Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
menikah karena terpaksa 2


Sinan pun tertidur pulas, saat ini dia yang di rundung kesedihan hati karena terpaksa harus menerima pria Egois dal hidup nya saat ini.


Sinan terbangun dari tidurnya sekitar pukul empat pagi, iya pun menjalankan kewajiban nya seperti biasa nya, Sinan langsung mengambil beberapa foto saat ia kecil dulu bersama Bunda dan ayah nya saat mereka bersama dulu.


Sinan menitikkan air mata, semua yang di lihat nya kini adalah sebuah luka menganga di lubuk hati nya selama ini.


"ayah, Bunda, aku rindu saat ini,dulu kita sempat bahagia walau di belakang kami kau membohongi kami kenapa kau tidak tetap membohongi kami saja sampai saat ini jika itu bisa membuat kita tetap bersama,mungkin takdir ini tidak akan aku alami saat ini, aku terjerat oleh pria Egois seperti ayah dan Daddy pada Bunda dulu.


Sinan menangis setelah itu ia langsung bergegas membersihkan diri, setelah itu ia turun ke bawah di lihat nya sang kakak yang sudah bersiap dengan jas mahal yang kini di kenakan nya, Sinan pun bertanya.


"sepagi ini kakak sudah akan ke kantor memangnya ada hal penting apa?" ucap Sinan


"kakak, akan pergi ke Paris saat ini juga untuk mengurus kantor pusat yang saat ini sedang membutuhkan kakak" ucap Daniel.


"owh baik lah jika kakak kesana tolong pulang ke Mension aku ada berkas yang harus aku urus setelah kakak kemari tolong aku bawakan berkas itu saat kakak akan kembali kemari" kata Sinan.


"baiklah,kakak juga tidak akan lama ko, hati-hati kalian di rumah bersama dengan istri ku kalian bisa jalan bersama setelah kakak pergi" ucap Daniel.


"tentu saja Sayang " ucap Juli.


"kakak tenang saja aku akan menjaga nya" ucap Sinan sambil tersenyum.


Daniel dan Digo pun pergi Karena jam penerbangan pun tinggal setengah jam lagi.


sementara itu Sinan mengisi perut nya yang terasa sedikit sakit karena kemarin ia melewatkan jam makan malam nya.


Sinan, pun makan dengan lahap nya saat ini sedang Juli menertawakan nya sambil mengejek nya saat ini.


"apa, kau tidak di berimakan oleh pacar milyarder mu itu pelit sekali" ejek Juli.


"hmm.. aku tidak ingin bahas dia" ucap Sinan.


"Hey... dari mana kau tau kalo dia seorang Milioner,,,??" kata Sinan lagi.


"hmm...kau tinggal di sana selama ini tapi kau bahkan tidak tahu kalau dia adalah pengusaha sukses dan pemilik sepuluh perusahaan di beberapa negara, dan kau lihat ini dia punya seorang istri saat ini, dan wanita itu mengaku sedang mengandung anak pertama mereka saat ini" bug... Sinan tiba-tiba terjatuh tak sadarkan diri.


"Sinan...de... kamu kenapa bangun de.. bangun" Juli menangis histeris memanggil para pelayan saat itu juga.. mereka langsung bergegas membawa Sinan ke kamar Siena Bunda nya yang berada di lantai bawah, seorang pelayan memanggil dokter saat ini.


Dokter pun datang dan langsung memeriksa kondisi Sinan saat ini.


"dia hanya kelelahan dan syok seperti nya dia sedang banyak pikiran saat ini" kata dokter itu.


"apa tidak akan kenapa-napa Dokter" tanya Juli.


"tidak, tapi usaha kan agar dia tidak tertekan" kata dokter.


"baik lah dokter" ucap Juli.


setelah dokter pergi tiba-tiba seorang pria yang tadi di bahas mereka hingga mengakibatkan, Sinan pingsan hingga saat ini.


"dimana istri ku?" kata Kenan, yang celingukan mencari Sinan.


"adikku sedang tak sadarkan diri, saat ini karena dia tahu tentang mu, dan istri mu tuan" ucap Juli.


"kata kan di mana dia" ucap Kenan dengan arogan nya saat ini.


"dia di kamar Bunda sebelah sana" ucap Juli .


Kenan langsung berlari kearah kamar Siena saat ini ternyata Sinan baru membuka mata nya saat ini.


"Hanny, apa kau sakit kenapa ada infus di tangan mu"ucap Kenan.


"untuk apa kau kemari, pergi lah aku sudah memutuskan tidak akan pernah menikah dengan pria beristri seperti dirimu" ucap Sinan tegas sambil menatap kearah lain.


"Hanny, kamu tau semua penolakan mu tidak akan berpengaruh kau tetap akan menjadi istri ku" ucap Kenan,sambil memeluk erat Sinan dari samping.


"Sinan,ada Jhonatan di luar ia mengajak mu pergi ke butik mommy saat ini katanya akan mencari gaun pesta saat ini" ucap Juli.


"kak,suruh dia masuk, aku akan bersiap" ucap Sinan.


mendengar kata yang di ucapkan Sinan Kenan langsung murka saat ini Tangan Kenan, mencengkram tangan Sinan.


