
di Indonesia kini tepat nya di Bali, Adnan dan Siena tengah menjalani prosesi pernikahan, dengan adat Jawa karena Adnan keturunan Jawa dan Inggris, sementara Sania Jawa dan Tionghoa, jadi yang di ambil adalah adat Jawa pernikahan yang sakral, yang mereka impikan sejak dulu walau di awal ada embel-embel, surat perjanjian, namun pernikahan itu bukan mainan bagi Adnan yang kini memiliki istri dua .
pesta pun berakhir ayah Jimi dan Alina memutuskan untuk kembali kerumah mereka masing-masing, yang berada di ibu kota.
tinggal lah sepasang, pengantin baru yang kini berada di dalam kamar hotel, mereka menjalankan, ritual malam pertama nya.
seperti layaknya pasangan lain ada bahagia yang membuncah ada rindu yang terobati ada gembira di tengah rasa sakit pokok nya nano-nano hehehe.
ke esokan pagi nya Siena terbangun dari tidurnya nya iya menjerit karena kaget di sela bangun nya kini ada seorang pria bertelanjang dada bersama dirinya yang hanya di tutup selimut sampai dada nya dia belum sadar sepenuhnya . bahwa saat ini mereka sudah sah
"kenapa sayang pagi-pagi sudah teriak apa masih kurang kencang teriakan mu semalam apa mau di ulang lagi"
Adnan, sengaja berkata begitu untuk menggoda istri tercinta nya itu, sesaat Siena sadar iya langsung menutup wajahnya dengan selimut, yang di ikuti tangan nakal Adnan, yang membuka paksa selimut nya.
"lepas yang aku malu, kamu itu mesum tau"
ucap Sania dari balik selimut, yang baru ingat kalau saat ini mereka telah menikah.
"kenapa mesti malu sih aku ini suami kamu sayang ayo buka selimut nya!"
ucap Adnan pada Siena.
"Enggak ah aku malu lepas aku mau mandi "
kata Siena yang hendak bangkit dari tidurnya.
namun lagi-lagi dia menjerit, karena bagian bawah tubuh nya terasa perih dan sakit sekali, iya meringis .
"sayang maaf aku menyakiti mu, tapi aku janji kedepan nya akan lebih hati hati nanti aku akan beli obat untuk ngilangin rasa sakit nya"
kata Adnan sambil ikut meringis karena ternyata Siena benar-benar masih perawan tidak seperti istri nya yang pertama, tapi Adnan tidak mempermasalahkan itu semua karena memang tidak mencintai istrinya itu, tidak seperti saat begitu menginginkan Siena, keteguhan hati nya jauh dari semenjak Siena masih SMA.
"tidak apa-apa sudah gak usah di bahas semua sudah kewajiban ku, sebagai istri.tapi aku mohon bantu aku ke kamar mandi ya aku gak betah ini semua terasa lengket"
kata Siena, meminta Adnan untuk membantu nya berjalan.
"tanpa kamu minta pun aku akan membawa mu kesana Sayang ku, yu aku gendong"
Adnan menggendong Siena ke kamar mandi lalu ia mengisi air hangat dadi Bath up dan setelah siap Adnan melepaskan selimut yang menutupi seluruh tubuh Siena,namun Siena menolak karena malu.
"jangan yang aku malu biar aku saja kamu tunggu di sana aku bisa ko"
ujar Siena.
"kenapa harus malu sih aku kan bukan orang lain lagian, aku sudah melihat semua nya, tapi baiklah, jika kau memang ingin sendiri tidak apa-apa!"
kata Adnan pada Siena, Siena memalingkan wajahnya karena malu pipinya kini merah bak kepiting rebus.
"Ya sudah sana ihhh,,, tutup lagi pintu nya aku mau berendam dulu!"
kata Siena lagi.
