
setelah,dua bulan lamanya, Sinan tinggal di pelosok kota Batam Tersebut,kini Sinan membuka, usaha kembali dengan merancang beberapa gaun dan pakaian dari kain tradisional khas daerah di Indonesia ia mendapat pasokan, dari berbagai sumber di setiap daerah bahkan Sinan mengganti nama nya, sebagai Dheandra.
sementara itu, Sinan kini tengah dekat dengan, Riki, tapi kedekatan mereka hanya sebatas teman, tidak lebih.
bahkan Riki lah yang selalu mencari kenalan di setiap daerah untuk membeli bahan baku yang Sinan butuh kan tidak hanya itu Sinan juga merancang tas, cantik.dan beberapa sandal wanita yang sangat cantik.
tidak hanya sampai di situ, Sinan juga mberikan, Riki,baju hasil rancangan nya.
sampai, saat ini usaha Sinan begitu lancar pemasaran nya di bantu oleh Riki, dengan relasi yang Riki miliki banyak ibu-ibu dari kalangan pejabat, selalu memesan pia online.
memang memiliki bakat dan wawasan tinggi tidak akan, pernah kehilangan kesempatan untuk berkembang dimana pun dia berada, empat bulan sudah, Kenan,belum juga menemukan orang yang sangat ia cintai, bahkan seluruh keluarga Sinan tidak pernah tahu di mana Sinan saat ini.
bagaimana tidak, Riki membantu membuat KTP,atas nama Dheandra, dari kartu keluarga milik istrinya itu, adalah data milik istrinya, seperti yang Sinan rencana kan sebelum nya, bahkan kemana pun Sinan pergi dia selalu menggunakan rambut palsu nya, yang sebahu itu.
sampai malam tiba Riki yang kini menginap di tempat Sinan, dia sengaja menjaga dua wanita beda generasi itu dari kejahatan yang sering terjadi di daerah sana.
"kak,, jangan tidur di sofa, tidur, di kamar satu nya lagi,ini dingin" ucap Sinan.
"tidak,biar aku di sini saja tenang saja aku sudah terbiasa, sebaiknya kamu segera istirahat bukan nya besok, kamu sibuk"ucap Riki.
"baik lah ini bantal dan selimut nya,kak!" ucap Sinan sambil memberikan selimut tebal, dan satu bantal empuk milik nya.
sementara itu wanita paruh baya, sudah terlelap dalam tidur nya.
"kak,, boleh minta tolong gak besok. tolong aku antar kerumah sakit, untuk memeriksa kesehatan ibu seperti nya dia tidak sedang baik-baik saja, karena, setiap kali bangun tidur ia selalu kesakitan" ucap Sinan.
"baik lah besok kita bawa dia kedokter, sekarang tidur lah jangan begadang ok nanti cantik mu hilang"kata Riki,sambil tersenyum.
Sinan pun pergi masuk ke dalam kamar nya, iya membaringkan tubuhnya yang sudah lelah rasanya sulit sekali untuk tidur,ia Kangen dengan seluruh keluarga nya, saat ini tapi kalo dia pulang, dia akan sangat mudah di temukan oleh orang lain.
biarlah selama ini,ia menyimpan rasa rindu terhadap keluarga nya, karena rasa untuk yang lain nya sudah tidak ada lagi, Sinan benar-benar memulai hidup dari nol saat ini.
Sinan tidak ingin, berkecil hati ada atau tidak nya dukungannya terhadap nya, dari orang sekeliling nya, dia tetap harus bangkit seperti saat ini.
sementara itu di Bali Kenan sudah stenbay di Mension Jimi,ia sudah memutuskan untuk melakukan pencarian di negara Indonesia, atas hilangnya, jejak istri nya itu.
dua hari sudah dia mengerahkan seluruh anak buah nya, belum juga membuahkan hasil.
