Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
kehadiran Juli


Daniel dan Sinan, merasa kan suasana seperti dulu saat mereka mengetahui bahwa mereka memiliki ibu sambung, dan saat ini masih sama, rasanya ada kesedihan tersendiri bahwa mereka merasa ayah nya kembali melupakan kebahagiaan mereka, kalau mereka egois dan boleh memilih mereka ingin kembali ke Bali dan tinggal bersama dengan, ibunya walau mereka memiliki ayah sambung tapi Fero sangat menyayangi nya, seperti menyayangi anak nya sendiri.sedari dulu dan kalo pun ada masalah Daniel dan Sinan masih miliki Jimi pengganti ayah yang selama ini merawat mereka.


tapi mereka hanya bisa pasrah dan mulai besok mereka hanya akan tinggal berdua dan tetap saja akan merasakan kesepian yang teramat sangat,sedih memang tapi mereka harus tetap terima kenyataan, bahwa mereka adalah korban perceraian.


Daniel yang selalu bersikap lebih dewasa dari, Sinan ia ingin bisa melindungi adik nya sampai kapan pun bahkan diam-diam dia belajar membuat sarapan atau memasak hal-hal, yang tidak pernah mereka lakukan sebelum nya.


Daniel memiliki tiga orang teman baru sebenarnya bukan baru sih dulu semenjak mereka masuk SD, mereka adalah teman sekolah yang baik dan ramah selalu perhatian, mereka adalah geng nya Daniel, tapi bukan geng yang anarkis seperti di luaran sana, mereka adalah teman dekat, Daniel yang selalu bersama kemana pun berbeda dengan Sinan dia hanya punya dua orang teman saja mereka selalu bersama sama di sekolah, dari mulai mengerjakan tugas, atau sekedar makan di kantin.


saat ini di senja yang begitu sepi di rumah yang begitu megah dan mewah hadiah pernikahan Siena dari Adnan dulu yang tidak pernah di klaimnya, sebagai rumah nya, Siena masihemiliki tiga rumah mewah dua Mension dan masih banyak aset kekayaan lain nya jadi ia merasa tidak pernah membutuhkan rumah tersebut, Siena hanya ingin setelah anaknya besar nanti mereka lah yang menempati itu.


"kak, apa kakak, tidak merasa kesepian saat ini, aku rasanya ingin menelpon Daddy saja agar kita di jemput pulang ke Bali lagi" kata Sinan mengeluh.


"De... apa kamu tau,kakak lebih sedih lagi harus menerima kenyataan pahit ini kembali, tapi kakak, akan berusaha kuat untuk selalu tegar dan bisa melindungi mu,kelak kakak ingin kau bahagia dengan orang yang kamu cintai, tidak ada lagi yang akan jadi korban perceraian seperti kita" ucap Daniel sambil merangkul adik nya, Sinan yang sedang menahan tangisnya.


"kak, aku rindu Daddy, aku juga rindu Bunda dan Ade Sherly dan Ferdinand" ucap Sinan yang kini menangis di pelukan sang kakak.


"sabar sayang kakak, tidak akan membiarkan mu sedih lagi gimana kalau mulai besok kita ajak teman-teman kita untuk datang dan menginap di rumah kita pasti seru deh" ucap Daniel.


"tapi ayah Takan mengijinkan nya kak... seperti yang ayah bilang ini adalah rumah Bunda jadi selain kita orang lain di larang masuk"ucap Sinan.


"biar itu jadi urusan kakak, dan kamu tenang saja, apa kamu ingin tidur bersama kakak malam ini atau sendiri" kata Daniel di akhiri pertanyaan.


"aku tidur bareng kakak saja" jawab Sinan.


malam pun tiba Daniel yang sudah mengerjakan tugas nya saat ini dia langsung mengajak Sinan tidur karena sudah jam sembilan malam,besok mereka harus sekolah.


