, pun tersenyum manis.
Arthurro, begitu ingin mencium bibir yang menurut nya begitu menggoda.
"mulai besok hingga empat hari kedepan mungkin aku tidak bisa menemui mu, tapi aku harap kamu menepati janji mu untuk mengantarkan makan siang untuk ku"ujar Arthurro.
"baiklah Arthurro, aku janji"ucap Terry,sambil mengacungkan dua jari nya.
"aku pamit pulang dulu,"ujar Arthurro, sambil mengecup bibir Terry, sekilas, sontak Terry, membulatkan matanya.
"satu lagi mulai saat ini, kamu adalah kekasih ku"ujar Arthurro,sambil tersenyum manis kearah Terry.
Terry, bengong,sambil menatap kepergian Arthurro, dari rumah nya saat ini.
dia sangat syok, pasalnya itu adalah ciuman pertama nya.
"Arthurro"teriak Terry dari dalam, semetara Arthurro, tersenyum manis di dalam mobilnya,sambil menjilat bibirnya, yang terasa manis bekas kecupan tadi.
"aku benar-benar gila, aku jatuh hati pada mu, Terry"ujar Arthurro, yang masih melajukkan mobilnya saat ini menuju Mension, rasanya hari ini dia belum puas dengan kencan pertama nya.
sementara Terry, saat ini sulit untuk memejamkan mata nya, dia teringat terus saat, Arthurro, mengecup bibir nya itu.
"ya ampun Arthurro, aku harus apa jika besok bertemu dengan mu"ucap Terry,sambil berguling-guling tidak percaya.
ke esokan pagi nya Arthurro, berangkat ke kantor, dengan hati yang bahagia, dia bahkan selalu tersenyum, saat mengingat kejadian kemarin malam.
sementara itu tepat pukul sembilan pagi saat ini dia tengah memasak untuk makan siang buat Arthur, dia langsung membereskan semua nya, setelah selesai saat ini jam sepuluh pagi, semua sudah siap dia menyimpan itu di kotak bekal, yang memiliki suhu hangat jadi tidak akan cepat dingin, tapi dia berhenti, seketika saat hendak keluar, dia bahkan tidak tau, kemana dia harus mengantar kan itu, dan bahkan dia tidak mempunyai nomor ponsel Arthurro, saat ini.
Terry, pun berjalan menuju luar gerbang di sana sudah ada tukang ojek langganan nya yang tadi dia pesan, di memutuskan untuk pergi ke toko bunga miliknya saja dari pada mikirin yang gak jelas saat ini.
setelah sampai dia langsung bergegas membuka toko, dan menata bunga-bunga, yang sangat terlihat segar tersebut, dia punya trik khusus, untuk mengawetkan bunga tersebut, hingga akan tahan beberapa hari kedepan.
kini jam sudah menunjukkan jam makan siang, dan Arthurro, masih menunggu kedatangan Terry, tapi ada satu hal yang dia baru ingat, dia pun langsung bergegas menuju ke toko bunga milik Terry, karena dia menebak nya teri pasti ada di sana.
dan benar saja saat dia sampai, Terry, tengah duduk menunggu pelanggan nya.
"ada yang"ucapan Terry, langsung terhenti kala melihat siapa yang datang.
"makan siang ku sayang"ucap Arthurro, lembut sambil mengecup bibir Terry.
"Arthur, kamu itu "lagi-lagi terhenti karena Arthurro, mencium bibir nya.
"kenapa? sayang, tidak suka"ujar Arthurro.
"malu tau "ucap Terry, dengan wajah yang memerah.
"kenapa harus malu, kamu itu kekasih ku, saat ini dan mungkin sebentar lagi kita menikah"ujar Arthurro.
"sudah lah, aku tidak akan pernah menang, berdebat dengan mu"ujar Terry.
"itu makan siang mu di meja"ujar nya lagi.
"baiklah,ayo makan bersama"ucap Arthurro.
"kamu duluan saja aku belum lapar"ucap Terry.
"baiklah, kalau begitu, aku juga tidak lapar"ujar Arthurro, sedikit merajuk dia hanya ingin di temani makan oleh Terry.
"Arthurro,laku untuk apa, kamu datang jika belum lapar heuh"ujar Terry.
"kenapa tidak boleh, baik'lah aku akan pergi"ujar Arthurro.
tangan Arthurro,di genggam oleh Terry, Terry mengerti Arthurro, saat ini sedang merajuk.