"iya-iya Ratuku aku akan laksanakan, perintah mu, saat ini juga!"
jawab Adnan sambil menutup pintu pergi meninggalkan Sien di dalam kamar mandi, iya menelpon layanan kamar untuk, menggantikan seprainya, yang sudah terkena noda darah dan sisa percintaan nya semalam, Adnan begitu kagum saat melihat noda darah tersebut karena iya mendapat kan kesucian cinta Siena.
"sayang kamu sudah selesai belum, apa aku bantu, kamu lagi!"
tanya Adnan sedikit berteriak memanggil Siena.
saat Adnan ingin membuka pintu Siena, sudah berdiri tepat depan pintu .
"Gak usah aku bisa sendiri ko" ucap Siena sambil meringis kesakitan.
"jangan di terus kan biar aku gendong kamu ke sana" ucap Adnan yang langsung mengangkat tubuh Siena,ala bridal style,dan mendudukkan nya di kursi meja rias yang tersedia di kamar hotel tersebut.
tak hanya itu ia pun membantu Siena mengeringkan rambut nya hingga selesai Sania lanjut di ke atas ranjang Adnan mengambil kan baju dari koper Siena untuk di pakai nya sekarang juga, sesuai arahan Siena Adnan langsung mengambil dress selutut berwarna putih yang di Mita oleh Siena.
"ini baju nya Sayang masih ada lagi yang kamu butuhkan"
tanya Adnan pada Siena.
"sudah cukup ini saja biar aku ganti baju dulu sambil nunggu kamu mandi ok sayang"
ucap Siena.
Adnan pun langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi, karena ia tahu istri itu akan merasa malu kalo harus berganti baju di depan nya.
tak sampai 10 menit Adnan, sudah kembali dari kamar mandi, dia menggunakan kimono mandi nya.dengan rambut basah kelimis sambil di gosok mengunakan handuk kecil.
"kemari lah biar aku bantu mengerikan rambut mu,!"
ucap Siena.
"kamu yakin Sayang!"
tanya, Adnan.
"iya kemari lah"
kata Siena lagi.
Adnan pun buru-buru mendekati Siena iya sedikit membungkuk kan badan di hadapan Siena agar Siena bisa meraih kepala nya dan segera mengeringkan nya dengan handuk, saat Siena melakukan itu tiba-tiba Adnan mencium bibir Siena, dengan lembut.
"eummm sayang, lepas ih ini belum selesai masih basah"
Siena menunjuk ke arah kepala Adnan.
"biarkan saja Sayang ku biar semakin bertambah keren hehehe"
ucap Adnan sambil di ikuti senyuman.
"Sayang buruan ganti baju aku sudah lapar"
kata Siena, yang merasakan sakit di bagian perut nya karena dari sore kemarin belum makan saking sibuknya,acara tersebut.
"iya sebentar lagi pasti datang aku sudah memesan nya"
jawab Adnan.
"emang nya kapan kamu pesan makanan nya ko aku gak tau"
tadi pas aku minta ganti seprainya.
"owh"
jawab Siena. singkat
"sayang, setelah kita kembali dari hotel, kamu mau gak tinggal di daerah sini, aku sebenarnya sudah siap kan rumah untuk mu, di ibu kota tapi terserah sih kamu mau nya di mana, yang penting istri ku bahagia!"
tanya Adnan serius.
"Aku di ibukota saja sekaligus ngurus butik aku dan biar dekat dengan panti bagaimana"
"baik lah sayang, aku juga senang biar aku bisa mengunjungi mu kapan pun aku mau di sela kesibukan ku"
jawab Adnan penuh senyuman di bibirnya.
"tuh makanan nya datang ayo kita makan dulu"ujar Siena
"Ok sayang ku muachhhh muachh.
seminggu sudah Adnan bersama Siena tinggal di Bali sambil bulan madu,kini iya telah kembali ke rumah nya yang di ibu kota rumah yang telah lama Adnan siap kan untuk istri tercinta nya itu semenjak, iya kembali bertemu dengan Siena, saat Agnes melabrak nya karena salah paham.
rumah yang megah dan sudah tersedia segala perabotan yang menunjang, rumah mewah tersebut,di garasi mobil pun sudah terparkir Apik beberapa mobil, keluaran terbaru, untuk Siena dan dirinya gunakan,ini murni hasil kerja keras nya membangun perusahaan nya sendiri, bukan hasil pemberian orang tua atau warisan.
tanpa sepengetahuan sang ayah Adnan membangun perusahaan besar yang di samarkan keberadaan nya itu untuk dia dan Siena juga anak keturunan nya.