Adnan sedang sibuk bercinta dengan Liliana, saat ini ya dia memang bilang tidak bisa mencintai Liliana saat ini tapi jiwa lelaki nya, selalu meronta ronta saat melihat tubuh seksi istrinya itu.


setelah selesai berbicara Adnan segera membersihkan diri, seperti biasa dia langsung bergegas pergi menuju rumah yang kini di tempati kedua anak nya itu, iya ingin memastikan mereka baik-baik saja saat ini.


sesampainya di rumah tersebut Adnan, membuka pintu, sendiri karena dia memiliki kunci, rumah itu, sendiri.


Adnan menuju kamar Daniel, saat pintu kamar di buka iya melihat kedua anak nya tidur bersama meski sudah kelas satu SMA mereka masih seperti saat mereka kecil dulu tidur saling membelakangi dengan posisi punggung mereka menempel satu sama lain.


Adnan melihat itu,ia menitikkan air mata, iya tidak tega melihat anak nya, menderita seperti ini, tapi dia tidak bisa membawa serta kedua anak nya itu untuk tinggal bersama dengan ibu sambung nya, bukan apa-apa Daniel menolak itu.


"maaf kan ayah nak.. kalian pasti sangat sedih, tapi ayah tidak mau terpisah jauh lagi dengan kalian biarlah untuk sementara waktu, semua seperti ini dulu, sampai ayah bisa memantapkan hati ayah pada Tante Liliana, nanti, saat ia bisa benar-benar menyayangi kalian berdua" ucap adnan yang kini tengah memeluk Sinan sang putri.


ya.. Adan hanya sebentar di sana dia langsung pergi kembali ke rumah dia bersama dengan Liliana.


pagi pun telah tiba Daniel dan Sinan telah bangun dari tidur nya, mereka bergegas membersihkan diri di kamar masing-masing, dan saat ini mereka tengah bersiap untuk berangkat ke sekolah, sebelum itu sudah ada BI, Tini.yang menyiapkan menu sarapan pagi, mereka pun sarapan dengan sangat teratur tanpa bicara setelah selesai Daniel langsung meminum air putih di gelas nya lalu pergi mengambil kunci mobil nya, Daniel mengajak Sinan untuk berangkat saat itu juga, karena sudah hampir telat.


di sekolah, tepat nya saat ini mereka tengah masuk kelas nya, untuk mengikuti jam pelajaran pertama.


Daniel mengambil, bolpoin yang tidak sengaja terjatuh dari tasnya saat ia menatap ke arah bawah, tiba-tiba ia melihat kaki seorang wanita melintas ke arah bolpoin tersebut.


Daniel tidak sengaja melihat paha mulus milik wanita tersebut, dan langsung memejamkan mata,ngeri takut-takut yang di lihat nya sedang bersiap memukul nya karena tidak sengaja melihat nya.


saat Daniel bangun wajah nya bertemu dengan wanita tersebut tanpa sengaja mereka berciuman hingga sontak dan kaget,gadis itu bukan nya marah tapi malah kegenitan, dan jingkrak-jingkrak karena bisa berciuman dengan pangeran tampan di sekolah nya itu.


Daniel, yang merasa heran ia terbengong melihat kejadian itu dia segera merapikan posisi duduknya, saat ini dan langsung membereskan buku yang ia akan gunakan saat itu karena wali kelas nya sudah masuk.


jam perjalanan pertama pun berlangsung saat ini itu juga, Daniel sesekali melihat wanita yang tadi berciuman dengan nya.


jam, istirahat pun tiba, iya dan Sinan pergi ke kantin nya saat ini, dan saat ia sedang berjalan tiba-tiba, seorang wanita bergelayut manja di lengan Daniel, tanpa rasa malu ia melakukan itu Sinan yang berjalan bersamaan di iringi teman nya tiba-tiba menghentikan langkahnya karena kaget.


🌹💖💖💖🌹


setiap hari Daniel di ganggu oleh wanita tersebut walaupun Daniel mengabaikan nya, Daniel tidak mau ambil pusing mau dia nempel sekali pun, dia membiarkan nya tanpa ingin menolak nya, Daniel tidak ingin menyakiti hati wanita karena Daniel tau sesakit apa hati wanita itu nanti jika iya berbuat kasar pada wanita tersebut.


