
hari-hari Siena kini di lalui, dengan kesibukan, nya mengurusi, pekerjaan, dan keluarganya, sementara Jimi sang ayah tengah berada di Kalimantan untuk mengurus nenek, Siena yang tengah sakit keras, iya dengan berat hati harus meninggalkan anak dan cucunya saat ini, bahkan dia lebih menghawatirkan, kondisi Siena, yang kini tengah berbadan dua anak kedua dari Fero.
sudah dua bulan kini usia kandungan Siena, Fero, yang saat ini selalu mendampingi,Siena, layaknya seorang suami, mendampingi istri tercinta nya, ya dia memang mencintai Siena tapi dia juga masih terikat pernikahan dengan istri tua nya, yang kini sedang berada di Kanada.
Fero, yang kini bertahan lama di tempat Siena karena Siena, saat ini tengah bersikap egois, gara-gara, Siena mengancam akan menggugurkan kandungan nya bila Fero pergi dari sisi, nya saat ini.
Fero,memang menginginkan Siena untuk kembali hamil agar dia bisa menikah dengan wanita cinta pertama nya itu.
saat ini Fero tengah bekerja di kantor cabang nya yang ada di Bali, tiba-tiba, shelin istrinya menelpon, mengabari anak semata wayangnya sedang sakit, dan sekarang sedang dalam perawatan intensif.
Fero yang sangat khawatir, iya langsung bergegas pergi menuju butik untuk meminta izin pada Siena, untuk segera terbang ke Kanada, dan Siena, yang melihat Fero sangat khawatir. dan langkah nya terburu-buru, memasuki butik iya langsung menyambutnya dengan pertanyaan.
"Ada apa hmmm jam segini sudah kemari" Siena mencoba berbicara dengan lembut tidak sedingin kemaren.
"Sien, ayo ke atas aku mau bicara serius dengan mu, sayang"jawab Fero yang kini bergegas menuntun jalan Siena,menaiki tangga.
"ada apa? tidak biasa' " ucap Siena lagi.
"Siena sayang, aku minta maaf, aku harus ke Kanada, saat ini juga anak kita sedang sakit keras, dan aku tidak tega melihat nya" ucap Fero.
Deg, jantung Siena terasa di timpuk batu besar, karena, mendengar kata, Kanada dan anak.siena perlahan menjauh dari Fero ia terlihat syok, dan saat ini Siena tengah berurai air mata, Siena terduduk dengan kasar di sofa yang ada di ruangan itu dan hal itu membuat Fero khawatir.
"sayang pelan-pelan, kamu harus lebih berhati-hati, saat ini kamu sedang mengandung buah cinta kita" ucap Fero mengingat kan.
"itu artinya kamu akan pergi meninggalkan ku untuk kedua kalinya, saat aku mengandung" ucap Siena yang masih bedrai air mata nya.
"sayang, aku mohon jangan begini, aku tidak ingin menyakiti hati mu, aku mohon jangan menangis lagi, aku tidak akan meninggalkan mu lagi aku kesana hanya untuk, menengok,anak ku yang sedang sakit dia sama seperti Daniel dan Sinan mereka adalah anak ku, dan begitu juga dengan dia dia juga anakmu sayang, aku tahu kau membutuhkan aku saat ini tapi di sana dia lebih membutuhkan ku" ucap Fero.
"pergilah sekalipun, kamu tidak kembali lagi pun tidak apa-apa, aku sudah terbiasa,nasib ku memang sangat lah buruk menjadi seorang pelakorr,memang seperti ini resikonya,selain hamil tanpa kas"
ucapan Siena, langsung di hentikan oleh Fero yang kini, mencium bibir nya tapi Siena, menolak nya dan mendorong keras Fero saat ini.
"sayang, jangan pernah kau katakan itu lagi, aku tau aku salah karena telah memaksa mu menikah dengan ku, tapi ingat satu hal kau adalah hidup ku kau satu-satunya yang aku cintai, sejak dulu, jadi jangan pernah kau berpikir kalo kamu serendah itu" ucap Fero.
"sudah lah, aku sudah muak dengan kata busuk itu, kamu bilang cinta,cita seperti apa yang selalu menyakitkan, seperti ini ia cinta mu hanya untuk menyiksa batin dan fisik ku, begitu kau sangat egois, Fero, kamu itu satu-satunya orang yang tidak punya hati, kamu keterlaluan, pergi, pergilah kemanapun kau mau jangan berharap, anak ini akan lahir dengan selamat, aku tidak mau hidup terbabani untuk alasan cinta busuk dari mu, lagi sekarang juga pergi dan jangan lupa ceraikan aku saat ini juga!!!""
Siena, menangis dia langsung masuk ke dalam kamar nya tanpa menghiraukan Fero yang menatap nya tajam, mendengar ancaman itu dan juga kata perpisahan, Fero hilang kesabaran,iya langsung mendobrak, pintu yang terkunci dari dalam, hingga terbuka lebar Siena kini tengah terduduk di atas kasur sambil bersandar di kepala ranjang.
