
"apa ,mau mu sekarang heuhhhhh, aku tidak ingin kamu bersikap keras kepala seperti ini,ini rumah mu, sudah seharusnya kamu tinggal di sini"ucap Daniel, yang kini menahan amarahnya kata-kata Daniel,pelan tapi penuh penekanan.
"aku hanya ingin mas, mengerti aku, aku tidak ingin merusak kebahagiaan mu"ucap Messi.
"baiklah,baik aku ikuti keinginan mu"ujar Daniel,sambil pergi dari hadapan Messi, saat itu juga dia bahkan tidak mengucapkan selam saat ini.
Messi, terduduk di samping ranjang nya, saat itu juga dia menangis sesenggukan sendirian, saat ini Messi, hanya tidak ingin merusak hubungan mereka, berdua biar bagaimanapun dia sudah merasa sangat berdosa, pada Juli, karena bukan cuma materi, yang ia ambil tapi juga tubuh suaminya, walaupun itu ia lakukan dengan terpaksa,maka dari itu Messi, hanya ingin Daniel,menjauh dari hidup nya, sebelum semua semakin terlanjur.
satu Minggu sudah kepergian Daniel, saat ini dia tidak pernah memberikan kabar, walaupun hanya sekedar pesan singkat, tapi Messi, merasa sedikit lega, walaupun tidak dipungkiri dia memiliki rasa rindu yang begitu besar, saat ini tapi Messi, mencoba untuk mengubur itu semua.
Messi, berjalan dari, kafe ke kafe, wanita dewasa tersebut mencoba untuk melamar pekerjaan, dia tidak ingin bergantung pada uang Daniel, walaupun setiap bulan Daniel, selalu mengisi saldo di rekening nya itu, Messi, tidak ingin menambah dosa , nya lagi saat ini kebetulan penyakit nya sudah di nyatakan sehat seratus persen, jadi Messi, bisa bekerja dengan baik tapi sampai sekarang belum ada satupun yang menerima dia bekerja.
sampai,suatu hari ada seorang wanita yang menerima lamaran pekerjaan nya di sebuah butik, saat ini dia begitu bahagia, setidaknya, walaupun gajinya tidak sebesar uang yang diberikan oleh Daniel, dia masih bisa mencukupi kebutuhan nya, untuk makan dan membayar tagihan listrik rumah tersebut.
rencana nya, Messi, akan mencari kontrakan, yang cukup untuk ia tinggali sendiri,agar perlahan dia bisa mengembalikan, apa yang memang bukan haknya pada pemilik nya, Messi hanya akan bertahan sampai dua bulan kedepan, sampai dia mendapat kan uang untuk ngekos.
sementara itu di kantor cabang di Jakarta, Daniel, menerima laporan, bahwa selama dua Minggu ini, Messi, tidak datang ke rumah sakit, bahkan, tidak ada laporan pengeluaran dari kartu ATM yang ia berikan pada Messi, Daniel, pun segera mengirim orang kepercayaan nya untuk mengawasi kegiatan Messi, dan memastikan bahwa Messi, baik-baik saja.
tiga Minggu berlalu saat ini orang Daniel, melaporkan bahwa Messi, bekerja di sebuah butik, dan dia sudah berhenti memeriksa kan kondisi kesehatan nya, bukan hanya itu, Daniel, mendapatkan kiriman foto, Messi yang pergi bekerja dengan pakaian lama milik nya.
"Messi, apa sebenarnya maumu , aku sungguh tak ingin kan itu,aku sudah berusaha untuk mengikuti semua keinginan mu, aku sudah berusaha untuk tidak menemui mu seperti yang kau minta tapi apa ini apa yang aku dapatkan"Gumam, Daniel,ada rasa ngilu di hati Daniel, wanita yang berhasil merebut hati nya untuk yang kedua kalinya itu saat ini seakan menjauh dari nya, dia bahkan tidak Sudi menerima semua pemberiannya.
satu bulan berlalu, saat ini adalah hari gajian, Messi, kebetulan saat itu Messi, menerima bonus, dari pemilik butik, karena kerja keras nya bahkan dia selalu lembur untuk membantu majikan nya itu membuat desain khusus.
uang lima juta yang saat ini di kantongi nya dia langsung izin untuk mencari rumah kontrakan, saat itu juga, Messi, memajukan rencana nya, setelah lama berkeliling tidak ada satupun kontrakan kosong, saat ini sekalipun ada itu sangat lah jauh dan menguras ongkos.