Daniel juga punya ibu dan adik wanita jadi sebisa mungkin Daniel menjaga itu, jangan sampai karma menimpa ibu dan adik nya.


satu tahun berlalu,kini Daniel sudah naik kelas Dua, SMA.


Semakin hari iya semakin di sibukkan dengan tugas sekolah nya, tapi perempuan yang bernama Julia, itu masih setia menempel mengikuti kemanapun ia pergi, Daniel tidak pernah melarang atau pun keberatan walaupun sesekali dia berusaha untuk bicara baik-baik pada nya.


"Juli, aku mungkin kau mengira aku sombong tapi tolong untuk kali ini saja dengarkan aku, tolong kurangi sifat manja mu itu, pada ku aku tidak merasa nyaman,di lihat orang lain adiku sendiri saja tidak pernah seperti dirimu saat ini.


karena, aku peduli pada mu aku ingin kau bersikap seperti biasa, kamu boleh suka sama aku itu hak kamu aku tidak bisa melarang nya tapi aku hanya minta satu hal tolong jaga sikap mu saat di depan pria.


"kak, Daniel aku sangat mencintaimu, aku mohon jangan tolak aku, aku tidak ingin jauh dari mu" ucap Juli,sambil memeluk Daniel di mobilnya Daniel.


"Juli, kakak, tidak melarang mu mencintai kakak, tapi maaf kakak, belum bisa menerima,mu saat ini, aku masih harus fokus belajar, sampai kuliah ku selesai pun aku masih harus lanjut memikul tanggung jawab besar jadi aku tidak mau menggantung perasaan wanita, lagian kita tidak boleh memikirkan semua itu saat ini,kelak kau akan paham kenapa aku tidak menerima atau pun menolak mu, dan satu hal yang harus kamu tahu kamu itu. wanita jadi sudah seharusnya bersikap sebagai mana mestinya wanita baik-baik agar kelak kau di hormati oleh laki-laki yang lebih baik juga" ucap Daniel lagi.


"kak, aku tidak mau yang lain aku hanya ingin dirimu, apa itu salah, dan aku mohon jangan menolak ku kak, hiks...hiks..hiks.." Juli menangis sesenggukan.


"Aku, tidak akan menolak mu atau juga menerima mu tapi aku hanya tidak ingin memberikan harapan palsu yang akan menyakiti mu nanti, atau begini saja mulai saat ini buktikan pada ku keseriusan mu setidaknya tunjukkan bahwa kamu mampu menunggu ku sampai waktu yang menentukan semua nya.aku ingin melihat kau selalu mampu menjaga diri mu sampai saat nanti" ucap Daniel yang berusaha menghapus, air mata Juli.


"aku akan buktikan bahwa aku mampu melakukan apa yang kakak ingin kan" ucap Juli.


"good girl... sekarang sebaiknya kamu pulang Ok, aku hari ini mau mampir kerumah ayahku sebelum berangkat malam ini, Ok" ucap Daniel.


"cium,dulu" ucap Juli sambil menunjuk pipinya.


"Juli, tadi kakak bilang apa" ucap Daniel sabar.


"baik lah, aku turun tapi aku rindu kakak" ucap nya kembali manja.


"seminggu lagi ketemu Juli sabar ya" ucap Daniel, Sinan yang baru keluar dari kelas pun,kini masuk mobilnya.


"De di depan" pinta Daniel.


"terus Juli" kata Sinan menggantung pertanyaan nya.


"aku turun ko adik ipar,titip kesayangan ku ini ya Sinan" Juli turun, tapi sebelum nya ia mencium pipi Daniel.


"maaf kak, tapi aku takut rindu berat" ucap nya sambil turun Sinan hanya tertawa geli melihat kakak nya yang mematung.


"kenapa gak di ajak pulang saja kak..."ucap Sinan.


