Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
Pernikahan


satu bulan sudah Siena, mendapat kan ingatan nya kembali, saat ini dia sedang, mendesain pesanan dari costumer yang baru entah siapa dia yang pasti dia memesan Gaun pengantin yang sangat mewah dan itu cukup menyita pikiran, nya kini Siena langsung bergegas menuju toilet untuk membasuh wajah nya itu dan saat ini dia kembali dengan muka yang lebih segar di banding dengan tadi"


Siena, langsung mengambil air minum nya dan setelah itu ia pun memakan bekal nya dari rumah.


setelah setengah hari bekerja, Siena kini menelpon Jimi agar tidak perlu menunggunya untuk makan siang, di karena kan dia sedang sibuk dan mungkin akan lembur sampai besok, Siena, sedang di sibukkan oleh pekerjaan nya itu,satu hal yang pasti, ada orang yang sedang menaruh harapan dengan gaun pengantin nya itu,ya dia adalah Fero, dia sengaja menyuruh orang untuk memesan Gaun itu demi pernikahan nya kelak, padahal ada seseorang yang kini sedang sama-sama berjuang demi mendapatkan, wanita itu, ya Adnan lah orang nya.


"Sayang, apa kabar mu saat ini, apa iya kamu akan benar-benar pergi dari ku selama nya, aku bahkan tidak sanggup membayangkan nya karena biar bagaimana pun cinta ku tak pernah berakhir kepada mu, aku akan tetap berjuang untuk semua itu"


lirih Adnan dalam hati nya kini.


ya Adnan memang mencintai, Siena sejak SMA tapi Adnan, tidak pernah mendapat restu dari kedua orang tua nya, pernah sekali ia nekad, untuk menemui Siena kembali menjalani hidup bersama nya tapi Adnan lagi-lagi tidak berkutik jika di suruh memilih antara Siena dan kedua orang tua nya itu, iya malah menyuruh nya mengakhiri hidup mereka dengan sebuah pisau yang telah di sediakan mereka untuk mengancam Adnan jelas Adnan, bukan lah anak yang tidak tahu diri walaupun keluarga nya bukan lah orang yang serius menggeluti, Agama, tapi Adnan, selalu belajar taat beribadah,, makanya ia mengerti kenapa menghormati orang tua itu penting meski, terpaksa harus merelakan hati nya yang terluka karena harus, meninggalkan orang-yang paling ia cintai ya itu Siena dan anak-anak, nya kini.


bukan lah pilihan mudah menjalani hidup seperti Adnan, tapi ia juga membutuhkan waktu untuk mengobati rasa lelah nya itu,kini ia membiarkan Siena menjauh untuk sementara waktu demi, restu yang bahkan entah kapan ia mendapat kan itu, atau mungkin tidak sama sekali.namun iya punya keyakinan itu.


"Sayang kamu sedang apa,hmmm apa sudah makan"


tanya Fero, saat ini yang sengaja datang untuk, memberikan makan siang nya itu.


"hemmm KA Fero, aku masih sibuk jadi belum sempat, masih ngerjain pesanan orang yang mau menikah nanti katanya sih bulan ini, tapi yang memesan ini seperti nya bukan orang sembarangan deh buktinya pesan Sabil ngancem segala kalo gak beres da yang jadi pengantin wanita nya pergi jadi aku yang harus di nikahi nya gila gak tuh KA!"


Siena rada kesal saat ini pasalnya dia yang malah merasa terancam.


"hey, sayang siapa yang berkata itu padamu biar aku yang urus" ucap Fero tulus.


"hmmm mana ku tahu kan sudah aku katakan, bahwa, orang ini tidak menampakkan muka nya hingga Kini"


jawab Siena.


"hmmm gitu ya terus,kalo orang itu adalah aku gimana?"


ucap Fero keceplosan.


"Aku gak akan, tanya kakak lagi" jawab Siena.


Fero pun menelan Saliva nya dengan susah payah Lantaran semu memang benar Fero, yang menyuruh nya, tapi lewat orang lain hmmm,


Fero sekarang lagi bingung apa dia bisa berterus terang pada Sien, kalau itu adalah pesanan dari nya Kudus untuk Siena.


"Udah deh sayang biar nanti aku yang akan urus ini"


Fero langsung menuntun Siena pergi menuju balkon yang ada meja dan kursi berpasangan.


Fero, menarik kursi tersebut dan saat ini ia mempersilakan Siena duduk, saat itu juga.


"sayang duduk lah ayo makan bersama, aku tahu kamu sudah kelaparan, bukan?"


ucap Fero lagi.


"hmmm baik lah KA, aku berasa seperti sedang pacaran padahal kau sekarang sudah punya istri" ucap Siena sepontan, dan kini dia pun menjadi canggung.


"hmmm kamu lah yang akan jadi istri ku"


ucap Fero yang kini mencium tangan Siena.


"KA jangan seperti ini, aku ingin kita bisa menjalani hidup dengan damai, tanpa ada yang akan menggangu kita"


ada satu hal yang baru, Fero mengerti ucapan Siena bahwa dia ingin menjadi wanita satu-satunya, yang ia miliki.