"duduk lah, aku temani kamu makan ok"ujar Terry,sambil tersenyum , Arthurro pun menurut dan Terry, langsung menghidangkan makanan nya saat itu juga.
"makan,lah aku tau kamu laper,iya kan"ucap Terry.
"aku hanya akan makan jika kamu juga makan"ujar Arthurro.
"baiklah-baik tuan Arthurro, kita makan bersama"ujar Terry.
Arthurro, pun tersenyum, mereka pun makan bersama saat ini, dan Terry, pun mulai paham sipat Arthurro, yang sedikit manja, dia hanya tersenyum dalam hati.
setelah selesai, Arthurro, pun berpamitan, karena harus bekerja, lagi-lagi dia lupa untuk memberikan nomor ponsel nya, dan Terry, hanya geleng-geleng kepala saat melihat Arthurro, pergi.
saat jam menujukan pukul delapan malam, Terry,kini sudah bersiap untuk pergi bekerja di kafe, tapi tiba-tiba,ada yang mengetuk pintu Terry pun membuka pintu, dilihat nya Arthurro, berdiri di hadapan nya.
"sudah cantik mau kemana"ucap Arthurro.
"aku akan bekerja"ucap Terry sambil masuk ke dalam rumah nya di ikuti oleh Arthur.
"apa, kamu begitu membutuhkan uang" ujar Arthurro.
"heumm, tentunya aku harus terus melanjutkan hidup"ujar Terry.
ambillah ini, untuk mu, dan mulai saat ini berhenti lah bekerja, aku bisa mencukupi semua kebutuhan mu"ujar Arthurro.
"maaf, Arthurro, aku tidak bisa menerima nya, selama aku masih bisa mencari uang, aku tidak bisa hanya berpangku tangan mengharapkan belas kasih dari orang lain"ujar Terry.
"sayang, aku bukan orang lain, dan aku tidak melarang mu Bekerja, tapi untuk yang satu ini aku mohon berhentilah, aku akan membayar mu dengan setiap kali kamu memasak makanan untukku"ujar Arthurro.
"kalau kamu tidak mau menerima uang ku, karena kamu masih canggung dengan hubungan ini, aku akan segera menikahi mu"ujar Arthurro
"itulah, yang lebih tidak mungkin lagi , Arthur aku dan kamu begitu jauh berbeda"ucap Terry , lirih.
"jangan pernah berkata seperti itu lagi, aku tidak ingin mendengar nya, bagiku tidak ada yang berbeda, semua orang sama "ujar Arthurro,tegas.
"tapi Arthurro"ucapan nya berhenti saat Arthurro mencium bibir nya dengan sangat lembut, walaupun saat ini Terry hanya diam tak membalas nya, jujur saja dia tidak berpengalaman.
"sayang, aku hanya minta berhenti bekerja di kafe,itu dan aku akan mengganti uang yang sama seperti penghasilan mu setiap malam nya"ujar Arthurro lembut sambil memeluk erat Terry.
Terry, pun hanya bisa pasrah, dia tidak ingin berdebat dengan Arthurro, hingga dering ponsel mengejutkan Terry, saat ini dia langsung mengangkat nya.
"maaf kak, malam ini aku izin"ucap Terry.
dan panggilan pun berakhir.
dilihat nya Arthurro , diam tanpa kata menatap wajah Terry, Arthurro, begitu kesal saat ini karena permintaan nya tidak di gubris.
"maaf kan aku mungkin besok aku akan menemui nya dan mengundurkan diri"ujar Terry.
"Terry, sayang aku tau itu sulit untuk mu, tapi aku sangat serius aku sangat mencintaimu dan aku tidak ingin kamu bekerja terlalu keras sehingga tidak ada waktu untuk kita"ujar Arthurro, lembut dia mengelus rambut Terry, yang kini bersandar di pelukan nya saat ini.
"Arthurro, aku tidak tau harus berkata apa, tapi aku tidak mau menerima uang dari mu"ucap Terry.
"apa alasan nya"ujar Arthurro.
"aku tidak mau bergantung, pada mu, seratus kita baru saling mengenal, dan aku juga, tidak ingin menjadi wanita peminta-minta, aku ingin berjuang, sebelum aku menikah"ujar Terry.
"kalau begitu kita menikah saja, gampang kan"ujar Arthurro.
"menikah, itu bukan hanya sekedar ikatan, tapi juga menyatukan dua insan yang berbeda, dan kita,butuh mental yang kuat, untuk menjalani nya, bagaimana pun kita baru saling mengenal"ujar Terry.