Kenan sudah mengerahkan seluruh kemampuan nya termasuk,meretas cctv setiap bandara dan jalanan ibukota, namun nihil.
tapi ada satu petunjuk, yang di dapat dari cctv sebuah kafe di Jakarta, yang menampakkan, wanita yang menggunakan jaket topi yang Kenan pernah lihat topi tersebut, limited edition dan hanya ada dua biji karena topi pasangan.
melihat postur tubuh, nya Kenan, sangat mengenal nya walau pun cara berpakaian, nya beda, sekarang yang jadi, fokus Kenan adalah wanita yang sama dengan yang di lihat nya di cctv bandara di ibu kota.
"cari wanita itu sampai dapat"ucap Kenan
"baik, tuan" ucap para bodyguard nya.
tidak sampai satu hari mereka sudah menemukan Sinta, Kenan pun langsung bergegas menuju rumah nya.
sementara itu Sinta yang kaget' dengan kedatangan puluhan orang berjas hitam.dan satu orang lagi yang ia kenal sebagai atasan suaminya.
"tu...tu.. tuan Kenan" ucap Sinta gelagapan.
"Anda mengenal saya ternyata" ucap Kenan dingin.
"Anda, adalah atasan Sumi saya" ucap Sinta.
"saya, tidak punya hubungan waktu untuk itu, saya ingin tanya tolong jawab dengan jujur dimana istri saya" ucap Kenan.
"istri, maksud, anda istri apa?" tanya Sinta, yang memang tidak pernah tahu, karena pernikahan, Sinan tidak pernah ia lihat.
"kau ingat wanita yang bertemu dengan mu di kafe, terus bersama dengan mu di bandara, dia adalah istri ku" ucap Kenan tegas.
"jadi, Dheandra itu istri mu"ujar Sinta kaget.
"ya dia adalah istri ku, tapi kenapa kau panggil nama itu" ucap Kenan.
"Dheandra, adalah nama Sinan, sejak lahir namanya adalah Dheandra Sinan, tapi seluruh keluarganya lebih memilih nama tengah nya sebagai panggilan kesayangan nya" ucap Sinta,ya memang itu adalah nama, pemberian Jimi, sejak Daniel dan Dheandra lahir, Sinan ada kepanjangan dari Siena dan Adnan.
Kenan, menikah dengan Sinan saat itu, memakai nama tengah saja panggilan kesayangan Jimi, saat melihat kebahagiaan Siena dan Adnan saat baru kembali dari bersama saat di Bali dulu.
"dia, sudah kembali ke Hawai saat aku mengantar nya ke bandara dia bilang akan menetap di sana" ucap Sinta, sedikit gugup.
"jangan bohong nyonya, apa perlu saya menghabisi keluarga anda saat ini juga"ucap Kenan tegas.
"ampun tuan memang itu yang ia katakan" ucap Sinta.
"jika kau berkata jujur maka suami mu akan ku berikan bonus yang besar tapi jika kau berbohong, kepada ku,maka selamanya suamimu akan kehilangan pekerjaan apa pun" ancaman Kenan berhasil membuat, Sinta membuka mulutnya.
"istri mu saat ini tinggal di rumah peninggalan orang tua ku di Batam, kamu bisa cari dia di sana" ucap nya.
"ikut dengan ku saat ini juga, jangan coba-coba kabur, kamu tau resikonya nya" ucap Kenan tegas.
tidak butuh waktu lama Kenan pergi menggunakan jet pribadi milik Kenan,kini Kenan dan Sinta langsung sampai dengan mobil sport.
sesampainya di sebuah rumah, sederhana itu, halaman taman mini sepi, "seperti, nya tidakada penghuni nya " ucap Kenan.
beberapa,jam menunggu tiba-tiba,ada mobil masuk halaman rumah dan Riki turun duluan setelah itu dia membuka pintu mobil untuk Sinan dan ibu paruh baya, Sinan menggandeng nya turun,ibu itu terlihat sedikit kesakitan.