Siena yang kini sedang melihat lihat kedalam seluruh ruangan di dalam rumah nya tersebut di buat kagum saat melihat foto pernikahan nya yang sudah terpajang di dinding ruangan santai dan hampir di setiap sudut terdapat beberapa foto dirinya dan Adnan yang entah kapan di ambilnya yang pasti diam diam.
"Sayang, foto saat aku di panti,ko ada di sini kapan kamu ngambil gambar nya?,,
tanya Siena.
"hmmm mau tahu apa mau tahu aja, tapi gak geratisan ya, gimana"
jawab Adnan sambil menggoda memeluk Siena dari belakang sambil mengendus leher jenjang nya.
"Mending gak usah deh dari pada yang lain-lain.
nanti aku yang rugi!"
ucap Siena sambil menghadap wajah Adnan tiba-tiba..cup,,satu kecupan mendarat di bibir Siena yang langsung memukul Sayang bahu Adnan.
"ihhh kamu tuh nakal deh Sayang malu kan tar di lihat sama orang rumah!"
kata Siena.
"Ya kenapa harus malu sayang lagian kita bukan orang pacaran kita suami istri dan ini rumah kita jadi wajar saja jika kita mesra-mesraan, hmmm aku baru ingat kalau istri ku yang cantik ini sangat pemalu.
baiklah ayo lanjut di kamar kita sayang"
Adnan semakin menggoda Siena yang berhasil membuat wajah Siena kepanasan bak kepiting rebus.
malam pun tiba Siena tidur lebih awal mungkin karena cape, Adnan yang baru dari ruang baca iya langsung, menyelimuti sang istri yang tertidur lelap, Adnan memperhatikan nya dari depan wajah Siena, sambil mengelus wajah sang istri penuh cinta.
"kamu tau sayang, Dulu saat pertama kali aku melihat mu sedang di bully oleh Agnes, saat itu aku langsung jatuh cinta pada mu hingga aku melindungi mu diam-diam membayar orang untuk masuk ke sekolah berpura-pura jadi teman mu padahal dia orang suruhan ku, entah kenapa aku begitu mencintaimu dari saat itu
kini kamu sudah jadi milik ku, aku sekarang yang akan selalu ada untuk menjaga mu, maaf kan aku belum bisa membuat mu jadi istri ku satu-satunya karena, aku harus membongkar kedok Gladdiss, terlebih dahulu!"
Adnan, berbicara pelan tapi karena Siena yang teramat peka jadi dia masih dapat mendengar kan kata yang di ucapkan oleh Adnan.
Hati Siena merasa bangga, karena di cintai dengan sepenuh hati, oleh Adnan. tapi di sisi lain Adnan bukan lah milik nya seorang itu yang membuat Siena merasa nyeri di ulu hati nya.
Adnan pun tertidur sambil memeluk sang istri membawanya kedalam dekapannya.
ke esokan pagi nya Siena sudah bangun iya melaksanakan shalat, subuh sendiri karena ia belum terbiasa kalau harus mengajak Adnan takut marah karena di bangun kan, padahal itu hanya pikiran nya saja Adnan tipe orang yang Hambal, dan sebenarnya ia taat beribadah Siena belum tahu itu.
Siena pun bergegas turun kebawah di sana sudah ada beberapa pelayan sedang beres-beres rumah dan di dapur pun sudah ada yang stenbay ya itu BI Rani orang yang di tugaskan Adnan untuk memasak,
"maaf bi hari ini aku ingin masak buat sarapan mas Adnan, apa ada bahan-bahan nya di kulkas?"
ucap Siena pada BI Rani.