Arthurro, terdiam,sesaat dia begitu,kagum dengan pendirian Terry, saat ini apa yang akan di lakukan oleh Terry, jika dia tau bahwa dia. adalah orang yang mengutus, Dokter, untuk operasi matanya dulu, Arthurro, tidak ingin Terry, terbebani dengan semua itu.
"sayang, aku hanya tidak ingin kau kelelahan, dan waktu istirahat mu kurang"ujar Arthurro, lagi.
"begini, saja Arthur, aku akan izin, tidak masuk, jika kamu akan datang"ujar Terry.
"terus, kalau aku setiap hari, datang, bagaimana"ujar Arthurro.
"Arthur, kamu memang nya tidak sibuk"ujar Terry.
"sayang, aku Arthurro, dan Arthur itu kakak,ku aku punya saudara kembar"ujar Arthurro.
"maaf Arthurro, aku tidak tau itu"ujar Terry.
"sayang,, aku laper"ujar Arthurro.
"tunggu di sini aku masak dulu"ujar Terry, yang langsung pergi ke dapur,di ikuti oleh Arthurro.
"kamu,mau masak apa heumm??"ucap Arthurro,sambil memeluk Terry, dari belakang.
"aku mau makan kamu saja"canda Arthurro.
"ih... gak lucu tau kalau kamu makan aku, aku mati dong"ujar Terry.
" aku makan apa pun yang kamu masak"ujar Arthurro.
"ya udah kalo begitu lepas dulu pelukan nya, kamu duduk, di manis saja di sana"ujar Terry.
"baiklah sayang ku"ujar Arthurro, yang langsung mengecup bibir Terry,sekilas.
"dasar, nakal "ujar Terry.
Terry, pun langsung bergegas mengambil nasi dan membuat nasi goreng spesial, untuk mereka berdua, saat ini dia juga menambahkan daging kedalam nasi goreng tersebut,tak lupa juga membuat telur mata sapi.
setelah selesai, Terry, langsung membawa nasi goreng tersebut, dan juga jus alpukat untuk minum nya, dan air putih sebagai opsi.
"eummm, seperti nya ini sangat lezat"ujar Arthurro.
"di coba dulu sebelum komentar"ujar Terry, yang memberikan satu piring, berisi nasi goreng daging, dan telur mata sapi, Arthur pun melahap nya, bagi nya semua yang di masak oleh Terry, sangatlah lezat, dan istimewa saat ini.
"ini enak sayang, bagaimana tangan mu bisa se ajaib ini"ujar Arthurro, yang sudah menghabiskan satu piring nasi goreng tersebut.
"biasa saja sayang semua orang juga bisa"ujar Terry.
"sayang,ambilah kartu ini aku mohon, gunakan untuk membeli segala kebutuhan dapur atau rumah , aku akan makan di sini setiap kali ada waktu"ujar Arthurro.
"tidak Arthurro, aku masih punya uang untuk itu, sebaiknya kamu simpan saja"ujar Terry, yang sama sekali, tidak ingin mengambil uang Arthurro.
"baiklah, mulai besok aku tidak akan datang lagi, aku pamit"ujar Arthurro, marah.
"Arthurro, jangan kekanakan, aku"ucapan Terry, terhenti saat Arthurro,membanting pintu, Arthurro,sangat kesal, apa susah nya Terry, menerima kartu itu sebagai uang belanja lagian makanan itu tidak di berikan toko dengan cuma-cuma.
Terry, hanya bisa menangis, saat ini,biar bagaimanapun Terry, sudah nyaman bersama Arthurro, tapi Terry, sadar terlalu banyak perbedaan antara mereka berdua, Terry, pun pergi ke kamar nya.
"aku tidak tahu harus apa, tapi jika itu keputusan mu, aku akan terima"ujar Terry, yang kini memejamkan mata nya.
iya pun tertidur saat ini, hingga pagi menjelang, saat ini Terry, tidak bersemangat sama sekali, tapi dia harus bekerja, Terry, pun bangun dan bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah itu dia pun langsung bersiap menuju toko bunga.
