
setelah selesai acara pemotretan Sinan dan Kenan kembali ke Mension milik Siena karena Kenan belum, mengajak nya untuk kembali ke Mension milik nya.
sesampainya di Mension, Sinan langsung bergegas menuju kamar mandi untuk memberikan diri, setelah itu dia langsung meminta pelayan mengantar kan makan siang mereka ke kamar, Kenan sudah membersihkan diri juga iya sudah memakai pakaian yang di sediakan Sinan untuk nya.
"duduk lah, aku sudah menyuruh pelayan membawakan makan siang untuk kita"ucap Sinan berusaha bersikap sebiasa mungkin ia lelah kalo harus terus bertengkar karena keduanya tidak ada yang mau kalah mereka selalu, saja ingin menang sendiri.
"Hanny tidak bisa kah di tunda dulu makan siang nya, aku sangat ingin memakan mu sedari tadi, aku tidak tahan" ucap Kenan yang kini berbisik di telinga Sinan membuat Sinan merinding.
"Ken,,, aku lapar, lagian kemaren kamu juga sudah mendapatkan jatah mu,masa setiap pulang mengantar ku ke tempat kerja ku aku harus membayar nya dengan itu lebih baik besok kamu, tidak usah ikut kalo begitu" kata Sinan berbicara lembut.
"Hanny,,, aku selalu merindukan mu, apa tidak boleh aku suami kamu sayang masa tidak boleh, untuk menyentuh kamu, nanti kamu dosa,loh nolak aku" ucap Kenan yang kini meletakkan wajah nya di dada Sinan.
"Ken ,,, aku tidak menolak hanya saja aku lapar ok,, nanti setelah satu jam sehabis makan kamu boleh deh sentuh aku ok" kata Sinan.
"Ok,,,, aku bersabar beneran satu jam ya Hanny tidak lebih"ucap Kenan lagi.
"iya bawel,,, "ucap Sinan.
pelayan pun datang mengantarkan makanan mereka ke dalam kamar tepat nya di balkon mereka makan siang bersama.
"Hanny,,, apa itu enak boleh aku minta?" ucap Kenan.
"ambilah jika kau mau, aku sudah kenyang"ucap Sinan.
"apa, tidak salah sayang kamu baru makan dua suap loh,,,?" tanya Kenan lagi.
"aku kenyang Ken,,, terus mau gimana lagi, kalo kenyang masa di paksain" ucap Sinan.
"hmm,,, baik lah kalo begitu aku, juga sudah kenyang" kata Ken.
"hmmm... kamu belum menyentuh makanan nya Ken,,,sini mau aku suapin gak?" ucap Sinan berbaik hati iya tidak tega kalo melihat Kenan juga mogok makan.
"Hanny, aku ingin makan berdua, bukan sendiri seperti ini"pinta Kenan.
"aku, kenyang Ken,,, aku suapin kamu saja ya sayang" ucap Sinan mencoba membujuk suaminya yang sedang tidak berselera.
"baik lah sayang, terserah kamu saja"jawab Kenan yang langsung membuka mulutnya.
Sinan menyuapi Kenan layaknya menyuapi anak kecil, Kenan yang senang dengan perubahan sikap Sinan terhadap nya kini tersenyum manis.
satu jam setelah makan Sinan sedang duduk sambil mencoret-coret kertas, yang bisa ia gunakan untuk mendesain pakaian saat ini ia sedang membuat lingerie seksi yang akan dia luncurkan satu bulan lagi itu rencananya saat ini.
Kenan yang sudah menyelesaikan pekerjaan nya,di laptop miliknya kini dia mendekati istrinya itu.
"Hanny, kamu masih bekerja, simpan lah dulu itu sayang kapan kamu nurut sama aku,uang ku tak akan pernah habis untuk menanggung semua biaya hidup mu, sampai kapan pun" ucap Kenan.