"sayang aku janji setelah kontrak ini berhasil kamu akan langsung jadi milikku, dan hanya satu saja Sayang ya itu kamu!"


ucap Fero, sambil mengecup bibir Siena.


"eummm, KA, kebiasaan deh" ucap Siena.


"kamu yang.akan menjadi satu satunya wanita yang aku sayang selamanya"


ucap Fero.


"hmmm apa iya ada yang seperti itu,Kaka tidak bohong seperti yang sudah-sudah bukan"


tanya Siena yang kini sedang mencari kebohongan di mata Fero, namun dia tidak menemukan nya.


satu tahun berlalu dari saat itu.


sementara di ibu kota Adnan telah berangkat ke kantor miliknya untuk meninjau perkembangan perusahaan miliknya itu dan kini dia tengah bekerja, di meja kebesaran miliknya tersebut.


Adnan, sesaat melihat sebuah foto pernikahan nya dulu dengan Siena iya mengelus wajah istrinya itu di foto


" andai kau bisa bersabar sayang aku ingin kita selama nya bersatu' dan ingatlah, bahwa cinta ini begitu besar untuk mu sayang dan Takan habis di telan jaman hiks,,,hiks,,,"


tiba-tiba saja Harry masuk dan kini dia tengah terbengong melihat Adnan yang sedang menangis, meratapi nasibnya kini ia berjalan mendekati Adnan dan mengelus pundak sang bos.


ucapan, Harry, langsung di balas anggukan oleh Adnan.


dan Adnan,kini tengah berada di pesawat untuk terbang ke Paris, ia ingin mengatakan semua alasan, kenapa dulu dia menjauhi nya tanpa alasan, ya itu harus Siena tahu terlalu banyak rahasia yang harus di tanggung nya selama ini oleh nya, Adnan sangat tersiksa


hingga saat ini.


Adnan yang kini masih tertidur di pesawat, saat ini, bisa tertidur dengan tenang, karena ia begitu bersemangat untuk mendapatkan, apa yang ia mau dan semoga Siena mau membuka pintu hati nya kembali untuk nya.tak terasa waktu yang lama di pesawat terasa cepat karena sedang memikirkan, pujaan hati nya itu.


🌹💖💖💖🌹


"sayang, bangun ini sudah sangat siang Bunda juga masih harus bekerja saat weekend ini, dan satu lagi, jangan lupa telpon Bunda,kalau tidak jadi pergi jalan-jalan dengan kakek mu Ok!"


"iya.... Bun, aku masih ngantuk ini, nanti aku telpon Bunda, tapi boleh gk aku ikut ke butik kalau tidak jadi jalan-jalan, nanti"


ucap Sinan, yang kini berusia 11 tahun sebentar lagi ia akan berulang tahun,tak terasa sudah 3 tahun lebih, Siena berpisah dari Adnan, hubungan nya dengan Fero pun selalu menggantung bahkan kini Fero, tidak lagi menemuinya, sudah satu tahun ini, mungkin dia lupa, dengan Siena itulah yang selalu di tanamkan oleh Siena dalam hati nya kini.


saat Siena berkutat dengan pekerjaan nya dia di kejutkan oleh kedatangan Adnan yang langsung memeluk nya dari belakang walaupun sudah berpisah lama dia masih mengingat bau wangi yang selalu ia rindukan dulu.


"sayang, apa kabar?"


ucap Adnan lirih.


"lepas mas aku sudah bukan siapa-siapa kamu, dan kalo, kamu kesini buat bertemu anak-anak kamu salah mas mereka tidak ada di sini"


Siena tidak melepaskan tangan Adnan yang memeluk nya mungkin Siena juga merindukan pelukan itu, dia tidak mudah melupakan hal terindah yang di lalui mereka dulu walau lagi-lagi harus terluka.


"Biarkan seperti ini dulu Sayang aku sangat merindukan mu, aku tidak pernah akan membuang rasa cinta ini bahkan sampai saat aku mati, kamu tau, aku memilih menjauh demi keselamatan nyawa kalian, dan juga mendapat kan Restu dari orang tua ku, maafkan aku yang tak pernah jujur pada mu, tapi aku tidak mungkin semudah itu. untuk tidak mencintaimu, aku benar-benar menderita tapi demi kamu akan kulakukan apa pun sekali pun itu nyawaku taruhan nya, sayang maaf-maaf kan aku, yang tidak berguna ini"


Adnan berderai air mata saat ini yang ia pendam selama ini adalah,rasa sakit dan beban berat kini terasa menghilang, dari hati nya.


"satu hal yang pasti mas kita tidak akan mungkin kembali bersama seperti dulu, aku tidak tahu, bagaimana menyampaikan nya, aku sudah menemukan ingatan ku kembali,dan masa-masa itu adalah antara aku dan KA Fero, aku terlalu, mencintaimu tapi aku juga punya rasa yang tetap sama seperti dulu, saat aku masih bersama KA Fero."


ucap Siena yang sama-sama berlinang air mata, dan iya tidak ingin melukai siapa pun, jadi ia memilih, untuk menyendiri.