Sinan yang tidak sadar bahwa ada seseorang yang datang di hadapan nya ia langsung menghentikan langkahnya, menatap pria yang sudah lama meninggal kan nya.
"Sinan tidak mau perduli ia, langsung membawa ibu tersebut, kedalam rumah, semetara Riki menutup pintu mobilnya, dia langsung melihat ke arah pria tersebut.
dan Sinta sang adik, yang duduk bersama dengan Kenan di depan pintu masuk,teras depan.
"Sinta, kapan datang" ucap Rik.
"sudah tiga jam lalu bang" ucap Sinta yang sedikit ketakutan.
"kenapa dengan wajah mu ko pucat, apa kamu sakit?" ucap Riki.
"tidak bang kenalkan dia suami Dheandra"ucap Sinta.
"apa kau bilang, Dheandra sudah menikah?" ucap Riki kaget'.
"iya, bang Dheandra, pulang dari Paris, tanpa memberitahu siapa pun"ucap Sinta.
🌹💖💖💖🌹
setelah, semua orang masuk, Sinan kini hanya diam di kamar wanita yang selalu mengurus keperluan nya, di rumah itu.
"Dheandra, temui lah dia mungkin ingin segera bicara, siapa tahu dia benar-benar ingin memperbaiki kesalahannya" ucap Sinta.
"Nanti,sin aku, mau nungguin ibu, sampai dia membaik" ucap Sinan beralasan.
"biar aku yang menemani ibu sekarang kamu temui dia, Dheandra, aku juga harus segera kembali aku menitipkan anak ku pada, susternya.
Sinan, duduk di sofa ruangan tersebut di lihat nya, pria yang sudah lama tidak di temui nya kini sedang memijat pangkal hidung nya mungkin karena pusing.
"kenapa kau, mencari ku kemari, bukan kah kita, sudah berpisah?" ucap Sinan.
"kapan?aku menceraikan mu" ucap Kenan menatap tajam ke arah Sinan.
"bukan kah selama ini, kamu sudah kembali bahagia bersama dengan Sarah, aku tau semua nya, makanya lebih baik aku pergi, dan menjauh dari mu kau sudah bahagia dengan nya jadi tidak membutuhkan ku lagi sebagai pemuas ***** mu" ucap Sinan yang sangat melukai hati Kenan yang lalai terhadap istri nya itu.
"jaga bicara,mu kau bukan wanita ku kau adalah istri sah ku" ucap Kenan.
"owh, benarkah, bukan kah jika suami pergi, dari rumah istri tanpa pamit berbulan-bulan itu artinya kita sudah resmi berpisah" ucap Sinan yang kesal.
"Dheandra Sinan Sanjaya. aku ini masih suamimu sampai kapan pun, tidak akan pernah berubah, titik"ucap Kenan tegas.
"pulang lah semua tidak akan, ada gunanya aku sudah nyaman di sini dengan kakak dan ibu angkat ku" ucap Sinan.
"tidak, kamu akan pulang bersama dengan ku keparis, dengan ku sekarang juga" ucap nya.
"aku tidak mau kau pulang saja, sendiri kasihan istri mu yang sedang hamil tua" ucap Sinan sambil pergi ke kamar nya, Sinan langsung mengunci pintu kamar, nya bahkan dia, langsung membersihkan diri, di kamar mandi.
Sinan menatap, cermin, saat ini terlihat jelas, wajah sembab akibat tangis yang susah untuk di hentikan.
Sinan pun berganti pakaian dan,mengoles skincare yang selalu, menemani hari-hari nya.
setelah segar Sinan keluar,ia langsung duduk di meja makan tanpa memperdulikan siapa pun, saat ini, dia makan dengan sangat lahap masakan yang tadi ia buat sendiri sebelum pergi ke, rumah sakit.