Messi, berjalan gontai menuju rumah pemberian Daniel, dia bahkan terlihat sangat letih saat ini tanpa sadar Daniel, sedang duduk di sofa,sambil menatap tajam kearah nya.
"darimana saja kamu Mes... kenapa jam segini baru pulang??"ujar Daniel, dan sontak saja Messi, tersadar dan melirik ke arah suara
pria itu masih tidak bergeming dia masih dengan tatapan tajam nya.
"maaf mas aku habis dari luar "ucap nya sambil berjalan menuju anak tangga.
"Messi, apa begitu sikap mu, setelah satu bulan lebih kita tidak pernah bertemu??"ujar Daniel, dengan nada tinggi.
"mas, aku hanya ingin membersihkan diri dahulu setelah itu kita bisa bicara tolonglah mengerti"ucap Messi, yang kini berlari menuju kamar nya.
Daniel, mengeratkan kepalan tangan nya, saat itu juga dia langsung mengikuti langkah Messi,menuju kamar nya.
"Messi, apa uang yang aku berikan tidak cukup sehingga kamu berhenti memeriksa kondisi tubuh mu, selama satu bulan ini, apa kamu begitu kekurangan hingga baju itu masih kamu kenakan"ucap Daniel, memberondong pertanyaan.
"mas, aku mohon kita bicara setelah aku mandi Ok, aku merasa tidak nyaman"ujar Messi, yang langsung masuk ke dalam kamar mandi, setelah menyimpan tas nya.
Daniel, memeriksa tas Messi, dia begitu kaget hanya ada uang tunai di dalam nya itupun, bertuliskan gaji, dan tidak ada dompet ataupun handphone, pemberian nya ,tas yang dia gunakan pun tas usang miliknya saat masih kuliah dulu.
Daniel, menemukan satu kotak kecil butiran obat entah itu vitamin atau obat, yang jelas Daniel,tau ini harganya sangat murah bahkan mungkin kandungan dosis nya tidak sebagus yang biasa di konsumsi oleh Messi.
saat Messi, keluar dari dalam kamar mandi, Daniel, berjalan pergi tanpa bicara sepatah kata pun, dia bahkan membanting pintu kamar tersebut, Daniel, segera turun dan meminta seseorang untuk mencari tau obat atau butiran pil yang Messi konsumsi.
tidak butuh waktu lama, seseorang mengirimkan pesan singkat menjelaskan bahwa pil tersebut adalah pil penunda kehamilan, Daniel, begitu terkejut saat membaca pesan tersebut, dia semakin murka saat ini kenapa Messi, tidak ingin mengandung benih dari nya, sekalipun Daniel,tau itu salah tapi Daniel, tidak akan pernah melepas tanggung jawab begitu saja.
Messi, turun dari lantai dua menuju dapur, saat ini dia hendak membuat kopi untuk Daniel , lagi-lagi Messi, menggunakan pakaian lama nya itu dan dia bahkan tidak menggunakan kosmetik apa pun yang pernah Daniel, belikan untuk nya.
amarah Daniel, semakin memuncak, saat Messi menyimpan satu gelas kopi di meja Daniel, malah menepis nya, hingga semua berantakan, Messi, langsung mematung dan Air mata nya berderai begitu saja.
"maaf,mas jika aku salah"ucap Messi,sambil berlari pergi menuju kamar nya, Messi, langsung membereskan barang-barang nya kedalam koper usang itu hingga selesai, dia memegang koper dan tas lama nya itu menuruni tangga, entah kemana dia akan pergi saat ini yang jelas, dia tidak sanggup melihat kemarahan Daniel.