"yank... mengerti lah aku tidak mau jadi wanita yang bergantung pada suamiku, kamu juga punya istri dan anak yang masih membutuhkan semua itu, aku tidak ingin jadi beban mu" ucap Sinan.
"aku menikah dengan mu karena aku mencintaimu Hanny, jadi sudah sewajarnya aku memberikan napkah ku padamu, ngerti kan?" ucap Kenan.
"aku ngerti, tapi jika aku tidak bekerja aku, akan kesepian saat aku harus di rumah terus mending seperti ini, saja" ucap Sinan.
"Hanny, aku ingin kau bahagia, dan lakukan kegiatan seperti biasa nya, seorang wanita, aku ingin kamu segera mengandung anak ku sayang,agar keluarga kita bisa lebih sempurna" kata, Kenan.
"Ken,,,, hidup mu sudah lebih sempurna, kamu sudah memiliki istri dan anak di sana kenapa masih ingin aku hamil?" Sinan menatap kearah suaminya.
"sayang, aku ingin punya anak dari wanita yang sangat aku cintai, bukan dari istri bisnis ku" jawab Kenan,,,
"kau bisa menyentuh nya, itu berarti kamu juga mencintai nya jadi jangan pernah munafik Ken,,, aku tau itu karena aku juga seorang wanita"kata Sinan.
"terserah kamu saja Sayang, percuma di jelaskan pun kau tetap tidak akan mau mengerti" ucap Kenan sambil merebut kertas yang di pegang oleh istrinya itu.
"Ken,, kembali kan aku belum selesai " ucap Sinan.
"sayang, kamu lupa dengan janji mu hmm,,,?"
Kenan, langsung memeluk istrinya itu yang sedang berdiri di samping nya itu, iya ******* bibir Sinan dengan mesra nya perlahan tapi pasti ciuman itu mendapat kan balasan dari Sinan mereka sama-sama terbuai di dalam nya entah kapan mereka saling melepas kain yang menempel di tubuh mereka masing-masing,tapi yang pasti, mereka kini telah sama-sama polos, dan perlahan Kenan membawa istrinya itu ke ranjang,dan terjadi lah pergulatan panas antara mereka berdua, hingga satu jam lamanya,kini.
setelah selesai melakukan hal itu, mereka berbaring sambil berpelukan hingga ketukan pintu itu terdengar nyaring bunyinya, membuyarkan tatapan cinta dari mereka.
ya... Sinan kini sudah mulai tumbuh perasaan sayang terhadap Kenan suaminya itu yang awalnya ia tolak dengan susah payah karena Sinan tidak ingin jadi yang kedua.
Kenan Anderson, adalah seorang pebisnis handal iya memiliki sepuluh perusahaan di bidang yang berbeda-beda, iya juga memiliki ratusan anak buah, yang kini bekerja di setiap negara yang menjalankan perusahaan miliknya, saat ini.kenan..mang bukan lah pria sembarangan, dia adalah pebisnis yang paling di seggani.
mereka pun bergegas bangkit dan menggunakan kimono mandi nya, karena ingin membuka kan pintu.
"Hanny biar aku saja kamu tidur lah dulu kamu pasti sangat lelah" ucap Kenan.
sementara Ken membuka pintu.
"ada apa?" ucap Ken dingin.
"di bawah ada seorang perencana mencari anda tuan" ucap pelayan tersebut.
"suruh dia menunggu aku akan membersihkan diri ku terlebih dahulu dan tolong suruh satu orang kemari untuk mengganti seprainya" ucap Kenan.
"baiklah tuan saya permisi dulu"ucap pelayan tersebut.
Kenan pun masuk menyusul istri nya kedalam sana.
"sayang boleh kah aku bergabung?" tanya kenan yang kini duduk di tepi bathtub.
"tidak Ken,, nanti acara mandi ku lama, oya siapa yang datang?"tanya Sinan.