"Dheandra, aku ada dinas malam hari ini, jadi kamu akan dirumah berdua dengan ibu, sebaiknya setelah semua nya pergi kau kunci pintu pagar dan juga seluruh jendela" ucap Riki seperti biasa mewanti-wanti,adik angkat nya itu.
"Abang, tenang saja, semua aman, sebaiknya Abang hati-hati saat bekerja" ucap Sinan sambil menoleh ke arah Riki yang kini ikut makan bersama dengan nya, sementara Kenan masih terdiam di sofa tersebut sambil memainkan ponselnya.
"suamimu, tidak ikut makan" ucap Riki.
"dia tidak akan suka makan seperti yang kita makan, orang barat makanan nya, tidak seperti ini bang" ucap Sinan yang langsung memancing Kenan bangkit dan duduk di samping istri nya.
"istri ku sedang cemburu, sampai kapan pun dia tidak akan pernah menawarkan aku, makanan, dan tidak akan mau menyapa ku" ucap Kenan yang kini tengah duduk sambil menatap kearah Sinan.
"aku juga tidak di ajak, kalian jahat" ucap Sinta.
"Sinta, kamu bukan anak kecil lagi, jika kau mau makan kamu bisa mengambil nya sendiri, lagian di rumah ini tidak ada pelayan" ucap Sinan dingin.
"Kenan, sama sekali tidak bergerak, sedikit pun saat ini, dia, tetap memandang wajah istrinya yang,ia tau sedang kesal.
jangan kan pelukan hangat dan ciuman mesra, bahkan Kenan sama-sekali tidak di lirik.
"Sinta, kamu mau ikut Abang sekalian atau mau bareng suami Dheandra, pulang nya" ucap Riki bertanya dengan adik nya.
"aku langsung ikut Abang saja, aku tidak tega meninggalkan, anak ku lama-lama"jawab Sinta.
"maaf,sin,, gara-gara aku kamu jadi repot" ucap Sinan.
"tidak ko, kamu tenang saja aku tidak repot sama, sekali lagian tuan Kenan juga bos nya suamiku di kantor" ucap Sinta.
"owh,, pantas saja, semua begitu gampang"ucap Sinan yang langsung menatap wajah suaminya.
"aku bisa melakukan apa saja, untuk istriku, jadi tidak ada yang tidak mungkin" ucap Kenan.
"kau terlalu percaya diri"ucap Sinan dingin, tanpa ekspresi.
Sinan menyudahi makan nya ia masuk ke dalam kamar nya ia mengambilkan, paper bag, yang berisi baju, hasil rancangan nya dan sejumlah uang dalam amplop untuk Sinta, dan langsung menghampiri Sinta.
"ini ada sedikit oleh-oleh untuk mu dan si kecil dan ini adalah uang sewa rumah, selama dua bulan ini, aku akan memperpanjang sewa nya karena ibu masih sakit aku akan merawat nya terlebih dahulu,sebelum aku kembali ke Paris" ucap Sinan.
"tidak masalah, terimakasih ya, maaf bukan nya pelit tidak meminjam kan rumah ini secara gratis, tapi, aku juga lagi butuh ini untuk lain hal" ucap Sinta beralasan.
"tidak masalah harus nya aku yang berterimakasih, dengan begitu, selama dua bulan ini aku bisa mendapatkan ketenangan dan, pekerjaan baru ku di sini" ucap Sinan.
"kau itu aneh, kawan punya suami Milioner, tapi kamu terus bekerja keras, sendiri kalau aku sih lebih memilih diam dan menghabiskan uang untuk berbelanja dan menghibur diri" ucap Sinta.
"dia bukan hanya milikku, lagian sejak kecil aku tidak pernah kekurangan, tapi aku lebih suka menghasilkan uang sendiri, itu adalah sebuah kepuasan, dari pada mengandalkan uang suami, yang masih memiliki wanita lain nya" ucap Sinan, Sinta mengerti tidak mungkin orang seperti Kenan hanya memiliki satu istri.