"jangan bicarakan, itu lagi kakak tidak ingin kamu bahas itu apa lagi depan Bunda sama Daddy, Ok" ucap Daniel sambil melajukan mobilnya.


setelah mereka sampai di rumah Liliana, mereka langsung di sambut oleh Adnan yang kebetulan pulang cepat saat itu.


"nak, kalian sudah pulang, bagaimana persiapan hari ini apa sudah siap" ucap Adnan.


"sudah yah,kami tinggal menunggu Daddy menjemput sore ini dan sekarang aku mau pulang dulu ke rumah , untuk bersiap" ucap Daniel.


"Baiklah sayang hati-hati di jalan" adnan.hanya mengucapkan itu.


Sinan dan Daniel langsung pergi meninggalkan rumah ayahnya tersebut, sebenarnya Daniel merasa sedih sikap ayah nya,sama seperti dulu.


Fero, yang baru selesai mithing di Jakarta saat ini langsung menuju ke kediaman Daniel, saat ini,ia begitu kaget' saat melihat kedua anak nya tersebut hanya tinggal berdua di rumah itu, Fero geram dan sangat marah satu tahun lebih anak mereka hidup berdua di rumah itu, tapi saat ini dia harus bicara dengan mertua nya Jimi, karena Jimi lah yang sangat berkuasa untuk mengambil keputusan.


setelah mereka bersiap kini mereka langsung pergi ke bandara, untuk terbang ke Bali, saat ini juga.


sesampainya di Bali Fero dan anak-anak nya langsung,di sambut oleh Siena, dia memeluk kedua anak nya dengan sangat haru karena rindu Siena menangis sambil memeluk, putra putri nya itu.


Jimi memeluk kedua cucunya, terutama Sinan yang menangis di pelukan sang kakek, dia langsung mengadukan semua yang mereka alami selama ini, Jimi mengepalkan tangannya ia langsung membawa cucunya itu ke pangkuan nya saat ini.


"Sinan, maaf kan kakek yang tidak tau keadaan kalian di sana, kakek pikir kalian sangat bahagia dengan ibu baru kalian saat ini tapi ternyata kalian hidup hanya berdua saja, kakek benar-benar marah dengan ayah mu itu.


"kakek, sebenarnya kami tinggal berdua karena aku meminta itu pada ayah aku tidak nyaman dengan orang yang ada di samping ayah" ucap Daniel.


"kenapa kau tidak pernah minta kembali saja ke sini sayang,kakek tidak tega membiarkan kalian tinggal tanpa orang tua" ucap Jimi.


"kek,kalo aku boleh memilih aku ingin sekolah dan tinggal dengan Bunda, selamanya, tapi demi kalian aku bahkan rela berpindah-pindah tempat dan juga sekolah, apa kalian pikir aku tidak malu setiap kali masuk sekolah baru aku harus terus beradaptasi dengan semua orang baru di lingkungan ku, tapi aku tidak bisa egois, aku harus patuh pada kalian" tiba-tiba saja Siena menangis histeris ia memeluk Daniel dan berkali-kali, minta maaf kepada Daniel.


"maaf kan Bunda sayang, maafkan bunda semua itu salah bunda, bunda yang salah" ucap Siena.


"tidak Bunda, aku tidak menyalakan Bunda, aku tau semua ini bukan keinginan Bunda, semua sudah takdir dan untuk itu, biarlah kami jalani hidup berdua, agar kami bisa tau bagaimana cara nya hidup mandiri, lagian tangung semua nya sudah terjadi,kami sudah mulai terbiasa, saat ini, walau kadang sedih jauh dari kalian" ucap Daniel yang kini, tengah memeluk sang Bunda.


"tidak, untuk Minggu depan kalian akan tinggal bersama kakek di rumah kita yang dulu di Jakarta,kakek tidak bisa membiarkan kalian tinggal hanya berdua,kakek tidak mau itu" tegas Jimi.


"Sherly ikut" ucap Sherly, yang kini memeluk kaki Daniel.


"baik lah Sherly, ikut bersama dengan kakek" ucap Jimi, Fero tersenyum karena melihat ayah mertua yang begitu baik dan pengertian.