"sayang, dengarkan aku aku tau saat ini kamu sedang bimbang dan ragu, tapi ingat lah hati ku masih tetap seperti dulu dan Takan pernah berubah sedikit pun" ucap Adnan lagi.


Mas,beri aku waktu untuk berpikir aku ingin tahu sampai kapan semua ini akan menemui ujung nya,dulu, Sien menangis di dalam, pelukan Adnan jujur dia juga benci dengan keadaan dirinya saat ini yang tidak bisa menentukan, sikapnya sendiri hingga beberapa waktu Adnan, selalu masih bertahan di butik itu dengan, izin Siena, kini" tengah, tertidur di butik tersebut, Harry, yang sudah pulang kembali ke, tanah air, iya sibuk mengerjakan tugas kantor nya Adnan.


berhari-hari, Adnan kembali ke rumah Siena iya melewati waktu nya dengan anak-anak yang terbaik dan mau mengerti dirinya kini.


"Ayah, apa ayah akan kembali bersama bunda,dan kita, akan selalu bersama, dengan ayah.


Adnan tersenyum, manis , dengan begitu dia biasa, minta bantuan pada kedua anak nya saat ini.


"ayah sih pengen banget tapi Bunda, tidak mau menerima, ayah"


ucap Adnan berbohong. namun Adnan ingin anaknya membantu nya.


di tempat lain Fero, sedang menahan sakit atas rasa kecewanya terhadap Siena yang melihat dia sedang di peluk oleh Adnan, Siena tidak tahu kalo Fero selalu mengawasi nya dengan kamera cctv rumah dan butiknya,Fero yang selama ini.


Fero yang tengah berobat di Indonesia,kini luka di kaki nya sudah membaik, dan kini dia sudah bisa berjalan seperti biasa nya.


Fero ingin sekali berjumpa dengan dengan Sien, pasalnya setelah kejadian tabrakan beruntun itu sudah satu tahun iya tidak sadarkan diri,dan saat itu juga iya koma, di RS.


"Begini kah cara kamu berprilaku di belakang ku, sayang apa kamu tau aku, sangat tersiksa dengan semua ini selama ini.


Siena, saat ini sedang berendam di bathtub tiba-tiba mendengar suara telpon, dia mengangkat telepon nya, yang kebetulan tidak jauh dari tempat ia, berendam kini.


"📱 Halo, ini dengan siapa ya,maaf tolong dulu menelpon, aku sedang sibuk,kalo Anda, mau costum,,,,!"


ucap Siena, yang langsung di jawab oleh seseorang di belakang telpon.


"📱 Maksud mu sibuk berselingkuh,gitu.hebat ya ternyata kamu itu, setelah sekian lama aku, tinggal kan tanpa kabar berita, kamu bisa langsung enak-enakan bareng dia, apa begitu cara mu mencintai ku?"


Siena yang tiba-tiba mendengar suara, seseorang yang selama ini dia rindukan, dia terdiam dan menangis, sejenak lalu berkata.


"📱 KA,,,, Fero?".... ucap nya Sabil menangis dengan suara bergetar.


"📱 ya ini aku, sudah ingat sekarang?"ucap, Fero.


Siena, langsung menangis kencang, namun tidak tahu, dia sedang menangis karena ruang itu kedap suara, dan kini Fero sama-sama menitikkan air mata.


"📱aku tidak pernah selingkuh Sayang, saat ini nanti dan selamanya, tapi kamu yang dengan sengaja meninggalkan aku, kamu pergi tanpa kabar berita, sampai saat dimana aku menyerah.


ucap Siena dengan nada pilu.


"📱 Dengar kan aku Siena, aku tidak pernah berniat untuk meninggalkan mu, aku kecelakaan dan sempat koma selama tujuh bulan, lama nya dan saat aku sadar keadaan fisik ku tak memungkinkan, untuk bisa menemui mu, sayang kaki aku cedera parah dan aku sudah menjalani dua kali operasi, saat ini barulah, aku bisa berjalan, dengan baik dan kemaren aku cek up ke dokter" dan apa kamu tau aku melihat video kamu sedang berpelukan dengan mantan suami mu itu, tega banget ya sama aku sayang!"


Fero, langsung menutup telepon nya sepihak, iya masih kecewa dengan apa yang di tuduh kan oleh Sien, tapi pada akhirnya dia juga yang menangis karena dengan keadaan nya sekarang dia juga harus bisa menahan rindu, ya karena saat ini dia belum bisa berjalan dengan baik, dia memakai kursi roda seberapa besar,pun iya berusaha untuk bisa sembuh tapi, semua itu akan terasa sia-sia jika yang jadi penyemangat hidup nya kini, tinggal bersama dengan orang lain, atau tepatnya, Sien, masih memberikan izin tinggal pada Adnan, untuk mendekat kepada anak-anak nya, seperti sekarang ini.