"Siena,,, aku sudah bicara baik-baik, aku meminta izin untuk pergi tapi apa balasan nya seperti ini, heeuh,ingat Siena berani kau meminta cerai dari ku atau kau menggugat cerai, aku pasti kan, kedua anak mu akan lenyap, dan satu hal lagi yang harus kamu ingat jangan pernah menguji kesabaran ku, atau kalau enggak, kamu tau akibat nya" ucap Fero mengancam.
"aku akan pergi ke Kanada, saat ini juga ingat aku tidak, akan terus memantau mu, dan jangan, coba macam-macam, kamu itu milikku dan akan selamanya bersama dengan ku, aku tidak akan pernah melepaskan mu" ucap Fero yang kini memeluk Siena yang tengah menangis, Fero mencium bibir Siena, sekilas dan langsung bergegas pergi.
"tuhan, kenapa sesakit ini, mencintai dan kenapa takdir ini begitu menyedihkan aku tidak kuat tuhan aku mohon, ambilah semua derita ku, jika hidup ku harus berakhir, saat ini juga aku tidak akan menyesal tuhan asal kau jaga, ketiga buah hati ku, bahagiakan mereka, dan aku titip kan keluarga ku, tolong berikan kesehatan untuk ayah ku hanya. dia lah satu-satunya, harapan hidup anak-anak ku saat ini" ucap Siena lirih.. tapi saat Siena ingin meminum obat dengan dosis yang banyak tiba-tiba Adnan, menepis tangan Siena.
"jangan bodoh, sayang kamu itu kenapa, apa yang terjadi,hemmm, jangan pernah melakukan itu lagi, jangan Sien, aku sudah berusaha, melepaskan mu, walau terlalu sulit, aku sudah merelakan kamu menikah dengan nya dengan harapan, kamu bisa bahagia di sisi nya tapi apa, yang kamu dapatkan, bukan kebahagiaan, tapi derita tak berkesudahan, aku tau setiap peristiwa yang terjadi di hidup mu, aku sangat tau Sien, Sayang kembali lah, ya aku memang pernah mengkhianati cinta kita, tapi aku tidak pernah berbuat kasar pada mu, karena cinta ku, sangat tulus" ucap Adnan yang baru saja datang, untuk meminta izin,membawa kedua anak nya, tinggal bersama dengan nya, karena orang tua nya kini telah sadar,bahwa selama ini,sikap mereka benar-benar salah, mereka bahkan merestui, Adnan untuk kembali bersama dengan Siena,namun Jimi menolak, Jimi hanya mengijinkan, Adnan merawat kedua anak nya, dan memberikan nama keluarga yang seharusnya di berikan semenjak mereka lahir.
🌹💖💖💖🌹
saat ini, Adnan,membawa Siena, pergi dari butik,menuju Mension, Jimi untuk mempersiapkan, semua kepindahan, Daniel dan Sinan ke Jakarta, tempat kelahiran nya dulu,Siena kini tengah berbincang dengan Adnan,di ruang keluarga, setelah ia membersihkan diri terlebih dahulu, walau wah dan matanya masih terlihat sembab,namun kini Siena tidak, menangis seperti tadi.
"Apa, Gladdiss,tau mas Adnan, akan membawa anak-anak tinggal bersama mas, saat ini" tanya Siena membuka obrolan, karena Adnan, hanya menatap Siena sedari tadi.
"hmmm, Siena Sayang aku sudah menceraikan nya,satu tahun lalu, karena aku sudah membuktikan, perselingkuhan, nya kehadapan, kedua, orang tua ku, dan ketiga, anak yang selama ini aku sayang ternyata, mereka bukan anak ku.semua hasil perselingkuhan, dia dengan, lawan bisnis ku" ucap Adnan, yang kini tengah, menggenggam,tangan Siena.
"aku jamin mereka akan aman tinggal bersama dengan ku saat ini, apa lagi jika ibunya mau kembali bersama dengan ayah nya, aku pastikan, mereka akan lebih bahagia" ucap Adnan yang mendekat ke arah Siena dan merangkul nya, Adnan, yang memang sudah berpisah lama dengan Siena, tapi perasaan dan perlakuan nya tidak pernah berubah, dia adalah pria yang lembut, yang pernah Siena, cinta mungkin rasa itu masih ada hanya tersimpan tertutupi oleh luka, Adnan,memang memberikan nya,kasih sayang, tapi Siena, tidak kuat untuk bertahan, saat itu juga iya meminta cerai, bahkan bukan dia yang meminta itu tapi, Jimi.
"mas,maaf, kan aku, semua tidak akan pernah bisa, aku sudah terikat dengan Fero, ayah dari anak-anak ku yang saat ini ada di hadapan mu"
jawab Siena.
"sayang, apa kau percaya takdir, aku bahkan mempercayai nya hingga saat ini, aku yakin kita,di takdir kan untuk bersama, dan aku sangat yakin itu, ingat lah kapanpun kamu ingin kembali, aku akan ada selama nya untuk mu sayang" Adnan, mencium, puncak kepala Siena.
butuh proses yang cukup lama untuk mengurus surat kepindahan, kedua anak nya itu, seminggu sudah Adnan tinggal bersama Siena, tepat nya numpang sementara sampai, selesai mengurusi surat-surat lengkap milik anak-anak nya ijin, pindah dan banyak lagi.
seminggu sudah Fero belum juga kembali, dari Kanada, saat ini.