"Ada nona muda, semua tersedia di dalam sini!"
jawab BI Rani yang langsung membuka lemari pendingin, dan semua nya nampak tertata rapi pada barisan nya.
"Nona mau masak apa?"
tanya bi Rani.
"aku mau buat SOP daging dan capcay juga ikan goreng"
jawab Siena.
Siena pun mengikat rambut nya dengan di Cepol ke atas memperlihatkan leher jenjang nya yang mulus terawat membuat siapapun bakal kagum karena begitu cantik nya iya saat ini dia pun mulai memasak dan begitu cekatan dalam menggunakan alat masak iya seperti chef profesional.
Sina tidak menyadari kalau bi Rani pergi meninggalkan nya yang sudah mendapatkan kode dari tuan nya untuk pergi dari situ.
Adnan pun mendekat iya memeluk Siena yang sedang membersihkan sayuran.
"Sayang, kamu itu rajin banget jam segini sudah masak, masak apa sih yang?"
tanya Adnan yang memeluk nya dari belakang.
Siena memang sempat kaget tapi ia tau pemilik tangan kekar itu adalah yang bisa memeluk nya belum lagi,wangi maskulin yang tercium walaupun Adnan belum mandi sekali pun.
"Sayang kamu sudah solat belum sama ih jangan ganggu aku lagi masak nanti masak ku gosong Lo kamu gak bisa sarapan deh"
ucap Siena, namun Adnan malah semakin manja iya membenamkan wajahnya di lehernya Siena.
"Aku udah solat tadi, dan sekarang giliran aku memanjakan istri ku ini"
jawab Adnan.
"sayang lepas nanti aku gak selesai-selesai masak nya!"
kata Siena dengan sabar.
"Baiklah sayang aku tunggu di ruang baca saja sambil beresin berkas yang semalam"
kata Adnan mengalah.
"Nah gitu dong sayang, itu lebih baik nanti kalo sudah selesai kita sarapan ya tapi jangan lupa mandi dulu"
pinta Siena lagi.
"Baiklah tapi aku minta morning kiss dulu baru aku lepas"
kata Adnan sambil memajukan bibirnya.
"Baiklah sayang muachh,,, sudah kan aku tanggung ini lagi masak please jangan ganggu"
Siena mengatupkan kedua tangannya memohon kepada Adnan agar tidak menggangu nya.
"iya baiklah sayang ku muachhhh"
Adnan mengecup singkat bibir Siena, lalu pergi menuju ruangan baca Siena hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum manis"
setelah selesai, memasak Siena menata nya di meja makan dan setelah itu ia langsung bergegas membersihkan diri sebelum turun sarapan pagi bersama suami nya yang ternyata sudah mandi dan baru keluar dari kamar mandi Siena pun menyiapkan pakaian yang akan di gunakan suami nya untuk kekantor setelah itu dia langsung masuk kamar mandi dan membersihkan diri kira lima belas menit selesai iya pun keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk di kepala.
"sayang bantu aku memakai kan dasi dong "
pinta Adnan, sambil sedikit membungkuk Siena pun melakukan nya dengan sangat apik.
"Sudah selesai sayang aku mau pakai baju dulu, sebaiknya kamu tunggu aku di bawah ok sayang!"
ucap Siena pada suaminya itu.
Adnan pun menuruti keinginan sang istri tercinta, dia turun dan menunggu di meja makan sambil mengecek ponselnya siapa tahu ada pesan dari Harry untuk nya, tidak lama Siena pun turun dengan dress selutut yang berwarna putih seperti biasa nya, wana baju nya hampir semua di dominasi oleh warna putih.
"kamu cantik sekali sayang ku!"
Adnan berdiri dan langsung memeluk Siena dan mencium bibir nya.
"terimakasih, sayang ku muachhhh"
Siena pun langsung mengambil kan makanan, untuk sang suami pagi itu sarapan, pertama di rumah mereka, dan Adnan begitu menikmati nya karena jujur saja masakan istrinya sangat enak.