"tau"
🌹💖💖💖🌹
setelah mereka selesai membersihkan diri, saat ini Kenan, sedang membantu istrinya mengerikan rambut istri nya itu yang panjang, hingga, selesai setelah Sinan selesai memoles skincare,ke wajah nya itu, iya langsung bergegas menuju room closed untuk memakai baju,di ikuti Kenan yang sama-sama ingin mengambil bajunya, Sinan memang menyediakan pakaian laki-laki khusus untuk kakak nya atau pun Jimi dan Fero, beruntung Kenan satu ukuran dengan Daniel kakak nya walau usia nya, berbeda jauh.
"Hanny di sini banyak stelan jas milik siapa?" tanya Kenan.
"itu milik ku, yang sengaja aku rancang khusus untuk keluarga ku, untuk mu juga ada satu bulan yang lalu aku membuat nya,ini semua masih baru karena kak,, Daniel, jarang kemari, dan ini bisa aku jual kalo mereka tidak pernah kemari.
"kau memang istri yang sangat membanggakan aku semakin mencintai mu Hanny, cepat lah tumbuh anak ku sayang Daddy sangat ingin kau tumbuh di rahim mommy mu saat ini" ucap Kenan, yang mengelus perut rata istrinya itu.
"Ken,,,geli tau, sudah lah mungkin tamu nya akan kelamaan menunggu kita, lagian siapa??sih tidak biasa nya ada yang bertamu ke Mension mommy, beberapa tahun ini kecuali ayah itu pun sudah sangat lama"ucap Sinan yang kini telah selesai memakai dress di selutut berwarna putih, yang memiliki tali kecil di atas nya.
sungguh sangat elegan, Kenan pun sampai menelan Saliva nya saking terpesona nya melihat istri muda nya saat ini.
"sayang, kamu semakin cantik saja saat ini aku sangat bahagia bisa memiliki mu, kamu adalah wanita yang paling aku cintai " ucap Kenan sambil, memeluk erat tubuh Sinan dari belakang.
"Ken,,,ayo kita temui siapa dia yang ingin bertemu dengan kita? ucap Sinan.
mereka pun keluar dari kamar nya dan turun sambil bergandengan tangan begitu mesra nya Kenan dan Sinan, pun tersenyum manis, sampai saat tiba di sebuah ruangan tamu, senyum Kenan terhenti, karena tamu yang di jumpai nya adalah, seorang wanita yang sangat di kenal nya.
"sayang, aku mencari mu ke mana-mana ternyata kamu di sini, siapa wanita ini, rasanya aku sudah tidak sabar ingin segera. mendengar penjelasan mu, kemarin aku melihat surat kabar, mengatakan bahwa kalian adalah pasangan suami istri yang sangat serasi, kapan kalian menikah heuhhhhh, kenapa kamu jahat sekali Kenan,,, aku bahkan sedang mengandung anak pertama kita, tapi apa ini kau berhianat, pada cinta kita!!!"" Dar...bagai di sambar petir, petir di siang hari.
Sinan, terjatuh pingsan, saking syok... ya saat ini.kenan langsung membopong istri kedua nya itu, dan menyuruh Sarah untuk menunggu di bawah, Kenan langsung menyuruh orang untuk manggil Dokter saat itu juga.
hingga setengah jam lamanya Sinan belum juga siuman, dan Dokter, pun sudah memeriksa nya,ia mengatakan hal yang mengejutkan.
"tuan, seperti nya istri anda sedang mengandung dan sebagainya untuk memastikan hal itu anda membawa nya ke dokter kandungan, nyonya sebetar lagi akan segera sadar bersabar lah tapi ingat jangan buat dia syok,, untuk yang kedua kalinya" ucapan sang dokter,kini terasa membingungkan, Kenan hanya mengangguk
Kenan, meminta pelayan untuk menunggui Sinan,di kamar nya sementara, Kenan menemui Sarah di bawah Sarah adalah istri yang sangat penurut hanya saja dia tidak seperti kelihatan nya,Sarah hanya mencari simpati Kenan saat ini, karena kehamilan nya adalah buah dari perselingkuhan nya dengan pacarnya.