"berhenti,atau aku akan memaksa mu, untuk yang kesekian kalinya"ancam Daniel.
🌹💖💖💖🌹
Messi hanya berhenti sepersekian menit sambil meletakkan dompet pemberian Daniel, sekaligus uang gaji nya dia lalu berkata"maaf kan aku yang selalu menyusahkan mu mas, aku tidak punya uang untuk membayar semua biaya yang sudah kamu keluar kan selama ini tapi aku akan berusaha mencicilnya dari gaji yang aku dapat walaupun aku harus membayar nya seumur hidup ku, aku tidak akan lupa kan itu, terimakasih untuk semua kebaikan mu selama ini maaf jika selama ini aku hanya menjadi beban untuk mu, aku pergi"ujar Messi,sambil berjalan menuju pintu keluar, tapi tangan Daniel, menarik nya dan langsung menyeret nya ke dalam kamar.
"kesabaran ku, sudah habis Messi, baik'jika kamu ingin pergi dari ku saat ini juga, aku minta kamu bayar semua uang yang sudah aku keluarkan, saat ini juga setelah itu kamu boleh pergi"ujar Daniel, yang langsung membuat Messi, terduduk lemas.
"kamu mau aku bayar detik ini juga baik'lah, aku akan melunasi nya dengan nyawaku , setelah aku mati kamu bisa menjual seluruh organ tubuh ku,agar uang itu kembali saat ini juga "ujar Messi, sambil berjalan menuju nakas dia membuka laci dan mengambil gunting dari dalam sana.
"lakukan mas, aku mohon sekarang juga"ucap Messi, yang memberikan gunting itu pada Daniel.
"apa apa an kamu, apa kamu sudah gila ia apa pernah selama ini aku bahas semua pengeluaran ku, apa pernah aku meminta mu untuk membayar semua biaya itu, pernah kah jawab....!!!""Daniel, berteriak.
"mas tidak pernah mengungkit itu, tapi asal mas tau aku tersiksa dengan dosa, yang sudah sangat menumpuk, aku menampung suami orang bukan menampung tepat nya menyusahkan suami orang aku bahkan sudah pernah melewati masa itu dengan nya, apa kamu pikir aku wanita kejam mas, yang akan dengan tenang nya menikmati semua ini, tidak mas aku tidak sekejam itu, aku tidak bisa tenang hidup di atas penderitaan wanita lain, karena aku juga wanita aku akan merasakan sakit yang sama, saat suami ku harus berbagi perhatian dengan wanita lain, aku bukan wanita tega mas, aku mohon mengertilah aku tersiksa dengan beban dosa itu,hiks hiks hiks"Messi, menangis sejadinya dia berjongkok di lantai saat ini wajahnya terbenam di atas lutut nya.
"menikah lah dengan ku,agar beban itu berkurang"ujar Daniel .
"tidak itu akan semakin membuat dosa ku bertambah"ujar Messi tegas.
"lalu apa mau mu heuhhhhh,asal kamu tahu Messi, aku tidak akan membiarkan mu pergi jauh dari sini, aku mencintaimu Messi, aku mohon mengertilah"ucap Daniel.
"mas keliru, sadar mas itu bukan cinta tapi rasa bersalah dan rasa iba, aku mohon biarkan aku pergi, aku janji setelah mendapat kan uang aku akan segera mengembalikan uang mu"ucap Messi.
"aku tidak bisa Messi, aku tidak bisa kamu dengar itu"ujar Daniel,sambil membawa Messi, keatas ranjang tersebut, Daniel, lagi-lagi gelap mata dia kembali melakukan apa yang seharusnya tidak dia lakukan, Messi hanya bisa menangis pedih saat ini dia sudah mati-matian berusaha untuk mengubur semua perasaan nya itu, tapi Daniel, lagi-lagi membuat ia semakin terjatuh kedalam jurang yang dalam.
benih itu berulang kali Daniel, siramkan di dalam rahimnya, tidak ada sedikit pun rasa bersalah saat ini bahkan dia lupa dengan cinta nya yang kini sedang berada jauh dari nya.