Terry, bekerja seperti biasa nya, saat ini dia membereskan bunga pesanan nya, Terry, harus tetap melanjutkan hidup, saat ini jadi dia harus kerja keras.
hingga, saat makan siang tiba Terry, tidak melihat kehadiran nya di toko itu bahkan dia pun lupa untuk makan siang,saking sibuknya nya hari ini banyak yang datang untuk membeli bunga, Terry, pun memutuskan untuk tutup, lebih awal karena stok bunga, sudah habis,tak lupa juga dia berterima kasih kepada sang pencipta dengan cara menyumbang kan, sebagian rejeki nya, pada orang yang membutuhkan.
Terry,kini tengah sibuk, membersihkan rumah hingga jam tujuh malam, dia pun memasak untuk dirinya sendiri, sebelum nanti pergi bekerja.
Terry, berangkat menggunakan ojek online, langganan nya, seperti biasa, sesampainya di kafe, dia langsung bernyanyi,di sana dia bahkan tidak mengetahui kalau Arthurro,kini tengah makan malam dengan seorang wanita cantik, yang entah siapa , mungkin pacar baru Arthurro
setelah selesai bernyanyi, Terry, langsung turun dari panggung, dan menerima bayaran, saat akan pulang, Terry, melihat Arthurro, yang tengah makan malam bersama dengan wanita lain, Terry, langsung pergi saat itu juga dia sudah tidak perduli lagi, dengan semua itu, bagi Terry, Arthurro, adalah pria sukses, dia bisa dengan mudah nya mendapatkan wanita manapun, selama ini mungkin, hanya dirinya, yang terlalu bodoh.
Terry, pun pergi menaiki ojeg tadi dan pulang ke rumah nya, dia langsung mengunci pintu pagar dan pintu rumah nya, saat ini.
sementara Arthurro, yang menyewa wanita bayaran tersebut, dia langsung bergegas menuju tempat Terry, dan memarkirkan, mobilnya di depan. gerbang, dia melihat lampu kamar Terry, sudah gelap mungkin dia sudah tidur, pikir Arthurro, padahal Terry masih bangun dan duduk di ruang TV, dia menangis bukan menangisi, perpisahan nya dengan Arthurro, tapi dia menyesali pertemuan nya saat itu.
ke esokan hari nya, Terry, sama sekali tidak membuka toko, dia hanya berdiam diri di rumah lagian percuma buka juga, karena stok barang habis dan belum mendapatkan kiriman lagi.
Terry, hanya duduk diam di kamar nya,sambil sesekali menonton film, untuk mengusir rasa bosan nya itu.
hingga malam pun tiba Terry, bahkan sama sekali lupa untuk mengisi perut, nya kebetulan kafe itu tutup hari ini, karena, Dandi, menemani istri nya, melahirkan, jika tita masih hidup mungkin itu adalah anak pertama mereka,ada sedikit kesedihan di benak Terry, saat ini bertepatan hari kematian kedua orang tercinta nya terry,, berencana untuk pergi ke makam kedua nya besok pagi.
"ayah,kakak, Terry kangen kalian"ujar Terry, yang kini menitikkan air mata nya, dia pun tertidur di sofa hingga jam dua belas malam, Terry, terbangun dan kelaparan, dia pun turun kebawah, untuk mengisi perut nya, dia membuat,mie instan pake telur, saat ini dia makan sendirian.
setelah selesai dia langsung mencuci bersih bekas makan nya tersebut dan kembali tertidur.
di lain tempat Arthurro, yang baru kembali dari kantor, setelah meeting penting dia pun langsung bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, saat ini di otak nya hanya,ada Terry dan Terry, Arthurro nekat untuk pergi ke rumah Terry, larut malam ini dan dia tidak mau tau sekalipun rumah nya sudah di kunci, dia akan tetap menerobos.
Arthurro, kini, sudah berada di depan pintu rumah Terry, dia memanjat pagar untuk masuk dan saat ini dia menggedor pintu masuk tersebut Terry, yang tengah tertidur pulas dia langsung terbangun, dan melihat siapa yang datang.
Terry, langsung membuka pintu, saat tau Arthurro, yang datang kalau orang yang tidak di kenal mungkin, dia enggan untuk membuka pintu.
"begini cara mu memperlakukan aku heuhhhhh, aku biarkan kamu beberapa hari ini, supaya kamu berpikir tapi apa, kamu malah semakin bertingkah"ujar Arthurro.
"Arthurro, apa kamu kesini hanya untuk marah-marah,kalau begitu pulang lah aku tidak punya waktu untuk mendengarkan nya"ujar Terry, yang hendak menutup pintu,namun tangan Arthurro, lebih cepat menahan nya.