"awww... sakit Ken.. apa yang kamu lakukan, aku tidak salah berkata kalau kamu sudah punya istri Kenan jangan paksa aku jadi pelakorr, apa lagi istri mu sedang mengandung anak mu!!" teriak Sinan namun kenan malah tambah murka.


"panggilan perawat kemari untuk melepaskan infusan ini"teriak nya pada Juli.


"tunggu sebentar aku panggil dulu" ucap Juli yang juga takut dengan kemarahan Kenan


"dengar kan aku Hanny sekalipun kamu pergi ke ujung dunia kau akan tetap ku kejar dan jika kau berani menikah dengan orang lain aku akan membunuh nya saat itu juga"Kenan melepaskan cengkraman tangan nya saat ini ia pergi menemui Jhonatan.


"ada urusan apa kamu benemui istri ku" ucap Kenan dengan wajah datar tanpa ekspresi.


"hahh ... istri siapa yang kau bilang istri Sinan adalah kekasih ku, dan kita akan segera bertunangan" ucap. Jhonatan.


"apa kau tidak melihat ini"ucap Kenan yang kini memperlihatkan, cincin pertunangan nya dengan Sinan.


"aku tau kamu memaksa nya untuk memakai cincin itu" jawab Jhonatan.


"kau mau bukti, tanyakan sendiri pada istri ku siapa yang memasangkan cincin ini di tangan ku" kata Kenan.


"baiklah akan aku tanya kan" ucap Jhonatan yang langsung masuk.


"Sinan Sayang, kamu di mana" teriak Jhonatan.


"aku di sini Jho" ucap Sinan yang duduk bersandar ke kepala ranjang nya.


"ya ampun sayang kamu kenapa hmm,,, kamu kenapa sampai bisa begini, apa dia melukai mu?" tanya Jho Sambil mengelus pipi Sinan.


tiba-tiba saja tangan Kenan menepis tangan Jhonatan.


"berani menyentuh nya sekali lagi maka tangan mu akan putus" ucap Kenan.


"Ken.. hentikan aku mohon!!!" ucap Sinan.


"aku akan berhenti setelah kau beritahu kan apa hubungan kita pada nya" ucap Kenan yang kini mencengkram erat leher Jhonatan.


"Jhonatan, aku mohon pergilah, dia sekarang sudah bertunangan dengan ku" ucap Sinan sambil menundukkan kepalanya saat ini.


"sudah lah Jhonatan pergilah aku lelah harus terus berdebat" ucap Sinan yang kini melepaskan jarum infus itu dengan paksa dari tangan nya darah pun mengalir deras dari bekas infus tersebut, Kenan berteriak.


"Hanny apa yang kamu lakukan"ucap Kenan kaget namun Sinan pergi keluar menuju kamar nya, saat ini dan mengunci pintu nya.


Kenan menyusulnya dengan terburu-buru, dan mengetuk pintu yang sudah terlanjur terkunci.


"Hanny buka pintu nya kita harus bicara" ujar Kenan..


"pergilah Ken.. aku lelah aku mau istirahat" ucap Sinan setelah itu ia tidak terdengar suara nya lagi.


"Hanny aku mohon buka pintu nya, aku harus bicara dengan mu saat ini juga" paksa Kenan.


🌹💖💖💖🌹


sore hari Sinan baru membuka mata nya saat ini ia seperti nya benar-benar lelah dan tertidur.


sementara Kenan yang baru kembali kerumah Sinan untuk melihat keadaan nya setelah meeting penting tadi ia langsung kerumah Sinan di lihat nya Sinan tengah makan sementara Juli sedang menonton TV, saat ini.


"sayang kamu baik-baik saja, hmmm seperti nya kamu kelaparan saat ini, muachh" ucap Kenan yang di akhiri dengan kecupan di pipi Sinan yang tidak menjawab sedikit pun.


sayang bersiaplah kini akan mendaftar kan pernikahan kita sore ini juga aku sudah buat janji dengan mereka saat ini juga" ucap Kenan.


"apa kau tidak lihat aku sedang makan" jawab Sinan,datar.


"iya aku tahu aku hanya membitahu mu sayang" ucap Kenan.


Sinan menaruh sendok dan garpu nya ke atas piring sedikit kasar dia pun pergi menuju kamar nya.


",hey.. sayang kenapa makan mu tidak kamu habis kan hmm.." kata Kenan


"kamu tau jawabannya" ujar Sinan ketos.


Sinan tidak ingin berdebat lagi ia pergi membersihkan diri dari berdandan rapi lalu turun,ke bawah di lihat nya Kenan tengah meminum kopi nya saat ini, Sinan berjalan keluar Kenan pun langsung mengikuti


"Hanny, apa yang kamu pakai ini aku tidak ingin orang lain memandang tubuh mu ganti baju nya"ucap kenan.


"pergi atau tidak sama sekali"ucap Sinan tegas.


"baiklah tapi tutup ini dengan jas ku" ucap Kenan sambil menutup punggung Sinan yang punggung mulusnya sedikit terbuka.