"Siena, aku akan kembali sekarang, dan aku pamit dengan anak kita, ingat jangan pernah menangis untuk orang yang telah menyakiti mu,aku akan selalu ada saat kamu membutuhkan,ku" ucap Adnan.
"Bunda, mulai saat ini, Daniel akan tinggal bersama dengan ayah,Dan, harap tolong,jaga diri baik-baik, jangan sampai Bunda, sakit dan Daniel sangat sayang Bunda, Daniel akan sering mengunjungi Bunda, bersama dengan ayah dan Ade"ucap Daniel yang kini memeluk ibunya yang menangis sesenggukan, karena harus tinggal terpisah dari mereka.
"kau anak ku, yang paling besar nak Bunda,mohon padamu jangan pernah kecewakan Bunda, selesaikan pendio mu, dengan baik jaga adikmu, ingat harus jadi anak yang penurut, kepada ayah mu nanti di sana, Bunda, akan menjenguk kalian kalo Bunda ada waktu, sayang ingat Bunda,sangat mencintai kalian, mungkin sekarang sudah waktunya, kamu ikut dengan ayah, dan sayangi dia seperti kalian menyayangi Bunda, itu terpenting " ucap Siena.
" Bunda Sinan pergi dulu,Sinan sayang pada Bunda, dan Bunda harus baik-baik saja, ingat Sinan sayang dan cinta pada Bunda" ucap Sania, yang kini memeluk ibunya sambil menangis, mereka memutuskan untuk pergi bersama ayah nya walau pun berat harus berpisah, tapi mereka tidak ingin membebani, pikiran,sang Bunda, untuk saat ini, mereka tahu Siena, mati-matian bertahan dari cobaan hidup, nya karena, hanya demi mereka, walaupun, tidak pernah kekurangan soal materi tapi tekanan batin yang sangat berat Siena melewati itu sendirian.
mereka pun telah masuk kedalam mobilnya Adnan,kini giliran Adnan yang berpamitan.
"Sayang, aku pergi dulu bersama mereka,buah hati kita, ingat lah sayang jika kau dalam kesulitan ingat aku selalu ada untuk mu"ucap Adnan sambil memeluk dan mengecup, puncak kepala Siena.
Siena berurai air mata, iya bahkan terbayang semua kenangan manis saat bersama dengan Adnan, saat mereka masih terikat pernikahan, namun, semua tinggal kenangan, yang meninggal kan bukti, ya itu kedua anak nya saat ini, yang sudah masuk usia remaja.
mereka menghilang dari pandangan Siena, iya pun berjalan gontai memasuki rumah nya,di sambut dengan tangisan Sherly, yang kini tinggallah dia seorang di rumah itu, Siena langsung menggendong, Sherly dan memeluk nya memberikan ketenangan.
"Sherly, sayang, Bunda,tahu Sheryl kesepian, tapi Sherly harus ingat Kakak' sangat sayang dengan Sherly, mereka juga tidak akan, pernah lupa, dengan Sherly kakak akan menghubungi, Sherly nanti setiap saat, dan ingat Sherly,Ade tersayang dari Kaka Daniel, yang selalu mengendong Sherly, bukan" ucap Siena menenangkan putri nya.
Siena,kini tengah membawa Sheryl, jalan-jalan di taman menggunakan stroller, dan Siena mendorong nya,di situ banyak orang yang berlalu lalang, bahkan,ada seorang pelanggan butik, Siena yang mengenalinya,dan menyapa nya saat ini.
"Nona, Siena ya, owh apa kabar, lama tidak berjumpa, padahal saya masih pelanggan butik anda loh nona" ucap ibu-ibu menor yang sangat bohay tersebut.
"apa kabar?... Oya sekarang anda tinggal di sini juga?" ucap Siena.
"saya hanya sedang berlibur dengan keluarga saya,di sini mungkin besok baru balik,ke Jakarta" jawab ibu, tersebut.
"Oya Nona, kabarnya Anda sudah menikah lagi ya, padahal yang saya tahu wanita yang menjadi, madu mu dulu adalah wanita tidak benar,sampah wanita murahan, dia bahkan memilki, anak dari teman suami saya" ucap ibu tersebut.
"hmmm, benarkah tapi sudah lah nyonya itu,masalalu, sudah tidak perlu di ungkit lagi"
ucap Siena.
"Nona memang terlalu baik, tapi kalau terus begitu, anda akan rugi" ucap wanita itu, yang kini pamit.
"Siena yang kini duduk di bangku taman, sedang bercengkrama dengan Sherly, tiba-tiba matanya melihat sosok laki-laki, yang beberapa hari ini di tunggu-tunggu kepulangan nya,
ya Fero, sedang berjalan-jalan dengan istrinya, saat ini, lagi-lagi hati nya menjerit perih, saat ini harus di bohongi oleh orang yang dekat dengan nya,
Siena, berjalan membawa Sheryl, pergi dari tempat tersebut, dan kini Fero melirik.