"kau jangan berbohong Hanny istri ku hanya ada satu,ya itu kamu, aku sudah memberikan seluruh harta yang ku miliki kepada mu tapi kau tak pernah kau menggunakan nya"ucap Kenan yang kini tengah menatap wajah istrinya.
Riki yang, mendengar hal itu benar-benar kagum pada adik angkat nya itu, betapa tidak Sinan adalah wanita yang selalu rendah hati pekerja keras, tidak pernah silau dengan harta.
"aku berangkat dulu Dheandra,kalau ada apa-apa langsung telpon saja,ke nomor ku" ucap Riki.
"Abang tenang saja, aku pasti telpon" ucap Sinan sambil berdiri mengantarkan Riki dan Sinta sampai depan rumah.
setelah mereka pergi, Sinan pun masuk ke dalam rumah, dan ia bergegas mengecek kondisi ibu angkat nya itu.
"Bu, apa sudah baikan,ibu mau makan apa biar aku siap kan"ucap Sinan.
"ibu rasanya ingin makan spaghetti saja entah kenapa, lagi pengen itu" jawab nya Sinan tersenyum, bagaimana tidak semenjak ia memberikan makanan itu kepada ibu angkat nya tersebut dia begitu menyukai nya.
"baiklah Sinan masak dulu" ucap nya sambil berjalan keluar kamar menuju dapur.
sementara itu Kenan hanya melihat gerak-gerik istrinya itu, tidak sampai sepuluh menit, Sinan keluar dari dapur ia membawa dua piring berisi spaghetti bolognese, dan ia memberikan pada Kenan, dan satu lagi untuk ibu Anis.
"makan lah aku tau kamu pasti lapar, aku akan memberikan ini pada ibu" ucap Sinan yang langsung pergi.
Kenan pun tersenyum semarah apa pun istrinya itu, tidak akan tega jika melihat nya terabaikan.
Kenan, mulai memasukkan makanan tersebut, dengan penuh senyuman,ia bisa merasakan cinta di setiap suapan.
tidak butuh waktu lama Sinan sudah kembali,ibu itu juga sudah tertidur pulas kembali setelah makan dan minum obatnya.
"Hanny, duduk lah, aku ingin bicara" setelah selesai makan dan minum Kenan mengusap bibirnya dengan tisu.
"bicaralah, aku harap setelah itu kamu bisa segera kembali aku tidak ingin orang lain salah paham" ucap Sinan.
"kenapa harus mikir orang lain, kita itu sudah menikah, apa ada yang salah jika aku mencari istri ku sendiri" ucap Kenan.
"hmm,,, istri, begitu ya istri sungguh mengelikan, setelah kau bosan dengan istri tua mu sekarang kamu baru ingat dengan adanya aku" ucap Sinan sambil berjalan ke arah ruang keluarga.
"Hanny, semua itu tidak benar, aku sama sekali tidak pernah melupakan mu, dan aku tidak tinggal dengan Sarah" jawab Kenan.
"aku bukan wanita bodoh yang bisa kapan pun kamu tipu ingat Ken,, aku bukan wanita seperti itu" ucap Sinan.
"kamu harus ikut aku pulang sekarang akan aku tunjukkan, siapa wanita yang selama ini berkedok sebagai istri ku itu"ucap Kenan.
"tidak akan, sebaiknya kamu segera kembali, aku masih punya urusan panjang di sini lagian ibu masih sakit mungkin aku akan menunggu sampai lima bulan kedepan"ucap Sinan.
"aku akan membawanya bersama dengan kita di sana lebih canggih lagi jadi tidak ada yang perlu di khawatir kan ibu itu akan sembuh" ucap Kenan
Sinan terdiam sampai kapan pun dia tidak akan pernah menang berdebat dengan suami nya yang begitu egois itu.