"Sarah, pulang lah aku sedang sibuk saat ini, besok setelah semua nya membaik aku akan menemui mu, ini tidak seperti yang kau pikirkan, dia adalah wanita yang sangat baik, jadi jangan pernah ganggu dia" ucap Kenan tegas.
Sarah pun kembali dengan orang kepercayaan Kenan saat ini,Sarah merasa puas, karena dia berhasil membuat kekacauan di, antara mereka,kini Sarah, tidak mau kehilangan Kenan,ia ingin memiliki keduanya.
Kenan, kembali ke kamar Sinan ia melihat istrinya sudah siuman dan hanya duduk bersandar di kepala ranjang, Sinan tidak bicara apa pun, seperti patung, Kenan memberikan kode untuk meninggalkan mereka berdua,pada pelayan tersebut.
"sayang, kamu sudah sadar, aku mau bicara sesuatu,tolong dengar kan aku" ucap Kenan lembut dan memeluk mencium Sinan saat ini sementara itu Sinan tidak menggubris nya sama sekali.
"Hanny, dia adalah Sarah istri yang kunikahi karena perjodohan bisnis, dia memang sedang mengandung, tapi tidak semua yang dia ucapkan itu benar, adanya dia sengaja melakukan hal itu agar kau menyerah dengan ku dan aku hanya miliknya seorang, tapi aku tidak ingin tinggal dengan wanita murahan yang selalu memberikan tubuh nya pada kekasih nya itu, aku bersabar selama ini untuk kebenaran, tentang bayi yang di kandung nya apa dia anak ku atau bukan, hanya itu alasan aku bertahan dengan nya sampai kontrak pernikahan kami berakhir" jelas Kenan.
"benarkah, tapi kelihatannya, wanita itu tidak pernah berbohong, dan saat dia membahas tentang cinta kalian, dia seperti tidak sedang berbohong Ken,,, kamu jangan coba-coba membohongi ku, karena aku sangat membenci orang yang berani berbohong kepada ku" ucap Sinan.
"sayang, apa aku terlihat seperti pembohong sayang, sejak awal, aku tidak pernah berkata bohong pada mu, dan mulai sekarang aku minta, kamu bersabar sayang hanya beberapa bulan lagi, setelah dia melahirkan anak itu, dan kamu ada kabar baik lagi Hanny, anak kita sudah tumbuh di dalam sini, nanti kita pastikan ke dokter kandungan, sebetar lagi sayang aku juga sudah memindahkan semua aset kekayaan ku hanya untuk mu Ratuku, aku sangat mencintaimu muach..." Kenan mencium bibir Sinan, begitu mesra nya.
"aku pegang ucapan mu, mulai saat ini jangan sekali-kali kamu berbohong kepada ku, jangan pindah kan semua itu sebelum aku jadi istri mu yang sah" ucap Sinan.
"hmm,,, baik lah sayang ku, tapi kamu harus janji jangan pernah pergi dari ku lagi" ucap Kenan.
"tergantung" jawab Sinan.
"aku tidak mau dengar jawaban seperti itu sayang aku ingin kepastian, atau aku akan melakukan hal yang tak terduga pada orang-orang yang kamu cintai" ancaman Kenan serius.
"kau mengancam ku, cinta macam apa yang berani mengancam orang yang di cintai berarti cinta mu itu palsu, baik lah mulai saat ini juga kau boleh kembali dengan istri mu karena aku tidak suka hidup dengan seorang pengancam" ucap Sinan tegas sambil bergegas mengambil tasnya.
"Hanny, aku, melakukan hal itu karena aku, sungguh sangat mencintai mu.