Messi, mencoba bangkit dari ranjang tersebut, dia memungut pakaian yang berceceran di lantai saat itu juga dia meraih tas usang miliknya, namun perkataan Daniel, berhasil membuat dia mematung.
Messi, hanya diam dia berjalan gontai menuju kamar mandi dan langsung menyalakan shower, saat itu juga dia duduk di bawah guyuran shower tersebut,sambil menangis sesenggukan di dalam sana, Messi, benar-benar merasa hancur, bagaimana kalau perbuatan dosa, tersebut, menjadi sesuatu yang nyata, Messi, tidak bisa membayangkan semua itu, akan begitu hancur nya Juli, jika tau dia mengandung anak Daniel, nantinya.
"tuhan aku mohon jangan biarkan itu terjadi"lirih nya dalam tangisnya itu.
sementara itu Juli, yang sedang menyeduh teh tiba-tiba gelas tersebut retak dan pecah saat itu juga dia begitu kaget, mungkinkah itu sebuah firasat, ataukah hanya sebuah kebetulan.
Juli, mencoba berpikir positif, dia tidak ingin semua ini mengganggu kesehatan nya, Juli, akan bersikap tenang jika itu adalah firasat buruk dia pun menghubungi Daniel, yang saat itu sedang bersandar di kepala ranjang, dengan bertelanjang dada, hanya menggunakan bokser, Daniel, mengangkat telepon tersebut dengan tenang nya,sambil menatap kearah pintu kamar mandi.
📱"Hay sweet heart, apa kabar mu malam ini"ujar Daniel
📱"aku baik sayang apa kamu masih bekerja??"ucap Juli, bertanya.
📱"tidak, aku baru saja mau istirahat maaf tadi aku belum sempat mengabari mu honey"ucap Daniel, lagi.
📱"aku kira, kamu sudah melupakan ku sayang"ujar Juli.
📱"sampai mati pun aku tak akan pernah bisa melupakan mu cinta ku,I love you"kata Daniel.
📱"love you more Honey"ujar Juli, seketika hati nya merasa sedikit, tenang setelah mendengar kata cinta dari suaminya itu.
sementara itu, Messi, menggigit bibir bawahnya, menahan rasa sakit yang teramat, saat ini setelah mendengar percakapan Daniel dengan istri tercinta nya itu, Messi , yang hendak keluar, dari dalam kamar mandi dia langsung menghentikan langkahnya saat itu juga Messi, begitu terkejut dan seperti hantaman keras di dadanya, Messi tidak menginginkan semua ini Messi, ingin hidup normal biarpun dalam kekurangan, Messi lagi-lagi terduduk lemas dan bersandar di dinding.
"ya Allah berikan jalan untuk hamba agar bisa keluar dari dosa ini"ucap nya lirih.
"Mes ...buka pintu nya kamu sudah terlalu lama beranda di sana, nanti kamu sakit"ucap Daniel.
tidak ada jawaban, saat ini.
"mes ...buka atau aku dobrak pintu ini"ucap Daniel.
tiba-tiba,suara keran air berbunyi Messi, mencuci wajah nya yang sembab, saat ini dia langsung keluar dari dalam kamar mandi tanpa menoleh kearah Daniel, yang sedang menatap nya.
Messi, langsung masuk ke dalam wal-k in closed, untuk menggunakan pakaian nya saat itu juga.
Daniel, tidak bergeming dari tempatnya berdiri saat ini dia sadar Messi, mendengar obrolan nya dengan sang istri saat tadi.
"Messi, setelah ini kita harus bicara"ujar Daniel, yang langsung masuk kedalam kamar mandi .
tidak sampai sepuluh menit, akhirnya, Messi, keluar lagi-lagi tanpa make up Messi, langsung turun setelah menyisir rambut nya yang baru setengah kering.
Messi turun ke bawah, dia melangkah ke dapur dia langsung membuat nasi goreng daging seperti hanya itu yang tersisa di dalam lemari es tersebut, dan Messi tidak pernah berbelanja selama ini Messi, makan di warung pinggir jalan seperti saat dulu.
setelah selesai, dia langsung menghidangkan makanan tersebut di meja, dengan secangkir teh hangat untuk Daniel, setelah dia turun.