Sinan hanya diam dia tidak ingin bicara dengan Kenan lagi saat ini, mereka akan menikah secara hukum negara karena agama sudah pasti tidak akan bisa karena Sinan dan Kenan, berbeda keyakinan.


mereka melakukan pernikahan beda keyakinan seperti nenek dan kakek nya dulu.


setelah selesai Kenan membawa Sinan kesebuah Mension miliknya di kawasan itu.


"antara kan aku pulang, aku ingin istirahat" ucap Sinan.


"hey sayang ini rumah mu kenapa harus minta pulang"kata Kenan.


"antar atau aku pulang sendirian" ucap Sinan keras kepala.


"Hanny kita itu sudah resmi menikah, jadi tempat ku adalah tempat mu juga" ucap kenan lembut sambil mengelus puncak kepala Sinan.


"pernikahan kita hanya sah di mata negara tapi tidak di mata tuhan, jadi jangan berharap kau bisa menyentuh ku" ucap Sinan yang langsung bergegas menuju pintu keluar.


"Hanny, apa lagi yang kamu inginkan, bukan kah kakek mu dulu menikahi nenek mu juga seperti kita saat ini"ucap Kenan.


"keadaan nya berbeda nenek dan kakek ku saling mencintai dan tidak ada paksaan di dalam nya dan harus kau tahu kakek ku, orang yang sangat pengertian" kata Sinan tegas.


Sinan berjalan keluar dengan langkah anggun nya seperti sekarang model karena dia adalah peragawati dan juga seorang perancang busana, jadi setiap kali fashion show,mau tak mau dia harus jadi model yang paling pertama untuk memulai debut pembukaan fashion show tersebut.


"aku akan kembali ke Paris saat ini juga, jika kau ingin di sini maka lakukan lah" kata Sinan.


Sinan pergi keluar gerbang Mension tersebut dan langsung mencegah taksi tapi ya satupun yang mau berhenti untuk nya dia heran tapi saat dia menengok ke belakang dia mengerti Kenan menodongkan pistol kearah mereka.


"kau apa-apa an sih aku. harus segera pergi terlalu banyak yang harus aku urus"ucap Sinan.


tinggal di sini satu malam saja atau karir mu akan segera di hentikan" ujar Kenan sambil memeluk erat Sinan.


"menyebalkan, kamu hanya bisa mengancam kenapa tidak membunuh ku sekalian" teriak Sinan yang sudah banjir dengan air mata saking lelahnya.


"ikut lah bersama ku" ucap Kenan yang langsung membawa Sinan dengan menggendong ala bridal style.


sesampainya di dalam Mension Kenan langsung membawa Sinan ke dalam kamar


Kenan langsung mencumbu bibir manis milik Sinan tidak hanya itu, Kenan melucuti semua pakaian yang di kenakan Sinan dan juga dirinya sendiri saat ini, ranjang pengantin yang sudah di hiasi kelopak bunga mawar yang sangat indah, Sinan hanya bisa pasrah saat ini jika pun ia berdosa maka biarkan lah ini menjadi tanggung Ngan ya.


"sayang, kamu siap"tanya kenan, yang langsung menuntun Sinan ke atas ranjang, Sinan tidak me jawab hanya diam tanpa kata.


rapi itu Kenan memulai itu dengan cara dirinya sendiri Kenan dan Sinan kini tengah melakukan malam pertama nya, bersama.


sementara itu Juli tidak tau harus berkata apa pada seluruh keluarga nya saat ini yang pasti dia sangat bingung saat ini.


malam semakin larut Sinan, hanya menangis meratapi nasibnya, kini yang sudah bukan wanita virgin lagi.


seluruh tubuh nya terasa hancur remuk saat ini


Kenan memeluk nya dari belakang.


"Hanny tidur lah,agar besok kita bisa berangkat


ke Paris seperti keinginan mu" kata Kenan.


Sinan pun langsung terdiam menahan tangisnya saat ini dia bahkan tidak bersuara sedikit pun Sinan tertidur pulas, saat ini saking lelahnya.


Sinan sekarang telah resmi menikah dengan Kenan secara diam-diam maka dari itu Kenan sudah berani melakukan haknya saat ini.


ke esokan pagi nya Sinan yang berusaha bangkit dari tidurnya, iya merasakan sakit yang teramat, iya bahkan menjerit. karena rasa sakit di bagian bawah perut nya saat ini.


Kenan langsung bangun dan menggendong istrinya itu menuju kamar mandi dan mendudukkan nya di samping bathtub dan ia langsung mengisi bathtub tersebut dengan air hangat dan sabun aroma terapi, setelah penuh Kenan, memasukkan tubuh Sinan kedalam bathtub, Sinan hanya terdiam menerima perlakuan lembut dari Kenan saat ini.


Sinan bertanya-tanya, apa benar ini adalah Kenan pria yang telah memaksa kan kehendak nya, untuk menikah dengan nya, Sinan hanya memandang wajah Kenan dari samping karena posisi Kenan saat ini sangat lah dekat dengan nya.


"Hanny mandilah nanti jika kau butuh sesuatu panggil saja aku akan menunggu mu di luar pintu" ucap Kenan.