"makan lah, aku sudah membuat nya,maaf hanya itu yang ada"ujar Messi,sambil bangkit dari duduknya.
"duduk lah, kita makan bersama"ucap Daniel.
"aku sudah makan tadi sore, sebelum pulang"ucap Messi.
"duduk lah setidaknya temani aku,ada yang ingin aku bicarakan"ucap Daniel.
"mas, aku lelah makan lah Ok, aku mau istirahat"ucap Messi.
tapi bukan nya makan dia malah pergi meninggalkan meja makan tersebut"mas maaf aku memang tidak tau balas Budi, duduk lah baik lah aku akan duduk dan mendengarkan apa yang ingin kamu sampai kan"ujar Messi,sambil duduk menunggu Daniel.
Daniel, pun menyusul dan duduk, tapi tidak menyentuh makanan nya.
"makan lah mas,keburu Dingin"ucap Messi lagi.
"Mes... kita akan menikah secepatnya sebelum kamu hamil"ujar Daniel.
"mas, kita sudah bicarakan hal itu, dan kamu tidak perlu khawatir aku tidak akan hamil, kamu tau obat yang selama ini aku konsumsi??"ucap Messi tertahan di udara saat melihat Daniel, menatap tajam kearah nya.
"kau bukan pelacur, tapi kenapa kau menggunakan pil penunda kehamilan"ucap Daniel,tegas sambil menatap tajam kearah Messi.
"aku hanya ingin mencegah dosa ku semakin bertambah"ucap Messi,sambil tertunduk lesu.
"apa kamu pikir ,itu bukan bagian dari dosa, ayolah Mes, aku tau kamu sudah lebih dewasa, jangan egois, Mes, hidup akan terus berjalan"ujar Daniel.
"aku tidak tau lagi harus berkata apa mas, karena semua percuma saja,kalau aku boleh milih lebih baik aku mati saat itu juga daripada harus terus berbuat dosa"ucap Messi yang langsung mendapat gebrakan keras meja hingga piring dan nasi itu berhamburan.
Brakkkk ....
"Messi, apa kamu pikir aku bahagia jalani semua ini selama ini, aku bahkan sudah menghianati cinta istri ku walaupun cinta itu tidak pernah berkurang, apa cinta ku padamu selama ini kurang heuhhhhh, jawab Messi!!! apa aku tidak pernah berarti apa-apa di matamu, jawab!!!"""
tubuh Messi, bergetar hebat dia bahkan tidak sanggup melihat kemarahan Daniel, Messi , menelungkup kan wajah nya di meja, dia menangis dalam diam hanya tubuhnya bergetar hebat.
"Mes... aku mencintaimu dan aku ingin kau mengandung anak ku,agar suatu saat nanti kamu tidak hidup kesepian setelah aku tiada, minimal kamu akan mendapatkan sebagian harta yang ku miliki, hidup mu masih panjang, dan aku tidak ingin melihat mu kesusahan seperti dulu, aku ingin benih cinta kita akan menemanimu sampai kamu menutup mata nanti.
"mas, aku hanya takut saat anak itu lahir, aku lebih dulu menutup mata, karena yang aku tau penyakit kanker seperti itu tidak akan pernah menjamin akan bisa benar-benar terbebas banyak orang yang meninggal dunia di saat ponis kangkernya di nyatakan sembuh dan tanpa di sadari sel itu kembali tumbuh, itulah kenapa aku tidak ingin berharap banyak, dan aku tidak ingin anak itu lahir cacat karena pengaruh obat "ujar Messi, lirih.
Daniel, langsung menggenggam tangan Messi"aku akan memastikan bahwa kamu bisa sembuh seratus persen, dan kita akan datangi rumah sakit di berbagai negara canggih aku mohon, jangan pernah menyerah, aku mencintaimu"ucap Daniel, yang langsung memeluk erat tubuh Messi,sambil mengecup puncak kepala nya.